
Dendam sang putri
Part #34 -Jamuan Istana-
Kamar Pribadi
Malam tiba...
Satsuki sangat lelah, Tapi pikirannya berputar-putar.
Kamar baru yang megah itu tak membuatnya senang, Iapun menoleh ke arah Xing An yang terlelap, Lalu menyelimutinya hingga dada dan turun dari ranjang.
" Nae Jime, kau mendendengarku?"
Ada apa? Aku sedang bersemedi..." Jawab Nae Jime.
" Aku gelisah, tentang kekuatan yang ku pakai untuk menghajar Go Eun dan permaisyuri, Apakah kekuatan itu Milikmu?"
Hahahahhaha, Tentu saja... Bagai mana? Kerenkan? Aku mulai bisa mengeluarkan sebagian kekuatanku untuk menolongmu.
" Untuk menolongku? Heh, kenapa? Bukankah kau ingin keluar dari tubuhku, hingga ingin aku mati? Apakah ada maksud tersembunyi hingga tiba-tiba saja kau jadi baik padaku?"
Hahahaha aku tak selalu ingin menjawab permintaanmu... aku hanya ingin tinggal di tubuhmu lebih lama...
" Untuk apa? Jangan-jangan kau ingin energi yang kuserap dari batu megis itu ya?" Tanya Satsuki...
Hahahaha, Kau sungguh penuh waspada dan sangat cekatan... kau bahkan tak percaya pada siapapun. Aku memang mengisi tubuh yang tepat.
" Sudahlah... Bagus juga jika kau tinggal dalam tubuhku lebih lama. Aku bisa leluasa membalaskan dendamku pada kluarga Coi Hong Nam"
Satsuki mengambil jubahnya segera keluar Vafiliun... Ia mengendap dan melompat ke atap genting istana kamarnya. Iapun duduk kemudian rebahan di atap genting tersebut. Rasa gelisah berkecamuk dalam hatinya.
Ia selalu berfikir bahwa dirinya adalah wanita yang paling malang karna di buang begitu saja oleh orang tuanya, Tapi kenyataannya adalah Hidupnya lebih baik daripada sang pemilik tubuh, Satsuki lebih parah ... ia mengalami penindasan setiap waktu. Hingga akhirnya iapun meregang nyawa.
Di bawah hamaparan cerah langit ratusan tahun yang lalu. Satsuki menutup mata merasakan indahnya bintang yang menghiasi langit Chang Chon.
Saat sedang hening...
Pssst! Pssst... Mata Satsuki mulai menyimak. Iapun segera bangun dan waspada.
" Sssst! Lakukan sekarang, Ini adalah racun kimia... cukup kau masukan asapnya ke lubang jendela kertas itu. Biarkan mereka menyeruat, agar mudah di hirup..." Satsuki tersenyum melihat beberapa penyusup dengan pakaian serba hitam mereka terlihat mengerumuni kamar utamanya.
Cih, jangan-jangan itu adalah Shars? Racun hidrolik yang jadi pamungkas perang, memang di jaman ini racun tersebut sudah tersedia ya? Bathin Xitan.
Saat penutup botol dibuka, Satsuki berubah menjadi Xitan , Ia melompat dengan rambutnya yang bercahaya.
WHOOOOOSSSSH! Para penyusup mulai tak pokus karna merasakan kehadiran seseorang.
" Apa yang kalian lakukan!" Ucap Xitan. Rambutnya terbuka hingga menari-nari saat tertiup angin malam. Para penyusup kaget dan terbelalak, Tangan mereka gemetaran " Ka-kau... ma-master Xi-Xitan!"
__ADS_1
Pyang! Botol berisi Racunpun jatuh. Xitan tersenyum dan mengancam
" Hirup racun itu, atau kalian ku bantai
..." Ucap Xitan seraya tersenyum. Lalu Xitanpun melompat menjauhi para perompak itu, hingga mereka mati di tempat, karna racun yang mereka tabur sendiri. Merekapun tergeletak begitu saja di lantai.
Hehehe senjata makan tuan. Bathin Xitan senang.
Xitan Yang acuh melihat beberapa mayat tergeletak seakan biasa pada pemandangan tersebut.
" Tidak berguna, siapa yang menugaskan orang-orang bodoh itu" Ucap Xitan terkekeh dengan ke angkuhannya.
Xitan kembali memejamkan matanya... Saat terlelap beberapa detik, Tiba-tiba suara Harpa terdengar sendu... lagu yang di mainkan terdengar menyedihkan. Tanpa sadar, Xitan terbangun dan mencari.
" ICE! Keluarlah...!" Pekik Xitan. Icepun keluar dan Xitan melompat, seketika mereka mulai ada di langit malam penuh bintang.
Syyuuut! Master, apa yang kamu cari? Tanya Ice.
" Suara harpan ini, Dari manakah asalnya?" Tanya Xitan.
Ice menepakan sayapnya menurun.
" Terdengar jelas di arah sana...!" Xitan Menunjuk , Dilihatnyan paneran dong feng telah duduk di sebuah faviliun. Tangannya menggelitik harpa di hadapannya.
Master, kau lihat, itu orang yang kau cari? Apaakah kau puas?" Tanya Ice.
Baik master...
" Ayo berkeliling , Hingga aku ngantuk!'
Siap!
Ice terbang tinggi di tengah gelapnya malam. Hingga terbang melewati istananya. Ia mulai menuju ke istana Ratu Zhang.
Master, lihat... bukankah itu pangeran Qiang Gu? Tanya Ice.
Xitan mulai menelisik gelapnya malam, Dilihatnya pangeran telah berdiri di benteng dengan Kiimono malamnya.
" Sedang apa dia" Wajah pangeran terlihat sedih.
" Ice, hampiri pangeran, aku belum sempat berterimakasih padanya"
Paakkkkk!
WhoooooSH! Mendengar kepakan sayap Ice membuat pangeran menoleh.
" Master, Iapun menghampiri burung besar yang mendarat di bentengnya.
" Pangeran kau sudah siuman" Ucap Xitan Basa basi.
__ADS_1
" Syukurlah... Kupikir aku takan bertemu lagi denganmu..." Ucap pangeran Qiang Gu.
" Ya, Sayapun berfikir demikian, Bagai mana? Kamu lebih baik?" Tanya Xitan.
" Ya, Aku sehat , tsrimakasih atas bantuannya" Xitan pun mengangguk dan hendak kembali nail ke punggung Ice.
Gyuut! Tangan Xitan di genggam pangeran hingga langkah Xitan terhenti " Tunggu!" Xitan pun menoleh ' Ada apa lagi?"
" Aku... saat itu, Aku akan bertanggung jawab dengan menikahimu!" Ucap Pangeran lantang. Xitan Bingung " Apa maksudmu?"
" Tentang, kejadian di gua, aku-aku ..." wajah pangeran memerah karna malu.
" Oh, itu... sudahlah , aku sudah melupakannya... lagipula kejadian itu tak di sengaja, kau berusaha melakukan pertolongan pertama padaku.Jika kau sudah sehat, Aku akan pamit"
" Tunggu master, Besok adalah acara penobatanku sebagai putra mahkota, Kuharap kau mau datang dan menemaniku, Aku akan mengenalkanmu pada kluarga kerajaanku, Mereka senang saat bertemu orang yang menolongku"
Xitan tersenyum " Aku tak janji... di hari itu, aku pasti sibuk berbiuru"
" Ku harap kamu bisa datang, Akan ada acara pertarungan Best Spirt di sana. Pemenangnya akan mendapat Lima puluh juta keping emas ..."
Degh!
*Lima puluh juta keping emas katanya? Banyak sekali... aku bahkan akan mendapatkannya hanya dengan mengikut konteskan Ice? Hebat!"
Hei master, kau sungguh akan membuatku kelelahan? Dasar Master, kau sungguh serakah dan menyebalkan! ucap Ice dengan wajah yang datar*.
" Baik, aku pasti akan datang..." Ucap Xitan, Ia melompat ke punggung Ice dan terbang.
Pangeran masih menatap Kearah Xitan yang terbang menjauh. Ada harapan di hatinya, Tentang pernyataan nya pada Xitan , adalah tulus. Bukan untuk berterimakasih atau untuk bertanggung jawab. Tapi ia sungguh menyukai wanita Misterius yang gila harta itu.
" kakak! Sedang apa kau di sini?" Qiang Qia datang dan menepuk pundak kakaknya, Seketika lamunan untuk mendapatkan Z
Xitan Musnah seketika " Qiang Gu"
" Ayo masuk, kamu harus banyak istirahat, Besok malam adalah hari penobatanmu. Akan banyak tamu yang hadir, kau pasti akan sangat lelah , Ayo masuk"
Qiang Qia mulai mendorong kakaknya dan segera masuk ke dalam Faviliun miliknya.
Xitan. Aku harap, kau sungguh akan datang. Batghin Qiang Gu.
Semalam terbang dan terjaga, Akhirnya Xitan sampai juga di istananya menjelang pagibuta.
" Ice, Ada keramaian apa di bawah sana?"
" Iti adalah Xi jai dan Go eun! Mereka berkerumun bersama beberapa peajurit perang" Jawab Ice.
" Oh, Jangan-jangan ini perbuatan mereka... mereka mengendap sepagi ini , untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka?"
Sepertinya mereka memang ingin kau tewas... Ucap Ice.
" Ingin aku tewas? Takan semudah itu... bahkan mereka takan ku biarkan menyentuhku meski hanya seujung rambut? Satsuki yang lemah sudah mati, dan aku adalah satsuki yang sekarang!" Ucap Xitan.
__ADS_1
Setelah prajurit pergi membawa beberapa jasad, akhirnya depan kamar satsuki hening, Satsukipun segera turun, Kemudian Icepun masuk ke batu monsternya dan Satsukipun terlelap.