
Pria itu mulai turun dari atas pohon. Ia mendarat indah di depan Satsuki "Tap!" Ia pun menyeringai lalu menyapa.
"Hai... senang bertemu denganmu" Ucap pria tersebut melambaikan tangannya. Satsuki menarik lengan Huli Jing dan kemudian memasang kuda-kuda dengan sebuah pedang di lengannya.
"Berlindung! Huli Jing, diamlah di belakangku... pria ini cukup berbahaya" Ucap Satsuki sigap.
"Anu... dia, dia adalah..."
"Dia adalah anggota klan iblis... aku bisa merasakan kekuatannya" Balas Satsuki, sedangkan Huli Jing terus menatap pria itu dari balik punggung Satsuki.
"Apa tujuanmu ayo katakan!" Teriak Satsuki menunjuk pria itu dengan sebuah pedang. Pria itu mulai tersenyum dan melangkah maju, satsuki makin tegas bersikap.
"Berhenti! Jangan mendekat, atau aku akan menyerangmu!" Pekik Satsuki kembali mengibaskan pedangnya ke arah pria itu, tapi pria itu tetap melangkah mendekati mereka.
"Sial! Apa maunya? Jangan-jangan mereka mengincar ku dan juga rubah itu" Bathin Satsuki.
"Apa yang terjadi padamu? Bagai mana bisa aku mencium aroma pria lain dari tubuhmu itu" Bathin pria bertopeng perak itu.
"Berhenti! Jika kau melangkah sedikit lagi! maka aku tak akan menahan diri untuk tidak melukaimu!" Teriak Satsuki seraya berlari menyerang.
Satsuki melompat dan menekan pedangnya untuk menebas lehar pria itu. Tapi pria itu mengelak pelan, Satsuki pun geram ia menyabit pria itu kasar. Tapi pria itu tetap mengelak lembut.
"Sial! Hadapi aku! Jangan hanya mengelak!" Ucap Satsuki seraya mengibas-ngibaskan pedangnya terarah.
"Hahahaha... aku lebih baik mengelak, aku tak ingin melukaimu" Ucapnya genit. Satsuki tersinggung "Dasar menjijikan!!" Teriaknya berjongkok lalu menendang betis pria tersebut.
Buak! Pria itu mendapatkan tendangan sepadan dari Satsuki. Pria itu pun melompat. Lalu Satsuki berdiri kembali dan memutar pedangnya, secepat kilat Pria bertopeng itu hinggap di belakang tubuh Satsuki "Tap!"
Degh! Satsuki mulai berbalik, tapi kecepatan pria itu juga tak bisa diremehkan.
Grap! Akhirnya saat hendak mengibas pedang ke arah pria itu. Tangan Satsuki malah di cengkram erat "Grap!" Satsuki terbelalak, ia pun menarik kakinya ke atas untuk menendang kepala pria itu, Tapi nampaknya posisi satsuki yang tertekan tak mampu berbuat banyak.
Syut! Pria itu mengelak dari tendangan itu. Alhasil tubuh Satsuki malah oleng dan malah menyandar di dada pria itu. Satsuki kaget setengah mati.
__ADS_1
"Dug! Dug! Dug! Dug!" Suara itu yang ia dengar, sedikit merinding. Satsuki pun mengangkat tubuhnya dan menginjak kaki pria bertopeng itu keras.
Bugh! "Uhgh!" Teriak Sang pria beropeng. Satsuki pun terlepas, ia pun sigap kembali menebas ke arah pria itu secepatnya.
Pria itu pun berjongkok, namun beberapa lembar rambutnya teriris pedang Satsuki "Sreng!" Rambut pria itu berhambur di udara.
"Liar juga... tapi, kamu tampak sangat menawan" Ucapnya. Satsuki makin marah, iapun berjongkok dan menebas pria tersebut. Tapi pria itu malah melompat.
"Sial! Licin juga pria ini! Bahkan tak bisa ku sentuh! Sebenarnya siapa dia! Kenapa dia malah mengincarku begini! Jangan-jangan... dia ingin balas dendam atas sahabat-sahabatnya"Bathin Satsuki meracau.
"Kenapa berhenti? Apakah kau sedang membayangkan suara detak jantungku yang menggebu saat dekat denganmu. Apakah kau sudah mendengarnya dengan jelas" Ucapnya. Satsuki kageet tiba-tiba pipinya memerah "Sial! mana mungkin begitu! Sebenarnya apa maumu! Kenapa kau selalu mengintai kami! Jika kau sungguh ingin melawanku! Mari bertarung hingga salah satu di antara kita mati!" Bentak Satsuki murka.
Pria itu menutupi bibirnya dan tertawa "Ahahahahha... kau sungguh tegas, aku sungguh suka gayamu" Ucapnya. Satsuki sungguh tak paham dengan kata-kata pria itu. Lalu huli jing pun mendekati Satsuki dan membisikan sesuatu "Tuan... tampaknya pria itu sangat menyukaimu. Mungkin dia menaruh hati padamu" Bisik Huli Jing. Satsuki kaget dan sedikit marah, iapun memukul kepala huli jing hingga benjol.
"Apa yang kau katakan?! Bagai mana kau bisa berasumsi bahwa dia menyukaiku! Bahkan kami tak saling kenal! Jangan bicara omong kosong!" Bentak Satsuki seraya menekan kepala Huli Jing.
"Adudududuh... Ampun tuan. Ampuni aku, sakit... aku takan bicara omong kosong lagi padamu" Rintih Huli Jing. Sedangkan pria itu tersenyum semberingah.
"Hahahahaha, yang di katakan binatang spiritual mu benar, aku datang kemari karna aku menyukaimu" Ucap Pria itu melangkah mendekati Huli dan Satsuki. Satsuki tetap tak percaya, ia hanya siaga di tempatnya.
"Putri? Apakah tuanku seorang perempuan? Oh tidak? Mana mungkin aku suka pada mahluk sejenisku... ini sungguh memalukan" Bathin Huli jing mnghujat.
"Heh! Aku tak paham sengan kata-katamu itu..." Elak Satsuki.
"Baiklah... Jika kamu tak mau memperlihatkan wajah imut mu padaku, aku bisa membukanya dengan paksa" Ucap pria itu.
"Cih. Kau sungguh percaya diri sekali... Lakukanlah jika kau bisa" Balas Satsuki sinis.
"Ahahahaha... trimakasih jika kau mengijinkanku untuk melakukannya" pria itu mula mendekat. Satsuki tersenyum sinis "Silahkan jika kau bisa..." Imbuhnya menghempaskan pedangnya kembali.
"Aku akan berusaha keras!" Balas pria itu.
"Tapi aku takan membiarkannya semudah kau memikirkannya! Hyaaat!" Satsuki melompat, pria itu menggapai topi penutup wajah Satsuki.
__ADS_1
Tak! Pria itu menendang pedang sang putri hingga tubuh satsuki sedikit oleng. Pria itu berusaha menggapai tubuh Satsuki. Tapi Satsuki menenangnya.
Buak! "Ugh! Gadis galak!" Ucap Pria itu.
Huli Jing tampak meringis saat menyaksikan pertarungan sengit antara putri satsuki dan pria bertopeng itu.
"Raja iblis... apa yang dia lakukan? Apakah dia tak berfikir, umur mereka pasti jauh berbeda. Tuanku hanya manusia... mana mungkin sepadan dengan Sang Raja iblis yang usianya sudah ribuan tahun... memalukan!" Huli Jing menyaksikan pertarungan itu seksama.
Di tempat lain di hutan itupun, seseorang telah menyaksikan pertarungan konyol antara Satsuki dan pria bertopeng itu.
"Kau lihat, pria bertopeng itu memiliki aura kekuatan yang amat besar, tapi dia tampak kewalahan saat melawan pria di balik cadarnya itu" Ucap pria buta itu. Sedangkan pria bertopeng hitam itu hanya bisa tertegun menatap pertarungan yang sudah berlangsung lama itu.
"Heh... dia hanya mengulur waktu , aku lihat... dia sama sekali tak menyerang pendekar itu sedikitpun" Balas Lee menekuk wajahnya.
"Ada apa denganmu... ini adalah kesempatan emas untukmu. Serang dia sekarang dan bawa jasadnya ke hadapan tuanmu" Balas Pria buta di samping Lee.
"Cih. Menjijikan sekali... cara itu sama sekali memuakan untukku. Aku bukan srigala yang licik... Akan ku tunggu waktu yang tepat, untuk permainan baru ku" Balas Lee. Pria buta itu pun mulai menggelengkan kepalanya tak habis pikir.
"Lakukanlah... apapun yang menurutmu baik Lee"
"Tentu saja..." Balas Lee masih menyimak pertarungan sengit itu.
"Heh... Raja iblis? Siapa sebenarnya yang sedang kau hadapi saat ini? Mengapa kau tampak seperti anak kecil dengan mempermainkan sebuah pertarungan. Apakah kau sungguh telah menggunakan perasaanmu untuk melindungi seseorang? Jangan sampai itu terjadi... Karna penghiantanmu ini akan jadi bumerang untukmu sendiri. Permainanmu ini akan segera membunuhmu" Lenguh Lee seraya tersenyum sinis.
***
Pertarungan Satsuki dan pria bertopeng itu masih akan berlanjut hingga Capter berikutnya...
Maaf ya guys. Autor belum mendapatkan visual yang tepat buat Lee dong feng yang identik dengan topeng hitamnya. anggap aja ilustrasinya begini ya. Thank Love You para leaders...
Next Episode...
__ADS_1
Bersambung...