
Dendam sang putri
Part# 32 - Kenyataan pahit -
Satsuki kembali ke asalnya. Setelah bergulat dan hampir mati, ia tak dapatkan apapun selain rasa lelah dan pengap.
Xing an sangat cemas karna sudah beberapa hari Nonanya tak pulang ke kedaiamnnya.
Bahkan Xing An tak tahu bahwa ia terjebak bersama pangeran di tempat terlarang itu.
" Nona, ayo makan!" Ucap Xing An. Satsuki pun melangkah ke meja makan.
Satsuki menyimak masakan yang mulai mengurang " Xing An, Uangmu habis?" Xing An diam, Satsuki menatap dalam-dalam, Xing An pun mulai menunduk dan mengangguk.
" Begitu ya?" Balas Xitan santai. Ia mulai menyender di kursi dan menumpangkan kakinya, pikirannya mulai berputar kemana-mana.
Jika aku terus berburu Shamonshom Raigh? Maka aku takan bisa membalas dendam dan mengambil seluruh harta Ratu Kuai. Oh ia , Ada yang ingin ku bicarakan dengan Xing An.
* * *
Xing An makan dengan tenang , begitupun Satsuki.
Setelah beberapa menit merekapun menyelesaikan makan dan bergegas.
" Tunggu. Xing An, ada yang ingin aku tanyakan padamu" Xing An yang tengah berkutat itu mulai terdiam beberapa detik " Ya, Ada apa nona?"
" Kau tahu jelas asal usulku kan?" Xing An mengangguk " Setelah aku mati, aku lupa pada jati diriku sendiri, Ayo... Saat nya kau mengingatkan ku tentang masa laluku"
" Itu..."
" Terutama, kematian ibuku... kau mau kan menjelaskannya" Xing An mulai gelisah, Penuh rasa takut di hatinya, Selama ini Xing An cenderung menyembunyikannya. Kini mungkin Waktunya mengungkap kebenaran " Fyuuuuuh" Xing An menarik napas dan membuangnya. Iapun mulai celingukan dan menutup pintu gudang tersebut.
" Nona, Apakah anda sungguh ingin mengetahuinya?" Satsuki memasang wajah seriusnya, hingga Xing An pun menelan salivanya sendiri " Gluk"
FLASBACK...
Tujuh belas tahun yang lalu...
Ratu Kuai sammoro hamil di luar nikah, Karna kluarga kerajaan merasa malu, Ia pun di nikahkan oleh ratu Zhang dengan tuan besar Coi Hong nam dari Keajaan Nam , Negri Sun Yi.
Pernikahan tersebut di tentang oleh kaishar Zhang yang bersetatus adik kembarnya. Lalu Ratu Zhang yang merasa putra mahkota mengganggu jalannya missi pernikahan tersebut. Akhirnya di nikahkan dengan Ratu Ling Ling dari kerajaan Shu Ngri Tow.
Selama masa kehamilannya Ratu Kuai mendapatkan ramuan yang katanya adalah obat herbal dari nenek moyang Selir Atara Suinan.
Lama kelamaan , Kondisi Ratu Kuai mulai memburuk, Setelah anda lahir ke dunia, Akhirnya Ibu saya tahu bahwa sebenarnya, ramuan yang di konsumsi Ratu Kuai adalah racun yang tak bisa di prediksikan oleh para tabib.
Racun tersebut tidak berwarna, tidak berbau dan tidak bisa di pastikan, Namun lambat laun racun akan terus menggrogoti sisa umur yang kita miliki. Racun tersebut adalah racun yang bereaksi dalam jangka waktu panjang.
Saat hari kematiannya tiba , Iapun masih meminum racun tersebut. Meski ia tahu bahwa itu adalah racun, tapi ia tetap meminumnya.
Setelah Meminum mangkuk terakhir, Ratu Kuai mulai meregang nyawanya.
* * *
Sedangkan nona yang masih bayi itu di besarkan di kerajaan Zhang , oleh Ratu Zhang hingga berusia Enam tahun...
Setelah usia anda hendak menginjak tujuh tahun, anda mulai di bawa kembali ke kediaman anda yaitu istana Kuai samoro.
__ADS_1
* * *
Satsuki mendengarkan dengan sekasama. Ternyata yang di katakan oleh Nae jime adalah benar adanya. Bahwa ibunya meninggal karna di paksa... dan di sengaja.
" Oke, Aku sangat menghargai beritamu ini, Tapi kenapa kau baru memberitahukan ini padaku sekarang" Entah mengapa hati Xitan sesak dan ia ingin menangis, Kini amarah di hatinya tak bisa padam.
" Maaf nona, Saya tak ingin membuat anda sedih... Sebab, Dulu nona adalah orang yang sangat tertindas dan menderita..."
" Oh. Atara Suinan ya... baiklah, mulai hari ini, akan kubuat hidup mereka menderita"
Xing An mulai bergidig ngeri melihat senyuman Sinis dari nonanya itu
" Xing An, Kau tahu siapa saja dayang yang selalu menyiksaku?" Xing An mengangguk.
" Bawa aku ke istana, dan tunjuk siapa saja mereka"
Xing an dan Satsuki mulai berjalan menuju aula istana kerajaan ratu kuai.
Baru saja menapaki tangga mereka mulai di hadang beberapa penjaga yang bertugas. lengkap dengan atribut perang.
" Nona, kau tak boleh masuk ..." Tangan Sang pengawal melentang" Satsuki menatap sinis sang pengawal dengan mata yang merah pekat.
Biarkan aku yang mengendalikan kekuatanmu... Amarahmu membuat segelku sedikit longgar hahahaha . Nae Jime.
Deg' Pengawalpun mulai meringis. Sesaat pengawal merasa lehernya tercekik, meski satsuki tidak mencekiknya secara langsung.
" Akh! Aaaakkkhh!" Pengawal itupun terpekik hingga para pengawal lainnya mendekati pria naas tersebut. Satsuki dan Xing An mulai berjalan kembali setelah jalan terbuka menuju istana.
Inilah kekuatan Iblis Nae jime....? Hati kecil satsuki.
" Berhenti! Tuan Besar melarangmu untuk masuk kedalam" Pengawal berlari mendekati Satsuki dan mengarahkan tombaknya ke arah satsuki.
Xing An menutup matanya karna ia merasa takut, Ia tak pernah tahu jika nonanya memiliki kekuatan sebesar itu.
Cukup dua menut saja, Mereka mulai trkapar tak sadarkan diri dan tergeletak bigitu saja.
* * *
Usai menghajar para antek-antek istana, Satsuki melanjutkan langkahnya menuju singgah sana sang Tuan besar.
Di kejauhan Coi Hong Nam mulai waspada, Iq berdiri dari duduknya dan menunjuk " Lancang sekali!! Siapa yang mengijinkan mu masuk istana inti" Satsuki tak hiraukan kata-kata Ayahnya, ia terus melangkah menuju singgah sana.
Xi Jai dan Go Eun menghadang dengan kuda-kudanya " Berhenti! Jangan mendekat lebih dari ini!" Pekik. Go Eun seraya mengarahkan pedang berupa bulu ICE yang ia dapat dari Grai lelang.
Heh, Bulu ICE saja takan membuatku redup, Kau hanya belum tahu saja siapa pemilik burung besar itu. Batin Xitan.
" Heh, Aku yang harusnya menyingkirkan kalian dari istana ibuku!" Santai seakan tak gentar, Meski pedang ada di hidungnya Satsuki terus melangkah santai tanpa memberi kuda-kuda.
Sial, Wanita ini sungguh menakutkan, Ia tak gentar sedikitpun, meski aku dalam mode siagaku Bathin Xi Jai.
" Menyingkirlah!" Pekik Go Eun mengacungkan pedang hendak menebasnya. Namun Satsuki mengarahkan telapal tangannya lebar-lebar, Lalu mencengkramnya Kuat " Ugghh!" Seketika pedang Go Eun terjatuh dan ia memegangi lehernya yang terasa sesak " Sa-sakit!" Xi Jai menatap Adiknya dan meraihnya " Go Eun! Kau baik-baik saja?!" Pekik Xi Jai, Satsuki yang nelihat kemesaraan mereka mulai jijik dan mengangkat kepalan tangannya ke atas , Seketika Go Eun terangkat dan menggantung di atap Aula istana yang tingginya lebih dari lima meter.
" Go Eun! " Pekik Permaisyuri atara dan Tuan Besar Coi Hong nam.
Xi Jai marah saat adiknya di perlakukan tidak baik, iapun menyerang Satsuki dalam mode lemahnya.
" Kau! Lepaskan Go Eun!" Xi Jai berlari dan mengarahkan tinjunya ke arah perut Satsuki.
Satsuki yang menyadari pergerakannya mulai melepaskan Go Eun dan memutar tubuhnya untuk menendang " Buak!" Xi Jai terpental, begitupun Go Eun.
__ADS_1
BRAK!
Go Eun jatuh dan terhimpit Tubuh Xi Jai yang terpental oleh kaki Satsuki " Menyingkir dari singgah sanamu sekarang juga!" Tak ada pilihan lain bagi Coi hong nam, Begitupun atara Sui nam.
" Ka-kami, Kami menyerah, jangan berlaku brutal, aku adalah ayahmu!" Coi hong Nam Turun dari anak tangga singgah sana nya dan menyerah.
" Ayah? Ayah katamu ? Hahahahhahaha! Apakah aku tak salah mendengarnya? Ayah mana yang sudi memakan bangkai anaknya sendiri? Bahkan untuk mengakuinya saja membuatku jijik!"
" Kau- Kau sungguh anak tak tahu malu dan tak berbakti!" Satsuki marah dan mendelik ke arah permaisyuri dengan mata yang merah padam penuh kebencian .
Degh! Seketika ruangan itu penuh dengan aura membunuh dan bayangan hitam, penuh kebencian. Bahkan permaisyuri merasa sesak saat mata mereka berpautan.
" Jalan*g! Aku tak menyuruhmu membuka suaramu!" Telapak tangan Satsuki terbuka, hingga jari-jari lentiknya terlentang.
Degh!
Sesaat jantung permaisyuri terasa di pukul sesuatu " Ugh! Sa-sakit! " Permaisyuri memegangi dadanya, Coi Seketika Khawatir dan meraih tubuh istrinya" Kau baik-baik saja Sayang!" Mendengar kalimat Sayang, membuat satsuki makin benci.
Dia berkata sayang padanya? pada orang yang membunuh ibuku?
Gigi satsuki menggeretas, Hingga ia mengepalkan tangannya " Ughhh! Permaisyuri makin kesakita, akhirnya satsuki menarik kepalan tangannya itu kuat-kuat hingga permaisyuri terbatuk " Uhuk! Uhuk! Darah segar mulai keluar dari mulutnya seiring tangan satsuki menghempas lantai.
Coi Hong Nam kaget " Apa yang kau lakukan pada ibumu!"
" Menyingkir atau nasibmu sama seperti wanita ja*lang itu! pikirkanlah, Aku bisa membunuh seseorang tanpa menyentuhnya!"
Degh! Bulu kuduk Coi hong nam mulai berdiri. Ia merasa takut hingga meraih istrinya dan mencoba kabur.
" Eit, Kau mau kemana berama wanita ja*lang itu?" Coi hong mulai menghentikan langkah kaburnya.
" A-Aku akan pergi, bukankah kau menyuruhku menyingkir?"
" Ya. Aku akan menyuruhmu pergi setelah kau berlutut di bawah kakiku dan memelas !"
Deg
Kurang ajar! Manusia macam apa dia? kelakuannya kali ini sungguh ketelaluan. Bathin Coi Hong Nam.
" Berlutut, atau J*lang itu mati sekarang"
Dengan terpaksa dan berat hati, akhirnya coi hong nam memohon di bawah kaki anak yang ia besarkan secara sadis itu.
" Apakah aku boleh pergi!"
" Tidak, Cium lalu bersihkan kakiku, baru kau boleh enyah dari haapanku!"
Keterlaluan, Jika saja istriku tidak sekarat karna ulahnya , aku ingin sekali membunuhnya saat ini juga' Bathin Coi Hong Nam .
Setelah melakukan semua yang diminta oleh Satsuki, Coi Hong Enyah begitu saja membawa istrinya, Beberapa pengawal pun datang dan membawa Xi Jai beserta Go Eun.
Meski ia telah ada di singgah sana ibunya. Tapi hatinya sungguh hampa, Ia merasa hambar atas semua pencapaiannya itu. Ditemani Pelayan setianya, Satsuki melanjutkan kembali rencana balas dendam selanjutnya
.
.
.
-Kenyataan pahit The End-
__ADS_1