Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Semilir angin kebenaran


__ADS_3

"Ya, ini adalah aku" Ucap Satsuki Lantang seraya berdiri tegak dengan rambut hitam panjang terurai di hadapan Lee dong feng.


Whuuusssshhh! Semilir angin meniup-niup, hening beberapa saat ketika gadis cantik itu memperlihatkan jati dirinya pada semua orang yang ada di sana. Ia bahkan tak gentar saat semua orang tahu siapa sebenarnya pendekar berjubah hitam itu.


Sedangkan Qiang Gu dan yang lainnya terbelalak seakan tak percaya. Lalu Lee dong feng yang berdiri tertatih-tatih di hadapan Satsuki itu hanya bisa terdiam tak berkutik. Hanya rasa kaget terbesarlah yang ia alami saat ini.


Mu-mustahil! Ti-tidak mungkin, ba-bagai mana bisa?!... Bagai mana bisa itu adalah Putri Satsuki! Bukankah dia telah tiada beberapa waktu yang lalu saat penyerangan Hanbu dan yang laiannya?! Tapi bagai mana bisa dia! Dia!! dia...Ternyata dia masih hidup! Bathin Lee dong feng meracau tampak tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


Kemudian Qiang Gu yang kaget mulai perlahan melangkah ke arah Satsuki, Ia sungguh senang bercampur takjub, ada sesuatu di hatinya yang selalu mengusiknya dan membuat ia sangat tidak tenang. Rasa gelisah saat tahu bahwa di hari itu Putri Satsuki telah tiada membuat sebuah luka di hatinya, luka yang tak bisa di jelaskan dengan kata-kata, kepedihan yang mendalam membuatnya tak berdaya. Bahkan ia tak pernah bisa menyembuhkan luka itu.


Huli Jing malah terbelak tak percaya, jika sebenarnya tuan yang ia ikuti itu adalah seorang wanita, hampir saja Huli jing jatuh cinta pada majikannya.


Astaga, rupanya tuanku adalah gadis yang sangat cantik... oh dewa, hampir saja aku jatuh cinta padanya! Bathin Huli jing.


Sedangkan Qiang Gu yang terpana mulai perlahan menghampiri "Pu-putri Satsu..." Saat Qiang Gu bergerak lebih dekat, Xing An dan Qiang Qia datang lebih cepat dan memeluk Satsuki sesegera mungkin.


GRAPP! Kedua gadis itu pun sigap memeluk Satsuki seerat mungkin seraya menangis termehek-mehek.


"Huhuhuhu... Kakak... kak Satsuki, huhuhu ku pikir kamu sudah tiada! Aku sungguh rindu sekali padamu! huhuhuhu" Tangis Qiang Qia tak henti merengek seraya memeluk Satsuki lebih erat "Eeeekkkh! Jika kau memelukku dengan tekanan seerat ini. Sudah pasti aku akan mati dan tulangku remuk semua!" Bisik Satsuki kesesakkan.


"Huhuhu... no-nona, kenapa kamu tak memberiku kabar jika kamu masih hidup! Hik! Nona aku sangat rindu sekali padamu. Tak tahukah kamu, aku hampir tak bisa hidup tanpa mu. Aku sangat khawatir padamu huhuhu" Isak tangis Xing An terdengar mendayu-dayu.


"Hehehe, maafkan aku... ini semua adalah rencana jade long untuk mengecoh musuhku. Pasti jika mereka tahu keberadaanku, bukan hanya kerajaan kui yang di serang, tapi seluruh umat manusia pasti akan terancam, sebab seseorang di hadapanku tahu bahwa aku memiliki barang istimewa yang jadi incaran klan iblis. Tapi, kurasa... ini lah saat yang tepat bagiku membuka jati diriku! ini saatnya aku membuka rahasiaku. Karna aku sangat membutuhkan bantuan kalian semua" Jelas Satsuki menatap tajam ke arah Lee dong feng.


Gluk! Susah payah lee dong feng menelan salivanya sendiri, apa lagi saat melihat tatapan Satsuki yang sungguh menyakitkan baginya.


"Hiks! Hiks! Su-sukurlah... ma-master, ru-rupanya kamu masih hidup..." Tangis Xi Zhau-zhau mulai terdengar sesegukan, ia bersembunyi di antara Tang Jhan Jhu dan Qiang Gu.


"Terimakasih Pangeran Xi! Kau sudah tumbuh dengan baik... aku sangat bangga padamu yang telah berbakti pada negaramu dengan pergi bersama rombonganmu menuju tempat tujuanmu!" imbuh Satsuki menyemangati Xi Zhau Zhau atas pencapainnya itu.

__ADS_1


"Hiks... master, aku tak menyangka jika kamu masih hidup! Terimakasih telah bertahan hingga detik ini... Hiks aku, aku ingin jadi sepertimu kelak!" Tangis Xi Zhau Zhau. Sedangkan Tang Jhan jhu berlari ke arah Satsuki lalu bersimpuh di hadapan Satsuki seraya memohon.


"Tolong putri! Tolonglah aku! Kamu adalah penolong bagi kesehatan ayahku! Jika berkenan bisakah kamu membantuku!" Ucap Tang Jhan Jhu bersimpuh dan memohon. Satsuki kaget hingga mulai mendorong pelan Qiang Qia dan Xing an dari pelukannya.


"Berdirilah! Apa yang kau lakukan?!" Tanya Satsuki gugup.


"Tolong aku! Selama ini aku mencarimu hingga ke tujuh pagoda Suci di Cross accademi! Tapi, aku tak sekalipun tak pernah bisa bertemu denganmu! Jadi... aku mohon! Kali ini saja! Tolong Selamatkan kakakku!" Teriak Tang Jhan Jhu menangis-nangis di hadapan Satsuki. Satsuki membantunya berdiri dan membesarkan hatinya "Jangan bersimpuh seenaknya di depan seorang perempuan! Berdirilah tegak seperti seorang pria sejati! Baru kau boleh bicara selantang ini! Jangan jatuhkan harga dirimu! Karna itu adalah harta paling berharga bagi seorang laki-laki!" Jelas Satsuki. Tang Jhan jhu yang mendengarkan penjelasan Satsuki pun terbelalak.


"Apakah kau paham?!" Tanya Satsuki pada Tang Jhan Jhu. Tang Jhan Jhu pun terpukau pada kata-kata Satsuki, hingga Tang Jhan Jhu tak berkedip lalu terkesima pada pesona Satsuki yang terlihat sangat keren di matanya.


Dia sungguh pendekar yang sangat berwibawa dan kuat! Aku sangat kalah segalanya dari wanita ini! Bathin Tang Jhan Jhu.


"Siapa maksudmu yang ingin di tolong putri Satsuki? Apakah Lee dong feng?" Tanya Qiang Gu menatap Tang Jhan Jhu. Jhu. Tang Jhan Jhu menoleh ke arah Lee dong feng dan menggelengkan kepalanya lugas.


"Bukan!" Pekik tang Jhan Jhu. Qiang Gu kemudian bertanya lagi "Lalu siapa?" Tanya Qiang Gu lagi. Lalu kemudian Tang Jhan Jhu mulai merenung, ia mulai menatap kosong ke arah Satsuki seakan melamunkan sesuatu.


"Itu... saat putri Satsuki menyerang ibu suri di masa lampau, Kakakku... Tang Yuan Cheng ikut bersama para parjurit ke pagoda milik Spirt Black Shaddow di tujuh pagoda suci. Tapi... saat ia kembali dari misi penyelamatannya, ia terluka parah... dan hingga saat ini. Tak ada satupun tabib istana yang bisa menolongnya. Bahkan keadaannya lebih memprihatinkan dari sebelumnya. Itu membuat ayahku risih dan terjaga sepanjang malam. Bahkan kesehatannya sangatlah menurun. Tabib bilang, penyebab ayahku sakit adalah karna ia tak bisa mengatur masa istirahatnya. Jadi... demi keselamatan ayahku! Bisakah kamu menolong kakakku?" Tanya Tang Jhan Jhu, matanya mulai berkaca-kaca saat menjelaskan itu semua pada Satsuki.


Satsuki menatap Tang Jhan Jhu lalu melangkah dan menepuk pundaknya "Aku pasti akan menyelamatkan kakakmu itu! Aku hanya menotok sebagian urat syaraf yang terhubung pada otanya. Dan hanya aku yang bisa mengembalikan totokan itu..." Jelas satsuki. Tang Jhan Jhu pun terperanjat "Kalau begitu! Ayo pergi ke istana Kui! Aku sangat ingin kakakku sehat lagi!" Ucap Tang jhan Jhu seraya menarik lengan Satsuki dan menyeretnya ke arah sebaliknya dari perjalanan tujuan mereka.


Gyyut! Satsuki menarik lengannya dan enggan pergi "Kenapa?! Bukankah kamu bilang akan menolong kakakku?!" Tanya Tang Jhan Jhu mulai meninggikan suaranya.


"Maaf... tapi, aku akan menolong Tang Yuan Cheng setelah aku menyelesaikan misiku! Kerajaan Xi adalah hal yang paling utama saat ini! Aku tak bisa mengorbankan ribuan nyawa hanya untuk menukarnya dengan kakakmu itu!" Jelas Satsuki.


JDERR! bagaikan tersambar petir, Tang Jhan Jhu tak percaya pada apa yang di katakan Satsuki.


"Ta... Tapi kakakku! Tapi kakakku bisa mati, sudah berbulan-bulan ia terbaring tak berdaya! Bahkan ia sekarang lebih mirip orang mati saja! Apakah kau tahu! Aku sangat menderita saat melihat ayahku lebih memilih kakak-kakakku di bandingkan aku! Hiks... hiks!" Tangis tang Jhan Jhu.


"Oh. jadi kamu sungguh ingin aku pergi kesana karna ingin memamerkannya? Kamu ingin dapat pujian dari ayahmu kan?" Tanya satsuki menekan Tang Jhan Jhu, tang Jhan jhu pun terbelalak karna yang Satsuki katakan itu hampir semuanya benar.

__ADS_1


Whuuuusssshh! Angin berhembus dan keheningan pun terjadi di sana. Dedaunan mulai teriup angin dan menari-nari di sana. Siapapun tertegun dan cenderung diam, apa lagi Tang Jhan jhu sama sekali tak berkutik, hanya matanya yang berbinar saja yang bisa menjelaskan keadaannya saat ini.


"Aku pasti akan menolong kakakmu setelah aku menyelesaikan tugasku! Aku juga pasti akan bertahan hidup... karna aku juga punya tujuan hidup" Jelas Satsuki.


Ya, aku juga punya tujuan hidup. Aku ingin sebuah permohonan untuk perdamaian daratan ini, aku juga ingin sekali bertemu dengan ayahku!" Bathin Satsuki.


Saat semua sedang dalam keadaan hening. Tiba-tiba Lee terbatuk dan bersujud, tubuhnya gemetar hingga ia tak mampu berdiri lagi. Qiang Gu Khawatir dan berlari ke arah Lee yang tak berdaya itu.


"Kakak!" Teriak Qiang Gu menghampirinya lalu membantunya berdiri.


"A-adik... maafkan aku, aku merasa bahwa aku tak akan bisa bertahan lebih lama lagi! Uhuk! Uhuk!" Lee pasrah dan daya tahan tubuhnya mulai melemah, apa lagi darah yang ia muntahkan terlalu banyak dan tiada henti.


"Kakak! Jangan bicara hal yang aneh-aneh! Kau pasti akan bertahan hidup! Aku pasti akan mencarikan penawar racunmu! Bagai manapun caranya!" teriak Qiang Gu memegang tangan Lee dong feng yang mulai dingin.


"Dengan cara apapun?'' Bisik Lee hampir tak terdengar.


Tak ada cara lain selain menepati janjiku, aku tak bisa membunuh orang yang paling aku sayangi. Mati pun adalah hal yang paling pantas untukku! Aku sudah tak punya apapun lagi di dunia ini. Bahkan aku tak bisa memperjuangkan perasaanku! Karna aku tahu. Putri Satsuki sama sekali tak akan pernah memaafkan ke lancanganku saat itu, Aku memang terlahir sangat bodoh dan ceroboh. Bathin Lee dongfeng. Matanya tak luput daru sosok cantik yang berusaha ia musnahkan itu.


Saat ini, siapapun terdiam. Hanya Qiang Gu yang sudi menangisi Lee dong feng.


"Tak ada cara lain yang bisa menolongnya! Tapi untuk mencegah racunnya menyebar lebih cepat... aku bisa membantunya!" Ucap seorang pria misterius, pria itu turun dari atas pohon dan mulai melangkah ke area kerumunan.


"Grap!" Tang Jhan Jhu segera bersiaga.


"Hahahaha, tenanglah anak muda! Aku adalah seorang pengelana. Aku ada di pihak kalian semua" Ucap pria itu.


"Apa!!" Pekik semuanya.


Next episode...

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2