Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
SEMARAK


__ADS_3

Dendam sang putri


Part # 37 - Semarak-



* * *


Malam penobatan di hadiri tamu terhormat dari beberapa kerajaan lain yang jaraknya sangat jauh dari Pulau monster.


Hari Yang formal itu di hiasi dengan berbagai atraksi.


__ __ __


Satsuki Berserta kluarganya duduk berjejer di antara kerajaan Tang dan kerajaan Xi Zhi.


Satsuki duduk di tengah dua kerajaan, Sisi kanan di isi kerajaan Tang, Dengan tiga pangeran tampan , Di antaranya ; Pangeran pertama ( Tang Yuan Cheng) , pangeran kedua ( Tang ju jan ) , Pangeran ke tiga ( Lee dong Feng) Juga Raja Tang Soo Au, Dan permaisyuri He An Yu, dan dua selirnya yaitu Chao Xue dan Xia ming.


Sedangkan Di sisi kirinya adalah kerajaan Xi Zhi , Mereka datang bersama Satu pangerannya dan juga permaisyuri mereka. Rasa benci pangeran pertama (Xi Yu Yan) Pada Satsuki membuatnya bicara kotor dan terus mencibir.


" Cih, Lihat siapa ini? Kalian dasar kluarga pencuri dan pembunuh!" Ucap Xi Yu Yan menyindir Xi jai dan Satsuki. Namun bukan Xitan jika dia tidak menyimpan akal licik dan tak berhati nurani , Perkataan Xi Yu Yan seakan terabaikan , namun ternyata ia sudah punya rencana lain untuk mempermalukannya lagi.


* * *


Acara penobatanpun usai,



Kini pangeran Qiang Gu, sudah di nobatkan menjadi putra mahkota, dan akan segera di lantik untuk mengemban tugas-tugas penting ke negaraannya.


Hingga waktu pelantikan usai, Pangeranpun akan di nikahkan dengan putri dari kerajaan Sun. Meski pangeran sendiri menolak, tapi rupanya pernikahan politik akan tetap di laksanakan untuk memperluas kekuasaan antara dua kerajaan.


* * *


Acara puncak akan di mulai malam ini...


Malam gelap kini di penuhi sorak sorai para penonton takjub melihat monster yang ukurannya lebih besar itu patuh pada manusia.


" Mari, Kita mulai acara puncaknya... Acara yang cukup menarik, Yaitu pertarungan Shamonsom Raig Bast level 2 dan Level 4... Antara Master Xitan dan Putri Gu Eun... Silahkan melangkah ke arena tanding" Seru sang Pemandu.


" Minggir" Go Eun berdiri dan menghantam satsuki, Satsuki mulai mencercidkan alisnya karna sudah terlalu lama menahan emosi pada wanita di sampingnya itu.


Wanita urakan, Kurang ajar sekali dia! Bathin Satsuki.


" Akan ku perlihatkan kemampuan monster milikku , Fu An mari kita beraksi, Aku akan berikan hiburan yang menarik, akan kukalahkan pria pendek berjubah hitam itu hanya dengan lima menit saja!" Sesaat tantangan penuh percaya diri itu berhasil membuat Xitan ingin tertawa. Dari Levelnya saja sudah jauh berbeda, Mungkin pujiannya itu takan berselang lama.


" Semangat Go Eu!" Ucap Xi Jai.


" Hati-harilah... Jika sudah tak mampu jangan pakasakan dirimu" kakek Co Moo Sha.


Go Eun mulai berjalan ke lapangan, Iapun mengarahkan jemarinya ke arena terbuka itu dan .... Mwwweeeeoooongggg!! Erangan sang kucing besar terdengar meraung sehingga memecah gendang telinga siapapun yang mendengarnya.


Cih, Sombong sekali dia... Ice, Kau dengar aku?" Bathin Xitan menyeru Ice dengan Telepatinya yang terikat sebagai Tuan dan binatang kontrak.


Ya, Master... Suaramu terdengar jelas. Balas Ice.


Ice, kalahkan dia dengan sekali kepakan sayapmu, Aku ingin binatang kontrak Go Eun menderita, Dengan begitu... wanita iblis itu takan sombong dan besar kepala. Buat Wanita itu malu juga menderita.Pinta Xitan


ICE merinding, dengan berat hati iapun meng iakan titah dari tuannya. Bagai mana ada seorang kakak yang ingin adiknya celaka. Pikir Ice.


Pertarungan di mulai!!


" Fu An! Serang!" Teriak Go Eun. Fu An melompat menghampiri sang burung besar dan hendak mengigit dengan gigi gergaji yang Fu An Miliki. Namun ternyata , Ice Tak membiarkan penyerangan Fu An berjalan lancar . Ice pun terbang mengindar, Dan mulai melebarkan sayapnya di udara untuk menyerang.


Koaaakkkk! Teriak Ice seraya mengepakan sayapnya berulang-ulang.


" Celaka! Fu An ! Menghindar!" Teriak Go Eun, Terlambat, Seraya Ice mengepakan sayapnya, Seketika itu bulunya yang runcing jatuh dan menghujani Arena pertandingan. Fu An berusaha menghindar, namun naas...kemanapun Fu An pergi, Bulu Ice terus menghujaninya hingga berasil menusuk tulang yang berbalut daging milik Fu An.

__ADS_1


Jleb!


Jleb!


Jleb!


CROOOT!!! darah berhamburan dan menodai lantai marmer arena pertandingan di kerajaan itu .


Fu An terluka, Seketika Go Eun pun merasakan sakitnya. Tapi Go Eun tak ingin cepat menyerah.


" Fu An! Sembur dia!" Fu An meringis, Ia belum srabilkan tenaganya. Sebab beberapa Serpihan bulu Ice yang runcing Bah kaca itu menempel di organ Vitalnya.


" Cepat Fu An!! Apa yang kau lakukan!" Bentak Go Eun.


Fu An yang patuh pun mulai membuka muluntya, Ia hendak menyemburkan Cairan racun yang mematikan.


.


.


.


( Telepaty Xitan)


Ice, Mengihindar! Serang dia di udara. Kepakan sayapmu lebih cepat, dan buat dia menyadari posisinya. Bathin Xitan Gemas.


Baik master balas Ice.


GOAAAARRR! suara lesatan racun yang baru menyembur dari mulut Fu An mulai meluncur ke langit malam.


Namun ternyata semburan tersebut tak bisa menjaangkau Ice yang berada di puncak ketinggian.


" Terus Fu An! Jangan Biarkan burung bodoh itu kabur!" Pekik Go Eun.


Burung Bodoh!! Ice marah dan membentangkan sayapnya lebih lebar. Icepun mengepakan sayapnya kembali.


Seketika Hujan sepihan bulu berbentuk kaca mulai jatuh dan menutup Akses pintu keluar, langkah kabur Fu An pun terhenti, Hingga...


.


.


JLEB!


JLEB!


JLEB!


" Go Eun menyerahlah, kau akan celaka!" Teriak Cou Moo Sha.


Apa!! Menyerah? Bathin Go Eun .


" Tidak Aku tidak Mau!"


ICE tak henti menyerang, Kini... Beberapa benda runcing itu sudah memenuhi punggung Fu An. Hingga warna putih bah salju Milik Fu An itu mulai merah menyala-nyala karna darah yang mulai tumpah ruah.


" Uhuk! Sakit! " Ucap Go Eun. Ia memegangi dadanya yang terasa nyeri hingga ia muntah darah.


" Go Eun, menyerahlah!" Teriak sang kakek berulang-ulang. Go Eun yang masih berdiri mulai menekuk lututnya di lantai, lalu jatuh tersungkur tak sadarkan diri.


Heh, Dasar orang bodoh... jika kau lemah jangan memaksakan dirimu... Kau sudah beruntung karna bisa melawan binatang Spirt level dua sederajat binatang dewa... Anggaplah luka itu sebagai kenangan yang tak bisa kau lupaakan. Bathin Xitan.


Master, Aku berhasil. Bathin Ice, Percakapan mode telepathy on.


Jangan mudah puas, Lawan sebenarnya adalah Run Ming. Dia adalah master dari kerajaan Ming. Shamonsom raigh miliknya adalah naga api yang kita temui di menara tujuh pagoda suci. Ucap Xitan.


(Naga api di gua adalah Naga api yang meleleh saat tertembaki bulu ICE, hingga Tiba_tiba lelehannya memadamkan api abadi dan membuka ruang menuju gua yang di huni ular merah bersisik api)

__ADS_1


Baik master aku akan hati-hati. bersiaplah ... untuk saat ini kau beristirahatlah dalam cincin monster yang di pegang Xing An, Setelah aku memanggilmu. Kau baru boleh kembali.


Baik master, terimakasih.


" Pemenangnya adalah... Master X-I-Tan!" Sorak sorai takjub mulai pecah kala seruan sang pemenang terwawarkan.


Whooosh! Ice seketika masuk kedalam Cincin tersebut.


Master Xitan, kau menang? Kau memang hebat. Bathin pangeran Qiang Gu dengan senyumannya merasa takhub pada wanita yang membuatnya senang karna kedatangannya malam itu.


* * *


Satsuki pokus menatap Pertandingan tersebut , hingga membuat seseorang merasa heran pada ke fokusan tatapan matanya itu . Ia adalah Lee dong Feng. Ia tersenyum menyeringai seraya memasang wajah tampannya mengahadap nanar sang putri yang katanya lemah itu.


" Hai, Kita ketemu lagi ya?" Suara pasau membuat Satsuki kaget hingga ia mendelik ke arahnya seketika " Kau...!" Satsuki kaget dan mulai membuang mukanya seakan tak perduli.


" Wah, kau memang wanita yang pintar dan misterius. Aku sungguh terkesan padamu" Goda Lee dong Feng.


" Hentikan omong kosongmu itu! Aku tak begitu suka pada gurauanmu ini!"


" Wah-wah, Kau pikir aku sedang bergurau? Lihat dia... siapapun akan tertipu dengan alibi yang kau buat. Kenapa kau tak menunjukan dirimu yang sebenarnya? Biarkan dunia tahu bahwa kau adalah master Xitan sang pendekar itu?"


" Pelankan volume suaramu! Atau ku hajar sekarang juga..."


" Sungguh, Aku sangat takut... baiklah, Panggil namaku , Setelah itu aku akan diam"


" Kau ! Jangan bercanda! Enyahlah"


" Baiklah. akan Ku uak misteri di balik master misterius itu jika kau menolak memanggil namaku!"


Pria berengsek ini! Ingin sekali aku mencakar wajahnya yang sok imut itu. Jika saja ini bukan Acara Formal. maka aku akan melangkah di kuar nalar.


" Ayo... jangan banyak berfikir, Panggil aku sekarang, kau tak maukan jati dirimu terkuak sekarang juga"


Sial! Rupanya pria ini serius!


" Lee dong Feng! Panggillah, Ayoo... buka mulutmu dan berseru, aku menantikannya"


" Lee dong Feng sialan ! Kau sudah dengar!"


" Hahahahaha, baiklah aku sudah puas. Setidaknya kau ingat dan tepat dalam menyebut" Tawa lee dong feng membuat Dua pangeran lain mengarahkan pandangannya ke tempat dong feng terbahak.


" Lee ada apa?" Tanya Tang Yuan Cheng. Lee dong Feng menggelengkan kepalanya.


" Tidak kak, aku hanya sedikit terhibur..." Pangeran Yuan Chen mulai menoleh ke arah Satsuki yang sedang memasang wajah datarnya, Ia sedikit ingat pada wajah itu hingga ikut bersenda gurau " Hei, bukankah ini putri satsuki yang tak punya energi dalam tubunya? kenapa aku merasa ada aura yang menyeramkan menyeruat dalam tubuhnya, aura gelap dan penuh kebencian, Kekuatan apa ini? Bahkan hanya melihat matanya saja membuatku merasa tercekik " Bathin Yuan Cheng. Pangeran pertama ( Yuan Cheng)pun bergurau...


" Putri, Kau tumbuh dengan cepat ya? Bagai mana bisa gadis berusia enam belas tahun memiliki aura kecantikan seperti wanita dewasa" Ucap Yuan Cheng.


" Jangan banyak bicara... orang bodoh memang sangat merepotkan!" Balas Satsuki


Seketika pangeran mulai patah hati karna dia baikan bocah yang sering ia asuh saat ia kecil .


" Baiklah... babak kedua akan segera di laksanakan, Setelah di lakukan penyisihan pemenang ... !! Maka yang berhak masuk ke semi Final adalah...!! Master Xitan dan Master Ruan Ming! "


Sorak sorai mulai pecah setelah dua Master besar mulai berhadapan.


" Pertandingan! Dimulai...!"


.


.


.


.


.

__ADS_1


- Semarak The End-


__ADS_2