
Hanbu terkekeh, Ukkoni datang dan menghampiri Jendral klan iblis itu "Jendral... Aku akan segera berangkat dan menjemput Cang Un dan Lon Ge bersaudara" Ucap Ukkuni. Hanbu masih terkekeh, ia berjalan menapaki anak tangga singgah sana sang raja iblis.
"Jendal, apa yang anda lakukan, jika Raja iblis sampai tahu. Maka dia akan sangat marah" Ukkoni kaget saat ia lihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Jendral Hanbu duduk di singgah sana itu.
"Hem... Apakah kau masih ingin mengabdi pada penghianat itu?" Tanya Hanbu mempropokasi. Ukkoni berdegug kaget dan mencercidkan alisnya seakana bingung.
"Apa maksud jendral?" Tanya Ukkuni. Hanbu berdiri dan mengibas pakaiannya.
"Sesungguhnya kita membangkitkan Raja iblis untuk kepentingan klan iblis bukan?" Tanya Hanbu menatap lengan kosongnya yang mulai bisa bergerak lagi (Beberapa waktu tangannya lumpuh, dan kini mulai sembuh). Ukkuni mengangguk seraya menatap Hanbu serius.
"Tapi, apa yang kita dapatkan setelah kebangkitannya? Dia sama sekali tak perduli dengan perkembangan klan kita" Hasut Hanbu. Ukkoni lagi-lagi mengangguk.
"Sebenarnya... Raja iblis hanya tak tahu saja dengan keadaan diluaran sana. Ia bukan tak perduli" Elak Ukkoni membela panutannya. Hanbu marah dan mulai membantah kata-kata tersebut.
"Omong kosong! Raja iblis hanya tak berguna, ia bahkan tak bisa membunuh pendekar kerdil itu. Aku tak paham pada apa yang sedang ia lakukan! Ada hubungan apa antara mereka berdua" Pekik Hanbu curiga.
"Apa maksudmu jendral!"
"Raja iblis yang kini ada di hadapan kita, bukan lagi raja iblis puluhan tahun yang lalu kita junjung, ia sangatlah berbeda..."
"Berbeda" Pekik Ukkoni tak paham.
"Dia terlalu lemah, meski kekuatannya amatlah dasyat, tapi kali ini... aku yakin, ia selalu melibatkan perasaannya saat ingin membunuh seseorang"
"Mana mungkin... aku sama sekali tak percaya. Raja iblis yang sadis dan pemarah itu mana mungkin..." Ukkuni tak percaya pada apa yang di katakan Hanbu.
"Ukkuni, pilihlah... tetap menjunjung tinggi Raja iblis meski kita di hianatinya?! Atau... memilih memisahkan diri, Raja iblis sudah tak berguna. Berhabunglah denganku... kita buat istana baru, setelah menyingkirkan Raja iblis" Pekik Hanbu. Tegasnya ungkapan itu membuat Ukkoni syok. Saat mereka berbincang, tak di sangka Hanbu kedatangan tamu tak di undang.
"Kalian sungguh licik rupanya" Ucap seseorang di balik ke gelapan.
Hanbu dan Ukkuni pun menoleh ke pusat suara itu.
"Siapa disana!" Bentak Hanbu menunjuk "Keluar! Beraninya kau berkata begitu!" Marah Hanbu. Ukkuni menyangka pria misterius itu adalah Raja iblis, tapi nampaknya setelah langkahnya makin dekat dan menghampi Ukkuni, posturnya makin jelas.
"Heh... kau rupanya" Ucap Hanbu. Ukkoni membalikan wajahnya dan bertanya pada Hanbu "Jendral! Siapa dia?" Tanya Ukkoni bingung.
"Heh. Aku tak perlu menjelaskannya pada kalian iblis-iblis licik. Pertama, kalian memanfaatkan darah murniku untuk membangkitkan raja iblis. Lalu sekarang, kalian ingin menguasai tahta raja iblis lalu membuangnya! Cih... rupanya hal yang sama terulang lagi" Jelas orang itu. Pria berjubah hitam dan bertopeng hitam itu sungguh marah pada Hanbu juga klan iblis lainnya.
"Cih kau rupanya. Lee dong Feng... sejak kapan kau ada di sini, apakah kau datang dengan kabar baik" Tanya Hanbu sinis.
"Keterlaluan...!" Marah Lee.
"Lee dong feng?! Bukankah kau telah di buang raja iblis?! Bagai mana bisa kau keluar dari sumur itu dengan mudah?! ini sungguh tidak mungkin" Ukkoni tak paham pada apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
Lee tersenyum menyungingkan bibirnya. Dengan berat hati, ia mulai menekuk kakinya di depan anak tangga singgah sana raja iblis dan bersujud.
"Hamba siap mendengarkan titah dari yang mulia..." Lolos ungkapan itu dari bibir tipis Lee, padahal hatinya sudah terbakar amarah sedari tadi.
"Hahahahahaha... kau sungguh penurut, aku suka gayamu. Tugasmu adalah membunuh pendekar kerdil itu, sekarang... pergilah dan bawalah kabar baik untukku" Pekik hanbu terkekeh. Ukkoni makin tak mengerti, bagai mana bisa Lee bersimpuh di kaki Hanbu, padahal dari garis darah dan keturunan saja. Lee adalah keturunan murni klan iblis, dan derajatnya lebih tinggi dari Hanbu, dan Hanbu tak pantas di sembah seperti itu.
"Apa-apaan ini! Jendral, ada apa sebenarnya antara kalian... jangan-jangan kalian..." Gumam Ukkuni menutup mulutnya saat ia pikir bahwa mereka berdua telah melakukan perjanjian iblis.
"Hahahaha... kau pasti telah tahu, kami telah melakukan sebuah kesepakan. Dan tuan muda Lee telah berjanji untuk menyerahkan seluruh kesetiannya padaku. Demi kebangkitan klan iblis..."
Pernyataan itu membuat Ukkuni risau, ia sama sekali tak ingin menghianti raja iblis, meski Raja iblis tak bisa memberikan kemenangan untuk klan ibliis.
"Aku... aku sama sekali tak bisa memberontak, aku tak ingin raja iblis terluka dan pergi untuk selama lamanya" Ucap ukkoni. Tentu saja Hanbu marah saat ungkapan itu di lontar ukkoni. Akhirnya Hanbu mulai menyerang Ukkoni tiba-tiba.
Sebuah bola merah di telapak tangan Hanbu mulai menyeruat muncul. Dan hanbu secepatnya melempar bola merah itu ke arah Ukkoni secepat mungkin.
Syyut! Buam! "Akh!" Ukkuni terbelalak hingga terjungkal. Ia memegangi dadanya yang sakit "Uhuk!" darahpun mulai berhambur dari mulut wanita itu.
"A-apa yang jendral lakukan padaku" Seraya sesak dirasanya, Hanbu terus menekannya dengan kekuatan hitamnya, kini Ukkoni tak berdaya.
"Lepaskan aku jendral..."
"Aku tak akan mempertahankan sesuatu yang tak sejalan dengan keinginanku" Jawab Hanbu. Seketika Ukkoni terbelalak, rupanya kesetiannya hanya di balas dengan sebuah pemberontakan dari sang jendral.
"A-ampuni aku jendral... aku... aku mengaku salah" Ucap Ukkoni. Hanbupun menarik serangannya dan Ukkoni berhasil bernapas lagi.
"Hah! Hah!"
"Sungguh drama yang menjijikan!" ucap Lee. Lee berdiri dan mulai menghilang, bersama pria buta yang setia mengikuti langkah Lee kemanapun ia pergi.
"Lakukan tugasmu dengan baik!" Bentak Hanbu. Ukkuni bangun dan berdiri.
"Pergilah, jemputlah Long ge bersaudara dan Cang Un... mereka akan sangat berguna. Kita butuh banyak pasukan untuk menguasai seluruh kota" Tunjuk Hanbu. Dengan rasa terluka dan kecewa, Akhirnya ukkoni pun menunaikan titah yang di berikan sang jendral.
"Jendral? Apa yang terjadi padamu hingga kau haus akan kekuasaan?'' Bathin Ukkoni menggumam seraya memutar badanya kemudian menghilang.
"Cling!" Ukkoni pergi, begitupun Lee... sedangkan Hanbu masih terduduk di singgah sana Raja iblis, lalu menikmati aroma kekuasaan yang ia duduki.
"Sebebar lagi, akulah yang akan duduk dan membangun kerajaan baru. Akan ku bunuh setiap manusia yang ada di seluruh daratan ini. Hahahahahah"
Rasa dendam di masa lalu membuat Hanbu makin berhasrat untuk menuntaskan klan manusia di muka bumi.
***
__ADS_1
Hutan iblis kematian...
Satsuki masih melangkah dengan pedang kembarnya, bagai mana tidak, setiap langkah yang ia pijak, musuh dan para siluman terus mengitarinya. Hingga ia harus terus menerus membunuh.
"Tuan... bisakah kita istirahat sejenak?" Tanya Huli jing.
"Dasar payah. Kita harus terus melangkah, jika tidak... kapan kita akan sampai ke tempat tujuan" Jawab Satsuki ketus.
"Tapi aku sungguh lapar" Ucap Huli Jing, wajahnya memang sangat pucat. Satsuki sedikit terganggu dengan keberadaan rekan seperjalannya.
"Kau ini... sungguh merepotkan, tidak bisakah kamu melakukan hal lain yang lebih berguna? Dasar tak berguna" Ketus satsuki.
"Tuan aku sungguh lapar, perutku tak henti berbunyi sedari tadi" Ucap Huli jing.
Akhirnya Satsuki pun menghentikan langkahnya dan memutar ke arah Huli jing yang berjalan sempoyongan. Satsuki geram dan melempar satu pedang kembarnya ke arah Huli Jing.
Syuut! Pedang di lempar. Huli Jing terbelalak dan tak bisa menghindar saat pedang itu di lemparkan.
Jleb! "Akkh!" Huli Jing teriak seraya berjongkok.
"Keluarlah!" Teriak Satsuki, untung Huli Jing merunduk, jika tidak. Habislah, pedang itu bisa saja menancap di kepala Huli jing.
"A-apa... apakah tuan akan menusukku tadi?" Tanya Huli Jing Risih.
"Berisik, ada seseorang yang terus mengintai kita sedari tadi"
"Benarkah? Aku tak merasakannya"
"Dasar bodoh!"
"Cepat keluarlah, atau aku akan memaksamu keluar!" Teriak Satsuki. Akhirnya di atas ketinggian, satu kaki dengan sepatu putihpun keluar.
"Hahahaha... kau sungguh cekatan, aku makin menyukaimu..." Ucap seseorang seraya melompat turun ke hadapan Satsuki.
"Kau!!" Pekik Satsuki, kakinya mulai mundur, iapun sigap memasang kuda-kuda.
Next Episode...
Siapakah dia, tunggu kelanjutannya...
I love you para leader ... Maaf ya, soalnya Autor mau update sehari tiga capter, moga nggak bosan sama ceritanya, soalnya autor mau tamatin novel ini... biar nggak di buli leader yang penasaran. Thank all 😘😘😘
Bersambung...
__ADS_1