Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Pertemuan yang sama


__ADS_3

"Hyaaa! Tolong aku!" Itu adalah teriakan misterius yang memaksa Satsuki untuk membuka matanya dan menyaksikan apa yang telah terjadi sebenarnya.


Satsuki sigap mencari, dan akhirnya setelah beberapa saat berkutat, iapun sampai di tempat genting tersebut.


Rupanya teriakan yang memprihatinkan itu berasal dari seorang pangeran dari kerjaan Xi yang entah kenapa tiba-tiba ia ada di sana.


"Kenapa ada manusia di tempat ini?" Bathin Satsuki menggumam.


Jelas saja seorang pria teriak, sebab ia telah ada di dalam genggaman sang monster kejam. Keadaan daratan ini tak sama seperti dulu, sebab di seluruh dataran ini, semua bast sprit akan jadi jahat karna pengaruh aura hitam milik para klan iblis yang menyeruat tiada henti.


Itu sebabnya, Jade long tak mengizinkan Ice dan beberapa binatang kontrak miliik Satsuki, untuk mengikuti misi yang berbahaya tersebut.


***


Terlepas dari itu semua, kini seorang pria yang telah di cengkaram sang monster meronta dan meminta tolong. Ia berharap ada seseorang yang mau melepaskannya dari tangan sang monster itu. Tapi, selain pria yang tak berdaya itu, rupanya ada seorang anak laki-laki yang kini tumbuh menjadi pria muda yang tampan dan berkarisma.


"Lepaskan kakakku!' teriak pria muda itu berlari dan menebas-nebaskan pedangnya.


Pria muda itu sibuk menyerang monster tersebut untuk melepaskan rekanya yang telah ada di dalam genggaman sang monster.


"Adik! pergilah! carilah tempat aman!" Teriak pria yang saat itu telah di genggam sang monster.


"Tidak kakak! Kita harus pergi bersama! Aku takan membiarkanmu celaka!" Teriak Pria muda yang di kenal Satsuki.


"Tapi! Waktu kita tak banyak! segeralah bergegas pergi ke istana kerajaan Kui untuk meminta bala bantuan!" Pekik kakak laki-laki dari pemuda muda itu.


"Tidak! Akan ku selesaikan sekarang! " Ucap pria muda itu. Ia berlari dan menebaskan pedangnya membabi buta. Namun monster di depannya adalah monster lipan berlevel sembilan.


GOAAARRRRR! sang monster marah besar hingga membuka mulutnya dan hendak menyerang pemuda tersebut.


"Adik! Awas!" Teriak sang kakak dari anak itu. Saat suasana makin mendesak, Satsuki pun terpaksa mengeluarkan dua pedang kembarnya dan berlari kemudian melompat ke arah kepala monster lipan tersebut.


Whuuuss! Jleeb! Dua bedang itu mendarat di kepala sang monster besar dan membuatnya mengamuk. Satsuki segera melepaskan lengannya dari kedua pedang yang menancap tepat di mata sang lipan.

__ADS_1


Satsuki jatuh ke tanah dengan sigap. Ia segera mendorong tubuh pria muda yang ramping itu dan mengamankannya.


"Berlindung di sini! Akan sngat berbahaya jika kau masuk ke medan pertempuran!" Pekik Satsuki. Ia segera melempar kertas mantranya dan membuat sebuah prisai di sana.


"Hei! Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku! Aku juga ingin ikut bertarung dengan monster besar itu"Marah pria yang berjuluk pangeran tersebut.


"Heh! Dasar bodoh! Memegang pedang saja kau tak bisa. Mana mungkin kau bisa mengalahkannya?! Ceroboh!" Pekik Satsuki sinis. Pria itu sangat marah hingga memukul mukul prisai mantra di depannya.


"Lepakan aku! Biarkan aku yang menolong kakaku!" Teriak pria muda itu. Keemudian sang kakakpun kembali memperingatkan "Adikku! Kau harus selamat! Jika aku mati disini! Kaulah harapan kerajaan Xi... Kau lah yang akan menjadi putra mahkota kerjaan Xi!" Teriaknya. Karna kemarahan sang monster tak terhentikan. Akhirnya monster lipan itu melahap kakak pria tersebut.


"Xi Zhau-Zhau! Bertahanlah hidup!"Pekik sang kakak. Pangeran muda yang mulai tumbuh menjadi pria muda yang tampan dan ramping itu pun terbelalak "Tidak! Kakak! Tidaaaak!" Teriak Xi Zhau-zhau menolak kepergian sang kakak.


Tapi satsuki tak hanya menonton kan? Ia mulai mengeluarkan kertas mantra dan melemparnya "Mantra ledakan!" Pekiknya. Akhirnya setelah mantra di lemparkan dan menempel di tubuh monster lipan itu. Kertas mantra pun meledak. Satsuki segera berlari ke atas pohon dan mengeluarkan pedang pusakanya. Pedang itu adalah pedang istimewa, pedang Hei lianhua. Satsuki segera meloncat dan kemudian setelah asap sedikit menipis, ia dapati tubuh sang lipan masih utuh. Meski beberapa kakinya telah hilang karna ledakan tersebut.


Goooaaaarrr! Suara menyayat itu sungguh membisingkan telinga. Tapi karna Satsuki telah melompat, iapun segera menebas tubuh monster itu. Zrat! Zrat! Zrat! "Maaf, kau memang tak bersalah, tapi mantra aura hitam ini telah membuatmu gila!" Bentak Satsuki seraya mengeksekusi. Sang lipan yang terus nergeliat itu mulai sedikit terlihat lemas.


Selain pedang mendosa yang membuat lipan itu keracunan, ledakan kertas mantra yang dasyat milik satsuki itu berhasil membuat kakinya hilang hingga ia tak berdaya. Kemudian, ditambah sayatan brutal yang di lancarkan Sarsuki, tentu saja membuat monster lipan tak beraya. Akhirnya monster tersebut mati di tangan sang master.


Syuuuuuuuttt! Monster lipan mati, aura hitam klan iblis pun mulai keluar dari tubuh lipan itu.


"Hik, kakak! Kakak, kenapa kau tidak menepati janjimu! Kau bilang kita akan pergi bersama hingga berhasil menghabisi klan iblis brengsek itu!" Tangisnya. satsuki yang seari tadi sinis dengan pertarungannya mulai memutar kakinya. Ia sungguh simpatik pada pria di belakangnya.


"Pangeran Xi Zhau-zhau? Kau sudah tumbuh besar rupanya? Setengah tahun kita tak jumpa. Dan kau masih monoton... belum ada perubahan dalam jiwamu. Kau belum menjadi pendekar sejati.. " Bathin Satsuki, ia mulai melangkah mendekati pria muda itu.


"Hei cengeng! Berhentilah menangis" Ucap Satsuki seraya menjentikan jemarinya "CTIK!" Sesaat Xi Zhau-zhau mendonggakan kepalanya ke arah Satsuki. Lalu prisai itupun menghilang.


"Apa yang kau lakukan di sini?' Tanya Satsuki. Satsuki merasa ingat, saat pertemuannya dulu dengan anak itu. Situasinya hampir sama dengan situasi saat ini. Yakni, Xi Zhau-zhau masih terpojok oleh monster berelemen petir.


"Apa maksudmu kakak! Bagai mana aku tak cengeng saat satu-satunya kakakku mati di tangan monster itu!" Teriaknya mulai berdiri dan mengepalkan tangannya ke arah Satsuki.


"Lalu... apa yang kau lakukan sedari tadi? Bahkan kau sama sekali tidak menolong kakakmu kan?" Tanya Satsuki mengolok pria muda itu.


Xi Zhau Zhau marah ia mendekat dan mulai memaki satsuki "Ini bukan urusanmu! Aku sudah berusaha sekuat tenagaku untuk membunuh monster itu! Tapi...tapi..."

__ADS_1


"Tapi apa?" Tanya Satsuki.


"Tapi, tapi aku belum bisa membunuh monster itu!'' Bentak Xi Zhau-zhau. Pelupuk mata Xi Zhau-zhau telah penuh dengan butiran basah.


Satsuki tersenyum "Kau memang tak berubah, pangeran Xi. Masih saja manja dan kekanak-kanakan, aku tak pernah menyangka jika pertemuan kedua kita akan sama seperti pertemuan awal di masa lalu" Bathin Satsuki.


"Lalu sekarang apa yang kau lakukan?" Tanya Satsuki Xi masih diam dan menangis sesegukan.


"Apakah dengan menangis kau bisa merubah waktu? Apakah tangisanmu bisa mengembalikan kakakmu ke pelukanmu?" Tanyanya lagi. Xi yang tertunduk sedih mulai mengangkat wajahnya.


"Kau memang benar, tapi hatiku sungguh pedih. Aku tak bisa menyelamatkan siapapun dan apapun juga!" Bentaknya, amarahnya cukup membara hingga Xi zhau zhau mendengus kesal beberapa kali.


"Jika kakakmu tak bisa kamu selamatkan! Bisakah kamu menyelamatkan keinginannya?"Tanya Satsuki Xi Zhau Zhau pun mulai menatap Satsuki.


"Apa maksudmu..."


"Selamatkan kerajaan Xi kan? Itu permintaan kakakmu yang terakhir?" Tanya Satsuki. Xi Zhau Zhau terbelalak dan ia mulai ingat.


Benar! Aku belum kalah! Aku masih bisa mempertahankan kerajaan Xi dan rakyatku! Aku harus menyelesaikab tugasku!" Bathin Xi Zhauzhau.


"Mmmh kakak terimakasih! Kau adalah pendekar yang sangat hebat" Ucap Xi Zhau-zhau seraya menyeka air matanya.


"Uumm... kemana tujuanmu? Apa alasannya kamu pergi kesana?" Tanya Satsuki. Xi pun bungkam.


"Apakah kamu bisa di percaya? Kamu bukan mata-mata klan ibliskan?" Tanya Xi curiga. Satsuki tersenyum...


"Jika aku mata-mata mana mungkin aku mau menyelamatkanmu bukan?" Tanya Satsuki kembali. Akhirnya Xi Zhau Zhau menbuka rahasia perjalanannya.


Satsuki mulai tahu segala hal yang terjadi di kerajaan Xi. Rupanya kerajaan Xi mulai melemah, dan sebagian tetuanya tewas kehabisan tenaga saat menbuat prisai pelindung untuk kerajaan tersebut. Dan Xi Zhau-zhau dan beberapa prajurit dan sang kakakpun di tugaskan untuk menjemput bala bantuan. Namun yang terjadi, Sang kakak malah tumbang di medan perang.


"Lupakan kesedihanmu. Sekarang waktunya kita mencabik perut lipan ini dan mengambil jasad kakakmu untuk kita makamkan dengan layak!" imbuh Satsuki, Xi Zhau Zhau oun mengangguk diam, ia berusaha menahan air matanya. Ia bersiap membuang tangisannya saat melihat tubuh sang kakak yang telah terbujur kaku.


Kini, Satsuki punya pengikut baru dalam perjalannya. Akan kah sebuah kedamaian kembali ke pihak yang benar, Next Episode ..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2