
"Aagghhhhh!!! Hanbu keparat! Apa yang kau lakukan pada putri Satsuki?! Aku tak akan memaafkanmu!" Teriakan Raja iblis itu mengundang bencana yang tak pernah di sangka para manusia. Terutama langit yang mendung dan menjatuhkan butiran basah yang amat besar berupa bongkahan batu krital beku. Sedangkan ombak di lautan menjulang tinggi menuju ke daratan dan menampakan keganasannya. Laut dan langit siap menyapu apa yang ada di daratan di mana Nae Jime berpijak.
Tangannya ia kepal erat, matanya mulai menghitam penuh dan rambut putihnya pun mulai bersinar. Nae Jime murka dan mulai pergi ke neraka untuk menemui raja neraka dan mengambil Roh satsuki sebelum ia di reingkarnasi.
CLING! Nae Jime menghilang dan mulai menembus tanah yang berlapis-lapis dalamnya, untuk menemui Raja neraka.
Tempat yang di tuju Nae Jime...
Singgahsana 地狱之王 (Dìyù zhī wáng), Terlihat disana Dìyù zhī wáng sedang sibuk mencatat, dan menunjuk beberapa Roh untuk masuk nereka dan membersihkan disa mereka sebelum di reingkarnasi kembali.
"Raja neraka!! Ada yang menerobos datang!!" Teriak para pengawal neraka. Raja neraka pun mulai berdiri dan menunjuk marah. Raut wajah yang tampan meski sorot mata raja neraka itu seram, tapi ia tampak berwibawah dan anggun.
"Lancang! Bisa-bisa nya mahluk penuh dosa seprti mu datang ke tempatku!!" Bentak sang raja neraka itu gemas menunjuk Nae Jime yang datang dengan segala kemarahannya.
"Aku menemuimu bukan karna aku ingin bertemu denganmu. Jangan salah paham atas kedatanganku!" Pekik Nae Jime.
"Heh! Kalau begitu pergilah! Lagi pula aku tak ingin bertemu siapapun!" Balas Raja neraka, iapun menghempas pakaiannya dan kembali duduk dan melanjutkan pekerjaannya.
"Cih, sombong sekali. Aku kemari hanya untuk mengambil Roh seseorang, ku harap kau tidak menjatuhkannya ke dunia dan menjadi bayi kembali" Jelas Nae Jime angkuh.
"Apa? Apakah aku tak salah dengar? Kau pikir bisa semudah itu mengambil lalu pegi, Kau selalu melakukan kebiasaan burukmu, Tapi kali ini tak akan ku biarkan sorang iblis sepertimu berlaku seenaknya" Ucap Raja neraka.
"Oh begitu" Nae Jime mulai tersenyum menyungingkan bibir tipisnya hingga trangkat beberapa mili.
"Pergilah,,, aku sibuk" Ucap Raja neraka mengusir kedatangan Nae Jime.
"Kalau begitu..." Nae Jime segera mengeluarkan bola api yang kecil di telapak tangannya, Sang raja neraka mendelik, ekor matanya menyimak apa yang di lakukan rival abadinya itu, iapun terkekeh.
"Ahahahahha, apakah kau ingin membuat keributan seperti ribuan tahun yang lalu?" Tanya Raja neraka, iapun mulai turun dari singgah sananya dan membawa sebuah catatan.
"Kembalikan Roh putri Satsuki" Ucap Nae Jime lantang seraya mengarahkan bola api panas itu ke arah Dìyù zhī wáng.
__ADS_1
"Pelankan emosimu. Kenapa kau mencari putri Satsuki?" Tanya Dìyù zhī wáng mulai dekat dan menghampiri Nae Jime yang di liputi amarah itu.
"Kenapa aku harus jelaskan apa alasan ku ingin mengambil kembali roh putri Satsuki padamu?" Balik tanya Nae Jime angkuh. Ia belum menurunkan air wajahnya yang masih masam dan penuh amarah.
"Hahahahaha, putri Satsuki keturunan raja Moroi dan putri dari ratu Kuai sammoro itu? Apakah kau yakin dia ada di sini?" Tanya Dìyù zhī wáng. Nae jime tercengang.
"Apa maksudmu?" Tanya Nae Jime mulai menurunkan atensinya.
"Putri Satsuki yang jadi cucuk Raja Moroi adalah anak dari putri Kuai sammoro sang ratu perang, dan di catatan kematian tertulis jelas, bahwa putri Satsuki tidak ada dalam daptar" Jelas sang raja neraka. Entah apa yang di pikirkan Nae Jime, seketika api di telapak tangannya yang hendak ia lemparkan itupun mulai musnah dan padam.
"Wah, apa yang terjadi. Kenapa kau tampak sangat senang?" Tanya Dìyù zhī wáng. Nae Jime pun menutup mulutnya tampak tak ingin berdebat.
"Apakah kau suka pada manusia yang umurnya hanya sebatas daun rindang? lalu gugur lebih cepat?" Tanya Dìyù zhī wáng, Nae Jime segera merubah mimik wajahnya dab segera tegas kembali.
"Jika kau memberikan jawaban yang tepat, kelak aku akan lebih sopan saat datang ke singgah sana mu" Ujar Nae Jime. Dìyù zhī wáng sangat terganggu dan menggelengkan kepalanya.
"Kelak, aku tak ingin kau datang lagi ke mari, pergilah... jangan datang lagi. Selesaikan urusanmu sendiri, jangan seenaknya datang dan menghancurkan singgahsanaku. Kelak, takdir hidup dan mati tak bisa kau ganggu gugat, itu adalah hak dan kehendak surga (langit) jadi tak ada sangkut pautnya dengan kita. Kau harus terima itu" Jelas Dìyù zhī wáng.
"Jaga dirimu raja neraka Dìyù zhī wáng. Aku akan pergi, selamat tinggal" Nae Jime mulai menghilang. Ia hanya sedikit bodoh dan terlalu emosian hingga ke hilangan pola berfikir. Kini setelah menengar kejelasan Dìyù zhī wáng. Nae Jime sedikit ringan, ia sedikit senang.
Dìyù zhī wáng menggeleng kan kepalanya, ia sangat tak percaya jika pria tua serti Nae jime yang umurnya sudah ribuan tahun itu memendam sesuatu yang membuatnya begitu takut akan kehilangan. Padahal sudah jelas tertulis bahwa Dewa, iblis dan manusia tidak bisa bersama. Karna mau di jaga seberapa ketat pun, umur manusia tak bisa bertahan lebih lama.
"Dasar pria tua yang sangat genit!" Ucap Dìyù zhī wáng seraya kembali ke singgahsananya dengan perasaan yang campur aduk, akibat ulah Nae jime yang tak masuk di akal.
TEMPAT SEMULA...
CLING! Nae Jime kembali ke area yang ia porak-porandakan tadi. Ia mulai menjentikan jarinya dan sebuah awan hitam pekat pun muncul. Nae Jime melompat dan segera naik ke awan tersebut. Iapun segera kembali ke kerajaannya dengan suasana hati yang amat senang.
"Putri Satsuki, akan ku cari dai sampai ketemu!" Bathin Nae Jime. Padahal Nae Jime tak tahu, sebarapa besar ia mencarinya, tapi ia tak akan menemukannya. Sebab, Satsuki yang sekarang sangatlah berbeda, Aroma tubuh dan tingkat kekuatannya berbeda jauh dari sebelumnya. Kulitivatum yang ia miliki meningkat drastis dan aroma tubuh dan pelatihannya tersembunyi, hingga tak satupun yang bisa mendeteksi ke beradaannya.
DI TEMPAT LAIN...
__ADS_1
SRANG! TRANG! TRANG!! suara dentingan senjata tajam tak henti beradu, Sudah dua hari satu malam pertarungan antara klan siluman dan seorang pangeran berlangsung sengit. Pangeran Qiang Gu tampak sangat pucat karna kelelahan. Sedangkan para prajurit yang ikut terjun ke medan perang bersamanya telah musnah terbunuh. Kini ia hanya tinggal seorang dan menunggu mati. Jika tak ada yang menolong, maka ia akan benar-benar mati.
"Sial! Keterlaluan! Seberapa banyak boneka hidup ini ku basmi. Mereka tetap datang lagi dan lagi! Keterlaluan! apa yang harus ku lakukan!" Bathin Qiang Gu berkecamuk seraya peluh yang lebat membasahi jidatnya hingga mengalir ke area mata pria tampan itu.
SRANG! Klang! Suara pedang terus beradu, Qiang Gu menyerang dengan sangat gesit, beberapa kali ia menebas dan menusuk musuhnya, tapi nyatanya mereka seperti bayangan yang tak kunjung habis dan tak mati-mati juga. Akhirnya Qiang Gu yang terhimpit itu mulai sampai pada batasanya. Ia benar-benar kelelahan.
Jleb! Pedang ia tusukkan ke tanah pertanda pasrah. Ia hanya memejamkan matanya dan menunggu seseorang di antara musuhnya menusuknya hingga tewas.
Kini para tentara yang terdiri dari klan siluman dan boneka hidup itu mulai mengerumuni Qiang Gu dan Siap menusuknya bahkan menebas kepala putra mahkota tampan itu.
Pedang di acungkan dan hampir mengenai leher Qiang Gu. JLEB! tapi tiba-tiba sang exsekutor itu terpanah hingga terjauh dan tergeletak, Para tentara itupun mulai mendongkaan kepala mereka ke langit untuk memastikan dari mana datangnya anak panah itu.
JLEB! JLEB! JLEB! anak panah itu mulai berhaburan dia antara pepohonan dan membunuh sebagiab klan siluman, panah yang di tusukanan ke dalam daging para boneka hidup itu adalah panah yang di buat dari tulang benulang Bast spirt, Hingga memiliki efek mengikat. Hingga para boneka hidup itu tak kembali hidup dan berulah lagi.
Perlahan tapi pasti para prajurit klan siluman mulai menipis tersambit panah yang bertaburan tak kunjung reda itu. Qiang Gu yang sudah pasrah mulai perlahan membuka matanya, iapun menelisik sekeliling, betapa kagetnya saat ia sadari bahwa seseorang telah ikut membantunya melumpuhkan prajurut klan iblis.
"Ini... siapa yang melakukannya?" Bathin Qiang Gu. Iapun kembali berdiri dan mengayun pedangnya lagi.
"Siapa? Yang bersembunyi di balik rimbunnya pepohonan dan memanah musuh dengan rapihnya? bahkan mereka tak bisa kembali hidup, Ratusan anak buah klan iblis tergeletak di tanah tak berdaya hanya dalam waktu kurang dari seperempat menit. Qiang Gu terpana dan ia membelalakan matanya. Ia sungguh tak percaya pada apa yang ia saksikan saat itu.
"Siapa! Siapa dia?!" Bathin Qiang Gu berkecamuk.
Sesaat seseorang itu kulur dari persembunyiannya dan menampakan sebagian tubuhnya.
"Anak muda, ingatlah ini... kelak kau akan tahu seberapa pentingnya keberadaanmu untuk negrimu. Maka jangan menyerah sebelum mendapatkan apa yang jadi harapanmu. Menyerah bukan jalan para kesatria. Bangkit dan berjuanglah!" ucap sang pria misterius itu, iapun kembali menghilang dari pandangan Qiang Gu secepat angin berhembus.
Qiang Gu terbelalak dan mulai mencari sekelilinh. Ia mulai melompat ke dahan pohon yang di singgahi pria tersebut. Namun nyatanya ia tak dapatkan apapun di sana.
"Siapa pendekar itu? Siapa dia? Cara memanahnya sungguh luar biasa. Kelak jika aku bertemu dengannya lagi. Maka akan ku pastikan, dialah guru yang tepat untuk mengajariku" Bathin Qiang Gu berkecamuk.
__ADS_1
Bersambung...