
Dendam Sang Putri
Part #64 - Hampa-
* * *
Jade Long merubah dirinya kembali menjadi Bast Spirt tahap dewa.
Ia mulai kembali ke bentuk semula , Kini Satsuki dan Jade menempuh perjalan menuju ke Khayangan.
Selama perjalan menuju Kahayangan, Hati Satsuki sangat bahagia, Jantungnya brdetak tak karuan, Ia sangat gugup... Hingga pikirannya mulai porak-poranda, Ia sangat tak mengerti pada dirinya saat ini, Apa lagi ia sangat canggung sebab ia tak pernah belajar tentang tatak rama, Selama ini ia tumbuh menjadi wanita angkuh tanpa perasaan.
Bahkan kata-kata yang selalu keluar dari mulutnya, Bukanlah kata yang sopan atau lemah lembut.
Tingkah liar yang ia bawa di abad Dua puluh Satu itu, Menjadi bomerang untuknya di masa ini, Ia sangat tidak percaya diri.
.
.
.
.
WHOOOOOSSSHHHH!! Setelah melewati awan yang berlipat-lipat, Akhirnya... Satsuki bersama Jade Long mulai sampai di sebuah istana.
" Kita hampir sampai" Ucap Jade, Satsuki kembali terperanjat, Kali ini ia tampak bodoh, Ia sama sekali tak tahu harus berkata apa hingga ia tak sadar bahwa ia ada di tempat yang di abad ke duapuluh satu adalah mustahil.
" Dimana ini?!" Tanya Satsuki bingung dan tak percaya.
" Ini adalah Istana pembuka khayangan, Ayahmu ada di istana pertama ini, Jika kau ingin menemui Khaishar langit, Maka kau perlu naik lebih tinggi. Dulu ayahmu di angkat menjadi dewa kebijaksanaan dan mulai mnjalankan ujian kesempurnaan di istana ini, Tahap dewa yang ia dapatkan itu belum sempurna sebelum ujiannya lulus, Maka...Khaishar langit menugaskannya berjaga di pintu gerbang utama. Yakni... Istana pertama sebelum istana inti Khaishar lagit" Ucap Sang Naga.
" Aku kurang paham, Tapi hatiku tak sabar ingin segera bertemu beliau"
" Baiklah, Sebentar lagi kau akan menemuinya, Sekarang kau hanya perlu bersiap-siap untuk melompat"
" Kenapa? Apakah guru tak mengantarku?"
" Tentu saja aku akan mengantarmu, Hanya saja kau perlu berjalan sendiri, Aku hanya akan menunjukan pintu gerbang utama yang di huni oleh dewa kebijaksanaan"
" Terimakasih guru!" Satsuki mulai melompat, Ia segera berjalan menghampiri pintu gerbang itu. Rasa tak percaya telah menguasai hati nya, Kini ia hanya takjub saat sebuah pemandangan tak biasa itu mulai berpacu bersama adrenalinnya.
__ADS_1
SYUUUT! Jade Long mulai merubah pemampilannya menjadi seorang manusia kembali.
.
.
.
.
Mereka mulai berjalan menghampiri pintu tersebut. Rasanya sudah sangat dekat sekali dengan pintu itu. Namun saat mereka hendak sampai, Tiba-tiba... Dua dewa penjanga Istana Khayangan mulai menghadang mereka.
Mereka adalah dewa Erlang dan Nacca.
Dewa Erlang ( Yang Jian ) Viual
Nacca Visuaal..
" Lancang! Siapa yang menyuruhmu datang ke Khayangan!" Bentak Nacca mulai pada kuda-kudanya.
" Tunggu, Jaga sikapmu..." Pinta Jade Long.
Kini Jade Long mulai menggampiri Yang Jian. Yang Jian dan Jade Long mulai bertegur sapa.
" Dewa Erlang, Apa kabar, Lama tak jumpa... Maafkan kelancangan muridku, Dia dalam tahap pembinaan" Sapa Guru Jade Long.
Dewa Erlang yang masih sinis mulai menyungingkan bibirnya " Oh, Murid manusia? Kau sungguh mengabdikan seluruh hidupmu pada mahluk-mahluk berlumur dosa seperti mereka?" Jelas Erlang.
Degh! Satsuki terbelalak, Rasanya dia sangat marah pada perkataan Dewa tersebut, Namun rupanya Jade Long menahan kembali amarah Satsuki dengan menepukan Tangan kirinya ke arah pundak Satsuki.
Satsuki paham dan mulai mundur di belakang punggung Gurunya.
" Apa yang membawamu kemari!" Tanya Nacca sinis .
" Hmmm... Sudah lama sejak aku mengantar Putri Kuai ke istana ini aku tak pernah lagi menginjakan kaki di Istana pertama ini" Ucap Jade Long bertele-tele.
" Akhirnya kau sadar diri juga..." Pekik
Dewa Erlang.
__ADS_1
" Aku kemari untuk bertemu dengan Jujian..." Balas Jade Long santai.
Kemudian Dewa Erlang tersenyum sinis " Jujian? Apakah aku tak salah dengar"
" Ada apa dengan nama itu? Bukankah, Jujian juga adalah dewa yang hampir menempuh tahap dewa sempurna?" Tanya Jade Long.
" Jujian... Dia adalah anggota kerajaan langit yang hampir mencapai tingkat dewa sempurna, Dulu dia adalah seorang jendral. Tapi karna kehebatannya saat memimpin di medan perang, Iapun di angkat menjadi dewa, Dengan beberapa ujian, Kaishar langit memberinya tujuh ujian, Namun saat hendak mencapai tahapan akhir, Jujian melanggar ujian terakhir... Karna kemurahan hatinya, Ia mulai di turunkan dari langit dan menjadi manusia biasa, Bahkan ia hidup serba kekurangan. Tinggal di dunia manusia dan menjadi rakyat jelata" Jelas Dewa Erlang. Saat penjelasan terlontar, sedari tadi Satsuki sudah mengepalkan tangannya. Ia sangat geram dan marah.
" Jadi... Di istana ini, Jujian sudah enyah! Maka pergilah"
" BOHONG!!" Pekik Satsuki. Dewa Erlang dan Nacca mulai menatap Tubuh Jade Long dan marah pada seseorang yang berdiri di belakang punggung jade long.
" Siapa kau berani membentakku!" Bentak Dewa Erlang. Satsuki segera keluar dari persembunyiannya.
" Aku! Ijinkan aku bertemu Jujian! Aku sangat ingin menemuinya" Pekik Satsuki mulai maju dan menghadang Sang dewa bermata tiga itu.
" Kau sungguh manusia yang rendah! Inikah muridmu? Jade Long... Setelah kau menolak menjadi Raja penguasa laut tenggara kau mulai ingin berhianat kembali dengan membawa murid tidak sopan ini padaku?! Kau pikir kau sedang berhadapan dengan siapa bocah tengil!" Yang Jian mulai marah dan mulai mengeluarkan sebuah pagoda kecil di tangannya.
" Tahan Yang Jian" Ucap Jade Long seraya menyembunyikan tubuh Satsuki di belakang punggungnya.
" Kau ingiin melindungi pembangkang itu? Kalau begitu, Ikutlah masuk ke dalam pusaka pagoda ini. Heh... Dia sungguh Sangat cocok jadi muridmu, Kalian sama-sama pembangkang"
" Biar aku saja yang membasmi mereka!" Ujar Nacca sigap membawa gelang-gelang segelnya .
" Tunggu! Kami datang kemari bukan untuk adu kekuatan, Kami kemari untuk bertemu Jujian, Jika maksudmu ... Jujian gagal dalam tahap kesempurnaan ujian dewa. Maka... Buah dari kegagalan itu adalah Anak ini, Ijinkahn dia tahu hal yang sebenarnya terjadi" Pinta Jade Long. Lagi lagi Yang Jian tersenyum menyungingkan bibirnya.
" Heh, Kau pikir aku tertarik mengatakan kebenarannya, Itu adalah rahasia kerajaan langit, Mahluk awam sepertimu tak perlu tahu" Ucap Yang Jian , Ia mulai hendak terbang bersama patner sejatinya " Nacca... Ayo!"
" Baik!"
" Tunggu! Tolong belas kasihmu dewa! Tolong beritahu aku... dimana keberadaa ayahku, Aku sangat ingin tahu keberadaannya" Satsuki merendah , Ia bersujud dan memohon belas kasih sang dewa.
" Jika aku memberitahu keberadaan Jujian pada mu... Sama saja aku melawan takdir, Takdirmu adalah mencari Ayahmu! Semua itu tak ada hubungannya dengan kami... Para dewa hanya perlu diam dan melihat saja... Jelas!" Ucap Yang Jian seraya terbang bersama Nacca.
Akhirnya, Satsuki menetesakan air matanya untuk yang kedua kalinya.
Ayah ... Dimana kau sebenarnya? Apakah kau masih hidup?? Aku sangat ingin bertemu kluargaku... ini adalah kali pertamanya aku bertemu ayahku jika bisa!! Di abad dua satu... Aku sama sekali tak sempat menyebut namamu. Bahkan bertemu denganmu adalah hal yang sangat mustahil, Mungkin jika dalam mimpi sekalipun aku tak bisa membayangkannya. Bathin Satsuki.
Kini Jade Long Dan Satsuki mulai turun dari Khayangan menuju bumi kembali. Satsuki sungguh kecewa, Sebab ia pulang dengan tangan yang hampa.
-Hampa The End-
Pastikan sebelum membaca merahkan jempolmu ya . Thank para Leader yang budiman...😂😂😂
__ADS_1