Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Kekacauan 2


__ADS_3

Lubang sumur tua di pulau terlarang. Sudah dua hari sejak Lee dong feng di buang ke dalam sumur tua itu, ia belum menampakan tanda-tanda akan sadar. Matanya masih merekat erat dan enggan terbuka. Kedua tangannya tampaknya cedera karna pukulan Nae Jime yang sangat kuat itu.


Ruang berdiameter tiga meter itu nampaknya jadi pemakaman terakhirnya. Lubang sumur yang dalam nya Dua puluh meter itu sangatlah gelap juga penuh dengan binatang-binatang menjijikan. Nampaknya itu akan menjadi rumah terakhir Lee Dong Feng. Tapi siapa sangka, ternyata bukan hanya Lee dong feng yang menghuni tempat tersebut, melainkan ada seseorang yang merintih kelaparan dan membuat suara yang cukup gaduh.


"Lapar! Lapar... Aaghhh! Akhirnya aku akan makan daging juga... Eeehhg! Setelah hampir duapuluh tahun aku terkurung di sini. Akhirnya aku mendapatkan mangsa juga... Sruuppt" Ucapnya seraya menjilati liurnya. Ia sangat ingin melahap Lee dong Feng saat itu, tapi nampaknya ia tak bisa melakukan apapun. tangan dan kakinya di ikat dengan rantai dan ia tak bisa mendekat pria yang ada di hadapannya itu.


"Kemarilah... Aku sangat lapar" Ucapnya berulang dan terus menerus. Tanpa sadar, suara bising dari pria lusuh itu mulai mengganggu pendengaran Lee dong feng. Pria yang terlihat mati itu mulai menggerakan alisnya dan berusaha untuk membuka matanya.


"Nngh! Uhuk...Huk" Lee dong feng membuka matanya dan terbatuk. Ia tampak sangat menghawatirkan, seluruh aura pelatihannya yang telah tahap murni itu telah hilang oleh segel kutukan yang di berikan Nae Jime. Kini, Lee dong feng setara dengan masyarakat awam yang tanpa pelatihan. Ia tak punya kemampuan apapun.


"Gggghh... Kau belum mati? Nggh.. Aku sangat lapar, kurasa darahmu akan sangat berguna untukku" Ucap Pria tersebut. Lee dong feng yang baru setengah sadar itu mulai bangun dan duduk dengan tangan terikat di belakang.


"Sial! Kenapa aku ada di sini?!" Tanya nya. Mata rabun penuh kabut nya kini mulai perlahan membaik.


"Hei! Bocah! Kenapa kau tak mati saja! Aku sangat lapar...berikan darah dan daging mu padaku, lalu... kau boleh mati dengan bangga" Ucap Pria misterius yang tak di kenal itu.Lee dong feng yang sadar akan kata-kata itu mulai mencibir.


"Heh! Siapa kau? Beraninya mengutukku seperti itu. Jika harus ada yang mati, kenapa tidak kau saja? Tubuh kurus dengan pakaian kumuh dan penuh lumut, kau pikir siapa dirimu?! Beraninya meminta darah dan dagingku untuk jadi lahapanmu?!" Lee Dong Feng berusaha menggesek-gersekan tali injuk yang membelit kedua lengannya ke sebuah lalung tajam yang ada di sana.


"Jika kau ingin meloloskan diri dari sini, tampaknya kau akan sia-sia, sebab seluruh area sumur ini telah di kelilingi mantara spiritual yang cukup tinggi. Itu sebabnya, sekuat apapun dirimu, yang kau miliki adalah kegagalan" Jelas sang pria paruh baya itu. Mata pria itu tertutup selembar perban, nampaknya dia adalah pria buta.


"Hentikan ocehanmu... diamlah" Balas Lee dong feng. Tak berselang lama, tali yang mengikat Lee Dong Feng pun mulai terlepas.

__ADS_1


"Hahaha, jiwa muda yang penuh energi" Tawa peria tersebut.


"Heh! Berhenti tertawa, atau aku akan membunuhmu"


"Beraninya bocah ingusan sepertimu menggeretakku!! Kau pikir siapa dirimu?! Bahkan kau tak memiliki kelebihan khusus. Apa lagi kemampuan untuk membunuh"


"Berhenti memperolokku!" Bentak Lee dong feng mulai berlari ke arah pria yang tengah di pasung itu. Tangannya mengepal dan membentuk sebuah tinju yang cukup berotot.


SYUT! Saat tinju di arahkan ke qajah pria tersebut, Pria itu malah mulai mengelak. Lee dong feng tersungkur dan mulai jatuh dengan posisi bersujud di bawah kaki pria tersebut.


"Hahahahaha! Kenapa kau berpikir untuk membunuhku?! Tidakkah itu sangat lucu?! Pria lemah yang meninju saja sangat tak akurat. Hahahaha kau pantas menjadi sampah!" Olok pria tersebut. Ia berontak ingin berjongkok untuk menggit leher Dong Feng, tapi tampaknya karna terikat rantai ia kesulitan untuk menlurusakan ambisinya tersebut.


"Agghh! Sial! padahal sudah sedekat ini! Tapi tetap saja aku tak bisa memakanmu!" Ucapnya sedang Lee Dong Feng masih tersujud dan enggan berdiri, ia menatap telapak tangannya yang lemah tanpa kekuatan.


"Aaaaggggghhhhhh!! Nae Jime!!! tunggu pembalasanku!!!" Teriak Lee dong Feng. Sang pria misterius yang sedari yang sedari tadi tertawa terbahak karna ulah konyol Lee dong feng mulai menghentikan tawanya, saat mendengar nama Nae jime.


"Nae... Jime?!" Bisik pria tersebut.


"Aku janji padamu! Setelah aku keluar dari lubang terkutuk ini! Bukan hanya Batu Giok hitam dan putih yang akan ku rebut. Tapi aku juga akan mendapatkan putri Satsuki apapun caranya. Tunggu dan lihatlah, aku akan memulai pelatihanku dari nol lagi. Biarpun memakan waktu yang cukup banyak, tapi aku akan melakukannya untuk membalas semua perbuatanmu ini! Ingat itu! Ingat semua janjiku ini!!"Bathin Lee dong feng.


ISTANA KEGELAPAN...

__ADS_1


"Yang mulai. Mulai besok, anda sudah bisa pindah ke istana Xi Zhi di sebelah barat pulau monster" Imbuh Hanbu, Nae Jime yang sedari tadi memainkan giok hitamnya mulai menatap wajah anak buah kepercayaannya itu.


"Benarkah? Cepat sekali kau menguasai istana itu. Aku sungguh terharu atas apa yang telah kau lakukan"


"Terimakasih Yang mulai. Mulai besok, anda akan lebih leluasa melampiaskan semua dendam anda pada para manusia renahan yang telah mengurung anda dalam tubuh anak ingusan tak berguna itu" Pekik Hanbu antusias, saat mencibir putri satsuki.Tapi nampaknya Nae Jime tak suka pada apa yang di katakan Hanbu, iapun meelmpar segumpal aura hitam ke arahnya hingga Hanbu terjunkal. Hanbu tak sempat menghindar hingga ia mendapatkan sebuah serangan tiba-tiba.


"Uhuk!" Hanbu tergeletak di lantai dan memegani dadanya yang nyeri, seteguk darah mulai berhambur mengotori jubah emas yang beru ia terima. Anak ingusan itu?!" Bentak Nae Jime mulai berdiri dan mengibaskan jubahnya. Sorot mata tajam mulai ia tujukan ke arah Hanbu. Hanbu kaget dan mulai bersujud dan memohon.


"Lancang!! Beraninya kau menjelekkan Putri Satsuki di hadapanku! Apakah kau sudah siap mati sekarang!" Bentak Nae Jime, tangannya telah bersiap menyerang Nae jime kembali.


"Ampun yang mulai!! Aku! Aku sungguh tak bermaksud menyinggungmu! Aku tak bermaksud menjelekkan wanita itu"


"Heh! Tetap saja, kau sudah membuatku marah! Lain kali, jika aku dengar kau mencibir atau memperolok putri Satsuki di depanku, bukan hanya jubahmu yang aku lepaskan. Tapi kepalamu juga akan ku lepas dari tubuhmu! Hingga kelak, kau takan bisa melanjutkan hidupmu yang panjang itu! Kau paham!!" Bentak Nae Jime.


"A-ampun! ampuni aku! Aku pasti akan lebih hati-hati lagi... Aku mohon ampun sebesar-besarnya. Tak seharsnya aku melakukannya"


"Heh! Aku tak akan memaafkan siapapun yang berani menyentuh nya.Akan ku pastikan mereka mati, hari ini adalah pemgecualian, tapi lain kali jika kau lalukan lagi. Tamatlah riwayatmu" Imbuh Nae Jime tampak serius saat mengucap sebuah ancaman yang lebih patut di sebut sumpah.


"Jika demikian hamba undur diri"


"Pergilah... jangan lupa, bawakan aku darah segar lagi. Aku ingin berendam dan mencicipi bau amisnya. Aku akan sangat terhibur jika kau bersedia menyiapkannya untukku"

__ADS_1


"Baik! Hamba akan segera melakukannya yang mulia" Hanbu mulai undur diri ia pergi terbirit-birit. Sedangkan Nae Jime mulai berjalan ke arah pemandian di ikuti beberapa dayang cantik untuk membantunya membuka pakaiannya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2