Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Metamorfosa


__ADS_3

Zret Zrett...


Kepompong besar yang membungkus aura hitam di menara kerjaan Xi kini mulai sedikit demi sedikit terbuka.


Hanbu tertawa renyah kala terlihat sebuah sayap hitam mulai muncul dari dalam kepompong tersebut "Bangkitlah raja! Ayo bangkit... Hahahaha"


Tak berselang lama setelah ia terbahak, kepompongpun mulai menetas dan BLAAARRR! Benar saja, sebuah ledakan bedar terdengar menggema di udara.


Satsuki dan yang lainnya tersentak dan menoleh ke arah di mana ledakan tersebut berasal "Suara apa itu?" pekik mereka.


"Hahahahaha... Akhirnya setelah menunggu lama, Raja iblis pun telah bangkit dari tidur panjangnya" tawa Hanbu bisa di dengar jelas oleh Satsuki dan kawan kawannya.


"Oh tidak! Raja iblis telah bangkit? Bagai mana ini?" Bisknya dalam hati. Tak ingin banyak berfikir... Satsuki pun mulai melompat menuju pusat suara dan menyimak hal apa yang tengah terjadi di sana.


Dyut Dyut! Ia berpijak pada bangunan yang ada, dan seketika ia sampai di hadapan Hanbu "Cih. Kenapa aku tak sadar jika kau ada di sini?" tanya Putri Satsuki segera mengarahkan pedangnya ke perut Hanbu.


"Heh. Aku tak akan membiarkan kau melukaiku" bisik Hanbu menggumam.

__ADS_1


"Tinggal selangkah lagi. Dan kau harus mati!" Satsuki dan Hanbu saling serang, di hadapan kepompong yang baru saja menetas.


Sosok sang raja iblis kini telah sempurana, rencana Hanbu untuk menghancurkan dunia dan memulai segalanya dari nol pun kian tercipta sedikit demi sedikit. Kebangkitan kaisar iblis mulai terasa ke seluruh penjuru dunia... Hingga aura gelap yang pekat pun mulai menyelimuti sebagian dari istana tersebut.


Trang Trang! Buak! Putri satsuki sungguh berusaha membunuh Hanbu, langkah handu sebenarnya tersendat oleh kakinya yang terpincang pincang hingga ia tak bisa banyak menyerang. Melainkan menahan dan menangkis dalam mode bertahan.


"Aku akan membunuhmu!" pekik Stsuki seraya mengarahkan pedang panjangnya kembali ke perut Hanbu.


ZRATTTSS...


Crooott... Darah Hanbu membasahi wajah Satsuki "Hosh! Hosh! Hosh!... Aku telah membunuh kepala klan iblis... Kini, klan iblis telah sepenuhnya tiada..." Bisik Satsuki.


Zrat! Satsuki mulai menarik pedangnya, ia pun berbalik ke arah di mana kepompong tersebut menetas. Satsuki mulai menyimak sosok yang ada di balik kepompong tersebut. Setelah asap hitam menyeruat, Satsuki pun bisa menyimak hal apa yang kala itu ada di sana.


JRENG!


Seketika, Satsuki bisa simak jika kepompong tersebut gagal berkembang. Hingga ketika raja iblis keluar dari kepompong raksasa itu, yang Satsuki dapatkan hanyalah sosok Nae Jime dengan tubuh aslinya dan hanya sayap hitam besar saja yang tumbuh dari punggungnya.

__ADS_1


Satsuki dekati nanar tersebut yang kala itu masih terpejam "Paman?" Bisik Satsuki. Wajah Nae Jime sama seperti sosok yang ia temui di sebuah dimensi lain. Wajahnya sangat mirip dengan pria yang ia sebut sebagai ayah...


"...Aku harus waspada" Bisik Satsuki.


Akhir pertarungan yang memprihatinkan pun nampaknya akan segera berakhir. Kelahiran kembali sang raja iblis yang paling menakutkan di selurub dunia telah gagal. Hanbu tak berhasil membuat raja iblis lahir sempuran. Malah menjadi bahan gagal, karna Nae Jime sangat enggan menjadi gelap sesuai permintaan Hanbu.


Tapi kini Hanbu telah tiada, dan Raja iblis hanyalah tinggal sebuah nama tanpa pengikut.


Whuasshhhh! Angin pun menghembus aura gelap yang sedari dahulu menyeruat dan membuat para bast spirit menjadi jahat seiring kematian Hanbu.


Suasana sedikit terang, kabut hitam mulai menghilang... Para prajurit gaib dan alam baka telah menghilang dan menyisakan tulang benulang.


"Apakah kita berhasil?" tanya Huli jing.


"Kita berhasil! Kita menang?" tanya Xi Zhau Zhau. Ia lekas berlari menuju tempat sang ayah di kurung.


Rupanya perang dengan klan iblis telah berakhir. Tinggal satu musuh lagi yang hendak mengancan. Yakni Nae Jime bersama kesadaran barunya. Akankah Nae Jime menjadi baik? Atau malah menjadi sangat buruk?

__ADS_1


__ADS_2