
Dendam Sang Putri
Part # 22- Bersekolah?-
Ruang rahasia...
" Apakah kluarga kerajaan Xi zhi memakai seluruh tungku yang ada di sini?" Tanya Xitan halus.
Tiba-tiba sang raja menjawab dengan nada cibiran dan memperolok seluruh barang pusaka rongsok yang ada di ruangan tersebut. Iapun menghentikan tawanya di area kolam kecil berair mancur yang cukup menarik perhatian.
" Aku selalu memakai tungku api prlebur tualng emperor dengan Xuang Yeum di dalamnya" Tangan sang raja mulai masuk kolam tersebut dan entah apa yang ia lakukan hingga pria gemuk itu membuka satu pintu rahasia lainnya.
Grrrrttttt! Suara geresaran terdengar, dan sesuatu dari dalam kolam muali mencuat ke atas permukaan, Itu adalah tungku legendaris Xuang Yuem.
Degh!
Xitan bergug Jika barang itu di sembunyikan, ini tandanya barang tersebut memang cukup berguna....hem, menarik' Bathin Xitan.
" Inilah. ini adalah tungku api pelebur tulang emperur, Didalamnya terdapat batu Xuang Yuem murni, dan aapapun yang di buat oleh tungku ini. Hasilnya akan istimewa... kluarga kerajaan kami selalu memakai tungku ini untuk membuat apapun terutam cincin Ruang"
" Menarik, Jika begitu, saya pamit dulu. Barang-barang anda sangat istimewa, hingga saya terkesima... terimaksih Raja Zhi" Xitan memberi hormat dan kemudian pamit undur diri.
Dua anak dan ayah yang gila pujian itu mulai beranjak mengantarkan sang master pergi
Xitan melompat dan sektikan ada di atas langit kerajaan Xi Zhi.
Dasar. Dua orang bodoh!
* * *
Xitan Mulai sampai di halaman Istana Kerajaan Putri Kuai.
Whuuuuussshh! Lepakan sang monster miliknya berhenti dan turun seketika " BRUUGH" Xing an yang mendengar suara gaduh itu mulai keluar gubuk kumuh itu.
" Nona. Kau sudah pulang?" Xing An mendekat. Xing An perhatikan nonanya sedikit lelah, iapun menyuruh sang nona masuk dan menyiapkan air panas untuknya mandi.
Hidangan sudah siap dan bertumpuk di meja.
Hem, dia sungguh cekatan, aku akan makan setelah mengganti pakaian. Bathin satsuki.
* * *
Setelah berpakaian , Satsuki makan dan kemudian di rias oleh dayang kesayangannya.
Xing an seperti biasa merias rambut sang nona. Ia menatap diri kecermin di hadapannya.
" Nona, kau sungguh cantik, Tapi sayang... kluarga Kerjaan Xi Zhi malah menolak perjodohan yang telah di tetapkan Kaihar Zhang..." Satsuki tersenyum saat mendengar dayangnya berkata demikian " Jangan Khawatir , aku punya rencana bagus untuk membuat mereka menerima apa yang jadi pembalasanku ... Coi Hong Nam dan Xi Yu Yan bersama ayahnya akan menerima pembalasanku yang sangat menyakitkan "
Seketika Satsuki tertawa girang atas rencana baru yang sedang ia siasati.
Saat sedang bercengkrama bersama dayangnya, tiba-tiba pintu gubuk di ketuk seseorang " Xing An , Siapa itu?" Tanya satsuki, Xing Anpun bergeming dan membuka pintu.
Klek! Pintu percermin kertas itu mulai terbuka, seseorang di balik pintu mulai berseru " Kak satsuki'' Pekik Seorang anak perempuan.
__ADS_1
Suara yang tak asing bagiku... Bathin Xitan.
Satsuki menoleh dan benar saja, dia adalah Qiang Qia. Ia berlari menghampiri satsuki dan memeluknya.
" Aku rindu padamu satsuki!" Greeeep!
Ekh! Anak ini memang sengaja ingin membunuhku! Erat sekali cekikannya.Bathin satsuki.
Qiang Qia mulai melepaskan pelukannya " Apa yang membawamu kemari?" Tanya satsuki. Qiang Qia menarik tangan satsuki ke luar gubuk yang di tempatinya.
" Ayo ikut aku" Ujar Qiang Qia, Saat ada di luar satsuki menyimak sesuatu.
" Kuda kerajaan?Pekiknya.
" Ia ayo naik, ajak dayangmu juga" Ucap Qiang Qia. Satsuki ingin menolak karna ia merasa terlalu lelah karna sejak pagi ia berkeliling mencari tungku pelebur tulang emperur.
" Ayo! Apa yang kau pikirkan, cepatlah naik!" Ujar Qiang Qia menyeret satsuki ke dalam kereta kuda kerajaan.
" Ta-tapi...' Terlanjur Satsuki sudah di dorong masuk ke dalam kereta kuda kerajaan.
Satsuki hanya bisa menerima semua itu dengan sebuah ketenangan. Selanjang perjalanan menuju kerajaan, Qiang Qia banyak bercerita tentang masa lalu satsuki yang menyedihkan.
Oh , Rupanya aku di besarkan di kluarga kerajaan Kui, hingga setelah berusia enam tahun aku mulai di ambil kembali oleh Coi Hong Nam? Cih, kenapa Coi Hong Nam membawaku ke istana Putri Kuai kembali jika hanya untuk mendapatkan penyiksaan, Kurasa ada sesuatu di sana. Jangan-jangan ada hubunganya dengan katianku? Bathin Xitan
Melihat Satsuki Yang pendiam membuat Qiang Qia tersenyum, Hingga Qiang Qia ingin terus menggoda Satsuki terus menerus.
* * *
Beberapa menit kemudian...
Satsuki mulai memasuki halaman istana yang tiga kali lebih luas dari istana yang jadi tempat tinggalnya.
" Ayo turun" Pekik Qiang Qia menarik tangan Satsuki.
Apa yang di pikirkan wanita ini? Dia tampak baik pada satsuki, Bagai mana jika dia tahu bahwa aku adalah Xitan. Mungkinkah dia akan benci padaku hahahaha menarik. Bathin Xitan .
Ruang istana inti.
Satsuki berjalan di karpet merah menuju singgah sana sang Ratu, Ratu Kui Hye Mei sedang duduk di singgah sana nya di temani sang permaisyuri ling ling.
Disana ada Qiang Gu yang duduk tenang di samping Ratu Kui Hye Mei.
Visual permaisyuri Zhang Ling Ling.
Ratu Kui Hye Mei Visual.
Di kejauhan Ratu Kui Hye sudah menunggu dengan tak sabar.
" Satsuki, kemarilah nak" Satsuki terdiam sesat sebelum ia duduk di samping Ratu tersebut.
Siapa wanita tua ini? Apakah tak ada gambaran dalam ingatan wanita ini, meski hanya untuk memperkenalkannya padaku? Bathin Xitan.
__ADS_1
" Satsuki, kenapa diam, ayo lanjut kan berjalan" Qiang Qia mulai memberi hormat , satsukipun sigap mengikuti grakannya.
" Kemarilah, naik ke singgah sana ku... aku ingin melihat cucu pertamaku..." Ucap Ratu Kui. Akhirnya Satsuki menyadari sesuatu dan iapun mulai duduk di samping Sang Ratu.
" Hormat Ratu Kui, semoga kau panjang umur"
" Hahahaha, padahal aku sangat ingin mati, tapi jika ini doa cucuk pertamaku, aku akan tetap hidup dan melihatmu tumbuh menjadi orang kuat"
Cih apa maksudnya? Heh. Apa dia juga suka mengguman hal yang membuatku marah? Bathin Xitan.
" Nak, sekarang berceritalah kepadaku, apa yang di lakukan Coi hong nam padamu?" Satsuki tak ingin terpancing. Ia tak ingin siapapun membalas perlakuan sadis Coi nam untuknya, kecuali Coi nam menderita hanya di tangannya sendiri.
" Tidak ibunda Ratu, Ayah sangat menyayangiku" Balas Satsuki berusaha menyembunyikan kenyataanya.
" Benarkah? Bagai mana tentang gubuk yang bertulisakan kematian? Apa yang Coi hong nam lakukan padamu di sana?"
Hem, ibunda ratu tahu segalanya, ini mencurigakan, bagai mana jika aku pancing hingga ia mengatakan sesuatu yang lain? Apakah yang di katakan Nae Jime sungguh benar adanya? Menarik' Barhin Xitan.
" Oh, Itu ya... Ayah sangat menyayangiku, jadi dia memberikan gubuk kematian itu untukku, Agar lebih fokus melatih Kultifatum Q-dan Yi ku"
" Sungguh, Dia memang ayah yang baik, Apakah kau sudah berhasil mengembangkan kemampuanmu?"
" Ya, baru beberapa dasar saja, selebihnya aku buta arah karna aku tak punya seorang guru"
" Ah , ia bunda Ratu! Izinkan Satsuki sekolah di Accademi Cross kulvatifatum kita ( ACK )" Pekik Qiang Qia, Kelakuan tak sopan adiknya membuat Qiang Gu membuka suaranya " Qiang Qia, Jaga sikap mu pada ibunda ratu!"
" Hahaha. Sudahlah Qiang Gu, Kau terlalu keras pada adikmu... Kalau begitu pergilah ke Istana selatan dan dartarkan satsuki"
Degh! Tungggu!! Aku tak ingin sekolah! Bathin Xitan meracau.
" Ayo!" Dengan Suasana Hati senang Qiang Qia menarik satsuki ke suatu tempat yang di sebut sekolah. Qiang.Gu menepuk kepalanya karna resah pada tingkah adiknya yang terlalu kekanak-kanakan .
Sekolah Sekte Academy Cross Kultivatum ( ACK) ...
Satsuki sampai dan mulai turun bersama Xing An untuk mendaptar, Di hari pertama ia terkesima, ia saksikan anak-anak dari kerajaan lain berjalan bersama Shamonsom Raigh milik mereka sebagai kendaraan.
Satsuki tercengang di bawah tangga. Qiang Qia dan Qiang Gu menyuruh satsuki diam sebentar di bawah anak tangga untuk memgonfirmasi pada sang guru bawa akan ada anak baru di sekolah tersebut.
Tak disangka saat satsuki berdiri tegak bersama seorang pelayan. Tiba-tiba saja ia bertemu dengan seorang pecundang yang menolak perjodohanya.
" Hei, minggir dari jalanku!" Pekik Xi Yu Yu. Satsuki menoleh " Oh. Siapa ini? Wanita pecundang yang telah ku buang rupanya"
Degh! Satsuki berdegug, Jiwa Xitan mulai murka, tapi ia tak ingin semua orang tahu bahwa Xitan dan Satsuki adalah orang yang sama.
" Kakak! Diakah wanita yang menghajarmu? Nampak lemah danenyedihkan" Cemooh Xi Wen wen. Satsuki memang marah , tapi ia tak ingin mencoreng wajah Kaishar Zhang dengan tingkah liarnya.
" Minggir!" Dorong Xi Wen Wen. Satsuki mengepalkan tangannya tapi ia cenderung diam. Tak disangka kelakuan Xi Wen Wen ternyata di saksikan oleh guru besar Young Hu moo " Xi Wen Wen , apa yang kau lakukan, Minta maaf pada murid baru itu'' Xi Wen Wen tak ingin meminta maaf. Iapun berjalan mengabaikan Guru besar dan pergi bersaama kakaknya menunggangi Shamonsom Raigh kalajengkin yang berhasil di ikat kontrak oleh bantuan xitan.
" Satsuki, abaikan saja dia, ayo kita mulai belajar dasar -dasar pembukaan aura Q-Yi, Yin dan Yang" Sang guru mulai menepuk pundak Satsuki.
Plak! Seketika sang guru berdegug " Deg"
Anak ini! Auranya sungguh menyeramkan. Banyak bayangan kelam dan penuh kebencian. Dendam dimasa lalu dan akibat dari penyiksaan kluarganya. Bathin Guru Young.
Aura yang di dapat sang Guru tak bisa di bersihkan dengan mudah, Baru menyentuh saja sang guru sudah betgidig ngeri.
__ADS_1
- Bersekolah? The End-