Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Kegentingan


__ADS_3

Dendam Sang putri


Part#73 -Kegentingan-


Sial! Setelah cincin ruang di ambil alih oleh nya. Kenapa aku sungguh sangat menderita. Bathin Satsuki.


" Bagai mana rasanya? Apakah kau menikmatinya!" Lenguh Lee dong Feng.


"Be.. Rengsek! Kembalikan! Cincin Ruang itu!"


"Heh, setelah aku pikir-pikir lagi. Ternyata aku sangat tertarik pada cincin ini. Juga semua best spirit di dalamnya. Boleh kan aku mengambil barangku kembali?" Seusai pertanyaan itu terlontar dari mulut Lee dong Feng. Satsuki pun membelalakkan matanya lebar-lebar.


Oh tidak, jika dia mengambil cincin itu, maka aku akan kehilangan seluruh pusaka Bast spirt dan juga... Batu giok suci itu. Gawat! aku harus segera mengeluarkan mereka semua sebelum Lee dong Feng mengambil nya. Bathin Satsuki.


"Berapa lama lagi ritual ini berakhir...?!" Tanya Lee dong Feng menatap Hanbu "Sudah saatnya, permata Roh pissis akan segera terisi sempurna oleh roh Raja kegelapan iblis kegelapan" Balasnya.


"Hahahaha, maafkan aku... tapi, meski aku ingin memilikimu... Tubuhmu rupanya tak ingin merespon kehadiran ku. Tapi jika hatimu membenciku, aku yakin. Kau akan segera mencari ku untuk balas dendam pada ku. Benarkan?" Lee dong Feng terkekeh seraya menjauhi tubuh Satsuki. Satsuki sadar akan gerakan itu dan segera teriak.


"ICE! BEIGH! PIP! keluarlah! Kalian sudah keluar dari segel ini!" Pinta Satsuki sigap. Akhirnya Lee dong Feng terbelalak.


WHOOOOSSSHHHH! Cincin ruang tersebut merespon di tengah kegentingan. Akhirnya para Bast spirt yang sedari tadi terkurung sebuah prisai mantra pemanggilan Rohpun berhasil keluar.


Master!!! Kau tunggulah! Ucap Ice. Ice segera terbang dan menukik ke arah para Klan iblis yang hampir mendapatkan jiwa gelap Sang raja iblis.


WHOOOSSHHH.... Ternyata selain Ice , BEIGH pun ikut berperan dalam serangan tersebut. Hingga mantra pemanggilan Roh agung mulai pudar karena konsentrasi sang jendral terganggu para Bast tersebut.


"Heh! Kalian pikir cara ini akan membuat kami berhenti?!" Lee dong Feng mengambil kertas mantra pengurungan energi Bast spirt.

__ADS_1


"Ice! Awas bahaya! Jika kau sampai terserang kertas mantra itu, Maka kau akan terkurung dan menjadi butiran permata Best spirit!" Teriak Satsuki mengingat kan


Oh tidak! teriak ice menghindar.


Kini suasana di dasar istana Kuai sangat lah genting. Apa lagi, Hei Lianhua dalam keadaan tak sadarkan diri. Begitupun Xing An. Satsuki sangat khawatir pada keselamatan mereka berdua. Tapi apa daya, tubuhnya tak bisa melakukan apapun selain menonton pertunjukan yang sangat membuatnya gelisah.


.


.


LANGIT ISTANA KUAI...


Pertempuran sengit itu terjadi pula di atas langit istana tersebut. Kepala anggota regu empat yaitu Chen tampak sangat kelelahan melawan seorang putri dari kerajaan Kuai tersebut. Itu adalah Go Eun, setelah Go Eun masuk ke dalam aliansi klan para iblis, Go Eun pun menjadi sangat kuat. Di tambah lagi aura siluman Go Eun semakin dahsyat dan membuat nya tak terkalahkan.


"Hosh! Hosh! Sial, kenapa kau tak pernah lelah meski kami menyerangmu bertubi-tubi" Ucap Chen. Go Eun terkekeh "Hem, aku Takan pernah lelah, tubuhku yang dulu telah mati. Dan aku yang sekarang adalah Roh yang memiliki Raga buatan. Seluruh aura manusiaku telah hancur dan kini aku menjadi siluman yang sebenarnya. Hahahaha... Manusia biasa seperti kalian Takan pernah bisa menyentuh ku!" Go Eun Kembali melakukan penyerangan. Chen dan ketiga sahabatnya mulai menghindar dari serangan Go Eun. Merekapun mengulur waktu fan berharap pada satu regunya yang berhasil meloloskan diri. Ia pergi dari pantauan Go Eun untuk meminta bala bantuan ke istana Kui.


BRZZZZHHHHH! seketika aliran listrik tingkat tinggi mulai menghempas ke enam orang dalam regu empat itu sendiri "GYAAAAAAA!" pekik mereka kesakitan.


"Hahahaha... nikmatilah detik-detik saat nyawa kalian akan lenyap!" Tawa Go Eun mengiringi hantaman petir yang sangat kuat.


Bathin Chen bergumam "Ketua Ge. Cepatlah sampaikan kabar ini pada tetua aliansi perang. Jika tidak... maka semuanya akan makin gawat" Lenguh ya sebelum kesadaran nya hilang.


BRUAK! kini seluruh aliran listrik dari pedang halilintar Go Eun mulai berhasil melumpuhkan anggota aliansi perang tersebut.


"Hahahaha! Sekarang giliran ku menyerang satu semut yang kabur itu!" Go Eun segera mengarahkan ke bagian selatan. Tapi tiba-tiba ia terbentur sesuatu.


BREAK! sial apa ini! Pekik Go Eun berontak . Rupanya cahaya itu akan menyala saat Go Eun melaluinya. "Itu adalah perisai murni buatan kami!" Pekik Ketua Chen mulai bangun kembali. Tubuhnya gemetar dan beberapa kali ia muntah darah.

__ADS_1


"Uhuk! Uhuk! Ketua Ge! Aku akan berusaha mengulur waktu. Segera lah datang dan bawa bantuan untuk melawan klan iblis yang saat ini masih lemah karena ritual terlarang itu" Bathin Ketua Chen. " Hahahaha! Dari sekian banyak anggota regu empat yang bertarung denganku, rupanya hanya kau yang masih bisa hidup! Kau sungguh ingin mati dengan cara apa?"


"Aku akan menyelamatkan apa yang bisa aku selamatkan!" Suara gemetaran dan tubuh yang lusuh, ketua Chen terus mengulang kata itu. Meski saat ini Go Eun tampak sangat marah pada manusia sok pahlawan itu.


"Keterlaluan! Hyyaaaaaa!!!" Go Eun kembali mengibaskan pedangnya. Tapi kali ini ketua Chen mulai menggunakan cara terakhir.


"GLUK!" ia meneguk pil pemulih tubuh. Kekuatan nya akan meningkat drastis, tapi jika ia bertarung lebih dari satu jam. Maka wadah yang menampung kekuatannya takan stabil hingga memungkinkan kematian.


PRANG! bunyi ndetingan pedang beradu di udara. Percikan-percikan api mulai bertaburan. "Hahahaha! Rupanya kau ingin merasakan pertarungan sebenarnya ya sebelum tewas?!" Go Eun terpental dan segera menyerang kembali. Ketua Chen masih dalam mode bertarung dan level kekuatannya lebih besar dari sebelumnya.


Jika Go Eun berperang mati-matian melawan Ketua Chen. Maka Ketua Ge terlanjur kembali ke kerajaan Kui untuk meminta bala bantuan.


Kedatangan ketua Ge yang tiba-tiba itu menyebabkan kepanikan di kerajaan Kui. Apa lagi hanya kerajaan ini yang di serang oleh klan iblis. "Kalau begitu, sebelum terlambat maka kita harus segera menuju tempat itu untuk menolong putri Satsuki" Sigap Tetua Ju Ling. Guru Young pun segera bersiap mengatur para pasukan untuk menyerang balik ke arah yang di sebut kan kepala regu empat Ge.


"Aku ikut!" Suara lantang itu pun terdengar. Sontak kaisar Zhang menoleh ke arah suara tersebut "Putra mahkota!" Pekik Ratu Zhang dan kaisar juga Permaisuri Ling Ling.


"Kakak! Apa yang kau katakan?!" Qiang Qia marah dan mencoba menghentikan kakaknya.


"Aku akan membayar hutang budiku pada orang yang telah menyelamatkanku itu" Lantang Qiang Gu memantafkan keinginannya.


"Kalau begitu, mari kita barangkat" Ucap guru Young memulai scenario penyerangan. Qiang Gu mengangguk, iapun segera berlutut di bawah kaki Kaishar Zhang dan mengacungkan pedangnya.


"Berkati sebuah kemenangan untukku ayahhanda" Ucap Qiang Gu, meski berat hati, tapi Kaishar Zhang sudah tak bisa menghalangi keinginan anaknya itu.


"Kalau begitu, Pergilah... semoga kau beruntung nak" Ucap Kaisar Zhang.


"Ayah!" Permaisuri Ling-ling marah.

__ADS_1


"Kalau begitu, hamba akan berangkat" Qiang Gu berdiri dan segera menunduk "Berkati kami kemenangan" Qiang Gu bersama Para tetua juga guru besar pun mulai berangkat ke medan perang yang sebenarnya.


__ADS_2