Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Kehancuran makin dekat


__ADS_3

"Hiks... Lee..." tangis Satsuki menunduk lemas. Qiang Gu yang saat itu ada di samping Satsuki hanya bisa berdiri tegak tanpa mampu berkata apapun.


Di sana Qiang Gu mulai paham dan menyadari sesuatu hal, bahwa menurutnya, tangisan Satsuki saat itu adalah sebuah bukti bahwa Satsuki begitu menyukai Lee Dong Feng, hingga ia tak mampu menepis kesedihannya. Beberapa tetes basahpun mulai terjun di pelipis Qiang Gu, entah itu karna sedih atas kehilangan kakaknya tercinta, atau kah sedih karna... Qiang gu mulai sadar, bahwa Satsuki memang menyukai Lee dong Feng. Tak terasa tiba tiba saja ada rasa nyeri di ulu hatinya. Seakan tergores sesuatu...


...'Purti Satsuki? Apakah dia menyukai kakak Lee?" bathin Qiang Gu. Tangan Qiang Gu mengepal erat....


Jika kakakku mengorbankan nyawanya untuk meluruskan ambisi kemanangan dalam peperangan ini... Maka, aku juga akan mempertaruhkan nyawaku demi mencapai ke menangan. Juga... Aku ingin melindungi orang orang yang ku sayangi. Termasuk, putri Satsuki... Bathin Qiang Gu.


Qiang Gu berdiri tagak dan mulai memutar arah, ia memalingkan wajahnya dan bersiap dalam posisi siaga. Qiang Gu seakan membiarkan Satsuki menangis beberapa saat, meski tempat terebut bukanlah tempat yang tepat untuk menangis.


BUAMMMM! Tiba tiba dentuman itu mulai terdengar jelas dan menggetarkan dataran tersebut. Qiang Gu mulai merampas pinggang Sastsuki dan lekas menjauh dari pusat ledakan itu. Bebetuan mulai berterbangan dan menghempas sekitaran ledakan tersebut.


"Akh!" Pekik Satsuki tak berdaya ketika Qiang gu yang panik mengait pinggangnya dan membuatnya terdiam dalam posisi telungkup.

__ADS_1


"Kita sembunyi di balik pohon ini!" pekik Qiang Gu mulai menapaki batang pohon besar dan bersembunyi si balik pohon itu.


"Ahm...!" Satsuki menggeram. Qiang Gu sadar dan ia pun mulai menurunkan Satsuki di batang tersebut.


"Maafkan aku..." Qiang gu sungkan karna ia tak sengaja menyentuh perut ramping Satsuki. Dan di masa itu, menyentuh tubuh seorang wanita adalah perbuatan yang tak sopan hingga haruslah bertanggung jawab.


"...Terimakasih... Aku sungguh terkecoh karna telah larut" Balas Satsuki mulai siap siaga.


"Tak apa... Aku senang bisa berguna dalam perjalanan ini. Aku bersumpah, aku akan bertahan hingga titik darah penghabisan" Jelas Qiang Gu.


"Hyaaaaa!!!" Pekik Satsuki.


Qiang Gu pun mulai tersenyum dan ia pun mulai mengikuti langkah Satsuki yang terjun begitu saja ke medan perang.

__ADS_1


Duar!! Letusan demi letusan terdengar jelas. Dan asap tebal menyeruat si mana-mana. Klan iblis menguasai kerajaan Xi. Raja Xi nampak terkulai lemas dalam seutas tali yang di ikatkan di tubuhnya. Bahkan tubuh Raja Xi tergantung dalam sebuah kerangkeng kayu yang hendak di bakar.


Jhan Jhu juga pangeran Xi tampak kelelahan karna berkutat tiada henti melawan pasukan alam baka yang Hanbu tebarkan.


Kekacauan yang terlihat di depan mata itu seakan tak mungkin bisa di selesaikan dengan mudah.


Dan tepat di atas dua menara kerajaan Xi, Sebuah kepompong besar berbalut jaring jaring hitam pun mulai bergerak dan bergetar. Hanbu tampak senang, sebab itu adalah tanda tanda ke bangkitan raja iblis yang semakin dekat.


ZZZRRTTT! Deg!


ZREEETTT Deg!


ZREEEETTT Deg!

__ADS_1


"Bangkitlah... Bangkitlah rajaku... Hamba, abdi setiamu sudah terlalu lama menunggu..." Imbuh Hanbu.


Di iringi tawa lepas yang amat bahagia "Hahahahahaa... Sebentar lagi, dunia ini akan menjadi milikmu... JHahahahahha..."


__ADS_2