Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Teringat sebuah kenangan


__ADS_3

Qiang gu masih terduduk lemas, tangan kekar yang biasa mencengkam erat pedang itu, kini tampak lemah tak berdaya.


Clak!


Clak! Tetesan air matanya tak terhentikan, mengalir begitu saja silih bergantian. Pejaman matanya seakan melemahkan segala kemampuan nya.


Kini, Pria itu telah kehilangan semangatnya, bahkan lengan kekar itu hanya mampu memeluk Satsuki yang tak berdaya. Ia medekapnya seerat mungkin seraya berdoa. Meski suhu tubuh Satsuki menurun drastis. Tapi Qiang Gu tak putusasa, ia terus memohon pada dewa agar Satsuki tetap bertahan hidup. Meski harus menerima kenyataan bahwa semuanya tak sesuai harapannya.


"Hiks... bangun, kumohon... bangunlah" Tangis Qiang Gu sesegukan.


Kesedihan di benak Qiang Gu membawanya kembali ke masalalu. Ia mengingat masa kecil yang tak pernah ia lupakan saat pertemuannya pertamanya dengan Satsuki.


Flasback...


Di satu waktu, ketika penobatan putra mahkota Kui yang naik tahta menjadi seorang raja, Qiang Gupun tak sengaja bertemu dengan Satsuki, Mereka bertemu secara tak sengaja dan hanya satu kali di sebuah faviliun kecil yang cukup tersembunyi.


Saat itu, ketika sebuah sorak sorai terdengar silih bergantian mengiringi kehadiran raja baru di negara Kui itu. Qiang Gu kecil malah terlepas dari pengawasan pengasuhnya. Para penjaga pun di kerahkan untuk mencari Qiang Gu tanpa menimbulkan sebuah keributan.


Tapi, Ternyata Qiang Gu kecil malah masuk ke area terlarang di kerajaan itu. Ia tak sengaja berjalan ke arah pojok istana di sebelah selatan. Ia melangkah ke sebuah faviliun seorang diri, Qiang Gu saat itu baru saja menginjak usia enam tahun. Tapi dia sudah sangat pemberani.


"Tempat apa ini? Kenapa banyak sekali keras mantra yang tertempel?" Tanya Qiang Gu kecil, matanya jeli menyimak sekeliling.


Ia pun terhenti di sebuah pintu faviliun yang sedikit terbuka. Qiang Gu pun mendekati pintu itu lalu mengintipnya.


"Eh, ada suara?" Bisik Qiang Gu membungkam mulutnya.


"Hiks... hiks..." Suara tangisan anak perempuan pun terdengar begitu sayu bahkan mengiris hati terdengar menyedihkan.


"Apakah ada orang di dalam sana?" Tanya Qiang Gu, kaki mungil Qiang Gu kecil pun mulai melangkah masuk kedalam faviliun yang agak sedikit gelap itu.


"Hiks..." Tangisan pun terdengar makin jelas saja. Suara tangisan itu terdengar mengiris hati dan amat tersiksa.


"Eh!" Qiang Gu terpekik ketika ia dapati sosok gadis kecil seusianya terduduk menekuk tubuhnya. Ia terduduk di sudut sempit ruangan itu.


"Hei... kamu sedang apa?" Tanya Qiang Gu mempercepat langkahnya lalu menghampiri sang gadis kecil itu. Gadis kecil yang sedari tadi mengumpat dan membenamkan wajahnya di balik tumpukan tangan yang di lihat di atas lututnya pun, mulai merespon pertanyaan Qiang Gu. Ia pun mendonggakan kepalanya lalu menatap Qiang Gu dengan matanya yang sebab itu.


"Eh, siapa kamu?" Tanya Gadis kecil itu. Qiang Gu pun menatap raut wajah sang gadis kecil itu lalu ia pun tersenyum seraya menjulurkan kelima jari lentiknya ka hadapan wajah gadis kecil itu.


"Namaku pengeran Qiang Gu. Siapa namamu?" Tanya Qiang Gu seraya menunggu Balas tangan gadis kecil itu.


"Pengeran Qiang Gu? kenapa pengeran seperti kamu bisa masuk ke mari?" Tanya gadis kecil itu, ia mulai membalas uluran tangan Qiang Gu. Mereka saling mengabat tangan satu sama lain. Qiang Gu tersenyum senang kemudian menarik lengan gadis kecil itu. "Ah!" Pekik gadis kecil itu, dan kemudian gadis kecil pun mulai berdiri di depan Qiang Gu.


"Salam kenal" Imbuh Qiang. Satsuki mengangguk diam.


Qiang Gu menelisik lalu menyimak, ia menatap tubuh mungil gadis kecil di harapannya itu dari atas hingga ke bawah kakinya. Tubuh gadis itu sangat kurus, pakaiannya juga sangat lusuh. Matanya di penuhi dengan kantung mata yang cukup legam. Wajahnya pucat dan sembab, Qiang Gu tampak sangat prihatin melihatnya.


"Siapa namamu?" Tanya Qiang Gu mengulang.


"Namaku? bibi pengasuh ku bilang. Namaku adalah Satsuki..." Balas gadis itu. Qiang Gu mengangguk dan menariknya keluar "Satsuki apakah kamu lapar?" Tanya Qiang Gu. Satsuki mengangguk "Ehm!" Hanya itu balasan yang Qiang Gu dapat. Qiang Gu tersenyum dan menariknya ke luar ruangan faviliun itu.

__ADS_1


Ngiiiing... Bunyi yang terasa ngilu di telinga Satsuki saat kakinya melangkah keluar ruangan itu dan melihat cahaya matahari di sekelilingnya.


"Kenapa?" Tanya Qiang Gu menoleh ke arah Satsuki yang terhenti "Si-silau... kita mau kemana?" Tanya Satsuki seraya menutup penglihatan nya dengan sebelah telapak tangan lainnya.


"Kamu bilang kamu lapar?" Balas Qiang Gu sembari menarik lengan Satsuki "Ta-tapi, bibi pengasuh bilang. Aku tak di izinkan keluar ruangan itu apapun yang terjadi" Jelas Satsuki mulai melepas lengan Qiang gu pelan "Apakah hidupmu semembosankan hidupku? Mereka, Ya... mereka orang-orang dewasa hanya bisa memerintah saja. Ayo ikut... aku akan membawamu ketempat yang bisa membuat perutnya kenyang!" Qiang Gu pun mencengkram kembali tangan Satsuki lalu menariknya paksa. Kemudian Qiang gu membawanya ke area kedamaian.


"Tempat apa ini?" Tanya Satsuki menatap sekeliling. Ia lihat puluh hingga ratusan manusia saling berdesakan dan tertawa semberingah, tercium bau anggur di mana-mana.


"Ini adalah sebuah pesta besar" Balas Qiang Gu.


"Pe-pesta..." Tanya satsuki dalam hati.


"Emh... jika kamu belum pernah melihatnya, kamu pasti akan sangat asing bukan?" Qiang Gu mulai mendorong Satsuki ke ujung meja "Tunggulah, aku akan segera kembali" Imbuh Qiang Gu seraya berlari meninggalkan Satsuki, Satsuki kaget dan terbelalak "Tunggu! Jangan tinggalkan aku sendirian!" Teriak Satsuki. Qiang Gu menoleh di kejauhan "Tunggu di sana! aku akan membawakan makanan yang banyak untuk mu!" Teriak Qiang Gu seraya melambaikan tangannya. Satsuki kecilpun mengangguk kemudian berjongkok dan kembali melipat tangan di tumpukan lututnya, iapun bersembunyi di balik lipatan tangan itu.


Beberapa saat kemudian...


Duk! "Akh!" Pekik Satsuki terjatuh setelah pria dewasa tak sengaja menambraknya "Eeeh... siapa anak itu?" Tanya pria itu sedikit geram karna mabuk. Lalu Satsuki mendonggakan wajahnya ke arah pria dewasa itu.


"Sakit..." Desah Satsuki kecil. Lalu pria itu pun marah dan menuntut gadis kecil lusuh itu "Heh! Siapa kau bocah kecil lusuh! beraninya masuk ke istana terhormat ini?!" Teriak pria bertubuh buntal itu (Gemuk, gempal berperut buncit) seraya menunjuk "Aku..." Satsuki hanya bisa meneguk salivanya dan sangat gugup juga ketakutan. Tubuh mungilnya bahkan sangat gemetaran bah kedinginan.


"Pergi! Jangan berada di sini! Dasar pengemis!" Teriak pria itu menendang tubuh mungil Satsuki hingga Satsuki terseret ke arah para pengawal istana "Sakit! hentikan!" Desah Satsuki memegangi perutnya yang terkena terdangan brutal pria dewasa itu. Lalu saat para pengawal berhambur hendak mengusir Satsuki, Qiang Gu datang dengan satumpuk makanan di tangannya.


Qiang Gu celingukan mencari Satsuki ke tempat dimana ia meninggalkan nya tadi. Namun ia tak dapati apapun di sana. kemudian, tak sengaja mata bulan Qiang Gu terarah ke sebuah kegaduhan. Qiang Gu yang penasaranpun melangkah ke arah tersebut dengan tatakan nampan berisikan makanan juga buah-buahan yang banyak.


"Ada apa ini?"Tanya Qiang Gu berusaha menerobos benteng betis para pria dewasa.


Saat ia berhasil masuk ke sana, matanya langsung membulat sempurna "Degh!"


"Kyaaaaa! Sakit!" Teriak Satsuki histeris. Satsuki kecil bahkan di tarik ke luar istana oleh para pengawal itu.


"Hentikan!" Qiang Gu berlari ke arah para pengawal itu dan berteriak "Lepaskan dia!" Teriak Qiang Gu seraya menendang pengawal itu. Sementara Satsuki hanya bisa menangis saat tangannya di cengkaram dan di seret paksa para pengawal itu.


"Sakit!" Lenguh Satsuki. Kemudian para pengawal itu pun mulai melepaskan Satsuki.


"Hei! Apa yang kau lakukan! usir mereka dari sini! mengganggu saja?" Teriak pria buntal itu. Tanpa sengaja keributan tersebut mulai menarik perhatian raja Kui yang baru saja naik tahta itu.


"Ada apa di sana?!" Tanya pria tampan dengan mahkota kerajaan di kepalanya. Ia tampak berwibawa saat melangkah ke area itu. Meski wanita di samping nya melarang raja untuk turun dari singgahsananya, tapi raja itu seakan tertarik pada keributan tersebut.


"Ada apa ini?" Tanya raja Kui melerai keributan tersebut, para pria yang sedari tadi mabuk beratpun mulai membalikan badannya ke arah seruan raja baru itu.


"Hormat paduka, ada seorang anak pengemis masuk ke penjamuan besar anda dan saya hendak mengusirnya" Ucap raja dari negara tetangga yang jadi tamu kerajaan Kui.


"Raja Xi Zhi, dimana anak itu?" Tanya Raja Kui. Sementara istri raja Zhang (Kui) permaisuri lingling berlari menghampiri sang raja itu tergesa-gesa "Hosh! Hosh! Paduka, kembalilah ke singgahsana sana anda... karna ini amat sangat tidak sopan" Lenguh sang permaisuri memohon.


Tapi raja Zhang hanya bisa terbelalak saat menatap anak laki-laki nya marah kepada para pengawal dan berusaha menyelamatkan gadis lusuh yang di sangka pengemis itu.


"Lihat... bahkan pria kecil tampan itu malah menolongnya? anak siapa dia? sungguh tak bisa memilih temannya" Jelas raja Xi Zhi mencibir.


"Zhang Qiang Gu!" Seru sang raja kui seraya melangkah ke arah Qiang Gu.

__ADS_1


"Ah! Pengeranku?!" Pekik Permaisuri lingling ikut terbelalak histeris.


Raja Xi Zhi hanya bisa tertegun kaget dan tak berkutik saat mendengarkan nama pangeran Qiang Gu "Pengeran? anak kecil seusia anakku itu adalah seorang pangeran? jangan-jangan pengeran Qiang Gu adalah putra laki-laki raja Zhang? Oh astaga apa yang ku lakukan?" Bathin Raja Xi Zhi mengumam.


Raja dan permaisuri nya menghampiri Qiang Gu yang melangkah ke area jamuan istana dengan menarik seorang gadis lusuh yang cengeng. Gadis kecil itu tak punya kemampuan lain selain menangis.


"Sayang?!" Teriak permaisuri lingling menghempaskan tangan Satsuki yang sedari tadi di genggam Qiang Gu.


"Aduh!" Pekik Satsuki terhempas hingga jatuh oleh tepisan tangan permaisuri lingling.


"Ibu! Kenapa kamu malah menepis tangan Satsuki" Tanya Qiang Gu. Permaisuri lingling marah "Kau tak boleh mendekatinya! mengerti!" Bisik permaisuri lingling menatap Qiang Gu penuh amarah.


"Tapi..." Bisik Qiang Gu menundukan wajah nya ke bawah.


"Jangan membantah, atau ibu tak akan menganggapmu sebagai anak ibu" Ucap permaisuri lingling memperingatkan Anaknya. Qiang Gu kecilpun mengangguk dan patuh pada perintah sang ibu.


Tapi saat Qiang Gu menoleh ke arah ayahnya. Ia malah dapati sosok ayahnya yang berwibawa "Siapa namamu nak?" Tanya raja Zhang lembut. Satsuki yang masih menangis pun mulai mengusap air matanya dan membalas pertanyaan sang raja "Namaku... Namaku adalah Satsuki" Jelas Satsuki. Raja Zhang tersenyum dan menepuk pucuk kepala Satsuki lalu mengelusnya "Jangan menangis Ya. paman akan menghukum orang yang membuat sikut berdarah itu" Jelas raja Zhang di iringi senyuman ramahnya. Qiang Gu setuju pada kehendak ayahnya dan ikut mengungkapkan pendapatnya "Benar yang mulai! Hukum orang-orang yang tidak bijaksana itu!" Pinta Qiang Gu berlari ke arah ayahnya dan memberi hormat.


"Tentu saja... aku akan adil pada siapapun" Ucap raja Zhang seraya mengibaskan pakaiannya pertanda tak puas. Sementara permaisuri lingling mulai mengepalkan tangannya penuh amarah.


Keterlaluan! kenapa anak itu ada di sini! Bathin Permaisuri lingling.


Saat kegaduhan kian menjadi, seseorang menerobos kerumunan dan meraih tubuh mungil Satsuki lalu memeluknya.


"Nona! rupanya anda ada di sini" Teriak wanita paruh baya itu, ia melepas satu anaknya dan memeluk Satsuki erat bak takut akan kehilangan.


Qiang Gu mendekati wanita itu lalu bertanya "Siapa anda... kenapa anda tampak khawatir pada Satsuki?" Tanya Qiang Gu curiga.


Wanita itu mengangguk dan menjelaskan "Saya adalah Xing yan. Saya adalah pengasuh nona Satsuki" Jelas Xing yan mulai menggengdong kedua anak perempuan itu dan pamit pergi.


"Tunggu! Aku... minta Maaf" Ucap Qiang Gu membungkukan tubuhnya.


"Ya. ada apa pengeran! anda tak perlu meminta maaf..." Jelas Xing Yan membalikan badannya ke arah sang pangeran.


"Qiang Gu apa yang kau lakukan nak?!" Teriak permaisuri lingling marah kepada Qiang Gu.


"Ya. Bu... aku ingin mengajak Satsuki ke acara penjamuan besar ini. yang mulia boleh Kan?" Tanya Qiang Gu merengek. Sang raja mengangguk "Boleh saja nak..." Jelasnya seraya kembali melangkah ke arah singgahsana. tapi permaisuri lingling marah dan menentang kehendak raja Zhang "Yang mulia! Apa yang ada lakukan? kenapa anda mengijinkan Qiang Gu berteman dengan anak itu?" Bentak permaisuri lingling dengan suara sedikit tinggi.


"Kita bicarakan ini di nanti saja" Jelas raja Zhang. Dan mendengarkan jawaban itu, permaisuri lingling tidak puas dan amat marah pada keputusan tersebut. Akhirnya karna amarah permaisuri lingling yang tak tertahankan itupun, tanpa sengaja permaisuri lingling mengungkapkan jati diri Satsuki yang sebenarnya di hadapan para tamu dan peting kerajaan "Aku sangat tak sudi jika pangeran Qiang Gu bergaul dengan anak dari kakakmu itu! sungguh menjengkelkan!" Tegasnya. Raja Zhang yang hampir duduk di singgahsana nya pun merasa tersambar petir di siang bolong. Ia segera memutar tubuhnya dan menghempaskan pakaiannya marah "Srak!"


"Apa katamu?" Pekik raja Zhang terbelalak hingga tampak jelas, bahwa kini, amarah raja itu tengah bertumpuk dan hampir membludak di waktu yang tepat.


Sedangkan permaisuri lingling hanya bisa terdiam seraya menyumpal mulutnya dengan kelima jarinya.


"Astaga! apa yang baru saja aku katakan?" Tanya Permaisuri lingling dalam hati. Wajah permaisuri lingling sangat pucat pasi.


Next episode...


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2