
Sementara Nae Jime sibuk meminta darah dari para prajurit yang sekarat, lain lagi dengan sumur tua di daerah terlarang.
Sumur tua...
"Hei anak muda, dari mana asalmu?" Tanya Pria asing yang terikat itu. Lee dong feng acuh dan terus berkonsentrasi mengumpulkan energi di satu titik.
"Hei, Jika kau mengabaikan ku, aku tak akan membagimu sebuah ilmu yang cukup berguna" Ucapnya lagi. Lee Dong Feng masih belum bergeming.
"Jika kau ingin aura pelatihanmu kembali, maka jawabannya adalah tidak mungkin" Setelah pria itu berkata demikian, Lee dong feng mulai menyercidkan alisnya dan membuka satu matanya.
"Ayo... kita berbincang, sudah hampir dua puluh tahun ini aku selalu sendirian, tapi akhirnya. Meski kelaparan... dan tak bisa memakanmu, Akhirnya aku punya teman juga bergaul bergaul"
"Hentikan ocehan tak berguna itu! Aku sedang berusaha berlatih untuk kembali ke dunia ku" Balas Lee dong feng malas.
"Apakah kau benar-benar ingin kembali ke dunia atas?" Tanya Pria tersebut.
"Pertanyaan yang bodoh! Kau pikir untuk apa aku mengumpulkan energiku. Berhentilah membicarakan sesuatu yang membuatku muak!"
"Tapi sayangnya. Di tempat ini, sebesar apapun kau mengumpulkan energimu. Kau takan pernah bisa melakukannya. Tempat ini telah di segel, dan yang kita butuhkan adalah menunggu hingga ada seseorang dari dunia atas yang mau membuka segelnya untuk kita"
"Jangan menakutiku! Aku tak akan terpengaruh"
"Jika kau tidak mau mendengar perkataanku, silahkan saja. Lakukan apapun yang kau mau, lagi pula semua akan sia-sia. Jika kau tak mendengarkanku bukan aku yang rugi, benarkan?" Ucap Pria tersebut, ia mulai menyandar kembali ke dinding sumur yang telah berlumut itu.
"Kalau begitu! Jangan ganggu aku!" Bentak Lee Dong Feng marah besar.
"Untuk apa kau melakukan semua itu? Jika kau ingin mendapatkan hati wanita... maka kau pasti akan menelan pil pahit" Ucap Pria itu.
"Dulu aku juga pernah mencintai istri dari seorang raja. Raja itu sungguh berengsek. Dia adalah pria yang tak tahu berterimakasih. Dia di anugrahi istri yang sangat cantik dan baik hati, tapi dia malah mengacuhkannya. Entah kenapa, melihat perlakuan raja yang demikian kerasnya membuat hatiku sakit, dan aku memilih mencintai wanita tersebut..." Tambah pria tersebut.
"Aku juga ingin keluar dari tempat terkutuk ini, lalu melihat perkembangan anakku. Berapa usianya saat ini ya?" Ocehnya lagi. Ia terus saja bicara tanpa henti, hingga membuat Lee dong feng marah padanya.
"BERHENTI BICARA! APAKAH KAU TAK DENGAR!" Teriak Lee Dong Feng marah.
"Pasrah saja, lagipula... di tempat ini kau tak akan bisa menemukan apapun selain kekecewaan. Tempat ini adalah pembuangan. Anggap saja, ini sebagai rumah terakhirmu" Imbuh pria itu.
"Mustahil!"
"Jika semudah itu cara keluar dari sini, aku tak mungkin terkurung selama hampir dua puluh tahun lamanya. Bahkan aku tak tahu sudah berapa lama aku terkurung di sini, Dasar bodoh!"
"..." Lee Dong Feng tak membalas ucapan pria itu. Dia hanya mengepalkan telapak tangannya dan makin kecewa pada dirinya sendiri.
"Kau dari negara mana? Apakah kau jendral perang sepertiku?" Tanya Pria itu. Lee dong feng menatap dingin.
"Atas dasar apa aku harus menjawab pertanyaanmu" Ucap Lee Dong Feng.
"Hahaha, angkuh sekali, tapi rupanya dalam dirimu tercium darah dari klan iblis, sungguh... apakah kau keturunan klan iblis murni?" Tanya pria tersebut.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Aku tak pernah meminta di lahirkan dari rahim klan iblis?! Tapi meski begitu... aku benci saat ibuku di bunuh oleh klan manusia!"
"Dibunuh?" Pekik Pria tersebut.
"Heh! Sudahlah, apa gunanya membahas hal yang sudah berlalu. Lagi pula, yang tersisa di balik tragedi itu adalah dendam"
"Aku merasa ingat kejadian pembantaian klan iblis wanita yang baru melahirkan..." Imbuh pria itu.
"Berhenti membahasnya! Aku tak ingin mendengar apapun lagi!" Lee Dong Feng makin marah.
"Tunggu, biar aku tebak... Jangan-jangan kau adalah... pangeran dari negara Tang?" Tanya Pria itu.
Degh!
"Eh?" Lee Dong Feng mulai merespon.
"Kau putra dari raja Tang?"
"Bagai mana kau ..." Lee Dong Feng terbata-bata ia mulai terpatung.
"Ternyata benar, kau adalah putra dari raja Tang. Hahahahaha... sudah lama aku tak mendengar kabar kaishar Tang... dulu dia masih menjadi putra mahkota, sekarang dia pasti sudah menaiki tahta"
"Dia adalah raja yang berwibawa ..."
"Kau pasti tertekan menjadi pangeran yang lahir di luar pernikahan, apa lagi... saat itu hubungan Ibumu dan Raja di tentang keras oleh pihak kluarganya..." Jelas Pria misterius itu. Lee dong Feng mulai tertegun. Ia merasa malu hingga membuang wajahnya.
"Wah... ternyata aku tak salah duga, kita mamang berjodoh" Ucap Pria itu.
"Jangan bicara begitu. Aku sangat merinding mendengarnya" Balas Lee dong feng.
"Hem... Siapa namamu?"
"Untuk apa kau tahu?"
"Ayolah... aku pun akan memberi tahu namaku"
"Tapi tak ada gunanya bagiku, itu tak akan berguna" Ketus Lee dong Feng.
"Jika aku berhasil keluar dari sini. Yang pertama ingin aku adili adalah Kaishar Kui. Entah kenapa, aku sangat benci sekali padanya" Celetuk pria misterius itu.
"Kaishar Kui? Kenapa kau malah membicarakan orang lain! Berhentilah mengoceh, biarkan aku berkonsen trasi dan pokus pada apa yang jadi keinginanku"
"Haaah... jiwa anak muda memang keras kepala, tapi sebenarnya aku ingin meminta bentuanmu, mengingat kau adalah anak dari raja Tang. Belarti kau tahu seluk beluk kerajaan Kui. Bukankah kerajaan tang dan kerajaan Kui adalah saudara?"
"Untuk apa aku memberi tahumu, lagi pula tak ada untungnya untukku sama sekali"
"Baiklah,jika kau tak ingin memberitahu ku, maka aku juga akan menyimpan rahasia kematian ibumu ... jika kau tak tertarik, aku akan diam sekarang" Ucapnya Lee Dong Feng mulai menghentikan ke khusukannya. Ia segera terperanjat di depan pria itu.
__ADS_1
"Apa?! apakah kau tahu tentang ibuku?" Tanya Lee dong feng. Pria itu tersenyum ke arah Lee dong feng.
"Apa sekarang kau mulai tertarik?" Tanya Pria itu. Lee dong feng mengangguk.
"Ya. Katakan sekarang..."
"Sebelum itu, aku ingin tahu keadaan putraku. Apakah mereka tumbuh dengan baik?" Tanya pria misterius itu.
"Putra? Siapa maksudmu?"
"Dulu aku memberinya nama... Tian Zhu Lian, tapi... nampaknya orang yang aku cintai memilih nama sesuai kehendak raja. Jika tak salah ingat..."
"Siapa? Apakah aku mengenalnya?"
"Qiang Gu..." Jelasnya Lee dong feng mulai terbelalak dan tak percaya. Ia mulai lemas dan menatap pria tersebut.
"Qi-Qiang Gu? Pu-putra mahkota? Apakah dia...? Tidak mungkin!!" Lee Dong Feng kaget dan tak percaya pada apa yang ia dengar.
"Kenapa kau sekaget itu, Berhentilah berpura-pura... lagipula, aku hanya butuh informasi darimu. Apakah putra ku telah menjadi putra mahkota?"
"Apa aku harue percaya padamu? Semua yang kau katakan hanya sebuah omong kosong belaka kan?"
"Ya. Jika kau tak ingin percaya tak apa, tapi sebenarnya jika aku ada di sana. Aku ingin sekali mengajarinya banyak hal. Memanah, melatih teknik dan seni pedang. Berkuda, berburu... dan aku mungkin tak akan menyesal saat melihatnya tumbuh menjadi seorang putra mahkota. Oh ia... lalu, bagai mana dengan putriku?"
"Siapa itu?"
"Tentu saja adik dari putra pertama ku?"
"Cih. Dosa apa yang kalian lakukan hingga membuat kesalahan sebesar ini! Jika raja sampai tahu rahasia besar ini, bukan hanya kua yang di penggal tapi juga pangeran Qiang Gu dan adiknya. Putri Qiang Qia" Lenguh Lee Dong Feng.
"Tidak mungkin rahasia ini terbongkar. Kau juga sedang terkurung di sini ... jadi siapapun tak akan tahu, siapa dan bagai mana diriku"
"Tapi, bagai mana bisa hanya dengan terkurung di sini, kau mulai menceritakan rahasia besarmu seperti ini? Bukankah itu aneh!"
"Karena kau sangat dekat dengan kerajaan Kui. Apa salahnya jika aku ingin tahu keadaan putraku di sana"
"Kenapa kau befikir aku tak akan menbocorkan rahasia besar ini? Aku di buang kemari karna aku berhianat pada klan manusia dan juga klan iblis"
"Entahlah... tapi aku tahu, kau melakukan semua itu karna terpaksa, benar bukan?"
"Bagai mana mungkin! Aku adalah seorang penghianat. Dan aku tak mungkin bisa kembali membersihkan namaku di manapun"
"Jika begitu, rubahlah identitasmu... kau pasti akan lebih baik" Ujar Pria misterius itu.
Lee dong feng mulai berfikir searah dengan usulan pria tersebut. Tapi ia juga mulai mendonggakan kepalanya ke atas sumur tersebut.
"Apa mungkin aku bisa keluar dari tempat menjijikan ini?" Bathin Lee dong Feng.
__ADS_1
BERSAMBUNG...