
Cang Un telah kembali dari misinya.
WHUUUSSHHH!
Ia sampai dengan cepat di kastil kegelapan milik klan iblis. Ia berjalan sempoyongan ke arah Hanbu dan Ukkoni yang terduduk di bawah singgah sana raja iblis.
"Ahh... ba-bantu aku memulihkan staminaku!" pinta Cang Un. Hanbu dan Ukkoni sungguh kaget, hingga mereka pun berlari menghampiri Cang Un yang tak berdaya itu.
"Apa yang terjadi padamu!" Teriak Ukkoni panik seraya menangkap tubuh Cang Un yang tak berdaya itu.
"Uugggh... sakit, sakit sekali. Rupanya yang kau katakan memang benar! Pen-pendekar kerdil itu sangat kuat, apa lagi... bala bantuan dari kerajaan Kui telah tiba dengan cepat!" Jelas Cang Un terengah-engah, ia menjelaskan dengan napas yang cepat karna kesesakan.
Dan juga nampaknya Cang Un telah cedera parah karna bertarung mati-matian melawan Satsuki dengan jurus beladiri yang di milikinya.
"Pendekar kerdil itu lagi?! Keterlaluan! Mahluk kerdil itu, Dia berani sekali mengacaukan pormasi kita!" Hanbu marah hingga mengepalkan tangannya erat erat.
"Bagai mana ini jendral!" Panik Ukkoni. Hanbu mulai memutar otak "Aku tahu, ini akan sedikit merepotkan, tapi... Cang Un, sebelum kebangkitan raja iblis! Aku hanya bisa mengandalkanmu! Bangkitkan seluruh klan iblis yang telah mati! Karna kita sangat membutuhkan mereka!" Jelas Hanbu. Cang Un yang masih terluka parah hanya bisa diam, ia belum bisa menjawab permintaan jendral Hanbu.
Kekuatanku saat ini sangatlah terbatas. Tapi... jika Jendral memaksa seperti itu. Aku hanya bisa melaksanakannya saja. Tapi jika di paksakan sebelum kekuatanku pulih dengan cepat. Maka... aku pastinya akan mati. Bathin Cang Un menggumam.
"Bagai mana?! Apakah kali ini kau bisa melakukan peran mu dengan baik?" Tanya Hanbu.
"Tapi jendral! Cang Un masih terluka parah! Dan dia takan mungkin bisa membangkitkan prajurit kita saat ini!" Elak Ukkoni mengabaikan perintah Hanbu.
Hanbu yang sedikit bingung pun kembali memutar otak "Apa boleh buat. Ukkoni, tugasmu masih belum selesai kan? Jadi... Cang Un akan tetap menjadi perajurit terdepan klan kita. Jika Raja iblis telah berhasil bangkit menjadi Monster Chupacabra Maka, tugasmu telah selesai" Jelas Hanbu, Ukkoni dan Cang Un pun tertegun saling menatap.
"Apakah kau bisa melakukan ini semua Cang Un?" Tanya Ukkoni.
"Tak ku sangka, meski wajahmu selalu ketus padaku, tapi rupanya kau punya rasa perhatian juga..." Goda Cang Un pada Ukkoni.
Ukkoni tersipu dan mulai berdiri menjauhi Cang Un "Tunggu! Kau mau pergi kemana?" Tanya Cang Un. Ukkoni terus malangkah dan mengabaikan pertanyaan Cang Un.
"Tunggu! Bukankah kau akan memulihkan staminaku dulu?! Ayo kembali!" Pekik Cang Un. Tapi tetap saja, Ukkoni mengabaikan Cang Un yang masih tak berdaya itu.
"Agghh! Keterlaluan! Ukkoni, kau sungguh menyebalkan, baru saja aku puji sebentar... dia sudah seenaknya saja memperlakukanku! Dasar bedebah itu!" Gumam Cang Un. Ia pun mulai melipat kakinya dan duduk bersila, ia terlihat sedang bersemedi untuk memulihkan kekuatannya dan menyalurkan energinya ke seluruh bagian tubuhnya.
Sementara langkan Ukkoni mulai sampai di depan pintu kegelapan, pintu itu adalah pintu menuju ruang bawah tanah. Entah kenapa, kaki Ukkoni selalu ingin masuk ke dalam sana. Ada rasa khawatir di hatinya.
__ADS_1
"Aaggghhhhh...." Rintih seseorang. Rintihan itu begitu menyayat hingga membuat Ukkoni tak ingin membiarkan itu semua terjadi pada panutannya.
Tap! Tap! Tap! Seiring langkah ukkoni yang kian dalam saat menyusuri ruangan penjara bawah tanah itu, hatinya terlanjur sakit saat mendengar rintihan yang sungguh menyedihkan itu.
Ra-raja... raja iblis Nae Jime... maafkan aku! Aku tak bisa membantumu keluar sebelum hatimu berubah menjadi hitam dan kelam. Meski formasi perubah wujud yang kami ikatkan padamu tidak bisa mempan padamu. Tapi, aku sungguh tak ingin melakukan ini semua. Aku tak bisa menghianatimu seperti ini. Ambisi Jendral Hanbu sudah sampai di ubun-ubunnya. Jika saja, hatimu sejahat puluhan tahun yang lalu, hal ini pasti tak akan terjadi padamu. Bathin Ukkoni.
Ukkoni mulai menangis karna prihatin pada raja iblis itu.
Flasback...
Raja iblis baru saja terluka parah oleh pedang milik Satsuki. Hingga ia putuskan untuk kembali ke kastil dan memulihkan tubuhnya.
Ukkoni dengan setia membatu sang Raja membersihkan diri hingga memulihkan tubuhnya dengan darah segar yang di hidangkan Ukkoni saat itu.
"Tunggulah di luar... aku akan segera selesai. Siapkan kain putih untuk membersihkan sisa darah dari tubuhku" Pinta Raja iblis. Ukkoni mengangguk, iapun keluar sesuai permintaan Raja iblis. Saat itu Ukkoni sungguh menikmati pemandangan indah kala Raja iblis telanjang bulat. Meski pandangan itu terhalang oleh selembar kain tipis setipis sutra. Tapi sepertinya sebagian tubuh Raja iblis tetap terlihat sebab, beberapa cahaya lilin menyinari bak mandi sang Raja iblis itu.
Tak berselang lama, Hanbu menarik paksa Ukkoni dari kamar pemandian sang Raja iblis. Hanbu mulai memaksa Ukkoni untuk menggunakan pormasi terlarang dan mencoba membangkitkan Raja iblis untuk kedua kalinya.
Meski sempat menolak, Nyatanya Ukkoni tak bisa melawan kehendak jendral tersebut. Alhasil, setelah Raja iblis selesai memulihkan tubuhnya. Hanbu menjebak sang Raja iblis hingga kakinya masuk ke dalam jebakan Formasi terlarang dan membuat sang Raja iblis terjebak.
"Inilah waktu yang tepat untuk membangkitkan kekuatanmu yang tak terhingga itu" Imbuh Hanbu. Raja iblis terbelalak dan menatap Ukkoni penuh nafsu "Ukkoni! Kenapa kau melakukan ini padaku?!" Teriak Raja iblis terkunci dalam pormasi, bahkan untuk bergerak saja ia tampak kesulitan. Sedangkan Ukkoni hanya bisa menunduk penuh rasa bersalah "Maafkan aku yang mulia... tapi..." Ukkoni tak bisa meneruskan kata-katanya.
"Tapi... sebenarnya akulah yang menyuruhnya menjebakmu yang mulia!" Tambah Hanbu menyelesaikan kata-kata yang tersendat dari mulut Ukkoni. Raja iblis amat marah dan mulai memaki Hanbu.
"Kau! Keterlaluan! Bisa-bisa nya kau berhianat seperti ini padaku!" Teriak Raja iblis. Hanbu hanya bisa tertawa saat mendengar cemoohan dari Sang raja "Hahahaha... Menghianati katamu?! Bukankah kau yang berhianat pada klan mu sendiri!" Jelas Hanbu.
"Kau! Apa maksudmu..." Sela Nae jime dengan giginya yang menggerigi karna terlalu marah pada Hanbu dan Ukkoni.
"Masih belum paham juga rupanya" Tambah Hanbu. Nae jime hanya bisa mengerutkan alisnya.
"Cih. Berhenti mengulur waktu! Katakan apa sebenarnya tujuanmu memperlakukanku seperti ini!" Teriak Nae Jime marah besar.
"Tentu saja, kali ini... raja iblis yang kami bangkitkan sungguh tak sesuai dengan harapan kami. Raja iblis yang dulu kami hormati adalah Raja iblis yang sangat kuat dan tanpa perasaan. Tapi, apa yang sekarang ada di hadapanku? Kau bukanlah Raja iblis Nae Jime yang dulu. Hatimu terlalu lembek hingga Kallen dan Sakkon pun terbunuh! Bisa-bisa nya kau membantu menolong pendekar bertubuh kerdil itu..." Jelas Hanbu memaki penuh amarah.
"Kau! Rupanya gara-gara itu! Kau akan menyesal jika menyegelku seperti ini!" Teriak Nae Jime.
"Aku takan menyesal... sebentar lagi, purnama bulan merah akan segera muncul. Dan saat itulah... tubuhmu akan berubah menjadi monster pembunuh yang paling menakutkan!" Jelas Hanbu.
__ADS_1
"Jangan coba-coba membangkitkanku! Karna jika itu terjadi... aku sama sekali takan bisa memilah siapa lawan dan siapa kawanku! Bukan hanya klan manusia, tapi juga klan iblis bisa saja musnah ku habisi!" Teriak Nae Jime.
Ukkoni hanya bisa menitikan airmatanya ketika melihat sang Raja iblis yang begitu menderita.
"Maafkan aku raja iblis, ini dilakukan demi kebangkitan klan kita... selagi kau masih memiliki Giok hitam itu, masih ada harapan bukan... meski kami mati, tapi kau masih bisa memintas sebuah keajaiban pada dewa seanlok..." Jelas Ukkoni.
"Aku takan memaafkan kalian semua! aaaggghh!" Erang sang raja iblis. Formasi mantra terlarang itu mulai sempurna mengurung Nae Jime. Leher tangan dan kaki juga perutnya telah di rantai dalam sebuah formasi terlarang itu.
Kini Hanbu dan yang lainnya hanya perlu menunggu terciptanya bulan merah penuh di langit kuno itu.
Flasback Off...
Ukkoni mengintif di balik celah pintu "Aagghh..." Rintih Nae jime.
"Raja..." Tangan Ukkoni mulai menyentuh gagang pintu itu dan hampir membuka kunci ruangan Nae jime. Tapi hanbu datang tepat waktu dan menepisnya.
Plak!
"Apa yang kau lakukan?!" Tanya Hanbu marah. Ukkoni kaget dan gelagapan menyembunyikan kunci tersebut.
"A-aku" Gugupnya.
"Jangan bilang kau akan masuk kedalam dan mengeluarkannya bukan?" Tanya Hanbu, ia mulai menyungingkan bibirnya.
"Ti-tiidak... a-aku aku hanya"
"Hentikan... tugasmu sekarang adalah membantu Cang Un pulih, sehingga kita bisa secepatnya menyerang peradaban manusia secara total!" Pekik Hanbu.
"Ba-baik kalau begitu aku akan pergi" Ukkoni mulai melangkah pergi. Sedang Hanbu menatap intrens langkah ukkoni yang mulai pergi menjauhi sel tahanan milik Nae Jime.
Ukkoni... aku tahu sejak dulu, kau adalah satu-satunya wanita yang paling lemah dalam menahan emosi, apa lagi aku tahu bahwa kau memang menyukai raja iblis Nae Jime. Hahahaha, setelah kebangkitan Nae Jime...Orang pertama yang akan aku lenyapkan adalah dirimu. Karna bisa jadi kaulah yang akan menghambat ambisiku. Bathin Hanbu terkekeh.
Next episode...
Bersambung...
__ADS_1