Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Bertemu saudara lama


__ADS_3

Thap! Satsuki turun dengan sigap di daratan kerajaan Xi. Di susul Qiang Gu "Putri aku di belakang mu!" Imbuh Qiang Gu.


"Sebaiknya kita waspada, dan tetap di belakangku. Jangan sampai terpisah" Jelas Satsuki memperingatkan.


"Baik!" Qiang Gu bersiap dengan pedangnya begitupun Satsuki. Qiang Gu pun menempelkan punggungnya ke punggung Satsuki.


Sial, pandangan ku terganggu oleh kabut hitam ini... Jika terus begini. Aku tak tahu keberadaan musuhku. Bathinnya.


Satsuki pun mulai mengeluarkan selembar kertas mantra bertuliskan Angin Badai "Baiklah! Qiang Gu! Bertahanlah... Aku akan membuat kabut ini sirna!" Teriak Satsuki. Qiang Gu pun mulai mengangguk sigap.


Satsuki menggigit jari telunjuknya dan mulai menuliskan sesuatu di kertas mantra itu lalu kemudian melemparnya jauh dari hadapannya "Mantra ledakan Badai!!" Pekiknya.


Tak berselang lama, mantra itu pun mulai menempel pada sebuah pohon dan kemudian.


BUAMMMMM!!!


WHUUUUUSSSSSHHH...


Badai pun mulai meliuk-liuk, angin dan beberapa tetes hujan pun mulai berputar di sekitaran Kerajaan Xi. Kini kabut hitam yang di tebar Hanbu sesaat mulai pudar hingga beberapa musuh pun mulai trlihat oleh mata telanjang.


"Bagus! Ini kesempatan kita Qiang Gu! Mulai lah beraksi!" teriak Satsuki seraya meloncat ke arah musuh.

__ADS_1


Satsuki menghampiri musuh nya yang berwujud menakutkan. Tengkorak hidup dan beberapa siluman pun mulai menjadi musuhnya.


"Ahahahahhaha... Aku akan membunuhmu!" Teriak siluman wanita berwujud mengerihkan. sebagian tubuhnya berbentuk wanita cantik dan sebagian lainnya berbentuk ular putih bersisik perak.


"Tak semudah itu!" Elak Satsuki mengayuhkan pedangnya ke arah siluman tersebut.


"Heh. Jangan banyak bicara!" teriaknya seraya menembakan ludah beracun nya yang berwarna hijau menjijikan itu ke arah Satsuki.


"Coba saja!" Satsuki meloncat beberapa kali untuk menghindari lidahan ular terebut.


Lalu ia menghempas pedangnya ke arah leher wanita siluman itu. Namun, ekornya yang panjang tersebut mulai menyebat tubuh Satsuki "Sial!" Pekik Satsuki tak sempat menghindar.


Brak! Sibatan ekor tersebut mulai menyapu tubuh Satsuki hingga terhempas "Putri!" pekik Qiang Gu menoleh ke arah Satsuki.


"Putri...!" Pekik Qiang Gu lagi. Padahal, ia sedang terjebak oleh tentara alam baka yang di turunkan Hanbu.


"Jangan Lengah! Abaikan aku! Lawan musuh di depanmu!" teriak Satsuki mulai bangkin seketika itu juga. Meski dadanya terasa sakit, tapi ia harus mengabaikannya.


"Keterlaluan!" Satsuki kembali berlari dan meloncat dengan pedang di depannya siap menebas leher sang ular.


"Hahahah... Jangan sombong! Aku yang dulu... Bukanlah aku yang sekarang!" Teriaknya seraya melempar ludah beracunnya lagi.

__ADS_1


Apa maksudnya? Bathin Satsuki.


"Hahahah... Takan ku biarkan tangan kotormu menyentuhku!" bentaknya seraya tak henti menyerang. Begitupun Satsuki, ia hinggap di ekor siluman itu lalu berlari ke arahnya dan siap menebas siluman trsebut.


"Jangan banyak bicara!!" teriaknya seraya mengayun pedang tersebut ke arah wjah siluman tersebut.


TRAAANGGGG!!!


Pedangnya di hantam sesuatu, Satsuki terbelalak... Pedang Satsuki di hadang oleh sebuah pedang yang di pengang oleh mantan saudaranya.


"A-apa?" Bisik Satsuki tak habis pikir.


"Heh... Lama tak jumpa... Kakak" ucapnya.


Mereka? Jangan jangan... Bathin Satsuki menggumam.


Satsuki mulai menjauh dari pertarungan itu "Kenapa? Apakah kau takut kakak? Karna wujud kami sangat berbeda?" tanyanya.


"Tidak mungkin..." Ucap Satsuki mengelak di kejauhan.


"...Mana mungkin katamu? Heh... Dasar munafik, setalah kau menghancurkan kruargaku. Membunuh ayah dan ibuku... Lalu mengurung adikku dalam kendi... Kau bilang mana mungkin?" tanyanya menatap satsuki penuh kebencian...

__ADS_1


Kira kira siapa lawan Satsuki saat ini ya... Maaf ya para Leadeer. Satu tahun setengah nggak update. Hp autor yang ini rusak dan baru di perbaiki. Mau longin nggak tahu kata sandinya... Dan beruntun bisa updet lagi heheh mohon di maafkan


__ADS_2