Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Undangan kerajaan


__ADS_3

Dendam sang putri


Part #35 -Undangan kerajaan-



Setelah berkeliling, Satsuki kembali ke Faviliun Miliknya .


Ia segera membuka jubahnya dan terlelap...


Xing An yang baru kembali dari kamar kecil, akhirnya tersenyum, Ia sungguh kehabisan kata atas ulah Nonanya kali ini.


Tok Tok Tok...


Pintu di ketuk dan Xing An pun berbalik untuk membuka pintu tersebut.


KLEEEK...


" Ah,,, Anda...?" Tanya Xing An. Ternyata pagi ini, Faviliun Nonanya kedatangan tamu terhormat.


" Mana Satsuki?" Xing an menoleh ke arah nonanya yang baru kembali.


Tamu yang datang tiba-tiba di pagi buta itu adalah Putri Qiang Qia, Ia datang menunggangi Shamonshom raigh miliknya berupa Rubah Berekor empat yang bisa terbang.


Xing An pun mempersilahkan nona tersebut untuk masuk ke dalam Faviliun" Nona sedang tertidur..., Silahkan masuk" Ucap Xing An Ragu.


" Benarkah? Tidak usah... Tapi, Malas sekali dia, Aku datang kemari hanya sekedar menjenguknya, Sekalian untuk memberikan ini..." Qiang Qia pun menyerahkan sepucuk undangan emas kerajaan untuk Satsuki. Tapi ternyata ia harus memberikannya pada Satsuki secara tidak langsung.


" Apakah Saya perlu membangunkan Nona Satsuki?" Qiang Qia yang celingukan melihat kakak kesayangannya yang sedang terlelappun, hanya bisa pasrah saja.


" Tidak perlu, Tubuh Satsuki sangat lemah, Mungkin dengan terlelap dia akan cepat kuat... Jika tak ada hal lain , Aku pamit..." Xing An segera mengantar nona tersebut ke arah pintu utara. Yaitu pintu keluar ke dua.


WOOOOOSSSH!!


" Hati-hati ya nona..." Seru Xing An, Akhirnya Putri Qiang Qia menghilang bersama embun yang mulai mencair.


" Apa yang harus aku lakukan ya? Nona Satsuki masih tidur?" Xing An mulai berkutat untuk membereskan dan menyiapkan pakaian yang tepat untuk nonanya itu.


" Kurasa ini akan cocok..." Satu gaun warna merah jadi pilihan sang pelayan setia itu.


* * *


Ruangan Coi hong Nam...


Coi Hong Nampak gelisah, Begitupun dua anaknya, Ia berusaha membagi masalahnya dengan sang ayah yang baru tiba Beberapa jam yang lalu...


" Sial! Kita sudah gagal!" Ucap Coi Hong nam.


" Haaah,,, Sudah kuduga, Ini takan mudah..." Balas Coi Moo Sha tenang.


" Kakek, Sebenarnya orang-orang seperti apa kepercayaanmu itu, kenapa mereka bisa tewas begitu saja, Sungguh orang-orang suruhanmu bodoh sekali" Pekik Go Eun .


" Tenanglah Go Eun. Jangan Kasar pada kakekmu. Ini bukan hal yang mudah, Semalam ... hanya kebetulan saja. Kulihat pria berjubah hitam mengagalkan rencana kita!" Timbas Xi Jai, membela usaha kakeknya.


" Pria berjubah hitam?" Tanya Go Eun, Sedangkan sang kakek hanya duduk tenang dan memejamkan matanya seakan tengah memutar otak seraya mengelus janggut panjangnya yang putih terawat miliknya.


" Hmmm... Pria berjubah hitam...! Apakah pria itu berambut kuning ke merahan?" Tanya sang Kakek.


" Ia, Kulihat rambutnya berkilau Saat terkena sinar rembulan" Balas Xi Jai.


" Dia ya, Master Xitan? Bagai mana dia bisa berada di Faviliun milik Satsuki. Ini sungguh mencurigakan..." Sang kakek mulai berdiri dan segera berjalan menuju dojou (ruang pelatihan) untuk melatih Kultifatum dalam tubuhnya.


" Go Eun, jangan singgung kakek raja seperti itu! Jika dia marah maka kita akan repot. Meski hari ini gagal, Kan masih banyak waktu... jangan tergesa-gesa, lambat laun ... kita akan bisa mengalahkan Satsuki" Go Eun mengangguk menuruti ujaran kakaknya.

__ADS_1


" Kau benar kak, apapun yang terjadi, Aku ingin membunuh wanita siluman itu"


Xi jai dan Go Eun mulai memutar otaknya kembali untuk mencari cara yang tepat. Mereka sangat ingin membunuh Satsuki dan merebut seluruh harta warisan Ratu Kuai sang Ratu Perang.


__ __ __


Kerajaan Kui...


Setelah pangeran keluar dari Tujuh pagoda suci, Ia nampak sangat berbeda, Pangeran Qiang Gu memang terlahir dingin dan cenderung menyendiri. Tapi exspresinya kali ini tampak sangat aneh, Ia gelisah, Dan cenderung menyendiri di benteng seraya matanya jeli melihat langit kerajaan tersebut .


Tak berselang lama , Saat pangeran berharap Xitan melintas di langit kerajaannya, Qiang Gu pun tiba.


Whoooooosssshh... Rubah Ekor empatpun mulai turun.


Dap " Kakak kau sedang apa?" Tanya Qiang Gu, Pangeranpun tersenyum... " Bagai mana , Apakah kamu sudah bertemu dengan Xitan?


Qiang Qia mulai berdegug " Xi-xitan?? Aku tidak bertemu dengannya... Kakak, Ada apa denganmu, Kau jadi aneh begini, Bukankah Xitan adalah seorang Pria?"


Qiang Gu tersenyum seraya mendorong punggung Adiknya untuk segera masuk ke Aula kerajaan.


" Hei, Kau belum menjawab pertanyaanku! Ayo jawab.....!" Qiang Qian merengek , hingga ia mulai menghilang di balik pintu.


Qiang Gu kembali menatap langit Kerajaannya, Seraya ada harapan di hatinya.


Master, Semoga... kau bisa datang ke acara penobatanku malam ini... Bathin Pangeran Qiang Gu.


* * *


Istana Kuai...


Faviliun Lilly...


" Apa!!" Teriak Satsuki terdengar menggema.


" No-nona... kenapa kau begitu kaget??" Tanya Xing An.


" Celaka!" Satsuki masih gelisah. Iapun mulai duduk menenangkan dirinya " Haaaaiiiiiissshhh" Helanan napas panjang mulai terlontar dari bibir merahnya.


" Xing An... kenapa kamu tidak membangunkanku saat Qiang Qia datang tadi?"


" Ku-kupikir, Nona sangat lelah, makanya aku tak berani..."


" Baiklah, Aku harus punya alibi, Kau mau membantuku?" Xing An mengangguk.


" Malam ini. Kau harus menyamar ya? Aku akan berangkat bersama Yao ke istana..."


" Tu-tunggu nona, Apa yang harus aku lalukan?" Satsuki meraih jubah hitamnya dan segara memasangnya di tubuh Xing An " Sungguh Cocok juga..."


Xing An termenung " Co-cocok? Apa maksud anda nona?" Xing An Ragu, Satsukipun menjelaskan rencana malam ini.


" Tapi, Apakah aku bisa, Ice kan tak mau di sentuh olehku sama sekali"


" Tenanglah, Ice pasti akan baik-baik memperlakukanmu... Jika aku tak datang, maka aku akan ingkar janji, Dan itu bukanlah Kriteria sifatku..." Xing An pun menghelan napas panjangnya " Huuuh..."


" Baiklah... Ayo kita bersiap-siap" Xitan Mulai merias diri di bantu Yao dan Xing An.


* * *


Malam penobatanpun tiba...


Tamu undangan dari beberapa kerajaan tetangga dan beberapa Pulau monster ternama hadir dalam acara tersebut.


Satsuki tiba dengan Kereta kencana milik Kerajaan Kuai.

__ADS_1


Xi jai, Go Eun , Coi hong nam, Juga Coi moo Sha, Ikut menghadiri acara tersebut.


Mereka tak lupa membawa monster mereka untuk di ikutkan setakan dalam pertandingan Shamonsom Tingkat kerajaan .


Satsuki berjalan menuju halaman istana... Halaman tersebut tengah penuh dengan meja yang berjejer rapi seperti di peruntukan bagi para tamu, jamuan tiap kerajaan lain yang datang dari luar Pulau Monster.


* * *


Satsuki mulai berjalan ke area tersebut. Saat ia hendak menaiki anak tangga, Tiba-tiba Go Eun datang dan menabrakan dirinya ke pundak Satsuki.


" Aduh !" Pekik Satsuki meringis, sebelah matanya terpejam karna merasa nyeri atas pergerakannya yang tiba-tiba.


" Minggir! Jangan halangi jalanku! Kau sebaiknya menguntit di belakang kami!" Pekik Go Eun.


Coi Moo sha datang dan melerai kegaduhan dua cucu perempuannya " Go Eun! Apa yang kau lakukan! Jaga sikapmu! Jangan Tidak sopan begitu, Kelakuanmu seperti tidak di ajaribsopan santun saja!" Go Eun seketika cemberut melihat kelakuan kakeknya yang mulai membela Satsuki.


" Kau baik-baik saja nak?" Seraya memegangi bahu Satsuki yang terasa Nyeri itu.


Satsukipun mengangguk seraya melepas pelan sentuhan yang terlihat perhatian itu. Sedangkan Coi Hong Nam, berjalan dingin seperti tak peduli pada anaknya.


Halaman Tempat Penjamuan istana...


Seluruh kerajaan lain mulai berdatangan malam itu, mereka membawa banyak hadiah...


Satsuki bersama anggota kerajaan Kuai Ratu sanmoro mulai duduk di meja jamuan yang tersedia, Mata Satsuki menelisik seluruh area perjamuan tersebut.


Satsuki duduk di sebelah Go Eun yang berisik karna terkagum-kagum pada para pangeran tampan yang ada di tempat tersebut.


" Waaaah! Pangeran Tang Yuan Cheng"


Sial, kenapa wanita iblis ini sungguh berisik, Seandainya ini bukan jamuan formal istana, mungkin saja mulutnya sudah ku sumpal sesegera mungkin.Batin Xitan.


Ibu Ratu Kui Hye Mei mulai Datang bersama Raja Zhang dan permaisyurinya. Lalu Qiang Gu dan Qiang Qia.


Kyaa itu pangeran Qiang Gu, Sungguh tampan, Teriak Go Eun!


Wanita ini makin berisik saja. Amuk Xitan



"Mana Xing An, Jangan-jangan Xing An tersesat..." Bathin Xitan.


Wajahnya celingukan ke atas langit malam, Akhirnya... Setelah para Master berkumpul , Kepakan Icepun terdengar di gelapnya malam.


" Itu!!!" Tunjuk para penjaga'


Pangeran Qiang Gu yang nampak sedih itu mulai mengembangkan pipinya. Begitupun Satsuki dan seluruh orang yang ada di tempat trsebut.


" Master Xitan, Akhirnya dia datang Juga"


Xing An, Apakah dia baik-baik saja? Padahal saat pertama kali aku menunggangi tubuh Ice, tanganku terluka karna membeku, Ku harap Xing An akan baik-baik saja.Bathin Xitan.


Xing An melihat area bawah, Di tatapnya Nonanya dengan penuh harapan akan renacana penyamaran malam ini.


" Nona, Aku akan melakukan hal terbaik untukmu... inilah yang jadi janjiku" Ucap Xing An yakin. Satsuki mengangguk tanpa di sadari siapapun.


.


.


.


.

__ADS_1


.


-Undangan Kerajaan The End-


__ADS_2