Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Masalah Baru


__ADS_3

Dendam Sang putri


Part#50- Masalah Baru-


Beberapa hari kemudian, Terdengar kabar bahwa Kekaisaran Sui menyerang Kekaisaran Coi di negara Sui nyi, Satsuki menanggapi kabar tersebut dengan senyum sinisnya, Ia terlihat sangat puas.


Aula istana...


" Keluar kau Wanita iblis!!" Teriak Seorang anak laki-laki menuntut Satsuki atas kehancuran hubungan baik Antara Kerajaan Sui dan Kerajaan Coi, Juga hubungan ayah dan ibunya. Namun, Xi Jai hanya bisa mengamuk di luar istana, Ia tak bisa masuk ke aula inti istana Kuai karna di hadang oleh beberapa penjaga kerajaan.


" Suruh dia masuk" Ucap Satsuki. Xi jai mulai masuk area Aula inti istana Kuai. Ia berjalan cepat seraya mengepalkan tangannya, Amarahnya sudah memuncak di ubun-ubunya.


" Wanita iblis!! Kau sembunyikan di mana ibuku! Kenapa kau menghancurkan hubungan antara dua kekaisharan! Tindakanmu sungguh tak terpuji!" Teriak Xi Jai terus melangkah hendak menyerang.


Siiiing! Mata merah itu mulai menyala-nyala, Hingga lutut Xi Jai mulai gemetaran dan akhirnya bersimpuh di antara anak tangga singgah sana Satsuki. Ia tak bisa melangkah lebih jauh lagi karna ketakutan hingga tubuhnya lemas.


" Berisik, Jangan teriak begitu, Apakah kau ingin ku kurung di penjara bawah tanah bersama ibumu?! Aku takan segan, tapi jika kau menurut, Aku akan melepaskanmu" Tegas Satsuki seraya meneguk teh di sampingnya. Xing An hanya terdiam melihat ke bengisan Nonanya yang mulai berubah menjadi pemilik hati beku.


" Kau... Jangan kurung ibuku!" Teriak Xi Jai gemetaran, Suaranya bergetar karna menanggung takut yang besar.


" Apa yang akan kau lakukan? Jika kau bisa, silahkan bebaskan dia, Tapi... Asal kau tahu, di penjara ruang bawah tanah itu, Telah ku taburi racun yang ku bakar dalam pusaka tungku api , Sekali kau menghisapnya... Selamanya kau akan terkontaminasi, Dan Racunnya bereaksi dalam jangka waktu yang panjang, Hari ini, Besok atau mungkin lusa... Racun tersebut akan mengerogoti seluruh organ dalam tubuhmu hingga , Lambat laun kau akan tewas..." Jelas Satsuki santai seraya meneguk teh buatan Xing an kembali.


" keterlaluan! Kau sungguh bukan manusia"


" Kalianlah yang membuatku seperti ini? Perubahanku adalah karna kelakuan kalian, Sekarang pilihanku adalah, Membunuh... Sebelum Di bunuh"


Degh!


Kejelasan tersebut sungguh membuat Xi Jai terbelalak. Ia mulai berdiri dan memilih meninggalkan istana tersebut. Ia tak ingin hidupnya menderita dalam tekanan bathin yang menghantuinya. Dalam benak Xi Jai penuh dengan penyesalan, Tentang Ayahnya yang menceraikan ibunya hingga kenyataan tersebut membuat dua kerajaan berperang ( Kekaisaran Coi Dan Sui) Lalu ibunya yang di kurung di ruang bawah tanah... Dan adiknya yang entah berantah.


Xi Jai pergi dengan hati Flustrasi.


" Nona... Aku kira, Jika kita berfikir kembali, Tuan Muda Xi Jai bisa kita manfaatkan" Ucap Xing An.


" Heh, Tak usah...Biarlah Xi jai menerima ibasnya, Dia juga penyebab kepahitan hidupku, Mereka hidup enak di istanaku, sedangkan aku harus menderita di gubuk kematian itu"


" Kau benar..." Balas Xing an.


" Setelah ini, Aku akan memulai aksi balas dendamku pada ibu Suri. Aku ingin ajang pembalasan itu di lihat seluruh pihak kerajaan, Terutama kerajaan tetangga... Aku ingin mereka tahu kebusukan Ibu Suri. Saat membunuh anaknya, Padahal ibuku adalah dewi perang yang sangat Handal" Tegas Satsuki. Matanya berkaca-kaca.


Ia ingat sebelum ia terdampar di dunia kuno itu, Reingkarnasinya di masa depanpun ( modern) sangatlah hancur.


Sama persis kemalangannya dengan kemalangan di masa ini, Jika di masa ini dia mati di tangan Ayah dan ibu tiri, Maka di masa modern ia mati di bunuh luxcor .


Dan , Jika di masa modern Ayah ibunya mati di pihak militer. Namun di dunia kuno itu, Ibunya mati di tangan Kekaisaran yang di pimpin neneknya . Dimanapun ia tinggal, Hidupnya sungguh tidak beruntung.


Di tengah lamunan yang membuatnya geram saat di permainkan takdir, Tiba-tiba Xing An menyeru " Nona... Akan ada perayaan Lampion di pusat Kota, Apakah kita bisa kesana?" Tanya Xing An.


" Lampion?"


" Ya, Kita sebaiknya hadir untuk menyimaknya, Anda pasti akan terhibur. Sebelum misi pembalasan anda berlangsung, Sebaiknya anda singgahi dulu... Pasti akan menyenagkan" Bujuk Xing An.


" Benarkah? Tapi aku rasa akan membosankan?"


" Ayolah nona... Sekali-kali, Buatlah dirimu bahagia, Selama ini ... Saya belum pernah melihat senyuman tulus tanpa beban terlukis di wajah anda...Mari, Kita pergi" Bujuk Xing an kembali.


Akhirnya Satsuki menghirup napas panjang dan menghelan napasnya lega " Haaah, Baiklah... Tapi, Aku minta satu hal padamu, Setelah aksi balas dendamku berjalan lancar, Pasti semuanya akan berbeda, Aku takan mungkin bisa berada di sampingmu selamanya. Mungkin aku akan jadi buronan lagi, Sebaiknya...Kau harus mencari guru bela diri yang tepat"Jelas Satsuki .

__ADS_1


" Baiklah...Nona, Aku akan lakukan apapun permintaanmu" Satsuki tersenyum saat mendengar janji yanh mulai terlontar dari mulut Xing An.


Pusat kota Chang Chun.


WHOOOOSSSHH! Naga bersayap yang bernama Nebula mulai menata di pusat kota.


" A-akhirnya, Se-setelah tersasar selama tiga hari tiga malam kita mulai sampai di kota Chang chun" Pekik Go eun. Ia mabuk perjalanan . Apa daya, selama ini... Dia baru pertama kalinya terbang, apalagi dia sedang Sial karna pria yang mengendalikan Best Spirt itu adalah buta arah.


" Tunggu kau mau kemana?" Tanya Pria misterius tersebut.


" Aku mau mencari pakaian , Kau tunggulah di sini" Balas Go Eun.


" Baik" Angguk Pria tersebut. Pria misterius itu mulai terdiam di antara keramaian , Sedangkan Bastnya mulai masuk kembali ke dalam cincin ruang miliknya.


Beberapa Jam kemudian...


Salju mulai turun, Tapi Pria tersebut tetaplah menunggu Go eun Yang tak kunjung kembali.


" Kyuuuuukkk Kyuuuuuooook" Bunyi perutnya terdengar lagi, Hampir Satu minggu pria tersebut tidak makan, Itu sebabnya saat ada di pusat Kota, ia sangat tergiur dengan benauan yang terasa menggoda, Apalagi saat ini dia telah berdiri di depan kedai Makanan.


Seluruh pelayan lalu lalang di hadapan Pria misterius itu " Tuan, Apakah anda ingin makan?" Tanya seorang pelayan. Pria tersebut mengangguk.


" Kalau begitu silahkan duduk" Pria tersebut mulai mengangguk, ia mulai duduk di kursi , di depannya mulai di hidangkan banyak makanan. Tanpa berfikir panjang pria tersebut mulai memakan makanan yang terasa wangi di hadapannya.



Ia makan dengan sangat lahap, Tanpa terasa pria tersebut mulai melupakan missinya untuk membunuh Xitan.


Di Saat bersamaan , Di tengah hujan salju yang mulai sedikit mewarnai perayaan malam itu di pusat kota Chang Chun, Satsuki dan Xing An mulai tiba di sana.


" Xing An, Sepertinya kita sedang tidak beruntung" Ucap Satsuki, Xing An hanya bisa tersenyum seraya melentangkan tangannya dan mulai bermain salju.


" Nona, Kau sungguh tak ingin bermain dengan cairan putir ini, Meski dingin tapi mereka sangat indah" Bujuk Xing An.


" Hentikanlah, Sebaiknya kita kembali... Cuaca akan makin buruk sekarang" Balas Satsuki memutar arah. Namun di depan matanya sebuah mangkuk mulai terbang dari sebuah kedai dan hendak menghantam tubuh Satsuki.


Degh! Satsuki Refleks mengelak.



Pyang! Mangkuk tersebut jatuh di hadapannya. Satsuki menoleh ke arah pertikayan itu.


" Pria tak tahu malu! Bayar dulu sebelum kau pergi!" Teriak pemilik kedai. Satsuki abai dan membiarkan kegaduhan itu, Dia hanya berlalu dan tak perduli.


SREEEENG!"


" Menghindar!" Ucap Pria tersebut seraya mundur, Ia nampak mengeluarkan sebilah pedang dari sarungnya.


Duk! Tak sengaja pria tersebutpun menyenggol satsuki dan membuat mereka jatuh.


BRUK!!


" Agh! Pekik Satsuki marah, Namun Pria tersebut hanya terdiam dan menggeletak di tanah. Satsuki tak sadar telah menghimpit tubuh pria tersebut.


" Awas nona! Berikan pria ini padaku! Dia harus ku hajar" Sang pemilik kedai membawa golok besar dan hendak melukai pria tersebut.


Satsuki berdiri dan mulai melerai keadaan.

__ADS_1


" Tunggu Tuan pemilik kedai, Jangan semberono" Ucap Satsuki.


" Minggirlah nona, Ini bukan urusan anda"


" Tunggulah, Mari selesaikan baik-baik, Apa penyebab kemarahan anda? Apa masalahnya?" Tanya Satsuki melerai kembali. Pria tersebut hanya diam dan mulai menurunkan pedang miliknya.


" Dia makan tanpa membayar!" Tunjuk pemilik kedai, Satsuki berbalik dan meminta pertanggung jawaban pria tersebut.


" Kenapa kau makan tanpa membayar" Tanya Satsuki. Pria tersebut memasang mata kosongnya ke arah Satsuki seraya bertanya " Membayar?"


" Ya. Kau harus membayarnya... " Tegas Satsuki.


" Membayar?" Tanya ulang pria tersebut.


" Apakah kamu tidak punya uang?"


" Uang? Apa itu?"


" Hei Jangan pura-pura bodoh ya! Dari daratan mana kau tinggal!" Bentak pemilik Kedai .


" Daratan? Aku tinggal di daratan , pulau iblis kegelapan!"


Degh!


Seketika pemilik kedai terdiam, Lalu satsuki mengeluarkan dompetnya dan mulai membayar.


" Ini... Apakah cukup?" Delapan keping emas mulai jatuh di telapak tangan sang pemilik kedai.


" Ini... ini terlalu banyak" Ucap pemilik kedai .


" Ambilah sisanya"


" Te-terimaksih" Balas sang pemilik kedai seraya masuk dan menutup kedainya.


" Hei... Kau melihatku?" Tanya Satsuki. Mata pria tersebut kosong dan tak mengucapkan hal yang seharusnya terucap "Thank Misalnya"


" Aku? Aku buta..." Ucap Pria tersebut.


" Buta? Kau baru datang ke daratan monster ini?" Tanya satsuki . Pria tersebut mengendus bau wangi yang menyeruat dari tubuh Satsuki tanpa mendekat ia sudah mengunci bau tubuh Satsuki.


" Ya, Aku datang bersama rombonganku, Saat aku mencari mata air, mereka sudah pergi" Jelas Pria tersebut.


" Begitu Ya, kalau begitu, Carilah rombonganmu, Lain kali... jika makan atau memakai pakaian, kau harus membayarnya" Jelas Satsuki.


Satsuki dan Xing An mulai berlalu meninggalkan pria tersebut.


" Bunga Camomile !" Pekik Pria tersebut. Satsuki acuh, Namun saat ada di sungai pusat Kota, Satsuki sadar bahwa pria buta itu mengikutinya , meski langkah satsuki sudah terlalu jauh darinya.


*Apa yang dia inginkan? Bathin Satsuki. ia mulai waspada pada pria tersebut.


- Masalah Baru The End*-



Alhamdulilah, karna autor naik level... Autor makin semangat nulis thank readers


Jangan bosan ya

__ADS_1


__ADS_2