Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Bekerja sama 2


__ADS_3

Qiang Gu melompat ke arah kepala tengah Sang ular berkepala lima.


"Hyaaa! Monster jahat! Terima ini!" Teriaknya seraya menyiapkan satu tebasan pedang ke arah kepala sang ular raksasa itu.


Namun saat Qiang Gu telah mantap pada serangannya, tiba-tiba saja sang ular membuka mulutnya dan menyemburkan gas hijau yang berbau busuk itu ke hadapan Qiang Gu yang hampir saja sampai di moncong sang ular.


"Apa?!" Qiang Gu terbelalak, Namun seseorang tepat waktu melempar kertas mantra.


Whuuush! Kertas mantra tiba-tiba melayang dan menempel tepat di moncong sang ular.


"Mantra pembeku!" Teriak Tang Jhan ju.


Lalu Sssssshhh! es pun mulai menjalar di moncong sang ular Plek! Plek! Qiang Gu pun mulai menebas moncong tersebut dengan pedangnya.


Zrat! Darah dan es pun berhamburan bersamaan. Qiang Gu pun turun setelah menebas salah satu moncong ular itu.


GOAAARRR! nampaknya serangan tersebut membuat sang ular makin marah.


Ke empat kepala ular itu mulai menghampiri Qiang Gu dan membuka mulut mereka.


"Adik!" Teriak pangeran Tang jhan ju yang saat itu bersiap melempar mantra prisai ke arah Qiang gu.


"Kakak! Abikan aku! Serang sekarang! Karna mereka sedang lengah!" Teriak Qiang Gu. Jhan ju yang tak tega melihat adiknya pun mulai menyerang, Tang Jhan ju mulai menebasi bagian perut sang ular.


Sedangkan Qiang Gu yang bersiap di sembur mulai meraih kertas mantra dan teriak "Mantra Prisai" Ucapnya "Clling!" prisai pun terbentuk.


Whuuusshh! Keempat mulut sang ular rakasasa itu berhasil terbuka dan mengeluarkan gas hijau yang berbahaya.


Qiang Gu lihat, setelah asap menyeruat, rumput-rumput di sekitarnya terlihat layu dan mengering.


"A-apa? Gas apa yang monster ini keluarkan?! Ini sangat berbahaya..." Barhin Qiang Gu.


Qiang Gu menjadi umpan untuk Sang ular, dan ular tersebut berhasil murka hingga meyerang Qiang Gu secara berlebihan. Qiang Gu pun tak bisa keluar dari prisai tersebut.


"Kakak!" Teriak Qiang Qia.


"Adik! Abaikan kakakmu! Sekarang carilah titik kelemahan monster ini! Jika kamu menemukannya! Maka kita semua akan selamat!" Pinta pangeran tang jhan ju.


"Apa?"


"Cepat cari! Sebelum terlambat!" Pinta Tang jhan ju. Pangeran tang pun sibuk melempari tubuh ular itu dengan peledak.


Sedangkan Xing An. Ia bersembunyi di pepohonan dan mulai melempar anak panah ajaibnya ke arah sang monster itu.


"Hujan panah!" Pekiknya, satu panah itu pun berubah menjadi ribuan panah kecil yang menghujani sang monster.


Panah-panah Xing an mendarat di wajah dan mata ke tiga monster ular itu.


Jleb! Jleb! Jleb! panah pun menghujani Qiang Qia dan pangeran tang jhan ju. "A-apa-apaan ini?! Uugh! Sibodoh itu!" Bentak Tang jhan ju panik. Ia pun mulai melempar prisai dan memakainya.


"Xing An. Hentikan tembakanmu! Kami tidak bisa menyerang!" Teriak Qiang Qia. Xing an pun mengangguk dan mulai berbalik arah. Ia mutar posisinya dan kembali menembak.


Ular rakasa semakin marah dan marah saja. Qiang Gu mulai keluar dari prisainya saat sang ular telah berlenggok-lenggok, ular itu bertingkah demikian, karna panah Xing An telah bersarang di tiga mata kepala ular itu.


"Ini dia!" Pekik Qiang Gu, Qiang Gu melompat dan menusukan pedangnya ke arah perut sang ular. Sang ular berkoar bak kesakitan "GOAAARRR!!!" Kibasan ekornya pun mulai meluluh lantakan dataran tersebut.


"Menghindar!!" Teriak Qiang Gu. Qiang Gu kembali berlari ke arah pepohonan. Sedangkan Pangeran Tang jhan jhu dan putri Qiang qia berkutat memotong-motong ekor ular itu.


"Menyingkir! Mantra peledak!" teriak Pangeran tang jhan ju.

__ADS_1


BOOM! sebagian ekornya hancur hingga tak bisa ia kebaskan lagi.


"Dia masih bisa bergerak!" Teriak Qiang qia.


"Serahkan padaku!" Xing An kembali melempar panahnya ke arah belakang tubuh sang ular "Ah! Bahaya, dia akan menghujani kita dengan panah tajam itu! Berlindung!" Qiang Qia melompat ke pepohonan begitupun begitupun Tang jhan ju.


Whuusss! Panah di lesatkan dan mulai menghujani tubub sang ular dengan ribuan panah.


Jleb! Jleb! Jleb! GOOOAAARRR!!! Sang ular makin binasa, Qiang Gu tersenyum melihat ke sigapan Xing An. Sekarang giliran Qiang Gu untuk menyerang sang monster.


"Hyaa!" Ia berlari dan mendarat di moncong sang ular "Rasakan ini!" Qiang Gu menancapkan kunai-kunai yang telah ia tempeli kertas mantra di ujungnya.


Jleb! Jleb! Jleb! puluhan kunai itu telah di pasang Qiang gu di tiga moncong sang ular. Dan dua kepala lainnya mulai menyosor Qiang Gu, ular itu sangat marah dan menyerang Qiang Gu. Kedua ular itu telah membuka mulutnya...


"Kakak!"


"Adik!" Mereka panik karna sang ular terlihat hendak memakan sang kakak.


"Ah... Pangeran" Xing An terbelalak.


Tapi Qiang Gu tetap tanang saat hendak di lahap sang ular, Syut! Syut! Ia malah melempar kertas mantra ke dalam mulut ke dua ular itu dan mulai melompat menjauh "Mantra peledak!" Teriaknya, dan beberapa saat kemudian, puluhan mantra itupun meledak dengan dasyatnya "BOAM!! BOAM!!! BOAM!!" Ledakan beruntun terdengar beriringan, Asap pun menyeruat. Qiang Qia tegang sebab kakaknya belum sempat menghindar, Qiang Gu melompat sebelum ia menjauh. lalu iapun mengucap mantra peledek tersebut.


"Kakak! Kakak! Dimana kamu!" Teriak Qiang Qia menangis, ia sangat khawatir sebab ia lihat kakaknya tak sempat hinggap di batang pohon untuk berlindung.


SSSSSSSHHHH... asap mulai menipis. Qiang Qia melompat ke arah dimana sang kakak meledakkan binatang raksasa itu.


"Putri Qia! jangan kesana! Berbahaya!" Teriak tang jhan ju.


"Putri!" Teriak Xing An.


Tap! Tap! Tap! Putri Qiang Qia berlari ke arah asap tersebut, ia mulai mencari "Uhuk! Uhuk!"


Sssstttt.... asap menipis, tubuh sang ular yang tingginya sepuluh kaki itu pun hampir tumbang ke samping Qiang qia.


"Putri menghindar!" Teriak Tang Jhan ju. Putri Qiang qia menoleh ke sampingnya dan malah terbelalak.


"Oh tidak!" Teriak Qiang Qia.


BRUUUKK! sang ular pun tumbang, kelima kepala sang ular terluka patal. Ia belum bisa melakukan perlawanannya ke arah para prajurit itu.


"Putri Qiang Qia!!!" Teriak Xing An dan Tang jhan ju. mereka melompat dan memastikannya ke arah tersebut.


"Putri! Apakah dia terhimpit!" Tanya Tang Jhan ju.


"Kalau begitu ayo angkat... angkat tubuh sang monster ini sebelum terlambat" ucap Xing an.


"Ayo..." Saat tubuh ular itu di dorong. Tiba-tiba salah satu kepala ular itu berkata "Hentikan..." Ular itu mengangkat kepalanya dan menatap Xing an beserta Tang jhan ju.


"Hentikan... aku tak bermaksud menyakiti kalian. Aura hitam itu telah menguasai kami..." Ucap sang ular.


"Apa maksudmu?" Tang Jhan ju tercengang.


"Para petinggi klan iblis yang di pimpin jendral hanbu mulai bereaksi... mereka mulai menyegel raja iblis dan berusaha membangkitkannya kembali" Jelasnya.


"Dari mana kau tahu itu..." Tanya tang jhan jhu.


"Karna mereka yang berkata demikian, kami hanyalah alat untuk menghambat waktu, Kami tak ingin bertarung tanpa majikan. Apalagi matu sia-sia seperti ini" Ucap sang monster.


"Aku tak paham... raja iblis telah bangkit sejak putri Satsuki tewas. Dan sekarang apa maksudmu dengan membangkitkannya kembali, ini sulit di percaya"

__ADS_1


"Aku... sudah sampaikan apa yang aku tahu, dan aku sangat lelah, maafkan aku karna telah menakuti kalian semua" Ucap sang ular dan ia pub mulai tergeletak tanpa nyewa.


Bruk! "Aah! Hei ular... apa yang kau tahu, cepat katakan lagi! Kami sungguh tak paham maksudmu!" teriak Tang Jhan ju menggoyang-goyangkan tubuh sang ular tersebut.


"Hentikan pangeran... dia telah tiada..." Imbuh Xing An. Tang jhan ju pun mulai mengangkat wajahnya "Kau benar... Kita hanya harus mencari Qiang Qia dan Qiang Gu. Jangan-jangan mereka tak selamat saat serangan tadi" Lenguh sang pangeran, ia tampak lesu dan tak ingin percaya. Tapi Qiang Qia dan Qiang gu masih belum menampakan diri mereka.


Saat kepanikan menyerang pkiran mereka yang berhalusinasi hal buruk terjadi pada kedua adik kakak itu, suara tangisan pun terdengar "Hiks .. kakak! kakak! bangunlah... kenapa kau menolongku jika kamu sendiri terluka!" Tangis Qiang Qia. Sontak Xing An dan Tang Jhan Ju segera bergerak ke arah tersebut. Benar saja, di sana Qiang Gu tengah tergeletak dengan luka di tangannya, nampaknya tangan Qiang Gu patah.


"Qiang Qia! Rupanya kamu ada di sini! Kami sangat panik..."


"Kakak pangeran, bagai mana ini? Kakakku sama sekali tak ingin bangun" Tangis Qiang Qia sesegukan.


"Apa yang terjadi padanya?" Tanya Tang jhan ju.


"Dia... dia melompat dan menolongku. Lalu tangannya terhimpit tubuh sang monster. Apakah kakakku baik baik saja?"


"Pangeran..." Lenguh Xing An sedih.


"Tapi denyut nadinya masih berdetak, aku pikir dia hanya pingsan" Imbuh Pangeran Tang Jhan ju. Xing an mulai mencari sesuatu di dalam kantong pusaka miliknya.


"Apa yang kamu lakukan Xing an... Apakah kamu marah padaku?" Tanya Qiang Qia, Ximg An tersenyum ""Mana mungkin, anda adalah salah satu kluarga saya sekarang... saya hanya sedang mencari pil pemulih tubuh"


"Pil pemulihan?" Tanya tang jhan jhu. Xing an mengangguk "Mana coba ku lihat?" Pinta Qiang Qia.


"Ini dia" Xing an membuka bungkusan kain usang berwarna coklat "Ambilah satu untuk pangeran" Ucap Xing an menyerahkan satu pil bulat berwarna hitam mengkilat ke telapak tangan Qiang Qia.


"Ini... ini pil tingkat tinggi, dari mana kau dapatkan ini?" Tanya Qiang Qia curiga.


"Itu... putri Satsuki yang memberikannya padaku, selain pil itu, aku pun di beri pil pembuka aura pelatihan juga penyetabil energi" Jelas Qiang Qia.


"Dari mana satsuki menapatkan semua itu... apakah dia membelinya? Haaah! Pemborosan sekali... padahal harga pil tingkat tinggi ini termasuk sangat mahal dan langka" Qiang qia memasukan pil tersebut ke mulut Qiang Gu Ia meminumkan pil itu dengan sediikit air.


"Anda salah putri, Putri Satsuki adalah seorang Alkemis hebat..."


"Apa?! Mana mungkin'' Qiang Qia kaget. Xing An pun mengangguk dengan senyumannya.


"Ia. Sepanjang malam ia tak tidur, ia membuat pil-pil tingkat tinggi untuk ia jual di pelelangan pil di kota. Setiap pulang ia selalu memberiku pakaian dan membawakan makanan. Apa lagi saat kami ada di istana kuai samoro, putri Satsuki di perlakukan tak adil oleh pihak istana" Jelas Xing An seraya memasukan pil itu kembali ke dalam tas pusakanya. Sedangkan Qiang Qia kaget saat mendengar penjelasan tersebut.


"Oh begitu ya... hidup putri Satsuki sungguh rumit. Tapi sebelum ia menikmati kebahagiaan, ia malah meninggal di tangan klan iblis" Nampaknya Qiang Qia sangat marah jika ia ingat kematian putru Satsuki.


Lama menunggu, akhirnya Qiang Gu membuka matanya dan menyimak "Kalian..." lenguhnya lemas.


"Kakak! Kau sembuh! Aku senang!" Peluk erat Qiang Qia. Xing An pun senang.


"Haaah! kau menakutiku saja adik... kupikir kau takan selamat" Ucap Tang Jhan ju.


"Apa yang kau katakan kak! Aku mana boleh mati dulu" Balas Qiang Gu.


"Syukurlah..." Xing An tersenyum.


"Kalau begitu... ayo, kita lanjutkan perjalanan ke rute selanjutnya"


"Kau pulih dengan cepat, syukurlah... adik" tawa Tang jhan ju senang.


Mereka pun berdiri dan mulai melangkah kembali...


Next episode...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2