
Dendam Sang putri
Part #60 -Menantang Takdir-
Setelah aksi tak terduga Satsuki di hari ulang tahun Ibu Suri di ketahui aliansi perang, Akhirnya Satsuki menjadi buronan setiap kerajaan.
Kini... Siapapun tak tahu keberadaan Satsuki, Terutama autornya, Autor juga tak tahu Putri Satsuki pergi dan bersembunyi di mana.
.
.
.
Kerajaan Xi Tenggara pulau monster...
TOK! Tok! Bunyi ketukan puntu terdengar di sebuah tirai bambu berlapis kertas.
" Masuklah..." Ucap Seseorang. Saat di persilahkan masuk, Anak bocah yang sedari tadi berdiri di depan Faviliun ayahnya itu mulai masuk.
Ia berlari cepat seraya langsung memeluk ayahnya yang nampak sibuk menyusun Surat edaran.
GRAP!!! huhuhuhu Bocah laki-laki itu menangis tak henti. Seiring pelukannya makin kuat hingga membuat Kaishar Xi kesesakkan.
" Xi Zhau-Zhau, Apa yang kau lakukan? Jangan peluk ayahmu seperti ini nak" Pinta Kaishar Xi.
" Huhuhu, Tidak ayah! Tolong selamatkan master Xi tan ku, Jangan sakiti dia! Huhuhu!"
" Apa maksudmu... apa yang membuatmu gelisah hingga menangis seperti ini?!" Tanya Kaishar Xi.
" Ayah pasti tahu, Bahwa surat edaran itu tertuju pada masterku? Dia adalah penyelamatku ayah! Jika bukan dia yang menolongku saat aku berhadapan dengan Bast Spirt Level empat tempo hari , Pasti aku telah tewas karna tersengat aliran listrik bertegangan tinggi dari monster tersebut! Ayah! Mohon belas kasihmu... Selamatkanlah Mater Xitan!" Xi Zhau Zhau mulai merengek, Iapun menekuk lututnya, kemudian segera bersujud di bawah kaki ayahnya , Ia sengaja membenturkan Jidaknya sangat keras agar ayahnya mau berbelaskasihan.
Kaishar Xi Mulai bingung dengan kelakuan ansknya, Iapun segera berdiri dari duduknya dan segera menghentikan tingkah konyol anaknya itu " Hentikan! Jangan bertindak gegabah..." Xi Zhau Zhau masih saja keras kepala, ia tak henti melakukan hal yang ia lakukan tadi, Yakni membenturkan kepalanya ke lantai faviliun.
" Sudah! Baiklah... Ayah mengerti, Ayah akan menghentikan pencarian ayah pada master mu! Ayah akan menarik pasukan ayah! Ayah akan berhenti menuruti segala kepentingan Aliansi perang demi dirimu! Tapi hentikan! Jangan Sakiti dirimu lagi!" Xi Zhau Zhau segera mendonggakan wajahnya, Jidaknya sudah penuh dengan darah yang tak henti keluar.
" Benarkah? Ayah akan menghentikan pencarian Master Xitan?" Kaishar Xi Merengut dan mengangguk.
" Terimakasih ayah!" Seru Xi Zhau Zhau seraya memeluk ayahnya erat.
" Baiklah nak, Sekarang ikutlah ayah, Kita akan menemui tabib istana untuk merawat lukamu..."
Bagai mana bisa anakku sesayang ini pada buronan antar kerajaan? Ini sangat beresiko , Jika kerajaan Xi Menghentikan pencarian Sang Master yang saat ini masuk Buronan aliansi perang, Maka akan sangat berbahaya pada kerajaanku kelak. Bathin Kaishar Xi.
.
.
.
__ADS_1
Kerajaan Tang...
" Hormat pada Kaishar Tang!" Ucap Para perdana mentri.
" Bagaimana situasi saat ini?" Tanya Kaishar Tang.
" Situasi makin gawat yang mulia, Karna penculikan Tempo hari, Ibu Suri atau maksud kami Ratu Zhang tak ingin makan ataupun minum, Beberapa kali ia mengambil pedang untuk menggorok lehernya sendiri yang mulia..." Jelas perdana mentri.
Kaishar mulai duduk kembali, Ia nampak sangat Flustrasi " Hais... bagiamana ini?! Aliasi perang sama sekali belum menemukan titik terang terkait keberadaan putri Satsuki... Atau Siapalah itu?"
" Master Xitan Yang mulia..." Jelas perdana mentri kembali.
" Ia ,master Xitan, Hais... seandainya ia tahu, bahwa saat ini Ratu Zhang sangat menginginkan kehadiarnnya untuk meminta maaf dan memulai ikatan yang baru dengannya, Mungkin kita sudah secepatnya menemukannya, Ini sungguh metepotkan. Lalu... Bagai mana keadaan Pangeran pertama (Tang Yuan Cheng)?"
" Saat ini beliau belum siuman, Sang tabib bilang luka di organ dalam sangat patal, hingga harus secepatnya di ambil tindakan"
" ... Benar-benar aneh, Putraku tak menderita luka luar, Tapi kenapa dia bisa semenderita ini? Sungguh mengherankan... Master Xitan , Atau siapapun dia, Dia harus benar-benar menanggung akibatnya, Karna dia dengan berani menghukum anakku yang tak berdosa itu"
Penuh kegusaran di kerajaan Tang, Kerajaan tersebut adalah kerajaan yang paling dekat dengan kerajaan Kui, Sebab kerajaan Kui dan kerajaan Tang adalah Saudara kandung, Yakni Kaishar Tang adalah Kakak dari Ratu Zhang Hye Mei.
'
'
'
Pangeran Qiang Gu masih terdiam di benteng istana, Ia berharap bisa bertemu dengan Master Xitan yang selama ini pernah ia sukai. Meski kenyataan pahit mendera di hatinya. Tapi nampaknya ia hanya bisa pasrah dan mulai menyiapkan kata perpisahan yang tepat berupa ucapan Trimaksih dan selamat tinggal.
" Master Xitan, Kuharap... kita bisa bertemu lagi..." Satu kata itu mengiringi rasa pahit dan penyesalan di hatinya.
Ternyata... Ia baru sadar Bahwa Xitan dan kakaknya sepupunya adalah orang yang sama, Kenyataan itu membuatnya terpuruk hingga merasakan kesedihan yang dalam, Selain itu... Pangeran Qiang Gu sangat Khawatir pada keadaan Ibu suri yang makin hari makin mengenaskan.
" Agghhhhhh!" Erangnya seraya menunduk, tak terasa di pelupuk mata Pangeran tersebut mulai bertumpuk cairan basah yang hendak terjun .
" Master Xitan... Kenapa kau begitu kejam?!" Putus Asa dan tenggelam. Pangeran Qiang Gu mulai menyerah pada dirinya sendiri.
.
.
.
Sedangkan di favilun istana...
" Kaishar, Ayo minum... Anda belum makan sejak tiga hari yang lalu" Ucap Permaisuri Ling ling.
Kaishar hanya diam, ia tak mau membuka suaranya.
Dalam benaknya penuh tanda tanya yang besar, Ia berfikir bagaimana bisa Ratu Zhang ada di balik kematian kakanya.
__ADS_1
" Kaishar... Kenapa anda hanya diam ? Tolong Jangan Sakiti dirimu sendiri, Aku sama sekali tak kuasa menahan gundahku saat melihatmu semenderita ini" Jelas permaisuri LingLing.
Kaishar berbalik lalu berkata " Tolong pergilah... Biarkan aku sendirian"
" Yang Mulia ...." pekik Permaisuri, Ia menunduk dan mulai menyerah, Iapun pergi sesuai perintah suaminya.
Kaishar Zhang kembali merenung dan menatap dingin sudut kamar faviliunnya.
Kakak, Maafkan aku... Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu... Meski Semua ada hubungannya dengan Ibu suri, Tapi ku harap kau bisa memaafkannya. Sebagai gatinya, Izinkan aku membesaraka putri Satsuki dan merawatnya. Bathin Kaishar Zhang. Penuh penyesalan di hatinya. Namun ... Apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Kenyataan pahit hanya bisa ia dapatkan setelah insiden penculikan di hari ulang tahun Ibu suri.
Tempat lain...
Syuuut! Syuuut! Seseorang mencari keberadaan Sang Master lewat aroma Farpum yang ia kenakan.
Ia terus mengendus setiap sudut yang pernah di lalui sang putri .
Putri, Meski kau suruh aku menunggu, aaku akan tetap mencarimu... Bathin Hei Lian Hua, Sudah satu minggu ia menunggu di penginapan kota atas perintah sang putri, Namun tak ada jawaban ya atau tidak , Ketika ia ingin ikut dalam rombongannya. Akhirnya Hei Lian Hua mencari Sang putri ke setiap sudut Kota Chang Chun.
Apapun yang terjadi, Aku pasti akan menemukanmu... Bathin Hei Lian Hua.
.
.
.
.
Sedangkan Di Negara Sunyi...
Dua penjaga berjalan tergesa-gesa menuju paviliun pangeran Lee dong Feng. Mereka nampak sangat panik hingga terburu-buru mengetuk pintu.
Tok Tok, Setelah dua kali pintu di ketuk akhirnya merekapun membukanya.
Klek... Dilihatnya pangeran tersebut sedang memainkan serulingnya " Lapor pangeran, kami mendapat kabar bahwa pangeran pertama sakit keras dan anda di minta untuk segera berangkat ke kerajaan Tang sesegera mungkin" Jelas dua pengawal tersebut. Pangeranpun mulai mengehentikan permainan serulingnya dan segera berjalan menuju dua penjaga tersebut.
" Hmmm, Pangeran pertama sedang tidak baik? Kalau begitu, katakan pada kaishar. Aku akan segera datang ke sana" Balas Pangeran Lee Dong Feng.
" Baik pangeran..." Dua pengawal mulai pamit dan segera menyampaikan pesan tersebut.
Pangeran Lee dong Feng mulai menyematkan senyumnya di tengah datanganya kabar duka tersebut.
" Master Xitan, Dimana kau bersembunyi... Semakin kau lari, Semakin aku sangat mengiginkanmu... Hahahahaha, Gadis misterius dengan segala keunikannya, Akan segera ku dapatkan, Mungkin ia akan sangat berguna sebagai prisai perangku hahahahaha'' Tawa Lee dong peng mulai mengiringi siasat nya yang ia susun .
- Pencarian The End-
__ADS_1