
Pria buta dengan perwakan tinggi kurus dan sedikit lusuh itu turun dari atas pohon.
Dap! Ia mendarat dengan sangat hati-hati. Rupanya meski ia buta, tapi itu tak menyulitkannya dalam melangkah.
"Siapa dia!" bisik Qiang Qia. Xing An terpana, sebab saat Lee bertarung dengan Qiang Gu. Pria itulah yang melerai Xing An agar tak ikut campur.
"Apakah dia itu ada di pihak kita? Atau hanya..." Bisik Xing An curiga, begitupun Xi Zhau Zhau dan yang lainnya.
"Siapa kau!" tanya Qiang Gu dan Tang Jhan Jhu waspada.
"Hahahaha, tenanglah... aku adalah pengelana, aku ada di pihak kalian semua..." Ucapnya seraya menghampiri Lee dong feng.
"A-ada di pihak kami?" Tanya Qiang Gu masih tak percaya.
"Turunkanlah pedang itu. Ku rasa tak sopan jika kamu mengarahkannya begitu pada orang yang lebih tua" Jelas Pria itu. Saat pria itu melangkah lebih maju ke arah Lee dong feng yang terduduk lemas, sebuah lencana di pakainnya bersinar silau karna terkena cahaya sorotan mentari "Cling" Cahaya itu terasa menusuk retina mata Qiang Gu tapi itu membuat Qiang Gu terbelalak.
Degh! Qiang Gu mengingat sesuatu.
"Tunggu!" Pekik Qiang Gu. Pria buta itu pun mulai menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Qiang Gu yang saat itu menyerunya untuk berhenti.
"Ya. Ada apa? Apakah kau masih belum percaya padaku?" Tanya Pria buta itu. Lalu Qiang Gu melangkah mendekati pria itu dan menyentuh lencana yang ada di dada kiri pria itu.
"Lencana ini? Adalah lencana prajurit kerjaan Kui! Dari mana kau mendapatkan lencana ini?" Tanya Qiang Gu keheranan, satu alisnya terangkat dan memperlihatkan exspresi bingung.
"Oh ini! Bagai mana kau tahu bahwa ini adalah lencana Kerajan Kui, bukankah lencana itu terlihat sangat biasa?" Tanya pria buta itu dengan tatapan biasa.
"Tidak, aku yakin ini adalah lencana milik kerajaan Kui! Tapi... aku tak perlu terlalu khawatir. Silahkan jika kamu ingin memeriksa kakakku" Ucap Qiang Gu. Pria itu pun mengangguk dan kembali melangkah ke arah Lee dong feng.
Sungguh pria muda yang cukup teliti. Dia sangat telaten dan cerdik. Aku suka gaya anak itu. Bathin Pria itu menggumam senang seakan ia telah akhrab pada Qiang Gu.
"Uhuk! Uhuk!" Lee dong feng kembali terbatuk dan darah pun kembali berhamburan.
"Apakah kau merasa sangat sesak?" Tanya pria itu mulai menjongkok kan tubuhnya. Lee dong feng pun mengangguk.
__ADS_1
"Bisakah... kalian pergi? Karna ada hal yang ingin aku bicarakan dengan pria ini" Pinta Lee dong feng. Qiang Gu ragu "Kenapa? Kenapa kami tak bisa ikut menunggu di sini?" Tanya Qiang Gu ragu hingga mengerutkan alisnya penuh curiga.
"Adik... pengobatanku sangatlah terlarang. Jadi... aku tak ingin kalian menerima akibatnya gara-gara aku" Ucap Lee dong feng.
"Apakah semegerihkan itu ya penyakitmu Kakak?" Tanya Qiang Qia tak percaya pada Lee dong feng. Lee hanya bisa mengangguk diam, wajahnya meringis karna ia sangat kesakitan apa lagi sesak di rasanya hinga untuk bernapas saja sangat sulit baginya.
"Percayalah... pada kami" Ucap Lee dong feng lagi. Pria buta itupun mengangguk.
Lalu dengan hati campuraduk pun Qiang Gu lekas mendorong ringan adiknya untuk menjauh "Qiang Qia. Ayo... kita sedikit menjauh dari tempat ini" Ucap Qiang Gu lembut, Qiang Qia tetap menaruh curiga dan mengikuti langkah kakaknya perlahan dengan mata masih menoleh ke arah Lee dong feng.
"Tapi kakak! Aku sama sekali tak percaya pada mereka!" Pekik Qiang Qia. Meski Qiang Qia tak ingin ikut pada kakaknya, tetap saja Qiang Qia melangkah mengikuti kakaknya.
"Uukkhh! Menyebalkan! Padahal aku bukanlah anak kecil lagi! Kakak sangat menyebalkn!" Gumam Qiang Qia. Kemudian Satsuki dan yang lainnya pun mengikuti arahan dari Lee dong feng untuk menjauh dari kedua pria itu.
***
Hening... terasa saat dua pria itu saling berhadapan "Uhuk! Uhuk!" Hanya suara itu yang terdengar. Sedangkan Lee dong feng mulai membuka seluruh pakaiannya dan ia pun telanjang dada.
"Akan ku netralkan racun dalam tubuhmu. Bertahanlah karna ini rasanya akan sangat menyekitkan!" Imbuh Pria buta itu. Lee dong feng hanya bisa mengangguk.
"Tapi ini adalah kebenarannya, lambat laun, racun perjanjian iblis akan menjalar ke seluruh tubuhku" Jelas Lee dong feng.
"Lalu kau akan membiarkannya begitu saja? Kenapa kau tak berusaha melakukan apa yang di inginkan hanbu?" Tanya Pria itu. Lee pun tertegun dab menunduk lesu.
"Apakah karna pendekar itu terlalu cantik hingga kau tak tega untuk membunuhnya?" Tanya pria buta itu. Lee pun diam...
"Ada apa, apakah yang ku katakan itu benar?" tanya Pria buta itu.
Lee tampak sedikit tersinggung hingga ia pun marah "Hentikan ocehamu itu dan segera obati aku. Meski aku tak bisa di obati, setidaknya... kau mau menolongku untuk memperlambat racun perjanjian terlarang itu bukan"
"Hahahaha, kau sungguh naif juga. Tapi baiklah, aku akan melakukan yang terbaik untukmu" Jelas Pria itu. Saat pria itu bersiap menghempaskan aura berwarna hijau di telapak tanggannya, Lee bicara sesuatu hingga membuat pria itu sedikit terdiam.
"Apa?" Tanya pria itu. Lee kembali mengulang kata-katanya "Jika kau benar-benar ingin melihat putra dan putrimu! Mereka ada di sini dan tumbuh dengan baik" Jelas Lee donf feng.
__ADS_1
"Anak! Anak-anakku ada di sini? Dimana dia?" Tanya pria itu. Lee pun tersenyum dan berkata "Akan ku tunjukan setelah kau selesai mengobatiku" Jelas Lee, baru kali ini Lee dong feng dan pria itu saling beradu tanya jawab. Apa lagi Lee dong feng mulai mau membuka sebuah rahasia tentang kebenaran, Bahwa pria itu mengakui jika anak permaisuri lingling adalah anak kandung pria itu.
"Aku akan sangat senang jika Ku mau menunjukan keberadaan putra dan putriku. Aku pasti akan sangat berterima kasih padamu anak muda" Ucap Pria itu. Lee pun tersenyum menyungingkan bibir "Heh, kau pikir mereka akan percaya jika kau adalah ayah kandung mereka. Sungguh ironis sekali" lee terkekeh.
"Jangan khawatirkan itu, hanya bisa melihat mereka tumbuh dengan baik saja aku sudah bahagia. Aku hanya ingin lihat, seberapa tampan dan cantiknya anak ku itu" Jelas pria itu. Lee pun tersenyum lagi.
"Bagus jika begitu" Ucap Lee seraya tersenyum.
Pria itupun mulai melancarkan pengobatannya dan membuat Lee dong feng menjerit kesakitan.
"Gyaaaaaaaaa!!" Kerasnya teriakan itu membuat seluruh burung yang hingap di dedaunan mengepakan sayapnya dan berhamburan pergi.
Koak! Koaaak!
Begitupun Qiang Gu dan Qiang Qia juga Tang jhan jhu dan yang lainnya.
"Kakak!" Teriak Qiang Gu menghampiri Lee dong feng, tapi nampaknya kemampuan pria buta itu tak bisa di bohongi. Terlihat di sana, bahwa lee dong feng mulai memakai pakainnya lalu berjalan ke arah Satsuki dan yang lainnya berkumpul.
"Kakak kau baik-baik saja!" Tanya Qiang Gu khawatir pada lee dong feng hingga ia menghampiri.
"Aku sudah baikkan" Ucap Lee dong feng menyeka darah di bibirnya.
Qiang Gu pun tersenyum senang "Syukurlah... sekarang ayo, kita melangkah ke arah kerajaan Xi" Ucap Qiang Gu. Lee mulai menghentikan langkahnya.
"Kenapa?" Tanya Qiang Gu.
"Aku tak bisa mengikuti kalian semua... sebab..." Lee dong feng mulai menghentikan kata katanya.
"Hahahaha sebab, dia adalah bagian dari kami..." Teriak seseorang membuyarkan keakraban antara mereka semua yang baru saja terjalin.
Degh! Kedamaian yang baru tercipta itu mulai hilang saat suara tawa itu menggema di udara. Hingga semua orang yang ada di hutan itu pun mulai berdiri dan waspada.
"Suara itu lagi!" Pekik Satsuki ia pun mulai mengeluarkan pedang kembarnya dari sarung pedang.
__ADS_1
Next episode...
Bersambung..