Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Musuh terhebat


__ADS_3

Sesuai ke hendak Hanbu, keesokan harinya... Cang Un beserta Lon Ge bersaudara pun pergi ke hutan kematian untuk mencari sosok pendekar kerdil berjubah hitam.


Syut! Syut! Klan iblis itu baru saja menapakan kaki mereka di atas pohon hutan kematian itu "Kita sampai!" Tap! Mereka terhenti di batang pohon besar yang cukup kokoh.


"Kakak! Apakah kita perlu berpencar??Hutan ini sangatlah luas" Ungkap Lon ce. Lon ge pun mendelik Cang un, cang un pun tertegun atas tatapan Lon ge "Apa yang kau lihat?'' Tanya Cang Un.


"Tidak, aku hanya khawatir pada adikku. Kau tahu kan sejak kecil kami tak terpisahkan?" Tanya Lon Ge pada Cang Un. Cang Un pun paham "Haaahhh! Baiklah" Dengan helanan napas panjang, Cang Un pun menyerah "Kita berpencar" Tamhah Cang Un seraya memisahkan diri.


"Semoga berhasil kak Cang Un!" Teriak Long Ce seraya melambai-lambaikan tangannya.


"Apa yang kau lakukan?!" Terpuk Lon ge meenepis lengan adiknya yang melambai-lambai itu.


"Bodoh!" Plak! "Aduh!" Pekik Lon Ce meringis "Kau sudah gila?! Kita sedang mengintai musuh! Kamu malah berisik begitu?!" Marah Lon Ge ke adiknya, adiknya pun menekuk wajahnyaa dan meminta maaf "Maaf kakak, aku pikir... aku perlu meyemangati Kak cang un" Balas Lon Ce.


"Bodoh! Berhenti bermain-main?! Sekarang gunakan penciumanmu!" Bentak Lon Ge seraya menepuk adiknya.


"Baiklah! Akan ku lakukan!" Ucap Lon Ce seraya turun dari batang pohon itu, lalu iapun mulai menapaki satu persatu dataran hutan itu seraya mengendus-endus di setiap pijakannya. Ia menelusuri hutan itu dan merasakan bahwa seseorang baru saja melewati tempat itu.


"Ada apa dik?! Apakah kau mencium sesuatu?" Tanya Lon ge. Lon ce pun mengangguk diam seraya bingung "Bagus! Ayo kita cari! Mereka pasti belum pergi jauh!" Ucap Lon ge senang. Lon Ge pun turun dan mendekati adiknya.


"Tapi kakak... "Lenguh sang adik.


"Tapi apa?" Tanya Lon ge bingung.


"Tapi, yang kucium adalah bau Hei Lianhua" Ucap Lon ce. Lon ge sedikit marah dan mendorong adiknya.


"Kau ini bodoh sekali! kenapa kamu malah mencium bau penghiant itu! aku tak paham pada mu! Dasar tidak berguna!" Gumam Lon Ge marah besar.


"Maafkan aku. Tapi... aku juga mencium aroma lain kak" Imbuh Lon ce. Lon Ge pun terbelalak dan mendekati adiknya lagi "Benarkah?!"


"Ia. Nampaknya, ada sesuatu kekuatan dan aura yang sangat kuat ada di depan kita" Tambah Lon ce. Lon ge pun sedikit heran "Mungkinkah... dia orang yang di katakan jenderal hanbu?" Tanya Lon ge, lon ce pun mengangguk "Mungkin saja kak, kita harus bergegas sebelum kak cang un sampai terlebih dulu ke sana?!" Ucap Lon ce. Long ge mulai berlari cepat ke batang pohon lalu melompati ranting pohon besar itu satu persatu begitupun lon ce, ia mengikuti sang kakak dari belakang.


Beberapa saat kemudian...

__ADS_1


Tap! Tap! keduanya terhenti di atas pohon zhen. "Apakah dia pendekar bertubuh kerdil itu?!" Tanya Lon ge. Dua kakak beradik itu tertegun saat melihat dua sosok seperti manusia sedang berjalan di hutan itu. Adiknya pun mencercidkan sebelah alisnya dan membuka suaranya "Kakak, aku tak paham... kenapa aura dan bau pendekar itu mirip dengan Hei Lianhua... aku sama seali tak mengerti?" Tanya Lon ce.


"Benarkah?" Tanya Lon ge tak yakin. Lon ce pun mengangguk "Ummm... aku yakin, dari postur tubuhnya saja. Dia tidak mungkin Hei Lianhua" Balas sang adik.


"Heh! Menarik sekali! Tunggulah di sini akan ku pastikan siapa dia sebenarnya!" Ucap Lon ge seraya terjun dari ketinggian dan mendarat tepat di depan rombongan Satsuki.


Tap! Lon Ge tertatih di depan Satsuki dan menyembunyikan wajahnya yang tertutupi rambut hitamnya. "Hahahahha... inikah? pendekar kerdil? Rupanya ada juga manusia yang bertahan di hutan kami. Kita sungguh berjodoh ya?' Ucapnya. Satsuki yang telah siaga sedari tadi mulai mundur satu langkah ke belakang dan memulai kuda-kudanya.


"Tuan! Siapa dia?" Tanya Huli jing kaget "Heh. Siapa lagi jika bukan musuh kit?" Jawab Satsuki. Akhirnya Lon ge mulai berjalan mendekat dan mengangkat wajahnya.


"Heeh! Aku tak paham... kenapa kau bersembunyi di balik Hei lianhua... jangan-jangan kau telah mengambil roh permata pisis miliknya ya?" Tanya Lon ge curiga seraya berkata dengan nada olokan.


"Bukan urusanmu!" Satsuki meraih kunai di saku tas pusakanya lalu berlari menyerang.


"Heh! Rupanya kau aktif juga dalam menyerang!" Ucap lon ge menghindari serangan itu. "Hub!" Lon ge melompat dan mulai ada di belakang satsuki. kemudian Lon ge menendang Satsuki sekuatnya hingga Satsuki terpental.


Buak! Dak! Dak! Satsuki ke hilangan ke seimbangannya. BAK! Satsuki mendarat di bawah batang pohon besar.


"Aih...! Uhuk! Sial... dia kuat sekali! Kecepatannya juga tak bisa ku prediksi" Bathin Satsuki. Huli jing khawatir hingga menghalangi tubuh Satsuki "Jangan ganggu tuan ku!" Ucapnya menelentangkan tangannya.


"Heh. Mahluk tak berguna!"Teriak Lon ge seraya melemparkannya keras. "Aaghhh!" Huli jing terpental jauh, Satsuki segera berlari secepat kilat untuk menangkap Huli Jing. Syuut! Greerp! Kecepatan satsuki saat mendapatkan tubuh Huli jing, membuat Lon ge semakin bersemangat untuk melawan pendekar tersebut.


"Cih. Hebat juga dia" Bathin Lon ge. Tangannya mulai ia arahkan ke satsuki. Perlahan ada sebuah kekuatan besar di bawah tangan itu. Kekuatan bola hitam yang tadinya kecil itu lambat laun semakin membesar.


Saat ini Satsuki telah berkutat membuat mantra sihir pelindung untuk Huli Jing "Huli jing diamlah di sini! Kau tak perlu ikut campur!" Huli jing di rebahkan di dalam pelindung itu, dalam keadaan tak sadarkan diri.


Satsuki segera keluar dari pelindung itu. Saat matanya menyimak apa yang ada di hadapannya ia sungguh kaget.


Nampaknya Lon ge sangat ingin membunuh Satsuki hingga ia mengeluarkan kekuatan besar di telapak tangannya untuk membidik Satsuki.


"Gawat!" Bathin Satsuki, Satsuki segera menghindar, ia lari ke atas pohon. Lon ge mulai melepaskan tembakan hitamnya di sana. Syyuuuuutt! "Ahhh!" Teriak Satsuki menghindar. Jelas saja, bola hitam itu terarah cepat ke arah Satsuki. Buam! tembakan pun meleset.


Tapi nampaknya bukan hanya itu serangan yang lon ge miliki. Seakan tak habis peluru bola hitam yang lebih kecil dari telapak tangannya terus melesat dan membidik Satsuki terus menerus.

__ADS_1


"Sial! Aku tak bisa menyerangnya!" Bathin Satsuki. Hujan bola-bola hitam itu membuat ledakan yang cukup besar dan menghancurkan hutan. Nampaknya pertarungan Lon ge dan Satsuki menarik perhatian seseorang.


Buuuaam! Duuuaar! Sssssshhh... Suara mencolok itu terdengar beriringan tanpa henti. Asap yang menyeruat pekat dan membumbung tinggi dari sisa pertarungan itu menarik seseorang untuk keluar dan melihat apa yang telah terjadi.


"Lihat itu, nampaknya ada pertarungan besar di sana" Ucap pria buta pada lee. Ia menunjuk ke arah hutan yang tampak terbakar. Tapi lee acuh, ia hanya bertapa dan mempokuskan dirinya pada apa yang ia inginkan.


"Berhentilah menyerap energi alam... pagi pula, seluruh daratan ini sudah tercemar aura hitam klan iblis. Satupun takan kau dapatkan apa yang saat ini jadi keinginanmu" Tambah pria buta itu.


"Berisik! Biarkan aku sendiri. Aku tak mungkin hidup tanpa kekuatanku!" Balasnya.


"Baiklah... aku saja yang pergi dan merasakan pertarungan apa yang sedang terjadi di sana" Priaa buta itupun pergi meninggalkan Lee seorang diri. Ia sungguh fokus pada apa yang ia ingin.


"Aku hanya perlu kekuatanku... untuk melawan mereka!" Gumam bathin Lee berkecamuk.


Sedangkan pria buta itu pergi ke area pertarungan seorang diri.


Syuut! Buam! Duar! Duar! suara Ledakan-ledakan itu sama sekali tak terhentikan. Satsuki terus menghindar, karna tubuh Lon ge sungguh tak bisa di sentuh. Bahkan beberapa kali Satsuki melempar kunai-kunainya, yang terjadi adalah lelehan. Kunai-kunia milik Satsuki meleleh saat mendarat di tubuh Lon Ge yang tertutupi aura hitam.


"Sial! Dimana letak kelemahannya?! Jikaa terus menghindar, maka aku takan mungkin bisa bertahan!" Bathin Satsuki. Sedangkan Lon ge tertawa puas saat menyaksikan ekspresi Satsuki yang tampak tak berdaya.


"Hahahahaha, mana mungkin mahluk tak berguna sepertimu bisa membunuh Kallen dan yang lainnya?! Bahkan menyerang saja kau sungguh tidak bisa! Rasakan ini!" Teriak Lon ge. Kekuatan yang lebih besar mulai terlihat. Lon ge mengeluarkan aura hitam pekat dari tubuhnya. Aura itu sangatlah kuat hingga menghancurkan mendan di sekitarnya.


"Sial! Kekuatan macam apa ini?!" Bathin Satsuki. Ia hanya punya dua pilihan, menyerah dan mencari titik lemahnya. Atau bertarung mati-matian dengan melawan kekuatan besar milik Lon ge.


"Ini sungguh merepotkan" Bathin Satsuki menggumam.


Kegentingan yang di buat Lon ge terhadap Satsuki, memancing Cang Un untuk tidak menyaksikan pertarungan itu.


"Hahahahha, dia rupanya. Pendekar kerdil... sekuat apapun kau melawannya, Lon ge takan pernah mati" Bathin Cang un menggumam.


Akankah Satsuki bertahan dan berhasil membunuh Lon ge. Jika Satsuki tahu kelemahan Lon ge maka musuh yang akan di hadapi berikutnya adalah Cang un.


Next episode...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2