Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Kekalahan...


__ADS_3

***


Wugh! Wugh! Pendekar dengan topi caping itu melempar topinya ke arah Cang Un yang terjatuh hingga berhasil menyayat jemari Cang Un yang berharga hingga benang-benang di jemarinya putus.


...Zrat! Zrat! Benang di jemari Cang Un terlepas begitu saja oleh topi caping itu. Hingga Lee Dong Feng kembali ke asalnya dan seketika itu tersadar....


"Kakak!" Pekik Qiang Gu. Lee terbelalak hingga melepaskan tekanan pedangnya yang sedari tadi menyayat leher Qiang Gu.


"Apa yang terjadi..." Tanya Lee Dong feng ke bingungan. Qiang Gu yang senang mulai memutar bola matanya ke atas pohon di depannya.


"Itu! Dia..." Tunjuk Qiang Gu ke arah batang pohon di belakang tubuh Lee Dong Feng. Lee mulai melirik ke belakangnya dan ia pun terkejut sama seperti Qiang Gu.


"Maaf... aku terlambat! Karna ada seseorang yang baru saja memberiku hadiah terindah" Imbuh Wanita dengan rambut hitam legam bak malam dan memiliki bola mata hitam dengan pesona yang membuat mata para pria terpana. Wanita itu berdiri tegap tanpa gentar, meski seluruh beban di pikulnya sendiri.


"Putri Satsuki!!!" Pekik Lee Dong Feng dan Qiang Gu senang.


"Ayo! Kita keroyok iblis menjijikan ini!" Imbuh Satsuki melompat ke arah Cang Un yang tertatih-tatih di tanah. Nampaknya Cang un berusaha kabur.

__ADS_1


Syuut! Kaki runcing Satsuki lagi-lagi menusuk perut pria malang itu.


Buak!! "Ini untuk kehancuran yang kau perbuat!" Perut Cang Un tertendang keras hingga ia terpental jauh "Uughh!" Cang Un terpental dan mendarat kasar di batang pohon besar yang kokoh.


"Si-sial! Ak-aku belum kalah" Imbuh cang Un mengusap darah di bibirnya. Satsuki telah melompat kembali dengan sebuah tinju yang kekar.


Duak! "Ini juga untuk kematian seluruh klan manusia akibat ulah kalian!" Teriak Satsuki membogem pipi kiri Cang Un hingga wajahnya terhempas.


"Uhuk!" Pruuuullllt! Gigi Cang Un sampai rontok semua.


Sial! Aku bahkan tak di beri kesempatan untuk menyerang. Bathin Cang Un berusaha menggerakan sebelah jemarinya untuk membangkitkan sebagian bala bantuan.


Satsuki kembali memutar kakinya untuk membuat sebuah tendangan mematikan. "Yang terakhir! Rasakan Ini!!!" Teriaknya Mulai menyiapkan ancang-ancang untuk menendang.


Buuuuaaakkkkk! tendangan yang di lepaskan Satsuki itu di penuhi amarah dan dendam hingga amat keras ketika hinggap kembali di perut Cang Un yang malang.


"Uuuuuuuuhghhhh!!" Pekik Cang Un. Seketika, batang pohon kekar yang sedari tadi menopang tubuh Cang Un itu mulai patah oleh kerasnya tendangan yang di lepaskan Satsuki.

__ADS_1


Perut Cang Un mulai terkoyak dan terpental begitu jauh. Nampaknya Cang Un tak akan selamat oleh serangan terakhir dari Satsuki.


"Hosh! Hosh! Itu... itu semua sepadan dengan apa yang selama ini telah kau perbuat... kematian demi kematian yang kalian renggut. Tak akan pernah sepadan dengan apa yang ku lakukan untuk memusnahkan klan iblis yang terkutuk..." Lenguh Satsuki. Ia nampak sangat kelelahan, hingga dua pria yang hanya bisa menatap di kejauhan itu sedikit merinding pada serangan Satsuki yang membabi buta itu.


Wanita kuat yang menyeramkan. Bathin Qiang Gu. Sementara Lee dong feng hanya bisa menatap tanpa sepatah kata pun. Ia cenderung diam dan hanya memegangi dadanya yang makin hari makin terasa sakit saja.


Qiang Gu mulai turun dari atas pohon dan hinggap di samping Satsuki "Putri Kau baik-baik saja?" Tanya Qiang Gu khawatir. Satsuki mengangguk "Tentu... maaf karna aku sedikit terlambat" Ucap Satsuki. Qiang Gu pun tersenyum seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Tak apa, kami yang harusnya minta maaf karna telah membuatmu kerepotan" balas Qiang Gu. Sementara Qiang Gu dan Satsuki saling tegur sapa. Rupanya Lee dong feng telah mendarat di samping Cang Un yang telah tewas beberapa menit yang lalu. Dan menggeradah pakaiannya seprti telah mencari sesuatu.


"Eh! Kakak apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Qiang Gu. Matanya tak sengaja menatap ke arah Lee yang tampak berkuata mencari sesuatu. Satsuki pun menoleh ke arah tersebut "Kau mencari penawar racun Hanbu bukan?" Tanya satsuki. Nampaknya yang di katakan Satsuki benar hingga membuat Lee terdiam. Lee terlihat malu pada wanita itu.


"Jika kau mencari penawar racun kutukan itu. Kau harus mencarinya pada pria yang telah mengikatnya... Jawabannya bukanlah Cang Un. Tapi Hanbu, penawarnya pastilah ada di datangannya" Jelas Satsuki. Seketika Lee domg feng terdiam dan menghentikan aktifitasnya. Satsuki nampak tak tega meski ia saat ini menaruh dendam yang cukup besar pada pria itu.


"Ambilah ini!" Satsuki melemparkan sebutir pil berwarna hitam. Lee pun menangkapnya sigap "Ini..." Lee sedikit heran sambil menatap pil itu.


"Meski ini bukanlah penawar, tapi ini akan sedikit membuat racun itu mereda... bertahanlah hingga kau bertemu dengan Hanbu... Aku sungguh tak ingin melihatmu lemah seperti itu" Jelas Satsuki seraya melangkah pergi menjauhi Lee Dong Feng. Sedangkan Qiang Gu nampak keheranan ketika memperhatikan Lee Dong Feng yang nampak salah paham. Pipi Lee memerah seraya menatap Pil di genggamannya.

__ADS_1


"Ayo kak minumlah... agar kau sedikit tenang. Perjalanan dan tugas kita masihlah sangat banyak" Imbuh Qiang Gu. Lee pun lekas meminum pil itu dan mulai melangkah mengikuti arah Satsuki berpijak. Begitupun Qiang Gu, ia pun mengikuti langkah Satsuki dengan sigap.


Bersambung...


__ADS_2