
Dendam Sang Putri
Part #65 -Kembali-
* * *
Menara Tujuh Pagoda
Suci
" Apakah sekarang kau siap menerima pelatihan dariku?"Tanya Jade Long.
" Belum! Maaf Guru... Sebelum aku ikut dalam pelatihanmu, Ijinkan aku terlebih dahulu menyelesaikan urusanku" Jelas Satsuki seraya menunduk dan mengepalkan tangannya.
Jade Long mulai heran " Heh, Kau mulai sedikit berubah, Kau sedikit lebih sopan" Ucapnya.
" Sopan? Aku memang selalu sopan pada guruku"
" Baguslah... Kalau begitu. Pergilah... Selesaikan segera urusanmu itu, Kemudian datanglah lagi padaku untuk segera melatih Kulitasimu" jade Long segera masuk ke dalam api abadi miliknya kembali.
WHOOOSH! seketika area tersebut berubah kembali menjadi lautan api seperti semula.
" Guru, Aku pamit pergi!"Satsuki menaiki pundak Ice dan mulai terbang ke luar pagoda tersebut.
WHOOOSSSSHHH! Ice mulai ada di atas langit Kota tersebut.
Master, Sekarang kita mau kemana? Tanya Ice.
" Entahlah... Aku sangat bingung, Aku sudah tak punya tujuan hidup. Satu-satunya harapan ku adalah ayahku, Tapi aku sama sekali tak tahu dimana Rimbanya. Aku tak punya semangat lagi... Bagai mana bisa hidupku semalang ini?" Keluh kesah sang master.
__ADS_1
Koaaaakkk! Ayolah master, jangan menyerah. Bukankah kau punya batu giok suci? Ingatlah. Batu tersebut mampu mengabulkan beberapa keinginanmu. Bahkan kau bisa meminta ayah dan ibumu secara utuh. Balas Ice.
" Memang benar yang kau ucapkan... tapi, Entah kenapa aku merasa kehilangan semangatku"
" Kalau begitu, Kita kembali ke Kota Chang Chun saja. Kita akan menemui Xing An, Sydah lama aku tak dengar nama itu" Jelas Ice. Satsuki Tiba-tiba mulai ingat kembali.
" Astaga! Aku sampai lupa padanya, Dia pasti sangat khawatir sekali padaku! Kalau begitu kita ke istana Kuai" Ucap Satsuki.
" Baik master!" Satsuki mulai kembali ke arah Selatan, Dimana istana milik ibunya berdiri.
Baru beberapa menit melayang di udara. Satsuki mulai di suguhkan kepulan asap yang tebal. Kepulan asap itu membuat Satsuki heran " Ice! Kau lihat kepulan asap itu? Itu nampak seperti meriam saja?!" Pikir Satsuki " Apa kita perlu mendekati nya"
" Ya! Kepakan sayapmu lebih cepat!" Ice mulai terbang merendah. Ice mempokuskan matanya ke arah kepulan asap tersebut.
Saat ia hendak menukik ke arae itu . Tiba-tiba dentuman disertai ledakan berprekuansi tinggi menghempas Ice beserta Satsuki menjauh dari area itu.
BUAMMMMM!
WHOOOOOSSSSHHHHH!
ICE Terpental jauh dan terpisah dengan Satsuki.
" Uggghhh!" Pekik Satsuki masih terhempas beberapa puluh kilo meter dari pusat ladakan.
Saat tubuh mungilnya hendak mendarat di batang pohon tua yang besar dan keras. Seseorang lebih dulu mendapatkan tubuh mungil putri Angkuh itu.
GRAAP!
" Ukh!" Satsuki meringis, ia masih dalam posisi bertahan, Yakni tangannya masih metutupi area kepala. Sedangkan seseorang itu berhasil mendapatkan tubuh satsuki sigap. Ia mulai memeluk tubuh mungil Satsuki erat. Hingga sampailah pada benturan keras.
BUAK!! pundak seseorang yang berhasil menolong satsuki itu mulai mendarat keras di batang pohon Zhen yang sangat besar dan keras.
__ADS_1
" Uhuk!" Ia terbatuk saat benturan keras di punggungnya mulai terasa mematahkan seluruh tulang belakangnya.
Siapa?! Bathin satsuki. Perlahan Satsuki mulai membuka matanya dan menatap seseorang yang sudah menyelamatkan tubuhnya dari cedera yang mungkin akan cukup parah.
" Kau!" Satsuki mulai terbelalak, Sedangkan Sang penolong yang telah terbentur hingga muntah darah itu hanya bisa tersenyum seraya turun perlahan dan mulai mendarat di tanah.
" Kau baik-baik saja...?!" Tanya nya.
Satsuki hanya bisa terbelalak dan berdegug kaget" Ba-bagai mana kau bisa menemukanku..." Satsuki tak pernah menyangka jika akan ada seorang laki-laki yang mau menjadi tameng hanya untuk menyelamatkannya.
- Kembali The End-
.
.
.
.
.
Hai para readers budiman maaf autor gantung ceritanya ya.
So ada yang udah tahu alurnya silahkan jawab pertanyaan autor di bawah ini...👎👎
Kira-kira ada yang tahu nggak siapa penolong putri Satsuki kali ini.
Apakah A. Lee Dong Feng
B.Hei Lian Hua
__ADS_1
C.Pangeran Qiang Gu.
Jawaban yang benar Pc autor ya... Gave away. Hingga sampai dua eps berikutnya ya.