
Dendam Sang Putri
Part #54-Balas Dendam-
Wuuuuaaaaaaaaa... Suara seruan kaget dari setiap tamu terhormat yang ada di tempat tersebut.
Tak disangka hari istimewa itu akan membuat seluruh kerajaan lain tercengang.
" I-ibu Suri ... Apa maksudnya ini" Tanya Kaishar Zhang.
Ibu Suri hanya diam tak dapat bicara. Rasa malu di hatinya membuatnya menitikkan air mata.
" Cepatlah katakan yang sebenarnya!" Bentak Satsuki.
Ibu Suri mengangkat kepalanya dan berkata " Lancang!! Aku sama sekali tidak tahu apa sebenarnya yang kau katakan itu!!" Elak Ibu Suri.
" Putri Satsuki jangan tidak sopan begitu! Kau sungguh lancang!" Pekik Putra mahkota Pangeran Qiang Gu.
" Diamlah! Kau tak tahu bagai mana rasanya menjadi seorang pecundang!" Tunjuk satsuki sinis ke arah pangeran tersebut.
Semantara pangeran Yang lainnya hanya bisa terdiam dengan beribu tanya di hati mereka. Selain menggunakan ilmu terlarang, Satsuki berani menyadap Ibu Suri dengan lancang.
Sementara permaisyuri ling ling hanya bisa gugup. Wajahnya pucat pasi.
" A-aku... aku sungguh tidak tahu apa yang kau maksud" Terus mengelak hingga keringat dinginnya mulai membasahi kenging Sang ibu suri .
" Heh! Pendusta!" Satsuki mulai melepaskan bungkaman Mulut Coi Hong Nam dan Istrinya ( Atara suinan).
" Ayo bicara !" Teriak seraya menendang punggung Permaisyuri atara.
Dak !!
Aaggghhk! pekik permaisyuri jatuh tengkurab. Dua tangannya di ikat di belakang dan wajahnya mulai rusak oleh pengaruh racun yang mulai menyebar tubuhnya.
" Berhenti merengek! Katakan apa yang kau tahu' Jangan berusaha berbohong!"
" Putri Satsuki jangan lancang! Aku tahu, Kau adalah muridku yang sangat baik! Lepaskan Sihir ini... Jangan permalukan Ratu Zhang seperti itu!" Bujuk guru Besar Young.
" Hahahahaha, Orang tua yang menyebalkan! Kau pikir, Aku akan menuruti perkataanmu! Kau takan tahu bagai mana Busuknya kelakuan wanita itu! Tunjuk Satsuki kasar ke arah Ibu suri.
Namun ibu suri terdiam menunduk .
" Cepat bicara!" Satsuki menjambak rambut permaisyuri atara hingga kepalanya mendonggak ke belakang.
" Akkkh!"
" Mmmmh! (istriku! bathin Coi hong Nam)"
" Bicara, atau ku bunuh!" Pedang mulai keluar dari sarungnya. Sebelah Tangan kiri menjambak dan satu tangan kanan itu mulai menodongakan Pedang panjang di leher permaisyuri atara.
" Hiks... Ibu suri, tolong aku! Tujuh belas tahun yang lalu... Saat Putri Kuai mengandung, Kau sengaja memisahkan hubungan cinta antara kami..( Coi Hong Nam dan permaisyuri) , Kau menjanjikan derajat tertinggi di istana Kuai asalkan aku mempu membunuh Putri Kuai... Istana itu, Seharusnya jadi milik kami sesuai janjimu..." Jelas Permaisyuri.
Mendengar pernyataan jelas dari bibir tipis permaysuri , membuat sarsuki makin geram.
Ibu... malangnya nasibmu... Aku tahu, kekamilanmu yang jadi aib bagi kluargamu itu sudah pasti ada sebabnya. Kau takan mungkin melakukan kesalahan tanpa sebsb. Bathin Satsuki.
Ibu suri masih terdiam, Ia tak ingin membuka suaranya, Sedangakan Kaishar Zhang marah dan menatap ibunya tajam.
" Ibu suri, Sungguhkah yang di katakan oleh permayuri Atara! Apakah ini semua adalah permainanmu!" Kagetnya, Mata kaishar Zhang berkaca-kaca. Bagai mana tidak, Saudara kembarnya yang menjadi kakak yang paling ia cintai ternyata meregang nyawa di tangan ibunya sendiri .
__ADS_1
" Maaf... Sebernarnya, Ini kulakukan demi kebahagaiaanmu" Balas Ibu Suri, Satu kalimat itu mulai memperjelas teka-teki rumit di benak Satsuki.
" Keterlaluan!!" Bentak Satsuki dan Kaishar Zhang.
Ibu suri hanya bisa menunduk malu.
" Kenapa kau bunuh ibuku!! Apa salahnya!! Bukankah dia adalah satu-satunya orang berjasa dalam penyelamatan Kerajaan Kui ini!! Jika bukan ibuku yang bertindak di masa perang antar iblis itu, Kalian takan pernah ada di isatana ini!" Teriak satsuki histeris.
POWWWWW!!
Sihir mulai pecah, Pengaruhnya mulai hilang.
" Tangkap pemberontak itu!" Jelas kepala Jendral perang. Para prajurit mulai menyiapkan busur dengan anak panah yang runcing bah ujung pedang.
" Heh! Kalian ingin membunuhku?" Satsuki menyungingkan bibirnyan dan penuh gelagat licik di raut wajahnya.
" Lepaskan anak panah kalian sekarang!" Teriak sang jendral perang.
" Hentikan!"
Deg!
" Jika kalian mengujani putri Satsuki dengan anak panah, Maka Ibu suri akan ku bunuh!"
Seketika, semua mulai diam, Namun diam-diam Guru besar Young mengeluarkan spirtnya dan hendak menyerang Satsuki .
WHOOOSSSHHH! Burung bangau besar mulai datang dari arah atas tanpa di sadari Satsuki
Master, Awas!! Ada best spirt di belakang mu dan hendak menyerang kepalamu! Nae jimee.
Keterlaluan!" Bentak Satsuki seraya meraih Ibu suri dan merunduk.
" Uuuggh!" Crooot! Darah dari perut sang permaisyuri mulai teruburai. Ia mulai tergeletak tak bernyqwa bersimbah darah.
" Mmmmhh! Istriku! Erang coi hong nam mendekati jasad istrinya yang mati tragis. Matanya membelalak dan mati dalam keadaan mengenaskan.
" Agghhhhhhhhh!!!" Erang Go Eun yang sudah bersembunyi sedari tadi di antara para pelayan istana itu.
" Heh! Pip! Keluarlah!" Tangan Kiri menyekap leher ibu suri sedangkan tangan kanan mengacungkan dan mulai memanggil Spirt pelebur titik pokus.
WHOOOOOSSSH! Angin mulai meliuk di antara kegentingan istana tersebut. Sesuatu mulai keluar bersama asap yang menyeruat.
"Piiiiiiiiiiiippppp!" Pekik Sang best spirt yang mulai tampak oleh mata telanjang. Perlahan Asapnya mulai menipis , Kini Jelas Dimata siapapun bahwa mahluk itu adalah mahluk terlarang.
" Spirt terlarang!! kendalikan pikiran kalian! Jika tidak kalian akan mati!" Pekik Guru besar young memperingatkan.
Namun terlambat di sadari ke hadiaran best spirt tersebut, Sedari tadi saat ia keluar dari cincin ruang sang master, Sihirnya sudah bekerja sesuai perintah masternya, Rencana matang tersebut tersusun dengan rapi dan di bantu oleh para Spirt yang tunduk padanya.
" Keterlaluan!" Pekik Putra mahkota.
Wuuuug! Wuug! Wuuuggg!
Sihir mulai bekerja. Seluruh orang di istana tersebut nampak jadi gila. Mereka saling memukul seakan orang-orang di sekeliling mereka adalah musuh.
" Pip! Aku serahkan padamu! Lakukan tugasmu dengan baik!" Satsuki mendekap tubuh Ibu Suri , Ia melompat ke langit dan mulai naik ke punggung Ice.
Tap!
" Purtri Satsuki Kembalikan ibu suri!" Pekik Pangeran Qiang Gu ia mengeluarkan Bai Xin dari cincinnya. Pergerakan pangeran terdeteksi oleh Satsuki hingga ia mulai mengeluarkan satu Bast spirt lain miliknya.
__ADS_1
" Red Velvet! Hadang pria dengan kuda terbang itu!" Whooooossshh!
Ular besar mulai keluar hingga menjatuhkan dirinya di area istana terssbut.
BUAAGH! suara jatuhan yang teramat keras. hingga mengguncang kerajasn Kui.
" Apa! Ini mustahil! Dia memiliki beberapa Bast Spirt dalam cincin Ruangnya! Wanita macam apa dia?" Pekik Pangeran Qiang Gu.
Pangeran Tang Yuan dan Tang Jan Jhu mulai menghampiri Pangeran Qiang Gu yang di hadang ular besar yang sangat jelek.
" Lawanmu adaalah aku!" Pekik Sang monster.
" Ini... Tidak mungkin!" Pekik Tang Yuan Cheng.
" Kau kah ular merah bersisik api?! Bukankah kau adalah budak setia sang naga Spirt Jade Shaddow!" Tanya pangeran Qiang Gu .
" Masterku adalah anak dari mendiang master pengendali Tuanku! ( Naga Agung Spirt Jade Shaddow) Jadi bagiku tak masalah selama aku bisa melindungi keturunan pengendali tuanku' Jelas Sang Ular merah.
" Tang Jan Jhu, Bawa permaisyuri ling ling dan Kaishar Zhang ke tempat yang aman! Biar aku yang akan menghadang ular besar ini" Tegas Pangaran Qiang Gu.
" Baik!"
" Kakak (Tang Yuan Ceng), Tolong kejar putri satsuki, Bawa kembali ibu suri apapun yang terjadi!" Jelas pangeran Qiang Gu.
" Baik!" balas Pangeran Tang Yuan Cheng.
SYUUT! Pangeran Tang Yuan Cheng mulai menghilang.
" Lawan mu adalah aku!" Jelas Pangeran Qiang Gu.
" Hahahahahha, Kau sungguh sombong, jika bukan tuanku yang menolongmu, Mungkin kau takan pernah ada di dunia ini lagi... inikah caramu berterimaksih padanya?" Tanya Red velvet.
Degh!
'Tuan nya? Apakah Putri Satsuki...? Yang ada di Pagoda itu... Bukankah Xitan? Apa maksudnya ini? Apa Maksudnya Xitan itu? Adalah... Satsuki? Tidak mungkin. Bathin Pangeran Qiang Gu
Kuda-kuda yang ia persiapkan dengan kencang mulai meleleh, Ia melemah, Tubuhnya bergetar , Matanya mencercid dan pikirannya berputar kemana-mana, Akhirnya pengaruh Sihir Piip Ikut masuk ke dalam pikiran Qiang Gu.
pyang! Pedang mulai terjatuh dari genggaman sang pangeran. Ia syok saat mencerna. Bahwa wanita yang membuatnya tertarik di awal pertemuannya itu, ternyata adalah kakak sepupunya sendiri. Tubuh pangeran bergetar, Ada rasa kecewa yang besar di hatinya.
Ti-tidak mungkin...
.
.
.
.
.
Di tengah kegentingan istana tersebut, Ada seseorang yang terkekeh menyaksikan kelakuan mengejutkan dari sang putri yang di anggap sampah itu. Ia sama sekali tidak terhibnotis dengan sihir sang bast sprit pelebur titik pokus itu tebarkan. Ia hanya menyimak apa yang ia lihat saat itu. Pesta Ulang tahun Sang Ibu suri berakhir mengerihkan.
Hehehehe, Wanitaku... Sungguh menakjubkan... Bathin lee dong Feng.
- Balas Dendam#1 The End*-
__ADS_1