
"Ini sangat mengerihkan!" Imbuh tetua Li sung, dengan kedua mata kepalanya ia melihat perubahan Kellen yang sempurna itu, bulu kuduknya langsung saja merinding setelah melihat Kallen menampakan dirinya yang cukup mengerihkan.
"Sekarang waktunya! Ayo serang dia!" Pekik tetua Li sung. guru besar Young pun mengangguk "Baiklah!" Guru besar Young mulai menghempaskan sebuah element api dari telapak tangannya ke arah Kallen, element itu berbentuk bola api yang membara-bara.
Syut! Syut! Bola api itu di lempar bertubi-tubi ke arah Kallen. Kallen hanya memandngnya dengan sangat ringan.
Ia pun menghempaskan ringan tangan dan bola-bola api milik Guru besar Young pun mulai kembali ke arah pemiliknya.
Whus! Tetua Li terbelalak "menghindar!" UCAPNYA seraya melompat untuk menjauh.
Kallen amat menikmati kekuatannya yang tak terbatas itu "Hahahaha... menyerahlah, lawanku bukanlah kalian! Melainkan pendekar berjubah hitam itu, aku ingat sekali bagai mana perasaannya saat membunuhku dulu,ia amat sangat puas. Dan kini aku kembali hanya untuk mengirimnya ke alam baka,bahkan aku akan mengirimnya ke neraka tingkat delapan! Eghhhhh!" Jelasnya mulai melangkah menjauhi para pria itu. Tapi guru besar Young amat marah saat mendengar penjelasan tersebut "Takan ku biarkan kau menyentuhnya meski secuilpun!" Teriak Guru besar Young menghempaskan beberapa belati ke arah Kallen.
Whusssh! Kallen menoleh seiring lesatan para belati itu, ia pun menghempaskan nya kembali.
Pluk! Pluk! Pluk! Belati itu mulai berjatuhan ke tanah begitu saja, "Rupanya kalian belum menyerah juga... lawanku bukanlah kalian semua!" teriaknya seraya mengehmpaskan kekuatan gelapnya ke arah para tetua.
Whuuussssshhh! Blaaar! Blaaaar! " Berlindung!" Teriak Tetua Li sung seraya membuat sebuah mantra pelindung.
"Ini tal bisa di biarkan!" Jelas guru besar Young masih mengepalkan tangannya.
"Heh. Rupanya adalah hal yang salah jika kita membiarkan anak-anak bau kencur itu untuk turun tangan ke medan pertempuran. Kita saja sudah terpojok seperti ini, nasib baik jika mereka masih bisa bertahan hidup hingga detik ini" Jelas tetua Li sung sedikit kerepotan, terlihat jelas jika ia sangat lelah. Keeingatnya yang lebat mulai menghiasi jidaknya yang mengkerut sedari tadi.
"Egh! Lawam mereka sangatlah kuat! Omong-omong... tentang pendekar berjubah hitam yang di katakan Kallen tadi, ternyata dia adalah putri Satsuki..." jelas Guru besar Young, tetua Li sung jelas saja terbelalak tak percaya "Apa?! Yang benar saja? Jadi yang telah membunuh iblis ini adalah..." Tak bisa tetua Li sung melanjutkan kata-katanya, sebab ia terlalu kaget saat mendengar kenyataan itu.
"Rupanya, beberapa bulan tak jumpa... Putri Satsuki berkembang semakin kuat saja, kita bahkan kerepotan saat melawan iblis satu ini, tapi dia... aku tak tahu cara macam apa yang ia lakukan untuk menumbangkan iblis satu ini" Jelas Guru besar Young dengan senyum bangga dan sedikit keheranan.
"Jika benar, putri Satsuki masih hidup... cepatlah cari dia dan jadikan dia sebagai umpan kita, jika Kallen sampai bertemu putri Satsuki, aku yakin! Dia akan mengerahkan kekuatannya dan kita pun bersiap menunggu saat yang tepat. Putri Satsuki adalah anak dari ratu perang Kuai Sammoro,kekuatannya pasti di atas rata-rata orang bias, sama halnya dengan ibunya" Jelas tetua Li sung.
"Tidak! Aku tidak akan melakukan itu!" Bantah Guru besar Young. Tetua Li sung pun menoleh "Apa? Kenapa, kenapa kamu tak setuju dengan usulanku ini?" Tanya Tetua Li sung kaget.
__ADS_1
"Tugas mereka terlalu berat, aku akan melawan iblis Satu ini tanpa bantuan putri Satsuki, aku yakin... dia juga telah terlalu lelah saat melawan para iblis ini" Jelas Gur besar Young. Tetua Li sung pun mulai memalingkan wajahnya ke arah serangan Kallen yang bertubi dan tiada henti nya itu.
"Haaah... baiklah... jika itu pilihanmu! Mari.. kita lawan iblis mengerihkan ini berdua!" Helan napas panjang dari Tetua Li sung terdengar pasrah. Guru besar Young pun mengangguk "Ayo! Meski kita sangat tua! Tapi stamina kita tak kalah dari anak muda" Seru guru besar Young.
Kallen makin marah ketika mendengar percakapan mereka hingga mengerahkan kembali kekuatannya yang berupa element petir yang cukup besar hingga perlahan menghancurkan prisai mantra tetua Li sung.
"Keluar dan hadapi aku!" Teriak Kellen tersulut emosi yang kian berapi-api.
Klek! plek! Prisai tetua li sung mulai retak dan hampir meledak "Sekarang! Cepat keluar!" Ucap Tetua Li sung seraya mengeluarkan pedang istimewa miliknya. Guru besar Young mengangguk diam lalu ia pun keluar dari perisai itu dan mengalihkan perhatian Kallen lewat element apinya yang ia hempaskan ke arah samping Kallen.
Whuuusssshhh! Kallen menghindar. "Sekarang saatnya!" Teriak Tetua Li sung berlari dengan sebilah pedang panjang di tangannya. Ia mulai menghempiri Kallne, Syuut! Pedang di ayunkan. Trang! Kallen menepisnya dengan tangannya yang kuat dan penuh otot itu.
Wajah mereka berpautan dan saling menatap. "Kurang ajar! berani juga kau menyerangku dalam jarak sedekat ini" Ucap Kallen sinis. Tetua Li sung pun mulai mengangkat kakinya dan menendang perut Kallen hingga Kallen terpental "Apa!" Pekik Kallen tak sadar jika orang setua Itu bisa menendangnya dengan sangat keras.
Zraaaart! Kallen terhempas dan menabrak bebatuan di sekitaran hutan kematian itu.
Dap! Guru besar Young mulai melompat ke arah Kallen, ia melemparkan kertas mantra kuning seraya berkata "Mantra jaring laba-laba!" Teriak guru besar Young. Kallen keget dan refleks mundur ke belakang, ia pun segera menghempaskan tangannya ke arah guru besar Young yang telah mendarat itu.
Telapak tangan Kallen mulai membidik guru besar Young cepat, Blrrrssssssssh! Cahaya petir itu mulai keluar dan menembak Guru besar Young. "Apa!!" Sebelum lesatan petir itu menghantam guru besar Young dan menghancurkan nya, Tetua Li sung segera mendorong guru besar Young dan meraka pun jatuh bersamaan dan menghindar. Kallen tersenyum lalu kembali menembakan element petir yang berulan.
Whuuuassshhhh! Lagi-lagi prisai mantra pun tercipta.
"Cih! Hanya itu kemampuan kalian!" Tanya Kallen terkekeh dengan tawanya yang menggelitik.
Sedangkan rencana guri besar Young nyaris saja berhasil, mereka mulai berdiskusi lagi dan mulai menjalankan langkah yang sama untuk mengarahkan kallen pada sebuah rencana matang mereka.
"Sekarang keluarlah!" Jelas tetua Li sung.
Guru besar Young kembali keluar dan membuat dirinya jadi tiga orang, Kallen menatap "Heh! takan ku biarkan satu orang pun kabur!" Pekiknya melemparkan serangannya tanpa gergerak ke arah ketiga sosok Guru besar Young. Di saat bersamaan Tetua Li sung keluar dan mulai mengarahkan Element esnya ke arah Kallen sigap "Rasakan ini!" Teriak Tetua Li, Kallen yang terkecoh itu segera menghindar "Apa? Rupanya kalian telah menjebakku!" Tetiaknya terus mengelak dari serangan yang tetua Li sung lesatkan ke arahnya.
__ADS_1
"Menghindarlah terus! Bahkan kau tak bisa lari lebih jauh!" Bentak tetua Li sung.
"Tutup mulut sombongmu itu!" Teriak Kallen mengarahkan element petir nya ke arah tetua Li sung. Tapi lawan Kallen adalah dua orang, Di saat Kallen menghempaskan tangannya ke arah tetu Li sung, guru besar Young mulai menyerang dari jarak yang cukup dekat. Kallen hanya bisa menyerang tetua Li sung lalu menghindari serangan Guru besar young.
Jrak! Kallen mengelak dan hingga di dataran bidang.
"Hyaaaa!" Sebuah tinju berbalut api milik Guru besar Young mulai mengarah tepat di wajah Kallen. Kallen yang panik mulai mencoba menghindar.
...Dap!...
Kallen terbelalak saat ia sama sekali tak bisa menggerakan kaakinya. Hingga pukulan itu pun berhasil mengenai wajahnya Puck! Wajah kallen ketehempas dan mengeluarkan cairan darah dari mulutnya.
"Kurang ajar!" Teriak Kallen mencoba menyerang guru besar Young lewat telapak tangannya. Tapi terlambat, tetua Li sung telah melemparkan element esnya ke tubuh Kallen hingga membuat kallen beku.
"A! Apa! Kalian keterlaluan! Aku tak bisa mati di sini! Aku tak mau mati sebelum bertemu orang yang telah membunuhku! Dia harus menerima akibatnyaa!!!" Teriak Kallen meronta.
Kreetk, pleeetk! Es mulai menjalar ke seleruh tubuh Kallen dan kini es tersebut mulaui menutupi seluruh dadanya naik ke leher "Tidak! Tidak-tidak! Tidaaakkkkk!" Teriak Kallen berontak pun ia tak mampu. Hanya dengan mudahnya Guru besar Young bersama tetua Li sung berjibaku sebentar dan mengalahkan Kallen beserta kesombongannya.
Tetua Li sung mulai mengeluarkan kertas mantra kuning penyegel Jiwa dari alam baka itu. Ia mulai menggit jemarinya dan menuliskan nama Kallen dalam kertas mantra itu seraya berucap.
"好奇的灵魂封印术!Hàoqí de línghún fēngyìn shù!! (Mantra penyegelan jiwa jahat)" Ucap tetua Li sung lantang. Ia mulai menghempaskannya ke tubuh beku Kallen dan seketika, setelah mantra itu tertempel di kening kallen, Kallen pun tersedot ke dalam kertas mantra itu dan tak tersisa apapun.
"Apakah kita berhasil!" Tanya Guru besar Young mendekat.
"Emng! Kita telah berhasil! Mari kita lanjutkan ke langkah berikutnya. Aku yakin sangat banyak roh dari alam baka yang telah di bangkitkan..." Jelas tetua Li sung sembari memasukan kertas mantra penyegelan itu ke kantong pusaka di dalam pakainannya, guru besar Young mengangguk dan mereka pun mulai melangkah tempat berikutnya.
Next episode ...
Bersambung...
__ADS_1