
Kerajaan Xi Zhi...
Whooossshhh....
Ukkuni sampai di sana, kekacawan besar yang sangat mengerihkan terjadi di halaman istana kerajan Xi Zhi. Kerjaan tersebut hancur berantakan, bahkan tak ada satupun rakyatnya yang tersisa di kerjaan itu. Apa lagi raja Xi Zhi dan putranya pangeran Xi Yu Yan telah tiada beberapa waktu lalu.
Mereka (Xi Zhi dan Xi Yu Yan) telah tewas saat tergiur janji manis klan iblis, Hingga ikut bersekutu dengan klan tersebut. Tapi naas, bukan kejayaan yang mereka dapatkan dari klan iblis, tapi malah kenaasan yang mereka dapatkan.
Serakahnya raja Xi Zhi yang rela menelantarkan ribuan rakyatnya hanya untuk menerima sebuah kepercayaan klan iblis. Malah berujung pembantaian yang menyakitkan dari klan iblis itu sendiri. Klan iblis dengan mudahnya membunuh raja Xi Zhi dan putranya lalu menguasai kerjaan tersebut dengan entengnya.
Kini, kerjaan Xi Zhipun di kuasai Cang Un dan rekan-rekannya. Mereka berhasil menguasai tempat mewah tersebut tanpa perlawanan sedikitpun. Istana kerajaan Xi Zhi yang letaknya hampir dekat dengan istana kerajan Tang dan istana kerajaan Kui.
***
Tap! Ukkoni mendarat tertatih tatih di depan singgah sana kaisar Xi Zhi yang kosong.
"Apakah kita kedatangan tamu?" Tanya Cang Un mendekati ukkoni yang tampak pucat. Ia mulai keluar dari sebuah peti mati yang sedari tadi tertutup. Setelah Cang Un mendekat, ia menatap dengan seksama keadaan Ukkoni yang makin memburuk.
"Ada apa dengan mu? Kenapa sebagian wajahmu berubah menjadi nenek-nenek? Apakah ada yang sudah menyerang sihir kecantikan yang kau miliki?!" Tanya Cang Un lagi. Ukkuni mengingat serangan cahaya yang di lempar Satsuki beberapa waktu yang lalu. Ia sangat geram atas pertarungan itu hingga mengepalkan tangannya erat.
"Heh... pendekar itu telah mempermalukanku, jika sampai aku bertemu lagi dengannya. Aku takan pernah melepaskannya" Bathin Ukkoni. Ukkoni yang marah karna sambutan Cang Un yang menyebalkanpun mulai membuang wajahnya sebal.
"Aku tak perlu menjelaskannyakan?... Lagi pula kedatanganku kemari adalah perintah jendral untuk menjemput kalian kembali ke istana kegelapan" Pinta Ukkoni. Ia sedikit malu pada pertanyaan Cang un yang polos itu, hingga ia meraih pakiannya yang berselendang itu. Lalu menutupi sebagian wajahnya yang tampak buruk itu dengan selendang tersebut.
"Hem... kau sungguh tetap saja menyebalkan" Dengus Cang Un. Ukkoni makin malas dan tak ingin bertahan lebih lama lagi di sana.
"Cepatlah, kabari Long Ge bersaudara! Kita harus bergegas" Tambah Ukkoni. Cang Un semakin tak paham, ia ingin sebuah penjelasan dari Ukkoni, tapi ia terlihat tak baik dan malah tergesa-gesa.
"Long Ge bersaudara masih sibuk menyerang istana Kui yang sangat kuat. Beberapa pangeran bersatu dan membuat kami sedikit kewalahan. Tapi, bukankah di istana kegelapan masih ada Kallen dan rekan-rekannya?" Tanya Cang un bertubi. Ukkoni sedang tak bernafsu untuk menjelasakan apapun, akhirnya dengan ketusnya ia katakan mati pada Cang un.
"Jangan harapkan Kallen ataupun Hong lian... mereka telah tewas, maka kembalilah secepat mungkin. Karna tugasku masih sangat banyak sekali" Ucap Ukkoni seraya menghilang.
__ADS_1
Syuuut! Ukkoni menghilang dan membuat Cang Un tertegun.
"Ketua Kallen, dan Hong lian tewas? Ini tidak mungkin... Belarti, yang tersisa tinggal sebagian saja? Ini buruk, yang bisa mengatasi ini semua adalah Lon Ge bersaudara... Iblis merah dan hitam yang tak pernah mati, mereka akan sangat membantu" Kekeh Cang un. Cang Un pun menghilang "Cling" Nampaknya Cang Un berteleportasi ke arah kerajaan Kui untuk memberitahukan kabar tak baik itu.
Whuuusshh...
Kerajaan Kui yang terus di serang anak buah Iblis merah masih terlihat baik-baik saja. Apa lagi mantra pelindung istana itu amatlah sangat kokoh.
Ledakan bola-bola api dari para iblis itu seakan tak mampu merobek selaput mantra ke merah mudaan itu.
"Heh! Ini tampak sangat menyenangkan! Teruslah bersembunyi seperti kucing! Tapi lambat laun... apa yang kalian pertahankan tak mungkin bisa kalian miliki. Karna semua dataran ini adalah milik raja baru! Raja dari segala Raja kegelapan! Raja iblis kegelapan yang agung! Ahahahahahaha! Rasakan ini!" Teriak wanita berpakaian serba hitam. Ia mengeluarkan elemant petir kegelapan yang pekat. Hingga mantra pelindung (Prisai) di istana itu mulai menjadi gelap.
Dalam istana...
"Apa lagi yang mereka lakukan?!" Tanya Tetua Li sung. Guru Li masih bertahan di posisinya, di benteng utama kerajaan Kui.
"Mereka belum jerah. Dan terus menyerang kerajaan Kui, padahal yang tersisa tinggalah beberapa kerjaan. Ini sungguh menyedihkan, sampaibkapan bencana ini akan berlanjut?! Kerajaan yang tersisa tinggallah kerajaan Kui, dan kerjaan Xi di tenggara (kerajaan Xi adalah rumah pangeran Zhau-zhau yaitu tempat lelang best sprit)... Tapi, kerajaan Tang mereka beruntung bisa mengungsi dengan aman kemari..." Ucap Guru Young.
Para tetua menoleh ke arah Qiang Gu dan mengangguk.
"Baik putra mahkota... kita akan tunggu hingga saat itu tiba" Balas para tetua.
Buak! Duar! Booom! Begitulah bunyi serangan klan iblis yang terhalang prisai mantra milik para tetua. Beberapa kali serangan itu menabrak prisai itu dan meledak di udara karna terpental.
"Haaah... untung saja sebelum serangan ini, kita semua melakukan aura penyatuan jiwa. Jika tidak, maka kita takan memiliki kekuatan sebesar ini. Putra mahkota Qiang Gu... terimakasih telah membantu kami" Ucap Tetua Li sung.
"Ini semua berkat kerja sama kita semua. Dan kita berhak memenangkan pertarungan ini! Kita hanya sedang menunggu waktu yang tepat" Balas Qianggu.
Perbincangan mereka pun terdengar oleh Lon Ge bersaudara dan lon ge bersauadara pun kembali menyerang.
"Kalian takan pernah selamat... Sebelum memberikan kuasa kerajan ini pada raja ku! Hyaaa!" Lon Ge melempar bola api yang besar dan berusaha melemparkannya ke prisai itu
__ADS_1
Syuut!! tiba-tiba saat Lon Ge hendak melempar bola panas bah meriam itu. Cang Un datang dan memberitahu sesuatu. Lon Ge mulai menyimak hingg api yang ia genggam pun mulai mengecil.
"Apakah benar informasi yang Ku dapat? Tanya lon ge dan lon ce.
"Tentu... segeralah kembali ke benteng, karna raja sangat membutuhkan kita" Ucap Cang un. Mereka mengangguk, lalu mereka menoleh ke arah prisai itu dan berkata "Aku akan kembali... bermain-mainlah bersama boneka-boneka kesayanganku..." Ucap Lon Ge dan Lon Ce. Dua saudara itu segera mengerahkan para prajurit boneka mereka ke arah perisai itu.
Priasipun itu kembali di serang, sedang dua saudara itu pun menghilang "Cling"
Dalam istana Kui...
"Ini sangat mengherankan... kemana mereka pergi?" Tanya tetua Lisung. Guru Young yang curiga mulai berasumsi bahwa mereka pergi untuk merencanakan siasat baru untuk penyerangan istana Kui.
"Tapi... kita tak boleh tinggal diam" Ucap Qiang gu melangkah maju ke arah pintu benteng lalu melompat turun.
"Sekarang boneka-boneka mayat itu yang mereka kerahkan?! Sungguh mereka tak gentar menyerang benteng kita" Ucap tetua lisung.
"Aku akan pergi, inilah saat yang tepat untuk menyerang. Tetua jaga prisai ini, aku akan segera kembali, boneka-boneka itu akan lebih mudah di atasi..."Ucap pangeran Qiang Gu. Para tetua pun mengangguk dengan mantap, Putra mahkota Qiang gu akhir-akhir ini sungguh cekatan dalam bertindak, ia menumpas musuh dan menyelamatkan para rakyat yang masih bersembunyi untuk ia selamatkan. Begitupun kerjaan Tang, dengan kekuatan tentara aliansi perang dan Adiknya. Ia mampu menyelamatkan keluarga kerajaan tang yang saat itu telah terpojok.
"Tunggu kakak! Aku ikut!" Putri Qiang Qia pun ikut melompat dan mengikuti langkah sang kakak.
"Pangeran! Putri! Saya pun ikut!" Teriak seseorang. Itu adalah Qing an, ia berhasil menjadi seorang pendekar tahap awal. Ia sangat pandai dalam memanah. Qiang Gu berhasil membantunya menyempurnakan Kulitivatum dalam tubuhnya.
"Cepatlah Xing An... kita tak punya banyak waktu" Teriak Qiang qia. Xing an mengangguk dan segera melompat.
"Mari kita rebut kembali kedamaian kota kita" Ucap Qiang Gu.
"Putri Satsuki, akan ku balaskan dendam mu... Mereka akan rasakan betapa sakitnya kematian..." Bathin Xing An berkecamuk, hatinya setiap saat terakar emosi saat ia tahu bahwa putri Satsuki telah tewas dalam insiden perampasan jiwa iblis Nae jime.
Tiga kesatria itu mulai keluar gerbang dan bersiap berperang.
Hyaaa!!! Pangeran Qiang Gu, putri Qiang Qia dan Xing An mulai berkutat melawan para boneka tentara milik Klan iblis. Mereka akan bertarung hingga titik darah penghabisan. Untuk merebut kedamaian dari tangan klan iblis.
__ADS_1
Bersambung...