Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Kebenaran yang mengagetkan


__ADS_3

Qiang Gu cemas pada keadaan Lee yang tampak memprihatinkan. Sedangkan Satsuki ia masih terpana pada sosok yang sangat ia rindukan. Ya, siapa lagi jika dia bukan Xing An.


"Akhirnya, aku bisa bertemu dengan mu di sini Xing An, dan kita bertemu bukan sebagai nona dan majikannya, kemampuanmu sungguh sangat mengejutkan. Hal yang selalu aku harapkan akhirnya terjadi juga, dan kamu berhasil membuktikan pada dunia, bahwa kau ada... Xing an kamu berhasil menjadi seorang ksatria. Terimaksih atas pencapaianmu, aku sungguh bangga" Bathin Satsuki menggumam seraya senyum ringan mulai terlukis di pipinya dan membuat pipinya mengembang.


Xing an yang sedari tadi terdiam di samping pria misterius itu hanya menatap Qiang Gu tanpa henti, ia menatap ke arah bawahnya terus menerus seperti sangat cemas.


Qiang Gu berseru "Pendekar! Apa yang akan kita lakukan sekarang?!" Ulang Qiang Gu kembali bertanya hal yang sama sebab ia sangat risih. Sedari tadi pendekar yang ia lihat sama sekali tak merespon dirinya.


"Tunggulah aku akan turun ke bawah" Balas Satsuki. Satsuki mulai melompat ke bawah dan seketika ia mendarat cantik di bidang yang datar itu. Ia melangkah pelan, di hampiri Qiang Qia dan Xi Zhau Zhau juga Tang Jhan Jhu.


"Mana coba ku lihat" Imbuh Satsuki. Sedangkan Qiang Qia tampak intrens saat menatap langkah Satsuki yang kian mendekat.


Pendekar berjubah hitam ini? Ada apa dengannya? Kenapa dia menutupi seluruh tubuhnya dengan kain? Apakah dia sungguh orang baik? Aku sama sekali tak percaya padanya. Bathin Qiang Qia menggumam penuh curiga.


"Benar!" pekik Satsuki, jemarinya menyentuh pembulu darah di leher Lee dong feng. Sementara Qiang Qia hanya mengerutkan alisnya karna bingung "Benar apa nya maksudmu?" Tanya Qiang Qia dengan nada tinggi. Kemudian Qiang Gu menarik adiknya "Qiang Qia. Bicaralah yang sopan! Dia adalah orang yang lebih tua darimu!" bisiknya. Qiang Qia nampak kesal pada kakaknya hingga ia mengkrucutkan bibirnya sangat tinggi.


"Uuggh! Apa yang kakak lakukan?! aku sangat tak suka pada pendekar misterius itu!" Bathin Qiang Qia kesal seraya secepatnya ia menggulung tangannya di perut dan bersikap angkuh. Tapi Xi pun menepuk punggung Qiang Qia dan berkata "Jangan curiga pada pendekar itu! Nampaknya dia adalah salah satu bagian dari kita" imbuh Xi Zhau Zhau. Qiang Qia pun mulai mendelik "Siapa yang curiga padanya? Aku sama sekali tidak..." Jawab Qiang Qia ketus. Xi Zhau Zhau pun menghelan napasnya panjang "Haaah... syukurlah" Napas lega itu terlontar ringan tanpa beban.

__ADS_1


"Apa makasudmu syukurlah..." Tambah Qiang Qia sebal.


"Ah tidak-tidak! Jangan di pikirkan lagi, atau masalahnya takan pernah selesai, kamu paham kan?" Imbuh Xi Zhau Zhau.


Whuuusshh...


Huli jing pun kembali ke sosok manusia dan ikut mengerumuni Lee dong feng. "Apa yang terjadi pada pria di sana? Kenapa dia tidak di bunuh saja? Bukankah dia adalah musuh kita?" tanya Huli Jing. Tapi nampaknya semua hening.


"Sssst jangan berisik! pria di sana itu adalah bagian dari kerajaan Tang" Bisik Xi Zhau Zhau. Sedangkan Tang Jhan Jhu hanya diam bak membungkam suaranya. Ada perasaan tak puas di hati Tang Jhan Jhu, apa lagi selama ini. Anak yang paling di bangga banggakan itu adalah Lee dong feng yang paling utama dan Tang Yuan cheng yang kedua. Dan tidak bagi Tang Jhan Jhu, tapi ayah Tang Jhan Jhu sama sekali tak tahu jika putranya yang paling ia sayangi itu adalah dalang dari ke hancuran kerajaannya hingga Tang Jhan Jhu sangat geram pada Lee. Tangan Tang Jhan Jhu mengepal erat dan nampak sangat marah.


Tapi berbeda dengan Qiang Gu ia sangat khawatir pada Lee dong feng lebih dari apapun "Pendekar... apa yang terjadi padanya?" Tanya Qiang Gu sungguh cemas pada keadaan Lee dong feng.


"Apa maksudmu aku sama sekali tak paham" Tanya Qiang Gu.


"Hem... bagai mana menjelaskan hal yang rumit ini ya?" Tanya Satsuki. Saat semua sedang tegang-tegangnya, rupanya Lee dong feng sadar dan entah apa yang ia pikiirkan hingga ia malah menyerang Satsuki tiba-tiba.


Syuuut! Tangannya hendak mencekik, dan Satsuki menghindar. Lee bangun dan terus menyerang Satsuki "Hei apa yang kau lakukan!" Teriak Satsuki menangkis pukulan Lee dong feng. Qiang Gu kaget ia segera berlari ke arah pertarungan tiba-tiba itu.

__ADS_1


"Kakak! Apa yang kau lakukan!" Teriak Qiang Gu berusaha melerai, sedang Satsuki hanya bisa menghindar dan mundur seraya menangkis pukulan Lee dong feng sigap.


"Satu-satunya penawar racun perjanjian itu adalah membunuhnya!" Lee dong Feng meloncat lalu memutar pukulan ke arah wajah Satsuki dan Whuuusssh! Kaki itu mulai dekat dengan wajah Satsuki hingga Satsuki pun segera berjongkok.


Syuut! Keetika Satsuki berjongkok, Tak! Kaki itu berhasil menyentuh topi yang yang di kenakan Satsuki hingga topi itu terlempar sngat jauh.


Whuuuusssshhhh!


Angin mulai berhembus kencang hingga Rambut hitam satsuki terurai dan berterbangan. Siapapun tak luput dari sosok di balik topeng itu.


"Apa!!!" Kaget siapapun. Terutama orang yang berusaha menyerangnya.


"Kau..." Pekik Lee dong feng terbata-bata. Matany bisa terbaca dengan mudah. Bahwa ia sangat kaget saat mengetahui siapa sebenarnya yang telah ia serang dan berusaha ia lenyapkan itu.


"Ya. Inilah aku..." Ucap Satsuki bangun dari jongkoknya lalu melangkah maju seraya mengakui dirinya sendiri.


Sedangkan Qiang Gu dan yang lainnya masih terbelalak tak percaya. Orang yang seharusnya telah mati itu, rupanya masih berdiri tegak di hadapan mereka hingga membuat mereka terbrlalak tak percaya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2