
***
episode sebelumnya...
Qiang Gu dan kawan-kawannya sampai di sebuah pertarungan yang tak biasa, keadaan nya sama seperti di kerajaan Kui tempo hari. Keadaan di mana para mayat atau krangka manusia di jadikan alat untuk menyerang. Hanya klan iblis saja yang tega melakukan itu semua.
"Kakak! Lihat! bukankah itu pangeran Xi dari kerajaan pelelangan?!" Seru Qiang Qia seraya menunjuk Xi Zhau Zhau yang saat itu tengah berkutat melawan para tentara alam baka, ia bertarung bersama seekor rubah berekor sembilan di sampingnya.
"Benar! Bagai mana bisa seorang pangeran seperti dia ada di sana?!" Tanya Tang Jhan Jhu. Alis kedua pria itu mengkerut karna keheranan "Ayo! Lekas turun dan kita bantu dia! Lalu tanyakan apa yang terjadi sebenarnya!" Qiang Gu pun mulai melompat turun, di ikuti Qiang Qia dan Tang Jhan Jhu.
Hebat sekali, rubah berekor sembilan adalah binatang spiritual yang sangat langka. Aku sungguh ingin memilikinya. Bathin Tang Jhan jhu.
"Apakah ini bukan termasuk jebakan lagikan?" Xing An ragu. Tapi nampaknya keraguan Xing An tak di gubris yang lainnya. Hingga ia pun terpaksa harus ikut turun ke medan pertempuran tersebut.
Tap! Tap! tap! Ke empat ksatria yang tak di sangka pun tiba, mereka mulai menapaki tanah tandus yang penuh kerangka menjijikan. Kini pedang mereka mulai aktif mengayun, mereka sungguh gesit menyerang para prajurit alam baka itu, kemudian perlahan melangkah mendekati Xi Zhau-zhau yang saat itu berkutat mengayun kan pedangnya di dekat seekor rubah berekor sembilan itu.
"Pangeran Xi. Apakah itu kau?!" Teriak Qiang Gu menyapa. Xi Zhau Zhau yang tampak ke lelahan itu pun mengangguk "Ah! Putra mahkota dari kerjaan Kui?!" Respon Xi Zhau zhau.
Bats! Srang! Sreang!
"Sedang apa kalian di sini? Pangeran Tang jhan jhu pun ikut datang kemari" Kaget Xi Zhau Zhau menoleh ke arah para pangeran itu.
"Ya. Kami datang untuk menemui kerajan Xi. Tapi apa yang terjadi? Kami malah dapati seorang pangeran dari kerajaan tersebut sedang berkutat, Bagai mana bisa kamu ada di sini?" Tanya Qiang Qia. Xi pun merenung, "Aku..."
Trang! Qiang Gu menepis sebilah pedang yang hampir menebas punggung Xi Zhau Zhau. Xi teledor hingga ia merenung tiba-tiba.
"Apa yang kamu lakukan? Lihat sekekilingmu! Mereka siap membunuhmu kapan pun juga di saat kamu lengah" Jelas Qiang Gu masih mempertahankan Xi Zhau Zhau dari serang para musuh itu.
__ADS_1
"Ah. Maafkan aku putra mahkota, tapi terimakasih!" Balas Xi Zhau Zhau, Kini Xi Zhau Zhau mulai bersiap menyerang klan iblis itu kembali.
"Kamu datang kemari bersama siapa saja? Tidak mungkin kan kamu datang sendiri?" Tanya Qiang Qia masih mengayun pedangnya dan bertarung bersama-sama. Xi mengangguk "Mmh! Aku datang bersama rombongan prajurit juga kakakku" Balas Xi Zhau Zhau. Qiang Qia pun menelisik sekeliling "Dimana mereka? Aku tak melihat satupun... apa lagi kakakmu, dimana dia sekarang..." Qiang Qia yang sibuk mencaripun mulai menatap pepohonan besar, dimana ada sebuah pertarungan sengit antara Lon ge dan lonce ketika malewan seseorang berjubah hitam dan menutupi wajahnya dengan cadar.
"Hei! lihat ke atas, bukankah itu iblis kembar dari kerajaan Kui! Dia kan yang menyerang kerajan kita tempo hari secara habis-habisan!" Teriak Qiang Qia menunjuk. Qiang gu dan yang lainnya pun menatap arah yang di tujukan Qiang Qia. Benar saja, Satsuki saat itu telah terpojok dan hampir mati.
"Ah tidak! Pendekar itulah yang telah menyelamatkan nyawaku! Aku harus menolongnya!" Teriak Xi Zhau Zhau berusaha beralih kearah tersebut.
"Jangan sembarangan bergerak. Kau bisa tewas nanti! Biar aku saja yang jadi lawan para iblis itu! Pokuslah pada musuh kalian!" Teriak Qiang Gu.
Qiang Gu yang waspada itu pun, mulai mengeluarkan selembar kertas mantra dan menyematkannya dalam kunai, lalu kunai itu ia lempar di depan kaki Satsuki. Jleb! Kunai itu mendarat pas di depan kaki Satsuki, hingga saat Qiang Gu mengucap mantra "Mantra berpindah tempat!" Ucapnya.
Siiing! Qiang Gu pun tiba-tiba ada di depan Satsuki yang saat itu telah terpojok "Trang!" Bunyi pedang Lon ge yang berhasil di tangkis dan di tahan oleh Qiang Gu.
"Siapa kau! Kenapa tiba-tiba kau mengganggu pertarungan kami!" Teriak Lon ge melompat mundur. Lon ce pun terenyah "Bukan kah di adalah putra mahkota dari kerajaan Kui yang kita serang beberapa waktu lalu?!" Tanya Lon ce. Lon ge pun mengingat "Oh. Benar juga rupanya... tak ku sangka, kita akan bertemu di sini" Ucap Lon ge dengan nada cibirannya. Satsuki yang sedari tadi berjongkok pun mulai berdiri, ia juga syok bukan main hingga matanya terbelalak sempurna saat melihat postur tubuh idel seorang putra mahkota telah berdiri di hadapannya seperti mimpi saja "Qiang Gu?! Bukankah putra mahkota dari kerajaan Kui adalah Qiang Gu?!" Bathin Satsuki menggumam.
Sementara mata Satsuki terus membidik ke arah Cang Un berada "Salah! Yang harusnya di buru adalah Cang Un. Dan bukanlah Lon ce ataupun lon ge!" bathin Satsuki. Satsuki mulai melepaskan benang Cang Un yang sedari tadi membelit kakinya. Ia pun mulai memanfaatkan kedatang Qiang Gu, "Biarlah Qiang Gu yang membereskan dua saudara yang merepotkan itu, sementara aku... aku harus memburu Cang Un secepatnya!" Bathin Satsuki. dengan sigapnya Satsuki berlari ke arah Cang Un untuk kembali menyerang Cang Un dan membebaskan teman-temannya.
"Akan ku bunuh kau!" teriak Satsuki bersiap menyerang dengan dua pedang kembarnya. Cang Un menoleh ke arah Satsuki dan tersenyum ringan. Kemudian jemarinya menjentik "Klik!" Bunyi jentikan jemari itu pun terdengar.
Seseorang berjubah serba hitampun tiba-tiba berdiri di hadapan "WHUUUUSSSSSHHH!" Kecepatannya bak cahaya kilat yang tiba-tiba saja melesat. Dan menghadang Satsuki, yang saat itu bersiap menyerang.
Trang! Pedang Satsuki di tahan oleh pedang pria itu.
"Hem... Serang dia!" Teriak Cang Un.
Pria berjubah hitam itu pun mulai menyerang secara membabi buta "Akan ku laksanakan!" Balsnya mulai berlari ke arah Satsuki.
__ADS_1
Trang! trang! Trang! Bunyi bising antara pedang yang saling beradu pun terdengar di setiap penjuru hutan kematian. Pria berjubah hitam itu sungguh bertarung sekuat tenagannya saat melawan Satsuki.
"Berhati-hatilah... karna dia adalah pemilik jurus ilusi terbaik dari klan iblis!" Imbuh Cang Un terkekeh. Tangan lentik Cang un terus saja memainkan benang-benangnya. Bak jadi boneka, para tentara itu tak pernah mati.
"Keterlaluan! kau sungguh berniat menghancurkan kami!" Teriak Qiang Qia Risih. Ia juga sudah sangat lelah karna bertarung melawan para prajurit itu tanpa henti.
"Bertahanlah putri! pendekar itu pasti bisa mengalagkan Pemilik ilusi ini!" Pekik Xi Zhau Zhau membesarkan hati Qiang Qia.
"Semoga saja... karna kita tak bisa mati disini! Perjalanan kita masih sangat jauh" Balas Qiang Qia.
Di area bawah Qiang Qia, Xi zhau zhau dan Tang Jhan Jhu juga Huli jing berkutat melawan para tentara Alam baka yang tak bisa mati dan tak habis-habis. Di atas pohon juga ada Xing An yang melempar panahnya berulang kali tanpa henti.
Di batang pohon lain ada Qiang Gu melawan Lon ge bersaudara, juga Satsuki yang sigap menyerang pria berjubah hitam tanpa aura pelatihan, namun jurus ilusi yang ia miliki cukup membuat Satsuki dan rekan-rekannya kewalah.
Sentara Cang Un sibuk membangkitkan para klan iblis lainnya yang telah tewas beberapa waktu lalu. Selain itu, benang-benang yang saling menyambung di jemari Cang Un terus saja bertambah. Dan membuat para tentara alam baka itu semakin kuat dan tak bisa mati. Itu semua sungguh membuat Qiang Qia dan yang lainnya kewalahan menghadapi serangan tersebut.
***
Bagai mana kelanjutannya ya?
Next episode...
bersambung...
Assalamualaikum para Leader... maaf ya autor baru update. Soalnya baru punya kuota Xixi... Beberapa episode lagi Novel ini tamat kok, autor dah janji mau tamatin novel ini.
Salam manis dari autor... love you para leader, sampai jumpa di episode berikutnya...😘😘😘😘
__ADS_1