Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Hutan Iblis kematian#4


__ADS_3

Dendam Sang putri


Part #43-Hutan Iblis kematian#4-


* * *


Usai membuang Go Eun di tengah pertikayan yang entah apa sebabnya di pulau iblis kegelapan , Akhirnya Xitan berubah menjadi Satsuki. Ia terbang Bersama binatang kontraknya menjauhi Pulau iblis kegelapan.


Master... Pekik Nae jime.


" Apa? Tidak biasanya kau muncul begitu saja" Balas Satsuki.


Master, Aku merasakan aura kegelapan yang sangat kuat menyeruat di bawah pulau itu. Mereka seakan memperhatikan kita. Perintahkan binatang kontrakmu untuk terbang makin jauh. Ucap Nae Jime.


" Apa? Jangan-jangan mereka mengincar batu giok suci ku..."


Sepertinya ,,, mereka juga punya batu yang sama. Hanya saja, mereka memiliki Batu yang sedikit berbeda. Nae jime.


" Batu sama? Yang berbeda?" Tanya Satsuki. Saat Nae Jime memperingatkan, Tiba-tiba Icepun menjelaskan " KOAAAK!! Batu Giok itu terlahir berdampingan. Kalau Milik master batu giok Suci. Maka milik mereka adalah batu Giok Hitam kegelapan , Mereka pasti akan mengincar orang yang memiliki batu giok suci... Jadi sebaiknya kita bergegas" Jelas Ice.


" Untuk apa? Apa yang mereka inginkan? Apa yang akan terjadi jika Giok Hitam dan Giok suci di satukan?"


Itu Adalah hal yang sangat menakutkan.Jika Giok tersebut disatukan. Maka... Alam akan berubah. Tiga diantara permintaan akan terkabul, Apapaun itu, termasuk menghancurkan alam semesta. Ucap Nae Jime penuh perhitungan.


" Apa ! Mana mungkin bisa sehebat itu!"


" Master, Sebaiknya kita bergegas... jika kita sampai tertangakap oleh para iblis, Maka kita akan mati!"


" Baiklah, Ice,,, percepat kepakan sayapmu, Kita harus segera keluar dari sini!"


WHOOOOOSSSSHHH!!!


Ice mengepakan sayapnya secepat mungkin. Akhirnya usaha Ice membuahkan Hasil. Ice mulai keluar dari pulau iblis kegelapan dan mulai memasuki hutan iblis kematian kembali.


" Ice, segeralah masuk ke rumahmu!" Ucap Xitan.


" Baik!"


Ice segera masuk ke cincin monster miliknya. Xitanpun melompat dan mendarat di ranting pohon...


Dap!


Syut! Syut! Syuut! Xitan mulai berubah ke asal semula ( Satsuki). Ia mulai turun dari puncak pohon untuk mencari rombongannya.


Saat ia melangkah dan menemukan rombongannya...


Degh!


Ia terbelalak... Tiba-tiba saja dia ada di tempat yang berbeda. Saat sebuah asap menyeruat, Akhirnya Satsuki ada di tempat aneh. Seperti terdampar ke jaman Modern kembali .


" Dimana ini?!" Teriak Satsuki Waspada. Ia seperti berada di suatu tempat yang sangat berbeda.


" Satsuki! Pergi!" Teriak seorang wanita mendorong tubuh kecil Satsuki ke jurang.


Apa ini! Pekik hati satsuki. matanya membelalak dan berhasil membulat lebar-lebar.


" Tidak Ibu! Jangan buang aku!" Teriak Satsuki meringis seraya memegangi betis ibunya .

__ADS_1


Degh! Xitan melihat masa kecilnya.


Masa kecil siapa ini? Masa kecilku? Atau masa kecil pemilik tubuh? Kenapa kenangan ini tak asing bagiku... Tiba-tiba di pelupuk mata Satsuki mulai berkumpul cairan basah yang memenuhi matanya dan hendak terjun...


Saat ibunya hendak mendorongnya kejurang, Ayahnya datang tergesa-gesa. Tangisan sebuah kluarga pecah saat ada di suasana yang entah apa itu. Mereka panik dengan napas tersenggal seperti takut pada sesuatu.


" Satsuki! Pergi... Mereka akan segera datang! Kau harus tetap hidup! Kau berhak untuk hidup!" Ayah dari anak kecil usia enam tahun tersebut berusaha menyembunyikan sosok anaknya agar ia tetap selamat.


Ayah! Apakah Pria ini ayahku? Kenapa tiba-tiba aku menangis sedih melihat kepanikannya. Satsuki masih berdiri, Ia saksikan kegentingan di tempat tersebut. Bagaikan menonton sebuah drama sedih di depan matanya sendiri.


" Satsuki! Kau sembunyi di sini...! Ingat apapun yang kau lihat dan kau dengar, jangan teriak, ingat kata ayah!" Satsuki kecil mengangguk.


Ayahnya mulai mengambil pistol dan segera siaga. Sebelum ibunya pergi bersama ayahnya. Ibu tersebut menyematkan ciuman di pucuk kepala dengan penuh tangisan.


"Hiks, Sayang... Anakku sayang Hiks, Ibu sangat mencintaimu, Ibu tak ingin kehilanganmu, Bertahanlah hidup... berusaha sekuat tenagamu ya sayang... mungkin saat kamu tumbuh dewasa,,, Ayah dan ibu sudah tak bisa lagi menemainmu lagi..." Ibu Satsuki memeluk erat tubuh anaknya. Seraya pelukan berlangsung. Mata Satsuki jeli menatap ayahnya, Tangan kecilnya berusaha meraih punggung ayahnya yang sudah menjauh.


Dan Saat tangan mungil satsuki berusaha menjangkau punggung ayahnya , mulailah terdengar tembakan Air Softgun beriringan.


Tratatatataattap Tratatatattap! Satsuki teriak


" Ayahhh!"


Suara letusan senapan itu berhasil menghacurkan tubuh Ayahnya.


" Ayah!!! Jangan bunuh ayahku!" Teriak Satsuki kecil.


Terikan Satsuki berhasil mengundang beberapa anggota militer mendekati keberadaan mereka ( Anak dan ibu) .


" Sayang, Waktunya sudah tiba... berjuanglah hidup ingat... jangan percaya pada siapapun! Kau adalah harapan kami"


Ibu tersebut mulai mendorong tubuh mungil satsuki ke jurang.


" Tembak Dia!"


" Satsuki! Selamatkan dirimu!" teriak seraya mendorong sang anak.


" Ibuuuuuu!!"


Setelah di dorong, Satsuki jatuh dan terbawa arus sungai, Ia lihat dengan jelas... bahwa ayah dan ibunya meninggal di bunuh.


Ini tidak mungkin! Satsuki yang menyaksikan masa lalu tragisnya itu, mulai menutup mulutnya rapat-rapat dengan ke sepuluh jemarinya.


Bukankah... aku dibuang ? Lalu di pungut oleh kluarga Luxcor dan Guru Fei shin. Bathin satsuki meracau. Ia lihat dengan jelas ... bahwa kenangan kelam itu adalah kenangan masa lalunya.


Satsuki? Nama ku Adalah Satsuki? Namaku bukanlah Xitan? Belarti Satsuki di masa modern itu adalah reingkarnasiku di jaman ini? Tuhan sungguh adil... Ia izinkan aku untuk memperbaiki aku di masa lalu. Rupanya aku yang dulu.. adalah putri Sampah dari kerajaan Dinasti ternama di Kota Chang Chun?


Satsuki tak bisa membendung air matanya. Kenangan masa lalunya terkuak di tempat ia terdampar yaitu jaman dinasti kuno.


Hiks...


Hiks...


Hiks...


Tangisan master Xitan menghiasi setiap lembaran masa lalunya yang mulai terkuak satu persatu.


MASTER... Sadarlah... Cepat kembali, Jangan sampai tergoda lebih jauh... Ini hanyalah ilusi.

__ADS_1


Nae jime berusaha menyadarkan Xitan yang terjebak dalam kenangan masa lalunya.


Satsuki terus saksikan kesedihan demi kesedihan dalam masa kecilnya. Tubuh Satsuki kecil tersangkut di bebatuan.


Hingga seseorang datang dan menolongnya.


" Guru Shin! Lihat. Ada mayat!" Pekik Luxcor kecil.


" Mayat?" Guru Fei Shin mulai berlari dari area pelatihannya dan segera menggendong tubuh Satsuki kecil yang terdampar.


Guru... Fei Shin, Kenapa kau berbohong padaku! Amuk Satsuki.


Luxcor dan Guru Fei segera membawa tubuh Satsuki ke kediaman mereka.


" Guru, Apakah dia akan baik-baik saja?" Tanya Luxcor.


" Ya, Dia akan baik-baik saja..."


" Guru, Apakah dia anak perempuan?" Tanya Luxcor.


" Bukan. Dia adalah anak laki-laki... Kelak dia akan jadi paner kalian dalam menjalankan missi. Kalian akan menjadi mafia kelas atas. Jasa kalian akan di hargai dengan upah selangit" Ucap Guru Fei Shin.


Aku memang tumbuh di kluarga mafia ... Tapi kenapa aku harus benci pada orang tuaku sendiri yang berusaha menolongku. Meski aku di buang. Tapi aku masih bisa bertahan hidup. Hingga suatu hari... Saat aku pulang ke duniaku... aku akan balaskan dendamku pada Anggota Militer itu. Lalu ... Luxcor, Tunggu juga pembalasan dendamku... aku akan membuat perhitungan dengan mu! Janji Xitan mulai terukir di hari itu.


Master... Ayo sadarlah...! Cepat kembali, Jangan biarkan para Best Spirt penguasa Titik pokus itu menguasai pikiranmu... Master! Jika kau maju lebih jauh lagi maka kau akan terperosok dalam jurang! Kembalilah! Nae Jime gaduh Saat tanpa sadar. Xitan berjalan menuju ke tebing dengan tatapan kosongnya.


Dalam pikiranya masih terpokus bayangan masa lalu yang membuatnya ingin tahu lebih banyak hal lagi.


Satu langkah lagi kaki Satsuki berpijak, Maka ia Akan mati.


" Putri Satsuki!" Teriak seseorang...


Nae jime sedikit tenang saat tiba-tiba ada seseorang meraih tangan Satsuki yang hendak terjun ke dasar jurang.


" Satsuki! Sadarlah!"


Plakk! Tamparan mulai mendarat di pipi kanan Satsuki. Hingga satsuki mulai sedikit tersadar dari lamunannya.


Matanya samar-samar menyimak apa yang ia lihat saat ini.


Hwiiiiing... Setelah sadar dari masa lalunya, Atsuki mulai pingsan di tangan pria yang paling ia benci.


Leee dong Feng sialan...


- Hutan Iblis Kematian#4 The End-


.


.


.


Hai Readers, makasih udah Nyimak hingga eps ini... Moga para leaders sehat terus ea. Biar tetep baca karya aku yang receh ini. Moga nggak bosan ya, Maaf jika alurnya berjalan lamban. Tentang balas dendam, konsefnya blum dapt di eps ini ya.


Mungkin di capter lima puluh ke atas akan ada waktunya semua kejahatan kerajaan terungkap saat membunuh ibunya satsuki. Mohon untuk tetap Staycund ya..


trimakasih banyak ya para leaders bidiman, Love You All..

__ADS_1


😂😂😂🤗🤗🤗😘😘😘


__ADS_2