Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Membuka masa lalu


__ADS_3

Dendam Sang Putri


Part #48 - Membuka masa lalu"


* * *


Setelah di tawari salah satu pilihan , Akhirnya Coi Hong Nam memilih menceraikan Permaisyurinya dan menikahi Yao.


Bagi Coi Hong nam, Keselamatan Go Eun dan Permaisyuri Atara Suinan sangatlah berharga. Itu sebabnya apapun yang di katakan Satsuki iapun akan melakukannya.


Acara pernikahan di gelar besar-besaran...


Seluruh kerajaan terdekat datang menghadiri acara tersebut.


Begitupun kluarga kerajaan Kui. Kaishar Zhang dan Ratu Zhang Mei datang menghadiri pesta tersebut dengan membawa berbagai hadiah di tangan mereka.


Banyak pertanyaan di hati mereka. Kenapa Coi Hong nam memilih menikah dengan seorang pelayan? Pikir Ratu Zhang Mei.


Satsuki tersenyum menyungingkan bibirnya. Ada rencana terselubung di raut wajah cantiknya itu. Di antara puluhan tamu, Satsukipun mulai menghilang dari pengawasan Coi Moo Sha.


Ia berjalan menuju Faviliun milik Permaisyuri atara Suinan. Ia mengendap di antara koridor ruangan tersebut. Dilihatnya beberapa penjaga yang sedang pokus mengawasi area tersebut.


" Cih. Sudah kuduga... mereka pasti takan membiarkan kawalan longgar meski hanya semenit Saja"


Akhirnya Satsuki melempar bom Asap yang ia buat. Bom tersebut adalah gas air mata yang ia buat sendiri.


Whuuuusss! Bom Menyeruat hingga menghancurkan titik pokus mereka.


" Uhuk! Uhuk' Asap apa ini, Rasanya perih sekali!" Teriak penjaga, Mereka mulai kocar-kacir mencari air untuk membasuh wajah mereka.


Satsuki mulai mesuk ke dalam faviliun milik permaisyuri . Satsuki Terdiam menyaksikan keadaan permaisyuri yang tak sadarkan diri.


Ia mulai memanggil Best Spirt yang telah ia ikat kontrak. Bast Spirt yang imutpun mulai tiba.


" Piiip!" Begitu Bunyi mahluk tersebut.


" Piiip? Ayo... lakukan tugasmu! Ambil kenangan masa lalu wanita ini sebelum dia jadi Permaisyuri dari kerajaan Kuai ini" Jelas Satsuki. Mahluk Mungil itupun mengagguk.


Ia mulai menagarahkan mantra sihirnya ke arah sang permaisyuri tertidur.


Whooossshh! Seketika satsuki terasa masuk ke dalam masa lalu dengan durasi yang cukup cepat .


" Ibu..." Pekik Satsuki... Ia lihat ibunya yang tertidur mengenaskan , Perut buncinya menanakan bahwa ia sedng mengandung.


" Permaiayuri Kuai, Silahkan minum Sup Obat ini ... Ini akan membuatmu sedikit kebih baik" Ucap Permaisyuri Atara Suinan. Dulu ia masih sebagai selir dari Coi Hong nam.


" Sup apa yang kau berikan setiap pagi padaku ? Apakah ini racun tak kasat mata? Mengapa kesehatanku makin buruk setelah meneguk sup ini" Tanya Permaisyuri Kuai. kemudian Selir Atarapun terkekeh.


" Hahaha, Kau sungguh teliti, Tapi maaf... kau tetap harus meminum nya. Ini adalah perintah dari Yang mulia Ratu Zhang Mei" Jawab Selir Atara.


Degh! Satsuki terbelalak mendengar ucapan tersebut.


Ratu Zhang! Bukankan dia itu nenekku? Bathin Satsuki.


" Ibunda Ratu?" Ucap permaisyuri Kuai menekuk wajahnya nampak sedih.


" Hahahaha, Kau sungguh penurut, Seharusnya sebelum kau meminum Racun ini, Kau bertanya dahulu apa penyebab yang mulia ratu Zhang mengutusku untuk membunuhmu" Ucap Selir Atara


" Tak perlu, Setidaknya... sebelum ibunda ratu meracuniku, Biarkanlah anakku lahir kedunia dengan selamat" Pekik Permaisyuri Kuai. Wajah sedih dengan deraian basah menghiasi wajahnya membuat satsuki menangis sesegukan.

__ADS_1


" Hahahaha, Apakah kau tak tahu, Sebenarnya... Ratu Zhang ingin membunuhmu beserta bayi harammu!"


Degh! Mendengar ocehan selir Atara membuat Satsuki marah dan ingin menjambak rambut wanita tersebut. Namun apa daya, semua itu adalah bayangan masa lalu yang di buat oleh Pip-pip.


" Bayi haram?" Degug Permaisyuri Kuai.


" Ya. Bayi haram... bukankah anak di rahimmu ada sebelum kau menikahi Putra mahkota dari keeajaan Sun Yi? Dia bukanlah anak Pangeran Coi Hong Nam kan?"


Degh!


Lagi-lagi Satsuki terbelalak.


Aku bukan anak Coi Hong Nam! Bathin Satsuki.


" Itu sebabnya, Sebelum Aib ini tersebar ke penjuru kerajaan lain, maka sebaiknya... kalian di musnahkan saja..." Ucap Selir atara.


" Keterlaluan! Meski dia bukan anak Coi Hong nam! Tapi dia adalah Cucuk dari Ratu Zhang, Aku tak percaya ibuku yang memintamu untuk membunuh bayi ini"


" Hahahahaha, Kau tak usah banyak bicara, Setidaknya jika kau mati, Anak dalam perutmupun akan mati bukan?"


Satsuki makin histeris saat melihat kekejian Selir atara saat setiap hari meracuni ibunya.


Tangan Ratu Kuai mulai memegangi perutnya.


" Akh! Sakit! Ugh..." Setelah mengerang, Permaisyuri mulai menekan perutnya keras hingga bayi dalam perut itu keluar beserta darah yang pekat.


" Oooaak! Oooak! Oaak!" Satsuki lahir di dalam situasi yang memprihatinkan.


" Oh astaga. Kenapa bayimu tidak mati! padahal, Aku sudah meracunimu setiap hari!" Selir Atara mundur karna kaget, Permaisyuri Kuai mulai meraih bayi yang baru ia lahirkan itu dan membalutnya dengan kain di sekitarnya .


" Tunggulah, Aku akan melaporkan ini pada Ratu Zhang!" Selir atara mulai berlari keluar pintu gubuk kematian yang di singgahi permaisyuri Kuai.


Di Ruangan Kecil penuh haru pilu... Suara tangisan bayi terdengar menyayat hati.


" Yang Mulai... Permaisyuri Kuai!" Pekik Ibu dari Xing an. Ia mulai masuk membawa handuk dan kain bersih.


" Xing Yan... Tolong bersihakan bayiku, potong tali pusarnya...jika tak ada tabib, Aku titip anakku padamu" Suara Permaisyuri mulai melemah.


" Permaisyuri. Bertahanlah... jangan menyerah pada permainan Kerajaan ini!" Ucap Xing Yan.


" Tak apa, Keadaanku kali ini adalah aib bagi kluargaku..."


" Tapi anda adalah Ratu perang yang cukup mendominasi bagi kerajaan Kui... jika bukan anda yang ada di garda terdepan, maka... kerajaan Kui mungkin sudah di ambil alih oleh kerajaan Kegelapan para iblis" Jelas Ibu Xing an.


Ada apa ini? Kenapa Ratu Zhang Harus membunuh ibuku! Hisk tangisan Satsuki tak bisa berhenti. Amara dan dendamnya mulai memuncak di ubun-ubunya.


Permaisyuri hanya tersenyum... " tenanglah, Mungkin semua ini ada hikmahnya..."


" Putri... Maafkan aku..." Tangis ibu Xing an seraya memeluki tubuh bayi mungil itu.


Tak berselang lama...


Ratu Zhang dan Beserta Selir Atara mulai datang ke gubuk kematian tersebut.


Tok! Tok! Tok!


Pintu mulai di ketuk , Ratu Zhang Mulai ada di sana beserta selir atara.


" Putri Kuai, Kau sudah melahirkan?" Tanya Ratu Zhang. Ratu Kuai mulai menoleh pusat suara itu.

__ADS_1


" Ibunda Ratu?"


" Maaf, Tapi kamu harus menerima kenyataan pahit ini..."


" Aku akan menerima konsekuaensi kerajaan , Tapi jangan libatkan Putriku"


" Baiklah ..." Ucap Ratu Zhang seraya memberikan semangkuk Sup yang isinya adalah Racun.


" Aku akan menerima semua ini... tapi setidaknya biarkan aku membesarkan anakku sebentar saja, Hiks, Aku ingin melihat Satsuki tumbuh besar... Aku ingin melihatnya tumbuh besar" Setelah meluapkan harapannya, Putri Kuai mulai meneguk racun kedua di hari itu.


Iapun mulai merasakan efek Racun yang keras hingga ajal merenggutnya di hari kelahiran Satsuki.


PYAAANG! mangkuk Sup terjatuh dari genggaman tangan putri Kuai hingga pecah.


Xing Yan tak sanggup membendung air matanya. Putri yang selalu jadi kebanggaannya meninggal di tangan ibunya sendiri.


" Maafkan aku putriku, Aku tak bisa membiarkanmu terus membayangi kehidupan Putra mahkota yang kini telah menikahi putri Ling Ling Dari kerajaan Sun. Semoga kau tenang di sana" Ucap Ratu Zhang , Ia mulai melangkah keluar area gubuk kematian.


" Xing Yan, Aku harap kau bisa menjaga rahasia ini, jika tidak ... Nasibmu akan sama seperti putri yang kau banggakan itu" Ucap Selir Atara seraya berlalu.


Kenangan masa lalu yang di uak Best Sprit penghancur titik pokus itu, berhasil membuat Satsuki menahan amarah yang berlebih. Ia mulai tak kuasa membendung air matanya. Kini ia lemas hingga bersimpuh di lantai seraya mengeram...


" Ibuuu...! Hiks, Ibuuuu! Hiks keterlaluan! Rupanya semua ini adalah permainan kerajaan! Beraninya mereka membunuh ibuku hanya karna kesenjangan sosial!" Satsuki berdiri. Tangannya di kepal erat-erat.


Syuuuuut... Pip sudah sampai pada batasnya , energinya terkuras habis, Hingga situasi Faviliun mulai kembali ke semula.


Satsuki menatap Permaisyuri Atara ia segera mengangkat tubuhnya dan membawanya keluar.


Ia mulai masuk ruang sel bawah tanah. Setelah itu , Ia mrrebahkan permaisyuri di dalam sel tersebut. Satsukipun membuka totok syarap pada tubuh permaisyuri. Tak lama kemudian permaisyuri sadar dan mulai bangun.


Degh!


KLEK! suara sel terkunci.


" Sa-satsuki! Putri Satsuki! Keluarkan aku!" Teriak peemaisyuri.


" Heh, Nasibmu... Ada di tanganku" Ucap Satsuki. Ia mulai memgeluarkan sebuah tungku aroma terappy.


" Bau apa ini!" Teriak permaisyuri atara.


" Hiruplah... ini adalah Racun asap. Semakin banyak kau menghirupnya, Maka kau akan semakin lemah dan kemudian mati!"


" Apa? Lepaskan aku! Keluarkan aku dari sini! Kenapa kau ingin membunuhku!" Tangis sang permaisyuri.


" Heh! Kenapa? Seharusnya aku yang bertanya? Kenapa kau membunuh ibuku? Ratu Kuai!" Jelas Satsuki.


Degh! Permaisyuri terbelalak.


" A-aku!"


" Nikmatilah hari-harimu di sini, Setidaknya racun ini sama dengan racun yang kau berikan pada ibuku setiap hari" Ucap Satsuki seraya pergi .


" Tunggu! Putri Satsuki! Jangan tinggalkan aku!" Kata terakhir yang brulang-ulang dari mulut permaisyuri mengiang di telinga sarsuki. Namun ia cenderung abai.


Satsuki menghilang di tengah koridor sel tahanan yang gelap .


" Uhuk! Uhuk! Anak gila! Beraninya dia mengurungku disini dengan tungku racun itu!" Teriak permaisyuri atara.


- Membuka masalalu The end-

__ADS_1


__ADS_2