Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Mengembara 3


__ADS_3

Sakkon masih berlutut di makam Hong Lian, bunga-bunga indah menghiasi persemayaman terakhir sang kekasih, tak ada rasa lain selain terluka di hati sang pria arogan itu. Hanya penyesalan dan rasa dendam pada kedua sahabatnya yaitu Ukkoni dan Kallen, juga pada pengembara berjubah hitam yang beraninya membuat kekasihnya itu terluka parah hingga harus tewas di tangan Kallen dan Ukkoni.


"Keterlaluan! Akan ku balas semua orang yang berani membuatmu menderita! Mereka akan rasakan, betapa sakitnya penghianatan! Terutama, Ukkoni dan Kallen! Aku tak akan membiarkan mereka hidup senang, akan ku buat hidup mereka menderita!! Ingat janjiku..." Sakkon mulai berdiri, rasa marah di hatinya membuatnya raut wajahnya sangat mengerihkan. Dengan langkah lunglai, ia mulai meninggalkan persemaian terakhir Hong Lian.


"Pendekar kerdil berjubah hitam! Aku pasti akan menemukanmu! Meski kau bersembunyi di neraka tujuh tingkat sekalipun!" Imbuh Sakkon seraya mulai bergerak pelan.


Syuut! Satu kali loncatan saja, Sakkon pun menghilang.


TEMPAT LAIN...


WHOOOSSHH!! angin berhembus sangat kencang, pertanda ketua klan iblis yang ternama itu mulai tiba di daerah kekuasaan Jade Long. Entah apa yang membawa pria tua tapi tampan itu ke tempat kekuasaan Jade Long tersebut.


Tap! Kaki jenjang yang indah mulai turun dan menapaki tanah gembur yang di penuhi hijaunya rumput liar yang indah. Nae Jime datang dengan kendaraan pribadinya berupa awan hitam kelam bersama badai yang menggelegar.


"Hem... ini dia tempat yang ku incar selama ini, akhirnya... setelah bertahun-tahun, aku bisa juga datang kemari. Tapi, meski kekuatanku belum sempurna, Aku sangat yakin. Kali ini aku bisa menerobos benteng tua bangka itu sendirian Hahahahaha" Dengan penuh keangkuhan dan kesombongan, Nae jima pun berusaha melangkah pelan dan terhenti di pintu gerbang menara nomber tujuh yang tertutup rapat itu.


Tangan Nae Jime mulai terlentang dan terarah ke area pintu gerbang menara nomber tujuh itu, kemudian perlahan tapi pasti di telapak tangan tersebut pun mulai keluar sebuah cahaya berupa bola api, yang lambat laun bola api itu kian lama kian membesar.


"Hahahahaa, kita lihat. Apakah dengan jurus ku ini, tua bangka itu akan segan menerima kedatangan ku dan membukakan pintunya secara terhormat?" Tanya Nae Jime terkekeh.


"Diyu! Houqiu!" Mantra terucap dengan ringannya, tak lama setelah mantra jurus terucap, bola api dari telapak tangan Nae Jime itu pun mulai melesat bah kilat yang tak kasat mata.


Tep! Bola api itu seperti hinggap dengan ringannya di dinding atas pintu menara yang di inginkan Nae Jime, Nae Jime nampak tersenyum menyeeingai saat mengangkat satu bibirnya beberapa centi.

__ADS_1


"Datanglagh... Jade Long!" Ucapnya seraya menjentikan jemari lentiknya yang cantik. Namun siapa sangka setelah jemari lentik itu berbunyi, sebuah ledakan dasyat mulai terjadi dan memuntahkan api yang sangat besar dan mengepul ke segala arah. Prekuenzi ledakan yang di buat Nae Jime berhasil meluluh lantakan hutan yang ada di area tujuh menara suci itu.


Material sisa ledakan masih mengapung di udara hingga berjatuhan tak beraturan. Asap pekat mengepul dan membutakan mata. Perasaan buram sisa asap tebal pun mulai menipis saat hujan rintik berjatuhan perlahan.


Ssssrrrzzzzhhh! Bunyi hujan setelah ledakan berprekuenzi tinggi itu mulai lebat dan membuat basah semua sisa kekacauan itu.


"Haaaah... senangnya, akhirnya luluh lanta juga menara itu" Gumam Nae Jime. Asap mulai hilang seiring hujan yang mulai melebat.


Degh! Mata Nae Jime membelalak, Saat ia menyimak keadaan di hadapannya.


"Sial! Rupanya semua ini tidak seperti yang aku harapkan!" Gumam Nae jime kesal.


Nae Jime kesal, ya tentu saja. Bagai mana ia tidak kesal. Harapannya sebelum datang ke tempat itu adalah menghancurkan persembunyian Jede long, tapi saat ia datang ke sana dan mengeluarkan kekuatan barunya yang sangat dasyat itu, Apapun yang Nae Jime lakukan tak mampu membuat menara nomber tujuh di antara pagoda sakti itu hancur, apa lagi luluh lanta.


"Sekali lagi, mari kita mulai bersenang-senang!" Ucap Nae Jime, Nae Jime mulai melentangkan tangannya lagi, lalu menggigit jemarinya dan meneteskan darah segar itu ke area telapak tangannya seakan membentuk hurup kanji, "被毁 Bei Hui "yang berarti hancur.


Sreeet... Tulisan mulai terukir dan iapun kembali melentangkan telapak tangannya ke area pintu menera itu. Namun, sesaat sebuah ekor besar raksasa pun terhempas dari langit ke arah dimana Nae Jime berdiri.


SYUUUUTTT! Ekor besar terhempas dan hendak mengenai Nae Jime, Namun Nae Jime melompat sigap dan menghindari serangan yang tiba-tiba itu. Nae Jime melayang di langit dan mendarat di dahan pohon yang cukup kuat untuk menopang berat tubuhnya.


"Cih, pengecut. Kau kah Red Velvet?" Tanya Nae jime terkekeh, Ekor ular tersebut mulai kembali menyerang Nae Jime seakan jijik saat nama nya di ucapkan oleh pria tampan itu, Tapi Lagi-lagi Nae Jime menghindar dari serangan best sprit yang di sebut Red Velvet itu.


Syuut! BUAK! Buak! Ekornya terhempas tak berarah dan membabi buta.

__ADS_1


"Hahahahaha!! padahal aku hanya berharap Jade long tua itu yang menyambutku. Tapi tak kusangka kau adalah mahluk pertama yang akan menyambut kedatanganku. Red Velvet!" Imbuh Nae Jime semberingah saat di hadang Hong She. Meski Saat itu Hong She tak menampkan dirinya dan hanya menyerang dari bawah tanah.


"Keluarlah! Sampaikan pesanku pada tua bangka itu! kembalikanlah keponakanku! Jika tidak, jangan salahkan aku jika aku harus turun tangan dan menghancurkan menara ini hingga rata dengan tanah!" Teriak Nae Jime masih menghidar dari serangan Hong She.


"Cepat sampaikan pada Jade Long Tua itu! Kembalikan putri Satsuki padaku! Jika tidak, maka terimalah akibatnya!!" Teriak Nae Jime seraya kembali melempar bola api nerakannya yang sangat besar dan berprekuenzi cukup tinggi itu.


"Aagghhhhhh!!" erang Hong She kesal. Ia mulai memperlihatkan wujudnya berupa sosok manusia. Sosoknya adalah seorang wanita yang sangat cantik. Ia berdiri memegang tombak panjang yang sangat runcing di setiap ujungnya.


"Jika kau ingin bertemu putri Satsuki. Maka kau tak akan menemukannya di sini" Imbuh Hong She mendekati Nae Jime. Nae Jime memandang sinis ke arah Hong She.


"Apa buktinya?! Bagai mana aku bisa percaya pada kata-katamu, Bagai mana aku tahu kau bohong atau tidak?" Tanya Nae Jime menatap tajam ke arah Hong she. Wajah Nae Jime memperlihatkan bahwa Nae Jime memang tak percaya pada kata-kata Hong She


"Heh! Menurutku, percuma saja kau mencari putri Satsuki, kemanapun kau mencarinya, seberapa besarpun kau ingin menemukannya. Maka yang akan kau dapatkan adalah penyesalan dan kekecewaan" Ujar Hong She. Pupil mata Nae Jime kian membesar saat mendengar kosa kata yang terlontar dari mulut Hong She. Dengan rasa penesaran yang besar, Nae Jime mulai mengulang kata yang tak sepantasanya ia tanyakan.


"Apa maksudmu"


"Putri Satsuki, sudah tewas saat pemisahan rohmu dan raganya, kini ia tak ada lagi di dunia fana ini. Pergilah, jangan cari dia lagi, karna kau tak akan menemukannya di mana pun" Jelas Hong She seraya berubah kembali menjadi ular besar yang mengerihkan dan masuk ke dalam tanah lalu menghilang. Sedang kan Nae Jime membelalak dan tak percaya pada apa yang ia dengar. Ia hanya tertatih dan mematung.


"Tidak mungkin! Tidak mungkin dia mati semudah itu! Jangan bercanda denganku! Hanbu! Apa yang talah dia lakukan! Hanbuuuuu! Keparat! Kembalikan putri satsuki padaku!!!" Teriaknya. Teriakan raja iblis mengundang beberapa perubahan cuaca. Badai di laut mulai membentuk ombak yang besar sdangkan angin di langit mengundang badai yang sangat besar.


Raja iblis Nae Jime marah besar, entah apa sebabnya, yang jelas setelah kejelasan Hong She, Nae Jime segera menembus neraka dan mencari Raja neraka untuk mengambil kembali Roh putri Satsuki.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2