
***
Satsuki berhasil mencabik bangkai lipan yang berukuran raksasa, selain itu juga ia berhasil mengambil jasad sang kakak yang paling Xi Zhau-zhau cintai. Jasad kakak dari Xi Zhau-zhau sungguh mengenaskan, tubuhnya di penuhi lendir hijau yang berbau busuk. Tapi apa boleh buat, Satsuki sudah berjanji untuk memakamkan mayat kakak Xi Zhau-zhau dengan layak.
"Kita harus membersihan tubuh kakakmu sebelum kita memakamkannya" Imbuh Satsuki Xi Zhau-zhau pun mengangguk diam. Mungkin ia masih sedih, hingga membuatnya murung.
"Heh, kau adalah seorang pria bukan. Angkat wajahmu! Busungkan dadamu, Berjalanlah dengan tegak! Itu baru benar... keadaanmu sekarang, sangat menyedihkan... lebih lemah dari seorang perempuan!" Bentak Satsuki. Xi Zhau-zhau pun mulai sedikit tertegun kaget. Kata-kata yang Satsuki lontarkan, sangat Xi kenali. Hingga membuat ia mengigat sesuatu "Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Pendekar?" Tanya Xi menatap Satsuki yang tertutupi topi bercadar hitam. Satsuki hanya bisa menyembunyikan wajahnya di balik topengnya.
Satsuki menatap mata Xi yang terlihat sungguh penasaran pada sosok apa yang ada di balik topi itu. Seraya batin Satsuki mengumpat "Heh. Rupanya kau masih ingat padaku, tapi untuk saat ini. Sebaiknya, aku tidak membocorkan identitasku pada siapapun. Demi keselamatan bersama. Sebab, jika seseorang tahu bahwa aku masih hidup... kekacawan besar akan terjadi, dan orang-orang yang paling aku sayangi... pasti akan terlibat dan tiada. Aku tak mau hal itu sampai terjadi lagi. Kekacauan besar ini, cukup terjadi di masa lalu saja. Sekarang, aku harus memperbaikinya. Bathin Satsuki menggumam.
"Umm, pendekar... kenapa kau malah diam?" Tanya Xi Zhau-Zhau. Satsuki mulai berdiri, ia segera membopong tubuh kakak Xi di pundaknya. Lalu ia pun melangkah ke mata air di hutan kematian "Diamlah di sana... aku akan pergi sendiri untuk membersihkan tubuh kakakmu" Ucap Satsuki. Xi Zhau-zhau pun mengangguk.
***
Beberapa saat kemudian...
Satsuki kembali dengan jasad kakak Xi Zhau-zhau yang sudah bersih.
Sedangkan Xi Zhau-Zhau baru saja membuat sebuah lubang besar seukuran tubuh kakaknya.
"Pendekar, terimakasih" Ucap Xi. Satsuki segera memasukan tubuh kakak Xi Zhau-zhau ke lubang lahat itu dan menguburnya.
"Kakak, maafkan aku karna telah menguburmu di sini... aku akan menunaikan keinginanmu. Istirahatlah yang tenang. Tentang kerajaan kita... aku pasti menepati janjiku" Imbuh Xi menyeka air matanya yang hendak terjun sedari tadi.
"Pegang janjimu! Pemuda!" Balas Satsuki.
Xi masih murung di depan makam kakaknya, ia seperti enggan meninggalkan makam itu "Hei, apa yang sedang kamu renungkan?" Tanya Satsuki, Xi mulai menoleh "Aku... aku tak tahu harus pergi dengan siapa? Prajurit yang kubawa telah musnah" Balasnya masih menundukan wajahnya, Satsuki tersenyum "Kenapa kau risau? Tujuan kita sama... kita bisa berangkat bersama ke negara Kui" Jelas Satsuki, Xi mulai terbelalak dan mengembangkan pipinya.
"A-apa kau serius? Pendekar?" Tanya Xi ragu. Satsuki pun sedikit menyungingkan bibirnya "Untuk apa membohongi anak bodoh dan ceroboh seperti mu. Sungguh tak ada untungnya bagiku" Balas Satsuki mulai berjalan meninggalkan Xi Zhau-Zhau. Xi pun senang, matanya mulai berbinar. Kini ia bisa mengikuti langkah pendekar yang menurut nalurinya, pendekar itu adalah pendekar yang sangat kuat.
"Terimakasih" Ucap Xi Zhau-Zhau seraya mengikuti langkah Satsuki.
Beberapa saat melangkah, Satsuki sampai di tempat Huli Jing di rebahkan, mantra prisainya belum hilang.
Ctik! Satsuki menjentikan jemarinya dan prisaipun musah "Hei... Bangunlah, kenapa kau malah malas-malasan!" Bentak Satsuki seraya menendang bokong Huli Jing. Huli jing yang sedang menyender di pohon pun, terjatuh hingga terbentur.
__ADS_1
"A-aduh... Tuan! Apa yang tuan lakukan?!" Teriak Huli jing marah besar, sudah tentu Satsuki acuh dengan kemarahan Huli Jing yang mengapi-api itu.
"Kenapa? Apakah kau tidak mau ikut? Kita akan melanjutkan perjalanan rute berikutnya" Balas Satsuki seraya berjalan meninggalkan Huli Jing yang masih sedikit mengigau.
"A... Apa? Apakah kita akan langsung berangkat?" Tanya Huli Jing terbata-bata.
"Sudahlah jangan banyak bicara, ayo pergi sekarang!" Bentak Satsuki melompat ke batang pohon di hadapannya. Sedangkan Huli Jing sedikit bingung melihat pria muda tampan di sampingnya.
"Eh... Ka-kamu. Kamu siapa?" Tanya Huli Jing. Xi Zhau-zhau yang tak memperhatikan keberadaan Huli Jing pun terkejut "Ah! Ma-maaf... se-sebenarnya aku adalah pengembara yang tersesat. Kebetulan, tuan mu menolongku dari serangan best spirt gila!" Xi Zhau-zhau terlihat gugup saat tanya jawab pertanyaan Huli Jing.
"Oh begitu. Kalau begitu... kita adalah rekan seperjalanan. Salam kenal namaku adalah huli jing" Ucap Huli Jing tersenyum genit sembari menyodorkan tangannya untuk berjabat.
Satsuki yang masih tertatih di atas pohon dan memperhatikan kekonyolan mereka pun mulai menyeru "Hei! Apa yang kalian lakukan?! Kita harus bergegas bukan?" Tanya Satsuki memperingatkan. Lalu Huli jing mulai menatap langit hutan tersebut.
"Tu-tunggu tuan, bukankah langit makin gelap? Apakah tidak sebaiknya kita istirahat dulu? Lagipula, perutku sangat lapar" Ucap Huli jing. Satsuki sedikit marah atas pernyataan Huli jing yang menurut Satsuki sangatlah menyebalkan.
"Makan! Makan! Dan makan saja?! Memangnya tak ada hal lain yang ada dalam pikiranmu selain itu?!" Satsuki kembali melompat ke hadapan Xi Zhau- Zhau dan Huli jing.
"Maaf... tapi, aku tak bisa melangkah tanpa makan" Elaknya. Satsuki menggulung lengannya di dada kesal seraya mendengus beberapa kali.
"Xi? Apakah kau setuju?" Tanya Satsuki mengulang. Xi Zhau-zhau terkejut dan gagap membalas "I-ia... aku setuju tuan!" Balas Xi. Satsuki pun mulai melangkah kembali "Tuan anda mau kemana?" Tanya Huli Jing. Satsuki pun menjawab datar "Aku akan membawa potongan daging untuk mengisi perutmu! Apakah kau akan bertanya lagi?" Ketus Satsuki.
Huli jing pun tersenyum "Wah! Benarkah? Terimakasih tuan! Anda sangat perhatian padaku" Ucap Huli jing. sedangkan Satsuki yang acuh tak menggubris kata-kata huli jing.
"Tunggulah... aku akan segera kembali" Satsuki segera melompat dan menghilang di balik ke gelapan.
Whuuss...
"Kalau begitu, aku akan membuat api unggun" Ucap Pangeran Xi. Tapi Huli jing menghentikan langkah Xi yang saat itu hendak membuat sebuah api unggun.
"Jangan!" Pekik Huli jing menghentikan percikan api yang di buat Xi Zhau zhau.
"Kenapa tidak boleh?" Tanya pangeran Xi.
"Jika kita menyalakan api. Maka monster-monster jahat akan berdatangan karna melihat cahaya" imbuh Huli jing. Pangeran Xi pun mengangguk.
__ADS_1
"Aku punya sihir api biru untuk memanggang daging itu" Bisik Huli jing seraya memperlihatkan Sirihnya.
"Wah. Kau hebat juga"
Mereka berbincang saat menunggu kedatangan Satsuki, selang beberapa saat. Satsuki pun datang membawa daging lipan seperti yang telah di janjikan.
"Ambilah! Kalian urus sisanya. Aku masih ada keperluan lain" Ucap Satsuki seraya melemparkan daging itu. Satsuki segera berbalik dan melompati pepohonan lainnya.
"Tapi tuan! Kau mau kemana?!" Teriak Huli jing berdiri. Sedangkan pangeran Xi masih terduduk dan mencercidkan alisnya.
"Haaa... aku sungguh tak mengerti, kenapa tuanku sangat sibuk akhir-akhir ini" Gumam Huli Jing. Huli jing pun mengecsekusi daging itu dengan bara api biru miliknya. Hingga daging masak dengan sangat sempurna dan cepat.
"Hei kakak tampan! Ayo makan bagianmu? Jika tidak, aku akan menghabiskannya dengan cepat" Huli jing sangat sibuk makan, sedang Xi Zhau-zhau terus menatap batang pohon yang jadi singgahan terakhir Satsuki.
Xi berdiri "Aku mau pergi sebentar! Jika kau masih lapar! Makanlah bagianku" Imbuh Xi. Huli Jing sangat senang " Benarkah? Kau sungguh baik"
Xi pun melangkah ke arah yang sama, dimana Satsuki menghilang.
***
Lama melangkah, tibalah ia di sebuah mata air. Xi zhau zhau pun melompat turun, namun saat menapaki tanah yang di penuhi daun kering. Langkah Xi di kejutakan dengan sosok seorang pria yang tengah bersembunyi di semak dengan mata tertuju ke arah mata air. Xi yang waspada pun mulai mengeluarkan kunai di sakunya.
Greep! Iapun menggenggamnya erat. Meski kakinya gemetar saat hendak mendekati pria misterius itu.
Tapi, saat Xi akan melempar kunai itu. Tiba-tiba belati tajam melesat cepat di balik mata air itu dan menakuti pria tersebut. Hingga pria tersebut segera mengambil langkah seribu, dan melarikan diri. Pria berjubah hitam itu berlari ke arah Xi dan menabraknya "Hei Kau! apa yang kau lakukan?! kembali!" Teriak Xi, sedangkan tangan kiri Xi tak sengaja menjambak cadar yang di pakai pria itu. Xi pun berdiri, dan memarahi pria misterius yang telah lari dan menghilang di balik kegelapan.
"Dasar! Pria iseng! Apa yang dia lihat di sana tadi?" Tanya Xi membisik.
Xi pun mulai penasaran dengan apa yang di intip pria missterius itu. Hingga Xi pun tak sengaja menyingkap semak dan menatap apa yang ada di sana.
Deg! Xi terbelalak, ia dapati seorang wanita berambut hitam panjang tengah telanjang seraya memegang pedang yang cukup panjang dan tajam. Wanita itu kaget dan segera membenamkan tubuhnya di dalam air tersebut seraya teriak sekeras-kerasnya. "Aaahhhhh!!"
"Aaaaaahhhh!!!" Teriak Keduanya bersamaan...
Next Episode... Siapa kira-kira seorang wanita itu? Tunggu episode berikutnya.
__ADS_1
Bersambung...