
Dendam Sang Putri
Part #39- Campur tangan-
Setelah undangan malam itu, Satsuki kembali ke sekolah , Ia di temani Xing An ke arena pelatihan nya.
Di lapangan terbuka itu sudah berkumpul seluruh anak tingkat bawah, Sederajat Satsuki dan Qiang Qia.
Saat Satsuki ingin tahu apa yang sedang di bahas sang guru " Puk!" Tepukan seseorang terasa hangat di pundaknya, Satsukipun menoleh.
" Kau..."
" Hai, Kakak... Tolong bantu aku sebentar, ada hal yang harus ku bicarakan secara pribadi denganmu!" Go Eun tiba-tiba merengek saat menyeret tangan satsuki secara paksa memasuki Area Hutan Tujuh menara pagoda suci.
Ada apa dengannya? Tidak Biasanya dia merengek padaku, bukankah dia lebih senang membuat hidupku menderita. Menarik... sepertinya ada sesuatu di sana. Heh... Go Eun sebaiknya kau memberiku pertunjukan yang taak membosankan. Bathin Xitan.
____ ____ ____
Lama melangkah, akhirnya sampai di pusat hutan menara tujuh pagoda, Satsuki tak saksikan pemandangan lain selain pepohonan yang rimbun dan bau khas alam yang belum terjamah.
" Tunggu Go Eun, Kita di larang masuk kemari. Jika kau ingin bicara. Bicaralah sekarang, Jangan buat masalah dan menyeretku!" Satsuki menghempas tangan Go Eun kasar.
Pak! Cih sombong sekali kau! Kau pikir aku mau menyentuhmu! Bathin Go Eun.
" Kakak! Lihat lah disana... Xi Jai terjerat besi pemburu monster di sana! Tolonglah bantu dia" Tunjuk Go Eun.
Heh. kau pikir aku ini bodoh ya? Jika Xi Jai terjerat, kenapa bukan kau yang menolongnya. Sungguh kau ingin memainkan permainan murahan ini, Bathin Satsuki.
" Kakak, kumohon..." Go Eun memelas, Ia terus menujuk semak yang bergoyang sedari tadi. Tak ingin lama-lama terjerat dalam permainan murahan Go Eun, Akhirnya Satsukipun melangkah.
" Sekarang!" Teriak Go Eun melengking.
SWUUUUUUUTTTT!! Beberapa kunai melesat cepat secara beriringan dan hendak melukai Satsuki.
JLEB'
JLEB!
JLEB'
Kunai-kunai tersebut berhasil di hindari satsuki hingga terhenti di batang puhon. Kunai-kunai itu tertancap rapih di sana. Satsuki Yang lugas membuatnya selamat dari maut, Kelihaian gerakannya membuat seseorang takjub dan ingin terus mempermainkannya.
Satsuki belum berhenti mengelak, Seluruh benda-benda tajam itu terus bertebaran di udara dan siap menikamnya.
Hahahaha Suara tawa seorang wanita, itu adalah Go Eun yang tampak puas.
" Satsuki! Aku pergi... daah, semoga kau beruntung , Jika kau berhasil keluar dari hutan ini, Temui aku untuk balaskan dendammu! Aku pamit! An Fuu! Pergi! Go Eun Pergi.
Sudah kukira ini semua ada alasannya, Kau pikir dengan trik murahan ini kau bisa merenggut nyawaku?! Salah besar!" Bathin Satsuki .
Go Eun menghilang bersama binantang kontraknya. Tapi Satsuki masih Berkutat dengan beberapa Anak panah, Kunai, Dan Suriken terbang Yang siap mengoyak tubuh Satsuki jika ia terlambat mengelak beberapa menit saja.
__ADS_1
Nae jime! Kau dengar aku! Seraya terus menghindar, Nama itu mulai terlontar dari mulut tipis sang master misterius itu
" Hmmmm, Ada apa master"
Akhirnya kau mau menurutiku jadi tuanmu! Hub! Huup! Suara refleks yang terdengar saat seseorang berusaha mengelak dari benda-benda tajam.
" Ya, Aku mengakui pemilik batu Giok Naga suci... Apa yang ingin kau tanyakan?"
Dimana orang yang jadi otak penyeranganku! Tunjukan arahnya, Aku akan segera membidiknya. Bathin Xitan .
" Arah Jam dua belas master...!" Satsuki berjongkok dan meraih beberapa Kunai yang berserakan, Ia berlari dan mengantamkan Kakinya kebatang pohon.
Tap! Tap! Dua kali melangkah maju di pohon tersebut, Satsukipun bersalto seraya melempar kunai-kunai itu.
Syut! Syut!
Jleb! Jleeb!" Aaaakkkh!" Erangan Pria terdegar bersama lesatan kunai yang di lempar satsuki.
" Master, Berbalik... Di atas pohon! Tembak arah jam Satu!" Satsuki mengambil Kunai yang ia gigit itu dan kembali melemparnya.
Syut! Jleb! Aaaakkhh! Bruak! Pemanah handal seketika tumbang mencium tanah dengan luka menganga di lehernya.
" Master! Merunduk! Arah Jam Sembilan tiga puluh!" Sigap mendengar arahan Nae Jime membuat Satsuki merunduk seraya merauk beberapa Suriken yang berserakan.
Sigap pergerakan Satsuki bagaikan lesatan cahaya petir. SYUUUUT! tubuh satsuki bagaikan menghilang sesaat dan kemudian ada di hadapan pemburu yang sedari tadi menembaki satsuki dengan Syuriken.
Degh! Mata pemburu itu membulat saat sosok wanita yang ia bidik sedari tadi itu tiba-tiba ada di hadapannya.
Satsuki melomopat , Kini satu kaki kanannya hendak mendang...
Brak! Brak! Brak! Brak! Duaaaggghh! Satu kali tendangan di wajah sang pembunuh bayaran itu, Mampu membuatnya terseret sejauh limaratus kilo meter dan menghantam beberapa pohon hingga pohon-pohon di hutan menara tujuh pagoda sakti itu tumbang beriringan.
Duagh!
Buuumm!
Brugggh!
Gemuruh di hutan tersebut membuat asap pekat sisa tumbangan pohon-pohon itu.
HIIIIIYYYYYEEEEEYYY!! manusia macam apa wanita itu! Pikir para pembunuh bayaran lain , Mereka kocar-kacir kabur dari pandangan Satsuki.
" Master mereka kabur!"
Mereka takan lolos semudah ini. Kedua Tangan Satsuki mengarah dan menengadah ke langit hutan tersebut.
Aura hitam dari kedua tangannya menyeruat, Dan apapun yang jadi ke inginannya adalah mutlak.
Aku ingin para pembunuh bayaran itu mati. Pekik Satsuki.
Tanpa menyentuh musuh secara langsung. Satsuki berhasil menumbangkan ke enam pembunuh yang hendak kabur itu. Mereka berjatuhan dari atas pohon hingga mencium tanah tak sadarkan diri.
Keadaan para pembunuh bayaran itu sangat memprihatinkan. Lidah mereka menjulur keluar hingga leher dan mata mereka terbelalak seperti dicekik seseorang.
__ADS_1
" Hahahahaha ... Aku puas! Go Eun, Sekarang tinggal giliranmu...!!"
Di Antara tawa girang satsuki yang nampak seperti iblis, Ternyata seseorang memperhatikan kekejiannya. Ia sengaja menyembunyikan aura Qi , Yi , Yin dan Yangnya agar tak terdeteksi keberadaannya.
Inikah ... Aura hitam sang monster kegelapan dari Pulau iblis...? Ternyata caraku menyegelnya dalam tubuh wanita ini adalah salah besar. Lambat laun, tubuh yang di hinggapi mahluk dari klan iblis itu akan semakin kuat... jika ia berhasil memulihkan racun dalam tubuhnya... aku takan bisa membayangkan, akan seperti apa nasibku kelak. Bathin Coi Moo Sha.
Tak ingin terjebak di antara permainannya, Coi moo Sha pun segera menghilang tanpa di sadari oleh Satsuki.
Syuuut! Satsuki pun mulai mengabaikan beberapa mayat yang berserakan hasil karyanya.
" Mahluk-mahluk rendahan, tidurlah hingga pintu neraka menyambut kalian dengan bangga!"
Ia tak ingin menoleh pada mahluk-mahluk yang menurutnya rendah itu. Padahal dia sendiri adalah pembunuh bayaran di jamannya.
SATSUKI PERGI DARI HUTAN TERSEBUT SECEPAT MUNGKIN...
Namun seseorang selain Coi Moo Sha berhasil mendapatkan sesuatu yang baru tentang wanita yang menrutnya misterius itu.
Ia mulai keluar dari batang pohon yang menyembunyikan tubuhnya beserta aura pelatihan dalam dirinya. Hingga keadaan tersebut tak terdeteksi dengan mudah oleh Monster dalam diri Satsuki.
Hahahaha, Itu dia yang aku incar. Akhirnya keluar juga... menampakan Aura gelapnya. Hahahaha sungguh menarik. Nae Jime... lama tak jumpa. Ucap seorang pria misterius.
- Campur tangan The End-
__ ___ ___
Ada yang tahu nggak siapa musuh baru ini? Jika kalian punya jawaban, Silahkan Pc Autor. Atau masuk Gc untuk jawab pertanyaan Autor ini.
Akan ada hadiah menarik buat yang bisa jawab...
Give Away Dendam sang putri...
Next Epsode...
.
.
.
.
.
Hai para Leaders tercinta... makasih udah mau like komen dan Vote juga Raiting hingga bab ini... Autor adalah penulis receh yang baru terjun beberapa bulan ke belakang. Autor sadar bahwa novel-novel autor tidak bagus. Jadi jika ada yang mau kasih masukan tentang novel ini, autor sungguh berterima ksih.
#Vote
#Rate
#Like
__ADS_1
#Komen
Thank love You all