
Dendam Sang Putri
Part #56- Balas Dendam #3-
" Cepat Panggil putra mahkota ke faviliunku!" Tegas Permaisyuri Hye Mei ( Ratu Zhang)
Keterlaluan, Sudah kuduga... Putra mahkota sungguh mencintai Putri Zhang Kuai Samoro! Bathin Permaisyuri Hye Mei.
Tak berselang lama setelah para mata-mata itu Berangkat, Tiba-tiba terdengar suara dentuman yang keras di area halaman istana...
BOOOOAAAAAMMMM!!!
Sebuah ledakan besar mulai mengguncang area halaman istana hingga membuat Para prajurit perang sigap mendekati pusat dentuman terdengar.
" Lindungi Putra mahkota! Kaishar dan permaisyuri!" Tegas sang jendral perang.
" Segera laksanakan jendral!!" Perajurit lain segera bergegas menuju faviliun Milik Permaisyuri.
Asap tebal menyeruat dan mengganggu penglihatan para jendral dan prajurit perang...
Asap tebal dari sisa ledakan itu perlahan mulai menipis , Para prajurit memasaang mata mereka dan posisi mereka siaga satu.
Saat asap mulai sedikit menghilang, Suara tawa terdengar dari sisa ledakan tersebut...
Gyaahahahahahhaha.... Tawa lantang dengan irama yang terdengar mendayu-dayu.
Degh!
Para prajurit terbelalak saat mata mereka mencerna dengan apa yang ada di antara asap tebal itu. Dihadapan.mereka Kini berdiri para mahluk yang tak biasa...
" Oh tidak mereka adalah...!"
Ye Lung klan Iblis kegelapan
Ye Lon
Ye hoe
Ye Rin
Ye Zhin
" Para petinggi iblis kegelapan yang terkenal sadis dan brutal! Celaka !! Mereka bukan lawan yang seimbang untuk kita" Pekik Para jendral perang.
" Hahahahaha, Akhirnya... kita bisa menembus prisai Sakti Milik putri Kuai Summoro, Sungguh tak mudah, Tapi ini sangatbmenyenangkan!" Seru Ye Lung terkekeh.
" Mari kita mulai sekarang, Ayo kita bersenang-senang" Ujar Ye Long.
" Jangan Banyak bicara! Mari kita obrak abrik Istana ini! Karna mungkin Putri Kuai masih menyembunyikan Giok Hitam dan Suci disini!" Ye Rin.
" Serang! Habisi semut-semut itu!" Seru Ye Hoe Seraya mengepakan sayapnya.
Pakkkk! Saat sayap di kepakan. Duri-duri dari sayapnya mulai berterbangan.
Blez! Blez! Blez! Hujan Jarum mulai bertaburan memenuhi langit istana malam itu.
Duri tersebut berhasil melumpuhkan Satu prempat pasukan sang jendral perang.
" Rasakan! Ini!" Teriak Ye Lung Megarahkan kampak hitamnya ke arah para prajurit perang, Seketika element Petir listrik Tegangan tinggi mulai menyambar.
Whooooooosss!
" Mundur!" Tegas para jendral pada prajuritnya. Namun terlambat... Saat para prajurit perang berusaha berhambur. Petir terlebih dahulu menyambar mereka.
Brzzzttthhh! Petir menyambar secepat angin berhembus, Hingga para prajurit tak sempat mengelak.
__ADS_1
BUAAAMMM!
" aaagghh! Serengah nya mulai habis...
" Tinggal seperempat lagi ya?" Ucap Iblis Ye Zhin, Bibirnya tersenyum sinis dan kedua Suriken Raksasa dari genggaman tangannya mulai terlepas secara brutal dan membabi buta.
" Mu-mundurrrr! Kembali ke benteng!" Teriak para prajurit lainnya. Mereka berinisiatif karna jendral mereka telah tewas.
.
.
.
.
.
.
Di Tempat lain...
Syut! Syut! Putri Kuai melompat dari satu atap.ke atap lainnya, Iapun mulai berhenti di perbatasan kerajaan ...
Putri Kuai mulai mencari pusat kepulan asap yang menyeruat di perbatasan kerajaan Tang dan kerajaan Kui. Rasa penasaran itulah yang membawanya kesana.
" Tak ada apapun di sini?!" Ucap Putri Kuai. Ia hanya melihat puing-puing sisa penyerangan di sana.
" Kalau begitu, Sebaiknya aku kembali" Saat putri Kuai hampir melompat ke arah genting . Tiba-tiba seseorang menyeru.
" Tunggu pendekar! jangan pergi! Tolong Bantu aku, Para klan iblis menyerang pemukiman kami!" Jelas para penduduk.
Putri Kuai tertegun. Iapun mulai turun dari atap dan mulai mengikuti langkah para penduduk itu.
Tap! Tap! Tap!
Putri Kuai mulai mengamati situasi dan akhirnya ia menyadari sesuatu. Ia berbalik cepat dan...
BATS!!
" Kalian!" Pekik Putri Kuai.
" Hahahaha' Akhirnya, orang yang akan memakanmu adalah aku, Klan Siluman..." Ucap Siluman tersebut. Putri Kuai Segera memanggil Spirt Jade Saddownya.
" Jade! Keluarlah!!"
Whooosh! Sang naga mulai keluar dan meliuk-liuk...
" Master!"
" Jade! Mari... Kita mulai bertarung lagi, Lawan kita adalah para siluman itu!" Ucap Putri Kuai seraya melompat ke Atas kepala sang naga tersebut . Mata sinis Putri Kuai yang merah itu terasa membakar para siluman yang sempat menjebaknya.
" Agghh! Belum tersentuh saja aku sudah tersikasa!!!" Ucap sang Siluman seraya meleleh.
" Jade! Nampaknya ada yang tidak bres. Ayo !! Segera pergi ke istana ku! Tiga istana di Utara dan selatan telah hancur, Terutama kerajan Tang! Aku takut akan ada serangan lain!"
" Baik master!"
Putri Kuai dan Jade Shaddow segera Melaju ke arah kerajaan Kui yang berada di Timur.
Beberapa menit kemudian...
.
.
.
Mata Putri kuai terbelalak.
Ia simak istana nya yang telah porak poranda...
" Apa yang terjadi?!" Pekik Putri Kuai, Ia segra melompat dari kepala Jade dan berlari ke area Favilun milik Ibunya.
__ADS_1
Tidak mungkin! Jangan-jangan! Bathin Putri Kuai tergesa-gesa...
Ditengah perjalanan menuju paviliun...
Putri Kuai melihat seseorang tergeletak, Mata Putri Kuai lagi-lagi terbelalak.
" Tidak mungkin ! Ayah!" Putri kuai berlari ke arah tersebut. Ia meraih ayahnya dan memeluknya.
" Ayah' Apa yang terjadi sebenarnya?!" Terlambat beberapa menit, akhirnya putri Kuai mendapatin Ayahnya telah tewad di antara tumpukan jasad para prajurit perang.
*Tidak mungkin, Ibu!! Bathn putri Kuai. Ia segera menggeletakan Ayahnya di lantai dan mulai bangun. Kemudian berlari ke srah paviliun Ibunya.
Drap! Drap! Drap! Suara langkah kaki yang nyaring beriringan Seakan menghiasi buruknya suasana Istana tersebut*.
Faviliun...
.
.
.
" Ibunda Ratu!" Teriak Putri Kuai mencari. Ia belum mendapati ibunya.
" Ibu!!" Seru putri Kaui kembali mencari.
Selang beberapa detik setelah teriakan putri Kuai terlontar. Seseorang keluar menghadang.
Putri Kuai menoleh dan teriak " Ibu!" Putri Kuai berlari ke arah seorang utusan dari klan iblis yang tengah menyandra ibunya
" Kau! Ye Hoe! Lepaskan ibuku!" Pekik putri Kuai.
" Hahahaha. Ambil saja, aku tak butuh mahluk menyebalkan ini! Dia sungguh tua dan merepotkan!" Balas Ye Hoe sraya melempar ibunya yang telah bersimbah darah.
" Keterlaluan! Apa maksud kalian menyerang setiap kerajaan ! Terutama kerajaan Kui!" Sinis Putri Kuai.
" Akhirnya kau sadar, Kau memang kandidat Ratu perang yang cekatan!"
" Berhenti bertele-tele! Apa mau kalian!"
" Jangan di tanya lagi... Raja kegelapan kami sangat membutuhkan Batu Milikmu... bawalah itu untuk menebus tiga Raja dan satu putra mahkota"
" Cih ! Apa kau bermaksud menjebakku!"
" Oh, Kau seperti tak perduli pada nasib ketiga raja dari tiga kerajaan! Baiklah ... Tuan ku sudah menungguku! Tertarik atau tidak itu terserah padamu... Aku hanya di tugaskan hanya untuk menyampaikan kabar buruk ini"
" Tertarik? Kau bercanda, Pergilah sekarang juga! Tempat kalian bukanlah di dataran Monster!! Kembalilah ke hutan iblis kegelapan!"
" Wah,Sungguh putri yang Angkuh, Baiklah, Sampai jumpa, Aku yakin kau akan segera datang... Karna seseorang yang paling kau sayangi dan selalu kau lindungi, ada di tangan kami"
SYUUUT! seketika menghilang bah cahaya. Putri Kuai segera meraih ibunya dan memeluknya.
Ia menotok beberapa syarap ibunya hingga permaisyuri Hye Mei tersadar.
" Ummmh, Uhuk!" Darah segar berhambur keluar dari mulutnya. Putri Kuai mulai segera menyalurkan aura Kekuatan murninya untuk menetralkan darah di tubuh ibunya.
" Ibunda, kau akan baik-baik saja..." Ucap Putri Kuai seraya membawanya kembali ke faviliun.
" Uhggh! Putri Kuai, To-tolong selamatkan Putra mahkota" Bisik Permaisuri Hye Mei
" Apa? Putra mahkota? Pangeran Xio?" Pekik Kuai.
" Dia di sandra klan para iblis..."
" Tidurlah Bu, Aku akan segera membawa adik kembali dalam hitungan menit" Ucap Putri Kuai searaya merebahakan ibunya.
BATS!
Putri Kuai mulai mengganti pakaiannya dengan pakaian perang.
Adik Tunggu aku! Ucap Putri Kuai...
- BALAS DENDAM #3THE END-
__ADS_1