
Xi penasaran dengan apa yang di intif pria misterius itu. Ia pun mulai menyingkap semak yang ada di depannya, Namun apa yang terjadi setelahnya. Xi malah dapati tubuh seorang wanita yang telah telanjang, sebagian tubuhnya tertutupi rambut panjag lurusnya yang hitam.
Sontak seketika itu Xi terbelalak dan jatuh dengan mata yang membulat sempurna.
Hyyaaaaa! Suara itu yang berhasil terdengar dari keduanya.
"Siapa di sana! Beraninya kau mengintif!" Bentak wanita itu, ia membenamkan tubuhnya sedalam mungkin, kemudian membalikkan tubuhnya membelakangi Xi.
Dug! Dug! Dug! Dug! Jantung Xi zhau zhau tak berhenti berdetak, ia menutup bibir dan hidungnyaa dengan kesepuluh jemarinya.
"A-apa itu tadi, bu-bukankah... bukankah dia adalah putri dari kerajaan Kui. Putri, putri Satsuki!" Bathin Xi zhau zhau mengguman tak percaya.
"Ba-bagai mana ia ada di sini? Sebenarnya siapa dia?'' Tambah curiga bathin Xi.
"Dia di sana atau aku tebas dengan pedang ku jika kau berani lari!" Bentak Satsuki, ia berjalan perlahan seraya mengambil pakaiannya. Xi yang gugup pun mulai berdiri dan membelakang wanita itu kemudian mulai berkata "A-aku. Aku akan bertanggung jawab. Aku sungguh akan bertanggung jawab karna sudah tak sopan padamu. Aku akan menikahimu putri" Teriak Xi menutup kupingnya seraya kata-kata konyol itu lolos begitu saja dari mulut pria yang baru saja remaja.
Satsuki yang mendengarnya tersenyum, meski ia geram ia tak ingin menggubris pria di dekatnya itu. Satsuki segera berkutat dengan pakaiannya dan kemudian naik ke darat lalu menghilang.
Sedangkan Xi zhau-zhau terus berkeringat dingin dengan pipinya yang di penuhi rona merah.
Xi berbalik ke arah mata air, iapun kembali menyingkap semak di depannya. Tapi ia di kagetkan dengan sesuatu. Putri yang ia lihat tadi rupanya telah melarikan diri.
"Eh? Tidak ada? Apakah aku sedang berhalusinasi? jelas-jelas aku lihat tadi ada putri dari kerajaan Kui sedang membersihkan dirinya! Ini... adalah sebuah kekeliruan besar" xi pub mulai berbalik arah, ia lihat dengan jelas bahwa ada belati yang menancap di pepohonan. Sebab saat itu belati tersebut telah mengintai seorang pria mesum misterius.
"Jika tak salah... belati itu menancap disini" Xi menyingkap semak yang tampak gelap oleh malam. Setelah ia menelusuri, akhirnya belati itu di temukannya.
"Ini dia..." Ucap Xi senang, setelah ia telisik lebih dalam gagang belati itu sungguh berbeda dengan miliknya. Di gagang tersebut ia lihat ada beberapa ukiran naga dengan jumlah kakinya yang banyak.
"Belati yang tak bisa. Ini belati yang istimewa. Sebainya aku simpan... sebelum aku tahu, siapa pemilik asli belati ini" Bathin Xi. Ia mulai memasukkannya ke dalam cincin ruang miliknya dan berbalik ke arah perkemahannya "Rupanya kau disini?!" Tanya seseorang, Xi sungguh kaget saat Huli jing tiba-tiba ada di hadapannya dan bertanya demikian "A-apa yang kau lakukan? Mengaggetkan saja" Bentak Xi dengan wajah paniknya.
Sedang Huli jing dengan datarnya bertanya "Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau berkeringat banyak sekali? Apakah aku sedang bertarung dengan monster penunggu air?" Tanya Huli jing seraya mendekat. Pangeran Xi mengelan napasnya panjang "Haaah...ayo kembali!" Ucap Xi seraya berjalan melewati Huli jing. Huli jing yang bingung mulai ke heranan "Hei... tunnggu, kenapa kamu malah mengacuhkan pertanyaan ku?!"
"Tidak ada... aku tidak sedang melakukan apa pun"
"Kau bohong!"
__ADS_1
***
Sampailah di tempat mereka beristirahat, Xi Zhau zhau sungguh curiga, kenapa putri dari kerajaan Kui tiba-tiba ada di sana. Ia mulai menaruh curiga pada sesosok pendekar misterius yang menyembunyikan tubuhnya di balik topi bercadar itu.
"Hei apa yang kau lihat?" Tanya huli jing, Huli jing sangat risih ketika pangeran tersebut menatap intrens tuannya yang tengah tertidur di atas batang pohon.
"Ah tidak" Xi pun menurunkan atensinya ke arah lawan bicaaranya.
"Apakah sedari tadi kamu melihat tuanku yang sedang tidur ya? Tuanku memang manis saat ia tidur, tapi sangat menakutkan saat ia terbangun.Meskipun ia lebih garang dari seekor monster, aku sangat menyukainya... aku ingin terus ada di sampingnya kelak" Jelas Huli jing, ia mengungkapkan isi hatinya dengan mata yang berbinar senang.
"Sejak kapan dia ada di sana? Jangan-jangan dia adalah... Ah! Tidak mungkin! Putri Satsuki?!!" Bathiin Xi zhau zhau cemas seraya curiga.
Akhirnya, karna menaruh curiga yang cukup besar. Xi pun melompat ke arah batang pohon yang membuat Satsuki terlelap itu.
"Hei! Kau mau kemana? Makanlah bagianmu? Jika tidak, aku yang akan menghabiskannya" Teriak Huli jing memperingatkaan.
"Ada apa dengan bocah itu?! Pikirannya hanya makan saja" Bathin Xi menggumam.
"Berisik! Habiskanlah sampai kau kenyang. Bukankah aku sudah menberikan bagianku padamu tadi"
"Aku kenyang" Teriak Huli jing. Ia mulai meregangkan tubuhnya dan membuat sebuah kasur dengan tumpukan daun kering.
"Hei, pangeran! Apakah kau tidak tidur? Ini sudah larut lho" Tanya Huli jing kembali beteriak. Nampaknya Xi Zhau zhau tak suka dengan suara bising dari Huli jing.
"Oh... astaga, ada apa dengan perempuan bawel itu?? Dia sungguh menyebalkan!" Bathin Xi kembali menggumam.
"Ya.. aku dengar, aku akan segera turun dan tidur!" Xi pun melanjutkan langkahnya untuk mendekati Satsuki yang terlelap.
"ini aneh, kenapa pendekar ini tidur dalam keadaan menutupi wajahnya?" Bathin Xi Zhau-zhau mengumam.
Xi melangkah makin dekat dan dekat...
Dug dug! Dug dug! Dug dug! Jantungnya mendidih kala langkahnya yang semakin dekat dengan Satsuki. Saat ia melangkah selangkah lagi di dekat Satsuki yang menyenderkan tubuhnya di pohon tersebut. Kaki Xi tiba-tiba berhenti melangkah.
Degh!
__ADS_1
"A-apa ini?" Bathin Xi menggumam. Nampaknya Satsuki menyematkan sebuah kertas mantra di sampinya, hingga saat ia terjaga ia bisa menghindari serangan yang tiba-tiba.
"Jebakan, kenapa dia yang melakukannya? Dia... sungguh cekatan. Aku mana mungkin curiga pada pendekar cerdik ini. Bahkan, di dekati saja dia tak mau. Apa lagi, seceroboh itu dengan membiarkan seseorang mendekatinya saat ia mandi" Bathin Xi. Tiba-tiba nyalinya mencuat, sesaat rasa penasarannya membuat ia melupakan rasa takutnya. Ia pun berjongkok karna tak bisa menggerakan kakinya satu incipun.
Ia mulai menjangkau pakaian Satsuki. Grep! Pakaian itu tersentuh tangan Xi. Dan rupanya pakaian Satsuki sangat kering.
"Oh astaga! Apa yang ku lakukan. Sudah jelas dia bukanlah Putri dari kerajaan Kui. Apa yang ku pikirkan, dasar bodoh!" Bathin Xi menggumam.
Sedangkan Satsuki yang berpura-pura tidur pun tersenyum menyeringai.
"Dasar bodoh! Seharusnya tadi ku tebas saja lehermu... tapi aku lebih pintar bukan?" bathin Satsuki bersorai, atas keberhasilannya saat menyembunyikan identitasnya.
Flasback beberapa saat yang lalu...
"Ahhhh!" Teriak keduanya. Xi yang membalikan tubuhnya itu memberi celah untuk Satsuki.
"Dasar payah, sedang apa dia di sana! Dasar bocah bau kencur itu! Aku harus bergegas sebelum memancing kecurigaan yang besar" Bathin Satsuki. Satsuki bergegas meraih pakaiannya. Lalu ia pun memakainnya di air. Setelah itu satsukipun naik ke darat dan meninggalkan Xi Zhau zhau bersama ocehan payahnya.
Setelah Sampai di darat, Satsuki menggunakan kertas mantra untuk membantunya mengganti pakaiannya.
Kertas mantra yang di gunakan Satsuki adalah mantra kasat mata. Jadi siapapun yang Satsuku temui, takan bisa melihatnya ketika ia berganti pakaian. Ia pun bergegas kembali ke perkemahan dan menugaskan Huli jing mencari Xi zhau zhau.
Flasback Off...
Akhirnya, setelah ia yakin. Bahwa Putri Satsuki bukanlah pendekar di depannya. Ia pun menyerah dan tidur dalam keadaan berjongkok hingga pagi pun tiba.
Sedangkan Satsuki. Ia masih menaruh curiga pada sosok pria pertama yang mengenakan jubah seraba hitam.
"Siapa pria mesum yang mengintipku tadi? Xi bukanlah pelaku utamanya, aku yakin... Heh, bersembunyilah... jika aku berhasil menemukanmu maka kedua pedang pusaka milikku. Pasti akan mengeksekusi lehermu sesegera mungkin. Bathin Saatsuki.
Next episode...
Wah. Pria mesum berjubah hitam... kamu sungguh sial, bersiaplah menanggung resikonya. Kau akan segera kena batunya lho.
Hahahaha... Salam daria autor...
__ADS_1
Bersambung...