
Dendam Sang Putri
Part# 25~Sesuai rencana~
Malam itu usai mencuri Xitan masuk kembali ke gubuk kematian.
Setah itu ia bergegas membersihkan diri. Meski pencurian kali ini gagal, tapi Xitan harus segera jadi satsuki. Sebab rencana yang telah ia susun sudah sesuai dan tak melenceng.
Dendamnya pada Coi Hong nam dan kluarga Xi Zhi, sudah perlahan terbalaskan, saat ini dan kedepannya ia hanya akan menikmati hidup tanpa pikiran tentang dendam dan yang lainnya.
" Nona, Ada apa? Kenapa kau tergesa-gesa?" Tanya Xing An.
" Xing An, Segera lah pura-pura tidur, Sebentar lagi akan ada pertunjukan yang menyenangkan" Ucap Satsuki.
" Ba-baik Nona"
Saat mulai pura-pura terlelap, seseorang mengetuk pintu malam itu.
Tok Tok Tok..
Satsuki segera terperanjat dari posisi rebahannya dan membuka pintu itu pelan seraya berecting mengucek-ucek matanya.
" Nggh ada apa..." Ucapnya seraya memejamkan matanya pura-pura malas.
" Aku hanya ingin bertemu denganmu" Saat mendengar suara yang sedikit berat, Satsuki membelalakan matanya lebar-lebar'
Degh! Suara jantungnya tiba-tiba saja berhenti...
Ze- Zerro?!
" Kau' Si-Siapa kau?!" Satsuki masih membelalak dan pria itu meraksak masuk kedalam kamar kecil berukuran 4m x 4m.
" Kau mau apa?" Satsuki kaget dan mundur. Ia tiba-tiba Gugup dan tanpa sadar salah tingkah.
" Apakah kamu lupa siapa aku? Bukankah aku sering mengatakan namaku? Jika kau lupa ayo berkenalan untuk ke dua kalinya, Putri Satsuki? Oh, bukan Nona Master Xitan !"
" Kau, Jangan sembarangan!" Satsuki mulai marah pada olokannya. Ia mendekat dengan mata sinis.
" Apa? Kau terlalu dekat begini, apa kau gemas hingga ingin menciumku?"
Pssshh! Wajah Sarsuki mulai merah karna godaan ringan pria miaterius yang mirip sahabat yang paling ia cintai di dunianya.
Sial!! Ada apa dengan ku! Kenapa aku merasa sangat malu padanya? Menyebalkan!!" Bathin Satsuki.
" Ada apa? Kau malu? Aku belum pernah menemukan master misterius sepertimu lho"
"Kau!" Satsuki melepas tangannya untuk memukul wajah Orang yang jelas-jelas bukan Zerro.
Namun Lee dong Feng sigap memahan tangan satsuki dan memutarnya ke belakang bah adegan dansa, Hingga satsuki terjatuh di pelukan Lee Dong Feng dengan mudah.
Satsuki menatap Wajahnya sekilas sebelum ia marah.
Cup
" Kau!!" Pekik Satsuki berontak.
" Panggil aku Lee dong Feng, Bukan Zerro... Aku marah lho karna namaku bukan nama yang kau panggil"
Satsuki bergegas berbalik lalu berjongkok dan menendang kaki Lee dong Feng. Tapi lee dong Feeng Lebih dulu meloncat . Satsuki kembali berdiri dan meloncat, Satu kakinya menendang dan satu kaki lainnya menyiku terapung di udara.
__ADS_1
Duak!! Kaki satsuki malah menendang kayu penahan Atap rumah hingga patah, Sedangkan Lee dong feng malah tertawa karana berhasil menghindar terlebih dahulu.
Satsuki mulai diam dengan mata waspada" Apa tujuanmu datang kemari?" Pekik Satsuki.
" Hm, Sungguh kau ingin tahu?"
" Kau! jangan main-main! "
" Hemmm, Aku datang kemari ( Mendekati dan memasang wajah imut) Hanya untuk bertanya, kenapa kau menginginkan Tungku Pelebur Tulang Emperor Xuang Yuem?" Wajah Mereka berdekatan seperti hampir berciuman, Mata Satsuki membulat dan melesatkan tangannya ke udara.
Pak! akhirnya kepalan tangan hinggap juga di perut Lee dong Feng hingga membuatnya terpental.
Uuughh! Wanita sadis. Sruuupppttttt, Tapi aku menyukainya... menarik.
Dong Feng nampak senang memperlakukan Satsuki lembut dengan menggodanya. Bahkan saat di hajarpun ia malah menikmatinya dan menjulurkan lidahnya seperti seekor ular.
" Menyenangkan, bisa kenal denganmu Master Xitan!"
" Kau, jangan kurang ajar! Enyah'' Bentak Satsuki dengan gerakan cepat seperti kilat dan kekuatan Full untuk menghajar pria yang Mirip Zerro di dunianya.
SYUUUT" Tangan kanan satsuki melesat lagi dan di hentikan lee dong feng, Tak habis pikir oleh wanita ini, autor juga bingung menjelaskannya, Tak ada tangan kakipun jadi, Sebelah kaki kanan satsuki menyiku dan menencoba menendang bagian Vital lee dong Feng ( Yang disebut Burung petelur) Buak! Tapi lagi-lagi lee dong feng menahannya lagi dengan tangan kakirinya lalu menguncinya.
Kini dua sejoli ini nampak sangat dekat, Pergerakan Satsuki terkunci. Dan jarak nanar mereka tinggal beberapa mili lagi.
" Aku suka posisi ini" Ucap lee dong feeng.
" Kau!! Uuggh! " Satssuki mencoba meloloskan diri namun tak di izinkan dengan mudah.
Saat keduanya tengah terlihat marah-marah benci, Seseorang teriak gaduh di luar istana Kuai Sammoro.
" Coi hong nam! Keluar! kau !! Aku ingin membuat perhitungan dengan mu!" Seketika perhatian Lee dong feng mulai teralih dan melapaskan Satsuki begitu saja.
" Aduh! Wanita sadis!
" Enyah kau jika kembali lagi akan ku musnahkan aku!'
Blam!
Satsuki menutup pintu dan memegangi dadanya.
Dug
Dug
Dug
Dug
Suara jantung Satsuki tak henti berdetak tak beraturan, Zerro, Mungkin ini hanya perasaan rinduku padanya, mana mungkin Dia itu Zerro, Zerro tak pernah melakukan sesuatu yang tidak kusukai...
Zerro, apakah kau lolos dari pristiwa ledakan itu? Kenapa tiba-tiba aku rindu padanya? Bathin Xitan tak henti meracau.
" Nona, Anda baik-baik saja" Byuuur Buyar semua pemikiran tentang bayangan sahabat yang paaling di cintai Xitan oleh seorang pelayan setianya , Satsuki pun terperanjat " Xing an, Ada apa?"
" Nona, ayo kita lihat di luar, ada kegaduhan besar di sana" Satsuki mulai mengingat seluruh siasat adu dombanya itu, dan diapun tertawa. Xing An heran...
" Ini yang kumaksud pertunjukan besar Xing An, Ayo kita tonton drama malam ini"
" No-nona, jadi ini...?" Satsuki mengangguk dan segera pergi keluar ruangan gubuk kematian.
HALAMAN KERAJAAN ...
__ADS_1
" Tunggu Kaisar Yan , Apa yang membawamu kemari? Kenapa kau membawa banyak prajurit?" Ucap Coi Hong Nam kaget melihat tingkah ayah dan anaknya yang kompak, padahal Raja Xi Zhi Yan dalam situasi berduka cita.
" Heh' Jangan pura-pura bodoh! Kau menugaskan anak mu , Xi Jai untuk mencuri barang pusaka di ruangan rahasia kerajaan kami! Kembalikan segera, atau aku akan menghancurkan istana ini sekarang juga!" Perintah Xi yu Yan yang saat itu memerintah di atas tubuh Shamomson Raigh miliknya yang baru ia dapatakan beberapa hari yang lalu.
Coi Hong nam dan Xi Jai tercengang " Nak apa benar yang putra mahkota katakan?" Tentu saja pertanyaan ayahnya membuat Xi Jai Marah karna dia memang tidak melakukannya.
" Kau jangan berkelit lagi' Cepat kembalikan Xuang Yuem Padaku sekarang juga!"Bentak Pangeran Xi Yu yan.
" Tolong Jangan seenaknya menuduh, lagi pula aku tak perlu barang rongsok seperti tungku yang kau maksud, Toh aku bukanlah seorang Alcemic!"
" Persetan dengan semua itu! Cepat kembalikan ! Pusaka milik kerajaanku!!" Satsuki datang di tengah pertikayan malam itu dan melerainya ( pura-pura bodoh untuk memperkuh keadaan )
" Tunggu! Apa bukti dari tuduhan mu itu!" Teriak Satsuki Yang datang dari arah selatan istana inti, Xi Yu Yan menoleh ke pusat suara itu " Pembunuh jangan ikut campur! Urusanku juga belum selesai denganmu!" Balas Xi Yu Yan seraya melempar Gelang yang ia temukan di ruang rahasia kerajaan Xi Zhi.
Plak ' Gelang di lempar dan di tangkap seketika oleh Xi jai" Lihatlah bukankah ini.gelang milikmu ?" Xi Jai dan ayahnya tercengang
" Ini memang miliku, tapi aku baru saja kehilangannya tadi sore, dan meski gelang ini ada di istanamu. Belum tentu aku pelakunya"
Satsuki tertawa di tengahnya gelap seraya berfikir ( Untung di jaman ini tidak ada tes sidik jari, hingga takan terbongkar dengan. mudah sabotase yang ku lancarkan ini)
Kelakuan Aneh satsuki terlihat oleh Coi Hong nam hingga ia heran " aapa yang kau tertawakan ?" Pekik Coi hong melepas tatapan sinis.
Satsukipun tersenyum dan membalas tatapan itu dengan jawaban pedih" Hem. Aku tak menyangka , kluarga ini benar-benar tak bermoral, Aku sudah berhasil Membunuh adik dari putra mahkota kerajaan Xi Zhi, sedangkan Xi Jai, ia mencuri tungku pusaka milik Kerajaan Xi Zhi... " Xi Jai marah dan tak terima perkataan kakaknya itu.
" Jaga lidahmu jangan sampai aku memotongnya!"
Melihat lerseteruan Satsuki dan Xi Jai . Pangeran Xi Yu Yan pun marah dan berteriak " Diam! Aku takan menunggu! Bakar istana Ratu Kuai !!" Perintah tersebut sampai pada ribuan prajurit yang ia bawa, hingga para prajurit mulai berkutat membuat api untuk membakar istana tersebut.
" Lempar bola api itu sekarang! Perintah Xi Yu Yan , Namun di saat bersamaan pangeran kerajaan kui ( Qiang Gu)tak sengaja melintasi kerajaan tersebut untuk berpatroli, Hingga Pangeran Qiang Gu melerai perintah Dari Xi Yu yan.
" Hentikan!" Teriak pangeran Qiang Gu . Xi Yu Yan menoleh dan menggumam " Jangan ikut campur masalahku"
" Ini adalah daerah kekuasaan kerajaan Kui jadi apapun yang menyangkut dearah kekuasaan kerajaan kui jadi masalah untukku, dan aku berhak melerainya"
" Kau! " Xi Yu Yan merasa malu dan diam.
" Jika ada masalah jangan bertingkah konyol, selesaikan dengan kepala dingin, sekarang segeralah membubarkan diri, atau aku akan melaporkan kalian ke aliansi perang kerajaan.
Xi Yu Yan masih dingin iapun berjalan membubarkan diri secara teratur bersama para prajuritnya " Xi Jai, Coi Hong Nam, Satsuki. Permasalahan kita belum selesai"
Xi Jai terdiam kaget saat menatap gelangnya ada di tangan Xi Ya Yan dan mendapat tudingan tersebut " Xi jai, Ayah akan menghukummu karna telah mempermalukan kluarga di bawah tanah satu minggu, tanpa makan dan minum!"
" Tapi ayah!"
" Lakukan''
Satsuki tertawa mendengar hukuman yang di berikan Coi hong padanya. Sementara Coi hong tak ingin bermasalah dengan putri sulungnya itu .
Coi hong nam dan Xi jai juga permaisyuri dan Go Eun kembali masuk.
Kini, satsuki sendirian di temani Xing An di luar istana Kuai. Ia nampak sedih, Hingga kesedihannya berhasil membuat Qiang Gu mendekatinya karna iba.
" Kenapa kau tak masuk putri?" Satsuki terperanjat. Ectingnya mulai berhasil lagi menarik rasa simpatik pangeran tersebut.
" Eh , Pangeran pertama, terimakasih anda telah melerai pertikaian ini yang terjadi karna salah paham"
" Masuklah, Jaga dirimu baik-baik, Jangan bertindak ceroboh lagi" Satsukipun mengangguk dan pergi.
Seraya satsuki berjalan pangeran terus memperhatikan wajah mereka ( Xitan & Satsuki)
Apa hanya perasaan ku saja? Xitan dan Satsuki, mereka nampak sama dari baunya pun tercium parfum yang sama.
- Sesuai Rencana The End-
__ADS_1