
Dendam sang putri
Part #71 - Akhir Cerita-
" Master Lari!" Pekik Hei Lianhua. Meski wajahnya bersimbah darah , Tapi ia masih sempat berusaha bangun untuk mendorong Satsuki hingga ia terhidar dari Jebakan segel itu.
Dak! Namun, Sakkon yang tengah berdiri memegang Cambuk nerakanya, Tak ingin membiarkan langkah Hei Lianhua begitu saja. Hingga Sakkon berhasil menginjak bahu Hei Lianhua hingga ia mencium tanah kembali.
" Ugghh! Master! Pergi!" Pekik Hei Lianhua. Xing An berdegug... Iapun teriak berdimbah air mata.
" Putri Satsuki!" Kaget Xing An yang sadang tak berdaya, Leher Xing An di tahan sebuah pedang yang sangat Tajam.
" Xing An!!" Pekik Satsuki menghampiri.
CLIIING!!! Segel pemanggilan Roh Agungpun terbuka dan mulai menahan Kaki satsuki di dalamnya. Tak berselang lama tubuh Satsuki yang tertahan Segel tersebutpun mulai terkurung dan terlahap segel tersebut.
Sial! Apa yang terjadi, kenapa aku tidak bisa bergerak!!
Padahal bulu Ice sudah siap menyerang para Klan iblis . Namun Nyatanya, Satsuki malah terperangkap dalam sebuah jebakan murahan yang telah di buat para klan iblis itu.
" Hahaha kena kau... Bagai mana rasanya menjadi lalat kecil yang tak berguna? Hahaha pekik Long Ge .
" Okkoni! Kau bisa merasakannya bukan ? Sekarang buat pormasi. Mari kita Ambil Tuan Kita dari tubuhnya" Tambah Hanbu.
" Baik! Siapkan Formasi" Ucap Hanbu, Lon Ge, Lon Je, Sakkon, Okkuni, Hong Lian, Chang Un, dan Kallen Bersamaan , Seraya mengeerakan tanganggya.
CLIIIING Segel iblis mulai terbuka dan mengeluarkan permata roh pissis.
*Sial ! apa itu, Aura kegelapan dari batu itu rasanya telah mencekikku. Bathin Satsuki.
Master, Nampaknya... Mereka sungguh-sungguh akan mengambilku dari tubuhmu. Sebenarnya aku enggan meninggalkan tubuhmu. Tapi , Nampaknya para abdiku tidak mau menyerahkanku pada mu. Aku hanya bisa mengucapkan satu kata* Terimakasih. Naejime.
" Sial!!! Jangan bercanda!!! Iceee! Keluarlah!!" Teriak Satsuki. Namun Ice seakan terkurung bersama aktifnya segel hingga membuat Satsuki kalap.
" Ice! Kau dengar aku tidak! Beigh! Kalian harus lakukan sesuatu!!"
*Maafkan aku master, Segel yang telah mengurungmu pun, Sama menyakitkannya bagi kami. Ucap Ice.
Sial! Ini buruk sekali. Pada siapa aku harus memohon' Bathin Satsuki*.
Whooossshhh! Formasi Sempurna.
Hanbu yang ada di depan Formasi itu mulai mengeluarkan tangan iblisnya dan menekan pusat kutukan yang terukir di perut tengah Satsuki.
" Apa yang akan kau lakukan!!" Teriak Satsuki panik. Hanbu mulai membacakan sebuah mantra pembuka segel kutukan. Seketika, dampak dari mantra tersebut membuat satsuki seperti terbakar.
" Akkkhhhh! Sial! Apa yang kau lakukan! Lepaskan aku!!" Satsuki beerontak namun apa daya, Tubuhnya seperti di ikat dan menempel dalam sebuab lem raksasa.
" Sekarang! Okkuni, Siapkan permata Roh Pisisnya" Teriak Hanbu.
Master! Maafkan aku, Sekarang lah waktunya. Bersiaplah. Tahan lah, Ini akan sangat menyakitkanNae jime.
__ADS_1
" Tidak! Tidak! Tidaaakk!" Teriakan satsuki meelnting tinggi hingga terdengar ke arah langit istana tersebut.
Tanpa sengaja , Ketua Regu empat dari aliansi perang mendengar lentingan suara tersebut. Hingga mereka mulai berhambur ke arah pusat suara.
" Kau dengar Gee?!"
" Ya kak Chen!"
" Ayo kita lihat! Kesana!"
" Baik!"
" Semuanya Ikut ketua Gee!"
" Baik!" Para anggota Aliansi yang menyebut dirinya sendiri dengan Regu empat itupun mulai berhambur ke istana Kuai tersebut.
Dap! Saat mereka sampai, Mereka sangat terkejut, Di lihatnya Jendral perang klan iblis yang bernama Hanbu itu telah menusukkan tangannya ke dalam perut dari Orang yang sedang mereka cari.
" Putri Satsuki!" Teriak para anggota aliansi bersamaan hingga mengganggu ritual yang sedang di selenggarakan oleh Hanbu.
"Ada Serangga!" Pekik Lon Ge.
"Biarkan mereka melihatnya, Akan sangat jelas menonton sebuah opera dari atas sana bukan" Gumam Ukkoni terkekeh.
" Mereka takan bisa masuk ke dalam formasi kita. Sebab, Istana ini telah kita segel bukan?" Ungkap Sakkon.
" Hahaha, Biarkan mereka menyerang sepuasnya, Lagipula di sana, bukankan ada anggota baru? Dia harus punya mangsa pertamanya bukan? Go Eun, Ayo... bersenang-senanglah hingga tetesa darah penghabisanmu!" Tambah Long Je.
Mendengar ocehan anak buahnya yang tampak bodoh, Hanbu mulai marah dan membentak "Diam! Pokuskan pikiran hanya pada pusat energi formasi pemanggilan Roh. Jika tidak, Permata Roh pissis takan bisa beraksi!" Jelas Hanbu.
Di langit Istana Kuai...
" Sial ketua, Nampaknya di bawah sana terdapat sebuah segel. Hingga kita tak bisa masuk begitu saja!" Ucap Adik seperguruan Ketua Gee.
" Kalau begitu, Gunakan ini!" Pekik Ketua seraya mengambil selembar kertas mantra bertuliskan. Ledakan tingkat Lima. Ledakan tersebut berfrekuensi sangat besar. Hingga mampu menghancurkan sebagian Istana Kuai Samoro yang terkenal sangat luas dan megah.
WHOOOSSSH! mantra mulai di Ucapkan. Kertas mantrapun terbakar. Ketua Ge melemparnya pada prisai yang membelenggu Istana tersebut hingga.
BOAMMMM! ledakan mulai terjadi. Seluruh Regu empat menjauh dari pusat ledakan yang dasyat itu.
Asap pekat menyembul ke langit hingga membuat sebuah ke getiran. Seketika, Saat asap menipis para anggota regu empat itu mulai berkumpul dan menyimak.
"Ketua, Ada yang aneh!" Tanya adik seperguruannya.
"Siaga! Kita tak tahu apa yang akan terjadi, Segera siapkan serangan!"
" Baik!" Pekik Para Adik seperguuannya.
WHOOOSSSHHH.... asap menipis dan memperlihatkan seseorang yang beraura tak biasa.
" Bau siluman yang pekat, Jangan-jangan..." Ketua Gee tak sempat menyelesaikan ucapannya. Dan Seseorang memotongnya " Lawanmu adalah aku!"
__ADS_1
Ucap Seorang wanita.
" Kau!! Kau... bukankah kau putri Go Eun? Dari kerajaan ini?"
" Tutup mulutmu! Rasakan ini!" Go Eun lansung menyerang dan mengibaskan pedang Lima Alam ke para Regu aliansi perang itu.
Whoosh! Pedang di kibas " Semuanya!Menghindar! "
" Baik!" Keadaan gawat itu terjadi di langit kerajaan Kuai.
BOAAAM! " Aaaakkhh!" Teriak beberapa orang yang tak bisa menghindar dari serangan itu.
" Sial! Berpencar, serang putri Go eun dari berbagai sudut, Selebihnya... salah seorang harus melapor hal buruk ini sebelum terlambat.
" Baik"
" Cih, Ingin kabur ya! Takan ku biarkan!!"
DUAR!
Sementara di Istana Kuai bagian bawah...
"Khu khu khu..." Seseorang terkekeh dan mendekati wanita yang tak berdaya itu.
"Hmmm, Wajah sombong... keras kepala, meski kuat, Kau nampak seperti betumpuk sampah yang tak berguna!" Cemooh Lee dong feng.
"Brengsek! Jangan menyentuhku! kau adalah mahluk kotor! penghianat!" Pekik Satsuki. Meski ia muntah darah, Tapi kesombongnya seakan tak pernah terukur.
Lee dong feng tersenyum. " Kau memang selalu membentakku, Tapi... Aku tak pernah ingin marah padamu, Kau tahu kenapa?" Gurau nya, Lee dong feng mulai meraih tangan kanan Satsuki.
"Kubilang! Jangan menyentuhku!! Uhuk!" Satsuki membentak dan darah dari mulutnya mulai berhambur kembali.
"Ahahahahahaha! Hahaha... Kenapa? Kenapa kau selalu menolakku? Kenapa kau tak pernah mau menerimaku?"
"Karna!! Karna sejak awal aku tidak pernah menyukaimu!" Pekik satsuki.
"Tidak menyukaiku?" Lee dong feng kecewa.
Lee dong feng mulai tersenyum pahit. "Ooh, Begitukah? Kalau begitu, Kenapa kau selalu memakai cincin ruang pemberianku?"
Mendengar pertanyaan konyo itu, Satsuki mulai menyeringai "Kau sungguh bodoh! Aku memakainya karna aku sangat membutuhkannya! Kau pikir untuk apa aku memakainya"
"Sungguh? Kalau begitu... Aku akan mengambilnya kembali dan mulai memusnahkannya!" Ucap Lee dong Feng.Ia mulai mencium tangan kanan Satsuki dan meraih cincin yang tepat melekat di jari manisnya. Seketika itu, Satsuki terbelalak .
APA'!! Jangan bercanda! Jika cincin ruang itu di hancurkan! ice! Beigh! mereka!Akan tiada...
" Hahahaha, Jangan bercanda" Satsuki terkekeh. Hanbu dan beberapa anggotanya mulai berkeringat dingin.
Kaishar tak berguna! Bisa-bisanya dia merayu wanita sampah itu di saat segenting ini. Jika bukan karna kecerdikan otaknya, dan darah murni di tubuhnya sangat berguna untuk kebangkitan Raja ibkis kegelapan. Aku sungguh tak ingin tunduk padanya, Cih Tunggu hingga Raja iblis sang penguasa ke gelapan mulai bangkit. Maka, Orang pertama yang akan aku musnahkan bukan hanya Seluruh umat manusia, Tapi juga...Kau, adalah orang pertama yang akan menangis darah. Kutuk Hanbu.
Tanpa berpikir panjang, Lee dong feng meraih cincin Ruang itu , kemudian mencengkramnya erat.
Uughhh! Sial! Semakin di cengkram dengan seluruh energi yang ia miliki, aku semakin sangat menderita. Ice! Kau pasti merasakan hal yang sama. Beigh! Maafkan aku. Bathin satsuki. Saking sakitnya, Satsuki memejamkan matanya danm mulai mengigit bibirnya.
__ADS_1
-Akhir Cerita The end-