
Jreng!
Di hadapan Satsuki dan kawan kawannya bukan hanya klan iblis, tapi juga Cang Un tega membangkitkan kluarga kerajaan yang telah tewas di medan perang.
"Ibu! Hei Lianhua!" Teriak Satsuki kaget, seraya ia geram dan mengigit bibirnya, tangannya di kepal erat dan membuatnya amat marah "Cang Un! Kau keterlaluan! Kenapa kau malah membangkitkan orang-orang yang tidak bersalah!" Teriak Satsuki geram pada Cang Un.
"Master, bahkan kakakku yang baru kita kuburkan itu pun ada di sana" Tunjuk Xi Zhau Zhau risih. Padahal ia baru saja merelakan ke pergian kakaknya, tapi jika yang jadi lawan Xi Zhau Zhau adalah kakaknya sendiri, ia mana mungkin sanggup melawannya.
Pluk!" Satsuki menepuk-nepuk pundak Xi Zhau Zhau dan menegarkannya "Ingat ini, pertarungan ini adalah pertarungan yang sama, pria di samping Putra mahkota itu adalah pengendari ilusi terhebat. Dia yang telah merubah para kerangka itu menjadi orang-orang yang kita sayangi. Jadi... percaya diri lah, mereka hanya kerangka. Dan kamu bebas menebasnya dari segala arah, ingat... mereka hanya kerangka! Mereka bukan bagian dari keluargamu! Bertarunglah seserius mungkin, karna di sini... nyawalah taruhannya" Jelas Satsuki, Xi Zhau Zhau pun mengangguk mantap seraya gemas "Hmmm... aku akan melakukan yang terbaik! Aku tak ingin mati di sini!" Angguk Xi Zhau Zhau.
Satsuki mulai kembali menatap lawannya, "Bagai mana?! Apakah kalian telah siaga saat berhadapan dengan orang-orang yang kalian sayangi?! Hahahahaha" Tawa Cang Un kembali terdengar.
"Cih! Cara yang sama takan mempan pada kami!" Teriak Satsuki mulai melompat ke arah tentara alam baka yang di bangkitkan Cang Un.
"Hohoho sayang sekali! Kalian ternyata bukan anak kecil yang hanya takut pada orang yang sudah mati ya! Kalau begitu! Serang mereka!" Teriak Cang Un di kejauhan, para mayat itu mulai mengikuti arahan Cang Un, mereka mulai berhambur dan menyerang musuh di depannya.
Grap!" Pedang di tangan mereka mulai mengkilat dan mereka siap menyerang.
"Kau bukanla ibuku!" Teriak Satsuki melempar pedang kembarnya ke arah sang ibu "Oh, putriku sudah tumbuh dengan baik, kau sangat cantik Satsuki..." Ucap Kuai sammoro di iringi senyuman tipis yang manis. Satsuki mulai terbelalak "Trang!" Pedang mereka mulai beradu di udara. Satsuki melompat mundur dan berdiri tegak "Kau! Siapa kau!" Bentak Satsuki kembali menyerang "Hyaaaa!" Satsuki mengayun padangnya dan menebas pas di perut itunya "Trang!" Tapi ibu Satsuki menangkis lesatan pedang itu "Sungguh menyenangkan, bisa melatih teknik pedang andalanku bersama mu... anakku" Imbuh Kuai sammoro. Satsuki kembali terbelalak, tentu saja bulir basah di pelupuk matanya sudah menumpuk dan siap terjun "Bunuh aku, putri Satsuki..." Seorang pria di belakang satsuki mulai mengayunkan pedang dan hampir menebas leher Satsuki. Tapi Satsuki sigap berjongkok dan mundur dari serangan pria itu.
"Hei Lianhua!" Pekik Satsuki terbelalak. Hei Lianhua kembali berkata seraya menyerang "Bunuh aku... kumohon! Aku tak sanggup jika harus melawanmu" Ucapnya Lagi. Satsuki terbelalak, dan ia merasa berat hati, pertaraungan kali ini membuatnya menitikan air mata kesedihannya.
Whuushhh!
Sakkon, Kallen dan Hong Lian ada di hadapan Qiang Gu. Lee dong Feng tak bisa berbuat apapun, apa lagi melawan klan iblis. Sebab perjanjian yang mereka kakukan di sumur terlarang membuat Lee terikat dan tak bisa memihak pihak kerajaan.
"Maafkan aku Qiang Gu! Aku belum bisa mati di sini!" Ucap lee dong feng seraya melompat keatas pohon. Qiang Gu yang kaget pada kata-kata kakaknya hanya bisa tertegun, "Kakak!" Pekik Qiang Gu.
"Oh. putra mahkota ya... terakhir kita bertemu saat pertarungan peertama bukan!" Tanya Hong Lian. Sakkon mengangguk "Ya. Dialah pria pertama yang menangisi mayat dari wadah raja iblis bukan!" Tanya Sakkon.
"Kalian benar... laki-laki pemurah yang payah..." Tambah Kallen.
__ADS_1
"Berhenti mengoceh dan lawan aku!" Teriak Qiang Gu mulai mengayun pedangnya waspada.
"Wah! Wah! Sombong sekali! Tapi... aku tak tertarik padamu, aku hanya ingin melawan pendekar berjubah hitam... dia harus membayar mahal atas kematianku! Meski aku bangkit dengan bantuan Cang Un. Tapi, aku tak suka tubuh ini!" Bentak Kallen penuh amarah. Begitupun Hong Lian...
"Benar, tapi... jika kita ingin membalasakan dendam kita, belarti kita harus menunggu giliran bukan? Sebaiknya, lawan saja pria tampan di depan kita... bukankah itu menyenangkan Hihihihi" Tawa Hong Lian.
"Kalian..." Gumam Qiang gu mengepalkan lengannya erat seraya menagcungkan pedangnya.
"Ayo serang!" Ucap Hong Lian seraya berlari menghampiri Qiang Gu.
"Syut!" Qiang Gu menebaskan pedangnya ke arah wanita itu dan "Whuuuassh!" Tubuh Hong Lian malah berubah menjadi ribuan kelopak bunga yang terbelah.
Plap! Plap! Bunga itu berjatuhan bah hujan bunga musim semi. "Keterlaluan!" Teriak Qiang Gu waspada "Aku di sini!" Hong Lian mengarahkan pedangnya dan hampir menusuk Qiang Gu "Apa!" Qiang Gu terbelalak karna tak mungkin menangkis serangan wanita itu dalam posisinya saat ini. Trang! ketika pedang milik Hong Lian hampir menusuk perut Qiang Gu, Seseorang datang tepat waktu dan menepis pedang Hong lian "Heh, berterung bergerombol bukanlah jiwa ksatria! Lawan aku!" Pekik Pria buta datang tiba-tiba.
"Ka-kau..." Qiang Gu kaget sekaligus tak menduga jika pria buta misteriua itu ada di pihaknya.
"Hei putra mahkota, bukan hanya terbelalak! Lihatlah sekelilingmu! Teman-temanmu sibuk mempertahankan nyawa mereka. Jadi, lakukan lah hal yang sama! serang mereka semua!" Imbuh pria buta itu, Qiang Gu pun terbelalak dan ia mulai sadar, ia pun mengangguk dan mulai mengibaskan pedangnya lalu menyerang.
Flasback beberapa saat yang lalu...
"Maafkan aku, tapi aku tak bisa mati di sini! Masih ada hal yang harus aku selesaikan" Imbuh Lee dong feng seraya melompat ke atas pohon. Qiang Gu kaget dan teriak "Kakak!" Pekiknya.
Srak! Lee dong feng mulai mencari keberadaan pria buta yang sedari tadi membantunya pulih. Setelah lama mencari, akhirnya Lee dong feng menemukan pria itu, pria itu sedang bersembunyi di pepohonan dan menonton pertarungan Satsuki dan yang lainnya. Lee pun melompat ke arah batang pohon yang di hinggapi pria buta itu lalu menghampirinya.
"Pria but! Rupanya kau disini" Seru Lee dong feng, pria buta itu menatap Lee lurus "Ada apa? Apakah racunmu mulai menyebar lagi?" Tanya pria itu khawatir, ia segera berdiri dan menghampiri Lee pelan "Tidak, lukaku baik baik saja ada hal yang ingin aku sampaikan padamu!"
"Hal yang ingin di sampaikan? Apa itu?" Tanya pria itu. Lee mulai mengangguk dan menatap pria itu "Ikuti aku, akan ku jelaskan nanti"
"Ho baiklah... Anak muda yang aneh, kenapa dia tak menyampaikannya di sini saja..." Ulas pria itu sembari mengikuti langkah lee...
Beberapa saat kemudian...
__ADS_1
Sampailah Lee dan pria buta itu di sebuah pertarungan yang tak imbang, dimana Qiang Gu di kroyok oleh klan iblis terkuat "Itu, Kallen, Sakkon dan Hong lian bukan?" Tanya Pria buta itu. Lee pun mengangguk "Ya. itu mereka..." Balas Lee.
"Lalu apa yang ingin kau sampaikan padaku? Apakah aku harus menonton pertarungan itu?" Tanya Pria buta itu.
"Tidak... bukankah kau ingin tahu anakmu lebih dekat?" Tanya Lee tersenyum tipis. Degh! Pria itu terbelalak "jangan-jangan..." Gumam pria itu. Lee pun menganguk "Ya. dialah putra mahkota dari kerajaan Kui, Zhang Qiang Gu, putra dari Permaisuri Zhang Lingling" Jelas Lee dong feng.
Pria buta itu terbelalak dan segera menjatuhkan dirinya di saat yang tepat "Trang!" Hingga suara itu terdengar nyaring.
Flasback off...
"Kamu lawan yang itu! Aku lawan yang ini!" Qiang Gu kaget dan mengangguk. Sementara Kallen mulai bertanya-tanya "Oh. Siapa ini? Bukankah kau adalah Jendral Huan Lan?" Tanya Kallen tersenyum menyeringai.
"Cih. Tak penting bagiku mengakui nama itu!" Balas Pria buta itu seraya mengayunkan pedangnya.
Trang!
"Oh. Lama terkurung di sumur itu membuatmu melupakan masa lalu mu bukan?" Olok Kallen memperkeruh suasana.
Trang! Pria buta itu mengayunkan pedangnya ke arah Kallen seraya berkata "Itu bukan urusanmu!"
"Hahahaha, inu memang bukan urusanku, tapi... kenapa kau mau menolong bocah ingusan itu! Apakah ada sesuatu yang penting darinya" Gumam Kallen seraya terus memancing amarah pria itu.
"Sudah ku bilang! ini sama sekali tak ada hubungannya dengan mu!"
Trang! Trang! Trang!
Pertarungan besar d hutan kematian sedang terjadi. Dan Lee dong feng mulai mencari keberadaan Cang un untuk miminta pertanggung jawaban atas kebangkitan ibunya.
"Cang un! Kau harus membayar mahal tentang apa yang kau lakukan!" Batthin Lee dong feng.
Next episode...
__ADS_1
bersambung...