
Pagipun tiba...
Satsuki dan rombongannya mulai berkemas untuk segera berangkat ke kerajaan Kui. Mereka punya satu tujuan yang sama. Jadi mereka pun sepakat untuk berangkat bersama.
Huli Jing yang berjalan di belakang Satsuki sunggu merasa heran pada pangeran Xi yang saat itu berjalan dengan kaki gemetaran.
"Hei pangeran. Kakimu kenapa?" Tanya Huli jing curiga seraya mendekati pangeran Xi Zhau-zhau dan menunjuk.
"A-Ah... i-ini, kakiku terkilir..." Balas Xi Zhau-zhau gagap. Huli Jing makin curiga saja pada pangeran tersebut. Alis Huli jing sedikit mencercid "Oh. Begitu ya? Baiklah..." Huli jing pun kembali membalikan tubuhnya lalu berjalan mendekati Satsuki.
"Tidak apa-apa bagiamana. Jelas-jelas kakiku kesemutan dan kebas gara-gara tidur sambil berjongkok. Haaah... aku ini sungguh payah, berjalan dengan kaki seperti ini, kapan bisa sampai? Aku hanya jadi penghambat saja... dasar bodoh!" Bathin Xi Zhau-zhau menggumam kesal.
"Apa yang kalian berdua lakukan! Ayo bergegas, percepat langkah kalian! Jika tidak... maka kita akan terlambat" Jelas Satsuki. Xi Zhau-zhau dan Huli jing pun mulai bergegas mempercepat langkahnya.
"Sial... kakiku sakit sekali. Ini sungguh menyebalkan" Bisik Xi Zhau-zhau nyaris tak terdengar. Satsuki pun menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Xi.
"Hei pangeran dari kerajaan Xi. Ada apa denganmu? Kau sungguh lamban. Jika kamu tak bisa mengikuti langkahku! Bagai mana bisa kita sampai secepatnya ke kerajaan sebrang?" Tanya Satsuki cemas. Xi merasa tertekan dan malah terduduk lemas "Maafkan aku pendekar! Aku hanya jadi penghambat kalian! Sebaiknya... tinggalkan saja aku di sini, untuk sementara... aku tak ikut dulu..." Lenguh Xi Zhau Zhau tak berdaya. Satsuki sedikit geram pada pria muda itu, iapun melangkah dan mendekatinya "Apakah kata-katamu bisa di pegang?" Tanya Satsuki. Xi pun mendonggakan wajahnya ke arah Satsuki berdiri.
"A-apa maksudmu pendekar? Kenapa bicara mu seperti itu?" Tanya Xi Zhau Zhau bingung.
"Hem... kau tahukan? Di hutan ini sangat berbahaya sekali? Apakah kau yakin kau sanggup hidup sendiri?"
"Apakah kamu sedang meremehkanku?" Xi sedikit marah karna pendekar itu mengoloknya.
"Jika kau berfikir begitu... Ya sudahlah, aku tak bisa membantumu" Satsuki berbalik, Xi Zhau zhau yang tersinggungpun mulai berdiri "Maafkan aku pendekar! Tadi malam, aku tak sangaja menginjak kertas mantra mu! Akhirnya aku tak bisa melepaskan kakiku dari jebakanmu"
Satsuki mendelik "Bodoh! Aku memang sudah tahu. Untuk apa kau membahasnya?" Bathin Satsuki. Huli Jing pun mendekat "Apa yang ingin kau lakukan pada Tuanku?Apakah kau ingin menyerangnya saat ia tidur" Tanya Huli Jing menyela pembicaraan. Jelas Xi kaget dan menlambai-lambaikan kedua tangannya "Ah! Tidak-tidak! Apa yang kau katakan? Aku, mana mungkin aku melakukan hal sebodoh itu, Ke-kekuatan ku takan mampu melawan pendekar di depanmu. Aku hanya pria payah dengan seribu impian" Jelas Xi Zhau Zhau dengan keringat banyaknya.
"Oh. Begitu ya? Ya sudah... ayo lekas melangkah" Ucao Huli Jing sembari mengajak Xi Zhau Zhau untuk bersemangat.
"Tapi masalahnya, kakiku kebas... aku tak bisa melangkah lebih cepat. Aku saat ini sunggug tak berguna" Xi murung dan mengusap-usap punggungnya yang tak gatal. Satsuki mulai kasihan pada pria itu dan merogoh saku tas pusakanya.
"Ambil ini..." Pekik Satsuki melemparkan sebuah pil berwarna hitam. Xi Zhau zhau pun mulai mengangkat wajahnya dan menatap Satsuki. Ia sigap menangkap pil tersebut dengan kdua tangannya.
Grep!
"Pi-pil?" Tanya Xi setelah membuka kepalan tangannya dan mencerna apa yang ia dapat itu.
"Makanlah..." Ucap Satsuki. Xi sungguh kaget, pil yang di dapatnya adalah pil tingkat tinggi.
"Pil ini, bukankah pil ini adalah pil tingkat tinggi... sebenarnya? Siapa sosok di balik caradar itu? Apakah dia seorang pendekar? Tapi dia juga mungkin kan.., seorang alkemis? Ah... ini sungguh mencurigakan" Bathin Xi Zhau zhau menggumam. Satsuki menatap xi yang nampak serius saat menatap pil di depannya. Keringat yang ia keluarkan saat berfikir membuat Satsuki risih.
"Hei. Apa yang kau pikirkan! Ayo makan? Jika tidak mau... aku akan mengambilnya kembali" Ucap Satsuki. Xi pun kaget ia refleks memakannya tergesa-gesa .
"Gluk! Uhuk!" Karna tergesa-gesa ia pun tersedak.
"Dasar payah!" Pekik Satsuki seraya membalikan badannya dan kembali melangkah.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku sungguh tak berguna" Imbuh Xi zhau Zhau. Sesaat setelah Xi meminum pil itu, Xi merasa sangat ringan dan bersemangat. Satmina tubuhnya bertambah dua kali lipat dan berat tubuhnya jadi ringan, seringan kapas.
"Oh. Pil itu sudah bereaksi... ini menyenangkan! Ilmu peringan tubuhku sudah sempurna sekarang!" Teriak Xi Zhau-zhua kegirangan.
"Apa yang kau lakukan? Dasar payah" Bathin. Huli jing menghujat, Xi sungguh energik, ia melompatke sana kemari seperti seekor sinpanse.
"Baiklah... kau sudah sembuh sekarang, Ayo... percepat langkah kita, jika tak ingin semuanya terlambat. Waktu kita tak banyak!" jelas Satsuki. Huli Jing dan Xi Zhau-zhau pun mengangguk. Kini mereka mulai melompat ke arah batang-batang pohon itu dan menghilang.
SRAK... Seseorang mulai keluar dari tempat persembunyiannya. Ia berdiri di batang pohon besar itu sendiri. Nampaknya ia adalah mata-mata klan iblis. Hingga informasi yang ia dapat, pastilah sangat berguna untuk di kemas dan di sampaikannya secara teliti.
"Heh. Meski kalian ingin menyelamatkan daratan ini, tapi... kalian tidak mungkin bisa. Karna kalian telah terlambat" Imbuh pria misterius dengan pakaian seba hitam. Setelah berkata demikian, Pria itupun melompat ke arah Satsuki dan rekan-rekannya pergi "Syut!" Ilmu peringan tubuh pria misterius itu sangat sempurna, hingga langkah Satsuki mungkin akan terkejar olehnya.
***
WHUUUSSSSSHHH...
Hutan kematian terasa sangat beda kali ini. Klan iblis yang biasanya muncul dan menghadang langkah Satsuki sama sekali tak terlihat.
"Ini sangat mudah" Imbuh Xi Zhau-zhau. Entah kenapa, Satsuki merasa sangat tidak nyaman dengan suasana itu.
"Meski tampak aman, tapi ingatlah satu hal! Kita harus sangat berhati-hati, musuh bisa datang di tempat yang tak terduga" Imbuh Satsuki memperingatkan.
Huli Jing dan Xi Zhau-zhau pun mengangguk "Ung! Kami paham!" Mereka kembali melanjutkan langkah mereka secepatnya untuk mempersingkat waktu.
Beberapa saat kemudian...
Srang! Satsuki mulai mengambil pedang pusakanya dan mencabik batang pohon di sampingnya.
"A-ada apa tuan?" Tanya Huli jing bingung. Satsuki menyayat berapa batang pohon di sekitarnya.
"Tidak... sekarang, Ayo... kita mulai bergegas" Imbuh Satsuki. Huli dan Xi Zhau Zhau juga satsukipun kembali melanjutkan perjalanannya.
Syut! Syut! Ketiganya mulai menghilang lagi. Selang beberapa waktu, Satsuki kembali berhenti, Huli dan Xi pun mulai berhenti lagi.
"Ada apa lagi tuan? Jika kita sering berhenti... maka waktu yang kita miliki akan habis" Ucap Hulijing.
"Yang dikatakan nona ini benar, jika kita membuang-buang waktu terus, maka kita akan terlambat" Pekik Xi Zhau-zhau sedikit marah.
"Waspadalah... kita sedang di intai musuh!"'Imbuh Satsuki mulai memasukan pedang pusakanya dan mengambil pedang kembarnya.
"Apa maksudmu tuan? kita sama sekali tak melihat apapun?" Tanya Huli jing.
"Lihatlah sekelilingmu?" Pinta Satsuki. Huli dan Xi pun mulai menelisik sesuai yang di katakan Satsuki.
Degh! Xi menemukan sesuatu "Ah pendekar! Aku menemukan sesuatu!" Pekik Xi menunjuk, Huli jing heran dan bertanya "Apa yang kau temukan pangeran?" Xi mulai mendekatkan tubuh Huli jing di sebuah batang pohon di sampingnya.
"Lihat ini! Di belakangmu" Tunjuk Xi, Tapi Huli jing merespon dengan wajah datarnya "Apa ini? Ini kan cuma sebuah goresan pedang" Jawabnya malas.
__ADS_1
"Yang di katakan pendekar memang benar, kita sedang di intai musuh!" Xi pun waspada, ia mengeluarkan pedangnya dari dalam cincin ruangnya.
"Hei. Kenapa panik, ada apa sebenarnya, ayo jelaskan padaku? Aku sama sekali kurang paham"
"Kita berjalan di tempat yang sama" Jelas Satsuki.
"Itu artinya, Kita telah terkena ranjau mantra ilusi!" Imbuh Xi Zhau zhau waspada. Huli Jing pun terbelalak "Apa?!"
"Lawan kita... pasti, dia cukup kuat" Imbuh Xi Zhau Zhau.
"Kau benar... " Tambah Satsuki.
Ketiga petualang itu pun mulai turun dari atas pohon dan membuat pormasi serangan.
Punggung mereka berdempetan membentuk segitiga, Tangan waspada mereka adalah tanda bawa mereka siap bertempur.
"Waspadalah... jika kita sampai masuk dalam ilusi. Maka kita akan tiada" Jelas Satsuki.
Satsuki waspada dengan mata yang jeli saat menelisik sekelilingnya.
Saat mereka tengah siap bertarung, lagi-lagi asap aneh muncul. Hingga membuat pandangan ketiganya buyar.
"Jangan lengah! Jangan pisahkan diri kalian dari pormasi ini! Jika tidak... maka kita semua akan tiada!" Jelas Satsuki.
Ssssssstttttt.... asap pekat makin menyeruat, Satsuki dan yang lainnya sungguh kesulitan.
"Huli jing! Apakah kau masih di sana?" Tanya Satsuki.
"Ya! Aku masih di sini''
"Bagus! Lawan kita lumbayan tangguh, jadi... buatlah dirimu berubah ke sosok aslimu!" Pinta satsuki.
"Baiklah!" Balas Huli Jing.
Boom! Huli Jing berubah menjadi Rubah berekor sembilan yang besar. Kini Xi Zhau-zhau dan Satsukipun mulai naik ke atas tubuh Huli Jing
"Dengarkan aku! Larilah ke arah yang lebih terang! Jika kita berhadapan dengan musuh dalam keadaan terjebak di asap itu. Maka kita akan sangat kesulitan!"
"Baik!" Huli jing bergegas melompati batang-batang pohon itu.
Whuussshhh...
"Hahahahhaa,,, larilah semampu kalian, tapi... aku takan pernah melepaskan kalian semua!!" Imbuhnya.
"Suara itu, bukankah suara itu adalah suara..." Bathin Satsuki menggumam...
Next episode...
__ADS_1
Bersambung...