Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Rombongan Putra mahkota 3


__ADS_3

Usai bertarung dengan ular berkepala lima, Qiang Gu dan kawan-kawan pun melanjutkan perjalanan mereka menuju Negara Xi.


Di perjalanan mereka berbincang sejenak. Apa lagi Tang jhan jhu punya berita besar yang baru saja ia dapat dari sang monster.


"Adik, kau tahu? Sebelum monster itu tewas ia bicara sesuatu padaku" Jelas Tang Jhan ju pada Qiang Gu. Mereka mengobrol dalam posisi meloncati ranting-raning pohon yang kokoh.


"Ya. Ada apa dengan monster itu, aku lihat... monster itu tak menyerang sedikitpun" Respon Qiang Gu mulai menganalisa. Tang jhan Jhu pun mengangguk "Benar, ular itu sama sekali tidak melawan kita tadi, ia hanya mempertahankan dirinya sendiri"


"Mungkin itu karna aura hitam klan iblis. Ayah dan guru juga melarangku membawa best spirt milikku, karna akibatnya bisa seprti monster yang kita hadapi tadi" Jelas Qiang Gu. Lagi-lagi Tang Jhan Jhu mengangguk.


"Ada lagi adik... ada hal yang harus aku sampaikan padamu"


"Tentang apa itu?" Qiang Gu menoleh ke arah Tang Jhan jhu seraya mengerutakan dahinya.


"Ular itu bilang, klan iblis terlah menyegel raja iblis, dan sekarang... mereka sedang membangkitkannya kembali, apakah kau percaya?" Tanya Tang jhan ju. Qiang Gu mulai berhenti meloncat dan tertegun. Tang Jhan ju yang sudah meloncat ke batang berikutnya pun tertegun "Adik kau sedang apa? Ayo jalan!" Teriak Tang Jhan ju. Qiang Qia dan Xing an pun mulai hinggap di batang pohon yang sama dengan putra mahkota.


"Kakak, ada apa?" Tanya Qiang Qia, Xing anpun curiga dan ia pun ikut bertanya "Ummm... sedang apa pangeran, apakah ada sesuatu di depan sana?" Tanya Xing An. Qiang Gu masih diam "Benar... aku rasa di depan sana ada sebuah pertarungan besar yang belum usai. Suara ini sama dengan suara yang ku dengar sebulum melewati Pertengahan hutan ini" Imbuh Qiang Gu. Ke tiga rekannya pun kaget.


"Apa?! Jangan-jangan mereka sudah mulai menyerang kerajan Xi?" Tanya Tang Jhan jhu.


"Mungkin saja, dan lagi... yang monster itu katakan, aku yakin semua itu sangat benar"


"Kenapa kamu begitu yakin jika ular itu tak berbohong pada kita?" Tanya Tang Jhan Jhu. Qiang Gu pun mengangguk "Sebab, jika raja iblis benar-benar bangkit, sudah pasti takan butuh waktu lama untuk menghancurkan sebuah negara. Bahkan... kekuatannya tak tertandingi, Jika yang di katakan ular itu benar... maka kita ada dalam sebuah bahaya besar" Jelas Qiang Gu.


"Mengerihkan, jika demikian! Ayo kita hentikan Hanbu untuk membangkitkan Raja iblis" Imbuh Tang Jhan Jhu. Mereka pun mulai melanjutkan langkah ke depan, dimana suara dentuman keras terjadi. Mereka yakin di depan sana ada pertarungan yang harus mereka bantu.


***

__ADS_1


Sedari tadi Qiang Gu tampak cemas, dalam benaknya ada beribu pertanyaan.


Raja iblis yang seaungguhnya akan bangkit. Ayah bilang... ciri-ciri raja iblis sebelum ia bangkit adalah seorang pria tampan yang menggoda. Lalu setelah kekauatannya meledak, maka ia akan menjadi monster mengerihkan yang kuat. Apa lagi, musuh sekuat apapun takan memapu mendekati nya, karna bau busuk dari tubuhnya akan membuat siapapun tewas setelah mereka menghirup bau itu" Bathin Qiang Gu. Saat tengah terbalut dalam pikirannya, Tang Jhan Jhu teriak ke arah Qiang Gu "Adik! Lihat! Bukankah itu pangeran Xi Zhau zhau dari negara Xi?!" Teriak nya. Sontak ke tiga rekan rombongan itu terbelalak "Apa?"


Mana mungkin Pangeran Xi ada di sini?!" Tanya Qiang Gu membuyarkan lamuannya sedari tadi. Qiang Gu dan yang lainnya melompat ke arah Tang Jhab Jhi dan mulai mengintai.


"Kau yakin ini... pangeran Xi Zhau Zhau?" Tanya Qiang Gu. Tang Jhan Jhu mengangguk "Ia, dia juga mulai dewas... lihat postur tubuhnya yang sedikit lebih tinggi. Ia bahkan lebih pandai memegang pedangnya" Puji Tang Jhan Jhu.


"Ini bukan saat nya bercanda! Ayo kita bantu mereka!" Pekikn Qiang Gu. Ia tergesa-gesa turun dari pohon dan segera mendekat ke arah pertarungan itu.


"Hei adik! Tunggu aku!" Teriak Tang Jhan jhu. Sedangkan Xing An dan Qiang Qia malah memperhatikan Rubah besar yang indah, di samping pangeran Xi.


"Binatang kontrak yang langka. Rubah itu sangat menganggumkan!" Pekik Qiang Qia.


"Rubah bukanlah Best spirt, tapi binatang spiritual ..."


Kini, Rombongan putra mahkota pun sampai di medan pertempuran yang mengerihkan. Dimana yang harus mereka lawan adalah Para prajurut alam baka.


***


Sreeng! Buak! Sebuah sayatan pedang beradu, dan Lon ce menendang Satsuki hingga terpental.


"Ahh... sial, mereka aktif menyerangku! Cih... staminaku akan terkuras habis jika begini!" Bathin Satsuki berontak.


"Hahahaha, bagai mana? Apakah rasanya sakit? Tapi... itu tak seberapa. Kau akan segera bertemu dengan rasa sakit yang sebenarnya" Lon ce dan Lon ge mulai serentak menyerang.


Satsuki segera berdiri untuk menghindari serangan Longe bersaudara.

__ADS_1


"Heh. Dendam takan bisa membuat bahagia. Aku pun punya dendam yang sama, kematianku di balas dengan sebuah penderitaan untuk mreka, tapi... Hingga saat ini aku pun tak merasa puas atas pencapaianku!" Jelas Satsuki, tapi nampaknya dua saudara itu tak ingin mendengar ocehan tersebut.


"Simpan omong kosongmu itu!" Teriak Lon ge bersaudara.


Pedang di ayun dua saudara kembar itu dan melesat cepat ke arah Satsuki, Satsuki hendak menghindar. Tapi sebuah benang dari jemari Cang Un membelit kakinya "Gyut!" Satsuki terbelalak "Apa ini?!" Paniknya, sementara pedang Longe bersaudara sudah sampai di depan matanya.


"Oh tidak!" Bathin Satsuki memejamkan mata. Apa boleh buat, kali ini ia masuk perangkan.


Trang! Satsuki memjamkan matanya dan suara itu yang terdengar.


"Apa itu tadi?" Bathin Satsuki, iapun membuka sedikit matanya, Lalu ia lihat, Seseorang berdiri di depannya dan menahan serangan tersebut.


"Siapa... " Bathin Satsuki. Ia simak postur tubuh yang di miliki seseorang di hadapannya. Tubuh tinggi ramping dengan rambut lembut yang panjang tergerai. Wewangian yang khas aroma latulif. Itu semua membuat Satsuki tertegun di belakang punggung ksatsria tersebut.


Degh! Ia pun terbelalak.


"Tidak mungkin, bagai mana dia ada di sini?!" Bathin Satsuki kaget.


"Hadapi aku..." Imbuhnya. Lon ge bersaudara pun terkekeh. Mereka mulai tersenyum jahat dan berkata "Begitu ya. Hahahahah, kalau begitu! Rasakan ini!" Lon Ge bersaudara mulai terbang dan mengibaskan sayap mereka.


Mereka mengepak cepat ke arah Satsuki dan pria itu.


Whuuuasshhhh!


***


Next episode...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2