Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Patihan khusus


__ADS_3

KERAJAAN TANG...


"Tabib, bagai mana keadaan putra ku?" Tanya Kaishar Tang.


"Yang mulia. Maafkan kami, tabib istana manapun belum bisa menyadarkan putra anda, ia masih belum sadarkan diri" Jelas Tabib istana Kui.


"Bagai mana ini? Apakah belum ada surat dari pangeran jan jhu?" Tanya Kaishar Tang.


"Belum yang mulia, jelas para mentri istana.


"Aku sunggu gelisah, Bagai mana jika putra ku tak bisa terselamatkan. Bagai manapun juga dia adalah kandidat putra mahkota, dia sangat di andalkan, beberapa kali ia berperang. Tapi kenapa hidupnya senaas ini? Apa yang harus ku lakukan" Panik Kaishar Tang. Kemudian seorang perdana mentri menghadap dan mulai meringankan beban Kaishar tang.


"Mohon ampun sebelumnya yang mulia. Tapi, saya sangat ragu saat anda mengirim Pangeran Tang Jan Jhu untuk mencari putri satsuki. Apa lagi semua orang tahu jika pagoda tersebut sangatlah mistis. Tapi yang mulia, saya sarankan agar anda tak terlalu risau pada keadaan pangeran Tang Yuan Cheng (pangeran pertama)" Jelas Perdana mentri.


"Heh! saranmu tak membantu! Tapi, saat ini aku memang harus percaya pada putra kedua ku. Jika saja pangeran bundsuku tak menghilang, mungkin hanya dia yang jadi andalanku! Selama ini, kinerjanyalah yang terbaik untuk kekaisharan tang" Imbuh Kaishar Tang. Kerajaan Tang hanya perlu menunggu kabar baik yang akan di dapatnya dari sosok putra keduanya (Pangeran Tang Jan Jhu)


Kegentingan setelah kebangkitan Raja iblis kegelapan sungguh membuat setiap kerajaan porak poranda. Setelah matahari terbenam, tak ada satupun manusia yang keluar dari tempat persembunyiannya.


Kekuatan para iblis meningkat setelah kebangkitan Raja iblis kegelapan. Mereka tak segan membunuh setiap manusia yang mencoba menghalangi peluasan area kekuasannya.


Istana kegelapan...


"Hahahaha... Wah! Wah... ternyata kekauasaan kita telah makin luas. Heh! Usahakan jangan ada yang menghalangi kehendakku! Jika masih terus bersitegang! Bunuh saja!" Imbuh Nae Jime yang duduk di singgah sana seraya menghirup cawan berisikan darah segar.


"Baik yang mulia!" Balas Hanbu.

__ADS_1


"Lakukan secepat mungkin. Oh ia, tentang bocah itu, apakah kalian sudah menemukannya?" Tanya Nae jime.


"Bo-bocah? Siapa maksud anda?"


"Putri Satsuki... ingat, jika kalian menemukannya. Jangan sentuh atau menyakitinya. Cukup tangkap hidup-hidup, dia adalah mainan yang paling menyenangkan untukku"


"Baik yang mulia! Jika demikian, saya akan pamit!" Lantang Hanbu, Handu mulai melangkah mundur. Ekor matanya mendelik ke arah Kaishar kegelapan (Lee dong Feng).


"Sial! Laki-laki ini, bagai manapun juga aku harus membunuhnya dan merebut singgah sana yang ia tempati! Aku harus melakukannya secepat mungkin" Bathin Hanbu seraya mundur dan menghujati Lee dong feng.


Sudah berhari-hari Lee Dong Feng terlihat murung. Meski jubah emas yang di berikan Nae jime padanya sangat indah, dan jabatan yang ia dapat sangat tinggi. tapi nampaknya ia tak senang. Setiap kali Nae jime menugaskan Hanbu dan para prajurit klan iblis lainnya untuk memburu putri satsuki. Hatinya sungguh tak tenang, Ia sama sekali tak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan Raja iblis ini jika sampai putri Satsuki jatuh dai genggamannya.


"Hei, Kaishar... kenapa kau malah diam? Apa ada hal yang membuatmu tak senang?" Tanya Nae jime. Lee dong Feng mendelik ke arah Nae jime seraya memberi hormat "Ampun paduka! Bisakah hamba yang menerima tugas penting ini?" Pinta Lee dong feng memohon.


Nae jime sedikit bingung dan mulai menyunginkan bibirnya "Ya... Apa maksudmu tugas penting itu? Bukankah dengan berdiri di samlingku juga adalah sebuah tugas yang penting bagimu?" Elak Nae jime. Dari gelagat yang di tunjukan Lee dong feng. Bagai manapun juga ia belum bisa mempercayai pria tersebut.


"Jika anda tak berkenan. Maka hamba akan mundur" Jelas Lee Dong Feng.


"Beraninya kau!!" Pekik Nae Jime mulai menghempaskan tangannya yang di penuhi energi hitam ke arah Lee dong feng. Sontak Lee dong feng menahannya dengan sebilah pedang yang baru saja ia keluarkan dari dalam sarung pedang miliknya


KLANG! bunyi hepasan kedua energi yang beradu.


"Lancang!! Lantas apa maumu!" Pekik Nae jime marah besar.


"Mauku adalah menjadikan putri Satsuki sebagai ratuku!"

__ADS_1


"Cih, Tapi aku adalah pamannya! Aku tak akan biarkan hal itu terjadi!"


"Tapi aku akan memaksamu!" Ucap Lee dong feng mengarahkan pedangnya sembari meloncat ke arah kepala Nae jime.


"Kau pikir aku bodoh! Kau hanya ingin memiliki batu giok suci yang satsuki miliki saja untuk meluruskan kepentinganmu!" Bathin Nae Jime.


KLANG! Nae Jime menahan hantaman pedang Lee Dong Feng hanya dengan satu kuku panjang lengan kirinya saja. Tubuhnya pun masih terduduk di singgah sananya.


"Keterlaluan!" Teriak Lee dong feng kembali memgayun pedangnya ke area perut Nae jime.


SRAK! seketika kantong penyimpanan Nae jime sobek dan beberapa pusaka miliknya mulai berhambur.


KLANG! CRAK! Seluruh benda pusaka mulai berhambur. Lee dong feng sigap menggulingkan tubuhnya dan seketika meraih batu giok hitam milik Nae jime yang baru saja di berikan Hanbu.


"Terimakasih raja iblis! Aku sudah tak butuh gelarku lagi!" Ucap Lee dong feng mulai mengambil langkah kabur keluar pintu castile tersebut. Nae jime tersenyum, Ia segera bergrak cepat dan seketika menutup akses kabur Lee dong feng.


Whooosshh! "Hem. Rupanya kau bukan hanya menghianati klanmu saja, tapu juga sekutumu" imbuh Nae jime seraya mengarahkan tangannya untuk mencekik Lee Dong Feng. Lee dong feng tersenyum kemudian mengigit jenarinya GRAUK!


"Itulah tujuanku hidup, Aku hidup untuk berhianat! MUSNAHLAH!" Lee dong feng mulai mengukir darahnya di telapak tangannya lalu membacakan sebuah mantra dan menghempaskan nya ke arah tubuh kekar Nae jime.


BOM! Seketika tubuh Nae jime menghilang akibat ledakan tersebut.


"Sial! Dia kabur kemana!" Lee Dong feng acuh dan bergegas kabur. Tapi, tanpa ia sadari. Gerakan Nae jime lebih cepat dari dugaan Lee dong feng hingga Lee dong feng terjebak dalam permainannya sendiri.


"Kau tak akan bisa kabur lagi" Tak! Tak! Nae jime memukul lengan dan kaki Lee dong feng hingga Lee dong feng bersimpuh di hadapannya.

__ADS_1


BRUGH! Klang! Tubuhnya ambruk dan batu giok hitampun terlepas dari genggaman lee dong feng. Hingga menggelinding ke arah Nae jime. Seketika Lee dong feng pun tak sadarkan diri akibat pukulan keras yang Nae jime hempaskan ke arah Lee dong Feng.


Bersambung...


__ADS_2