Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Kegentingan 2


__ADS_3

Pertarungan hebat telah terjadi di hutan kematian, Cang un berhasil mengecoh para anggota kerajaan yang hendak melangkah ke kerjaan Xi.


Cang Un dengan kekuatannya mulai membangkitkan anggota lainnya yang telah tewas. Bukan hanya anggota klan iblis, tapi orang-orang yang Satsuki sayangi pun mulai di bangkitkan dengan setetes darahnya juga ilmu pemanggil jiwa miliknya.


Cang Un yang hampir sukses mengulur waktupun mulai beralih tempat "Lawanlah pendekar berjubah hitma itu sekuat tenangamu! Hanbu sangat menginginkan kematiannya!" Pinta Cang Un. Sang pria berjubah hitam itupun mengangguk.


"Akan ku laksanakan!" Imbuhnya dengan suara parau. Sesaat Satsuki menatap Cang Un yang hendak pergi "Tidak boleh! Aku tidak boleh membiarkan iblis itu pergi!" Bathin Satsuki, Satsuki segera menyerang Pria berjubah hitam di hadapannya. Trang! Pria itu pun menangkis pedang yang di arahkan Satsuki padanya. Satsuki berjongkok dan mulai menendang kaki pria itu, Tapi pria itu malam melompat salto ke belakang tubuh Satsuki.


"Ini dia waktunya!" Ucap Satsuki yang mendapat celah. Ia pun mulai melompat ke arah Cang Un.


"Rasakan ini!" Bisik Satsuki mengayun pedangnya tinggi-tinggi dan hampir menebas kepala Cang Un.


"Heh! Kau pikir kau bisa menyentuhku semudah ini?! Lihatlah ini!" Dengus Cang Un kesal seraya menarik jari manis tangan kanannya. Dan lagi-lagi pria berjubah hitam itulah yang jadi tameng.


TRANG! serangan Satsuki ke arah Cang Un gagal lagi karna hadangan pria berjubah hitam itu.


"Jangan halangi aku! Sebenarnya siapa dirimu!" Teriak Satsuki mengayun pedang kembar itu padanya. Tapi pria di hadapannya sangatlah dingin.


Aku harus membunuhnya terlebih dahulu. Jika tidak... suasana hutan ini akan semakin gawat gara-gara satu klan iblis yang tersisa itu. Bathin Satsuki menggumam.


Satsuki sangat khawatir, dengan ilmu yang Cang Un miliki. Ia bisa lakukan apapun untuk membunuh umat manusia dan memulai kembali kejayaan klan iblis.


Trang! Trang! Trang! Pedang beradu di udara, Satsuki beberapa kali mengabaikan pria di depannya dengan melesat cepat ke arah Cang Un namun pria itu cukup gesit hingga mengunci pergerakan kabur Satsuki.


"Minggir! tanganku sudah sangat kotor karna terus nenerus membuhun!"Pinta Satsuki mulai marah dan menyerang pria itu membabi buta.


Kakinya di ayun dan berhasil mendang perut pria itu "Buak!" Pria itu pun terpental. Ini lah saatnya!" Satsuki berlari ke arah Cang Un saat pria itu lemah. Satsuki membalikan pedangnya dan meninju perut Cang un dengan gagang pedang yang ia balikkan. "Buak!" Cang Un terbelalak. Ia pun terpental beberapa meter ke bawah dan tubuhnya menabrak beberapa ranting pohon "Qiang Gu! Aku serahkan pria berjubah hitam itu padamu! Aku ada urusan lain!" Pinta Satsuki mulai turun ke area bawah. Qiang Gu pun tertegun, suara pendekar berjubah hitam itu mirip sekali dengan suara yang ia kenali dan familiar.


Pendekar itu tahu namaku?' Bathin Qiang Gu. Sedangkan Seiring jatuhnya Cang Un ke dasar pohon. Dua saudara itu sama sekali tak merespon, Lon ge dan Lon ce cenderung diam tanpa berkutik. Begitupun semua tentara alam baka.

__ADS_1


"Yang dikatakan pendekar itu benar! Aku harus memusnahkan dua iblis ini dulu!" Qiang Gu mulai kembali gesit menyerang. Lon ge dan Lon ce yang tertegun tanpa arahan pun berhasil di tebas pedang Qiang Gu. Dua sosok klan iblis itupunenggilang bah buih...


WHUUUSSSHHHH....


Qiang Gu pun tersenyum "Berhasil..." Qiang Gu mulai menoleh seseorang yang baru bangun dari jatuhnya. Ia adalah pria misterius berjubah hitam.


"Sekarang giliranmu!" Ucap Qiang Gu. Qiang Gu menyerang, begitupun pria itu. Qiang Gu yang aktif menyerang itu tak menyangka jika pedangnya akan menyangkut di cadar hitam yang di pakai pria misterius itu, hingga cadar pria itu pun robek dan menampakan sosok asli sang pemilik cadar.


Degh! Qiang Gu terbelalak. Pria itu segera menyembunyikan wajahnya di balik kelima jarinya. "Kakak... kakak Lee dong feng?!" Ucap Qiang Gu terbata-bata.


Lee dong feng yang tak bisa menghindar dari pertarungan itu hanya bisa diam. Apa daya, tubuh Lee kali ini hanyalah sebuah boneka klan iblis, kemampuan bertarungnya adalah hasil dari rekayasa tangan lentik Cang un. Sangat sulit baginya bertarung tanpa aura pelatihan.


"Maafkan aku adik... "Balas Lee Dong feng kembali mengebaskan pedangnya ke bawah, dan mulai melangkah ke arah Qiang Gu yang belum berkutik dari pandangannya sedikitpun.


Di tempat lain...


"Ini sungguh menyenangkan! pertarungan ini menyenangkan!" Imbuh Qiang Qia. Apa boleh buat, Qiang Qia yang sedari tadi sibuk menyerang mulai sedikit lega. Para tentara itu mati karna tak bisa melawan lagi.


"Kalian sudah selesai?" Tanya Tang jhan Jhu. Qiang Qia dan Xi Zhau Zhau pun mengangguk "Ya. Kami selesai menyerang sekarang!" Balas Qiang Qia.


"Kalau begitu, kumpulkan kerangka lainnya yang telah tumbang! Kita harus segera membakarnya. Agar kelak, jiwa mereka bisa bereingkarnasi kembali" Jelas Tang Jhan Jhu. Qiang Qia dan Xi Zhau Zhau pun mulai mengangguk. Mereka pun kembali berkutat membakar para jasad tentara yang tinggal tulang benulang itu.


"Dimana tuanku?" Tanya Huli jing ke arah Xi Zhau Zhau.


"Mungkin pendekar itu sedang sibuk mengurus pertarungannya dengan si pemilik benang-benang merepotkan ini" jelas Xi Zhau Zhua. Huli Jing merengut "Jangan khawatir Huli Jing, tuanmu adalah pendekar terhebat, dia tak akan mati dengan mudah. Aku sangat percaya padanya" Imbuh Xi Zhau Zhau. Huli jing pun mengangguk, ia mulai menyematkan senyumnya. Nampaknya kelompok di sana akan baik-baik saja.


Sementara Xing An yang lelah memanah pun mulai menatap ke arah pertarungan lain, dimana Qiang Gu melawan pria berjubah hitam.


"Putra mahkota..." Bisik Xing An, ia pun mulai melangkah pelan ke arah tersebut dan mengintif apa yang terjadi. Xing An merasakan sebuah keganjilan saat menatap pertarungan itu. Qiang Gu cenderung diam dan malah Lee dong feng yang mendekat.

__ADS_1


"Ada apa dengan putra mahkota? Apakah aku harus membantunya?" Tanya Xing An mulai mengangkat panahnya dan mengarahkannya tepat ke arah dimana Lee dong feng yang terus menghampiri Qiang Gu.


"Aku harus memanah orang itu!" Bisik Xing An. Namun tiba-tiba sebuah tangan mulai menepis busur panah Xing an hingga bidikan Xing an malah mengarah ke tempat lain.


"Ah!" Pekik Xing An kaget. Xing An tak menyangka jika di satu pohon yang sama itu ada orang lain yang hinggap di dekatnya. Xing An sama sekali tak sadar, kini Xing An hanya bisa mundur kebelakang karna takut "Si-siapa kamu!" Gagap Xing An. Nampaknya Xing An sangat takut pada kehadiran pria di sampingnya.


Pria tinggi dengan rambut terurai panjang setumit kakinya. Bahkan rambutnya sepeti tak terurus, ia berpaikaian kurang rapi dan sedikit lusuh. Matanya di tutupi seutas perban dan ia seperti orang pria buta.


"Biarkan mereka bertarung..." Ucapnya Xing An hanya bisa menelan salivanya sendiri karna sangat takut "GLUK!"


Si-siapa pria ini?! Apakah dia adalah salah satu musuh kami... jangan-jangan dia adalah klan iblis!" Bathin Xing an menggumam.


Di tempat lain, Satsuki yang tak mendapatkan tekanan pun mulai sibuk menyerang Cang Un dengan tangan kosongnya. Rupanya kemampuan cang un tidaklah seberapa. Ia cenderung aktif menyerang hanya dengan beberapa bonekanya saja. Tanpa benang pengikat jiwa, cang un bukanlah lawan yang setimpal untuk satsuki. Bahkan terlalu mudah jika harus membunuhnya dengan tangan kosong.


"Keterlaluan!" Teriak Cang Un, ia bersiap melarikan diri.


"Mau pergi kemana Kau!" Teriak Satsuki mulai menendang perut Cang Un kembali. Buk! Cang Un terpental dan ia mulai mengaunkan pakainnya lalu kabur "Cling"


Whuuussshh... tubuhnya mulai hilang dari pandangan Satsuki.


"Celaka dia kabur!" Pekik Satsuki mencari.


"Hahahahahahha.. " Hanya gema tawa itu yang di dengar satsuki juga beberapa orang di hutan itu.


"Sebelum klan iblis bangkit! Kau takan bisa membunuhku! Bersiaplah... karna sebentar lagi Raja iblis yang sesungguhnya akan segera bangkit! Kalian takan mungkin bisa melawannya saat kebangkitannya nanti! Hahahahahaha... kalian semua akan mati! Aku pastikan itu! Hahahaha" Suara gema itu sungguh mengerihkan. Cang Un mengucap sumpah serapahnya untuk klan manusia demi kebangkitan klan nya.


"Takan ku biarkan!" Bathin Satsuki. Tangan kaannya gemas megepal erat.


***

__ADS_1


Next episode...


Bersambung...


__ADS_2