
"Bangunlah! Putri! aku tahu kau adalah seorang pendekar yang kuat!" Teriak Qiang Gu. Ia memeluk erat tubuh itu dan menggoyang-goyangkannya.
Whuuusssshhh...
Tiba-tiba angin berhembus ke kencang dan BLAAARRR! Sebuah ledakanpun terjadi.
Ngiiiing...
Pemglihatan Qiang Gu pun pudar dan perlahan kesadarannya menghilang. Iapun terlelap "Qiang Gu! Bangunlah!" Seseorang memanggil nama itu. Suara seorang pria yang baru saja ia kenal.
"Suara apa itu? Kenapa aku sama sekali tidak bisa membuka mataku? Tubuh ini amat sangat berat" Gumam Qiang Gu dalam hati.
"Qiang Gu! Bangunlah! Sadar! Sadarkan dirimu! Qiang Gu! Qiang Gu!" Suara itu mengulang dan terngiang kembali.
__ADS_1
Dalam alam bawah sadarnya Qiang Gu menggumam "Maafkan aku. Paman buta... tapi aku tak sanggup membuka mataku!" Qiang Gu pun lemas dan terlelap. Benar Saja, pria buta itu telah berhasil menyelamatkan Qiang Gu yang terpedaya ilusi milik Hong Lian, ia membius Qiang Gu lalu menyerap seluruh energi Qiang Gu, agar Qiang Gu mati lemas. Tapi untunglah, pria buta yang sibuk menyerang Sakkon dan Kallen itu mulai menyadari ke anehan dari pertarungan Qiang Gu dengan Hong Lian yang cenderung hening.
"Kurang ajar! Terlambat sedikit saja, kau menghisap habis energi dari anak ini?! Kau sungguh merepotkan!" Bentak Pria buta itu, ia masih mendekap tubuh Qiang Gu yang tak berdaya itu.
Hong Lian mulai menampakan wujudnya, jika semula ia berupa hujan bunga di hutan persik. Maka saat ini kelopak bunga itu mulai berkumpul dan membentuk sebuah tubuh.
"Hahahaha... pertarungan kita tampak tidak imbang ya Huan Lan! Mari...kita selesaikan semuanya, karna kekautan ku sangatlah tak terbatas!" Imbuh Hong Lian berlari dan menghempaskan senjata miliknya.
"Kau seharusnya tak perlu mementingkan nyawa orang lain.Pikirkan saja nyawamu sendiri. Degh! Huan Lan terpojok, tiga pedang klan ibls itu hendak mendarat dan siap mencabik tubuhnya. Huanlah tak punya celah untuk kabur.
"Sial! Aku... aku tak ingin mati di sini!" Teriak Huan Lan.
Whuuss! Ketiga pedang milik Sakkon, Kallen dan Hong Lian hendak sampai di punggung dan perut Huan Lan. Huan lan yang panik pun segera mendonggakan wajahnya ke atas "Itu dia!" Bathin Huan lan, iapun mulai menjongkok dan melompat setinggi-tingginya.
__ADS_1
Trang! ketiga pedang itu mulai saling bertabrakan pertanda mangsa lolos begitu saja. Hong Lian tak puas, ia mulai memalingkan wajahnya ke arah pelarian pria buta itu.
"Takan ku biarkan kau lari begitu saja? Dasar pengecut!" Teriak Hong lian segera berlari ke arah pelarian pria buta itu.
"Ini semakin menyenangkan! Sudah lama sekali aku tak merasakan pertarungan sekuat ini" Jelas Sakkon. Sakkon ikut pergi mencari Huan lan si pria buta itu. Sedangkan Kallen, ia mulai berdiri tegak. Ia mulai menatap telapak tangan kanannya, lalu iapun mengepalkan tangannya erat-erat. Otot kekar Kallen mulai bermunculan setelah ia membenamkan sebuah dendam pada satu sosok "Heh! Kali ini... aku kembali hanya untuk menuntut balas padamu... pendekar berjubah hitam?!" Ucap Kallen, Syuuut! sebuah pedang pun mulai ia hempaskan dengan marahnya.
Blarrrr!!! Hempasan pedang itu mulai menggelegar setelah menyentuh sebuah batang pohon, hingga batang pohon itu pun melerdak dan hangus terbakar.
"Tunggu aku... kau pun harus merasakan, betapa sakitnya kematian!!!" Teriak Kallen seraya melangkah ke area pertarungan Satsuki melawan Ibunya juga Hei Lian hua.
Next Episode...
Bersambung...
__ADS_1