Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Merinding


__ADS_3

***


Lama langkah mereka terhambat, akhirnya sampailah Satsuki di tempat tujuan yang sebenarnya. Suasananya sangat kacau dan tak memungkinkan seseorang hidup di sana. Aura kegelapan telah menutupi seluruh kerajaan Kui. Apa lagi, ada kepompong besar yang membungkus raja iblis yang hendak bangkit di sana.


"Aura apa ini?" Desis Satsuki mengehentikan langkahnya. Qiang Gu dan Lee Dong Fei pun mulai berhenti di batang pohon yang sama dengan Satsuki.


"Gawat! Giang Qia dan Pangeran Xi Zhau Zhau. Apakah mereka baik baik saja?" tanya Qiang Gu cemas.


"Sangat sulit untuk masuk ke sana, kita harus memiliki startegi agar bisa menembus Portal itu!" Ucapnya.


Lee Dong Feng mulai menelan salivanya sendiri. Juga tubuhnya masih tak nyaman oleh racun dari Hanbu.


"Lihat di sana!!" Pekik Qiang Gu menunjuk arah barat. Satsuki terbelalak, ia sangat kaget ketika melihat raja Xi di gantung klan iblis di dalam sebuah kerangkeng kayu yang hendak di bakar oleh Hanbu, padahal keadaan Hanbu tampak tak berdaya. Kakinya terpincang pincang... Tapi ia masih bisa tertawa lepas di sana tampak bahagia.


"Sial! Kita harus segera ke sana!" Teriak Satsuki. Tapi Lee Dong Feng pasang badan dan menghalangi Satsuki untuk maju ke medan pertempuran itu.

__ADS_1


"Kenapa!" Bentak Satsuki.


"Jangan jadi bodoh... Kita tak bisa masuk begitu saja. Fortal ini butuh Mantra untuk membukanya" Jelasnya. Satsuki masih belum percaya sepenuhnya pada Lee Dong Feng hingga ia abai pada ucapannya.


"Minggir" ucap Satsuki mendobrak bahu Lee dengan begitu dinginnya.


"Tunggu putri, apa yang di katakan Kakak Lee memang ada benarnya. Kita tak bisa masuk begitu saja tanpa perencanaan yang matang" Ucap Qiang Gu.


"...Kalian memang benar. Tapi di sana pasti ada Qiang Qia yang terjebak bahkan Xing Er juga Zhau Zhau... Jika kita berfikir terlalu lama. Maka, Kepompong itu akan segera menetas dan ke adaannya akan lebih kacau dari ini... Sekarang atau tidak sama sekali" Ucap Satsuki.


Mereka mulai merenung, Lee Dong Feng pun mulai mengepalkan tangannya. Ia mulai berucap "Baiklah... Aku akan berusaha!" Satsuki pun mulai mendonggakan wajahnya begitupun Qiang Gu.


Setelah cahaya itu bersentuhan dengan fortal tersebut. Sebuah pintu pun mulai trbuka. Satsuki mulai membelalak dan tersenyum "Baguslah.. Kau cukup berguna juga" Satsuki mulai masuk ke dalam medan tersebut, di ikuti oleh Qiang Gu. Mereka melompat bersamaan, lalu kemudian fortal pun tertutup kembali. Lee tak sempat mengikuti langkah Qiang Gu dan Satsuki hingga Satsuki pun menoleh ke arah tersebut.


"Eehhh..." Di lihatnya. Lee tengah muntah darah dan membungkuk, ia menyender lemas di batang pohon yang tadi di pijaknya.

__ADS_1


Kaki Satsuki pun mulai terhenti dan memutar langkah ke arah Lee "Lee! Kau kenapa?" Tanya Satsuki khawatir.


"Kakak!" Qiang Gu pula merasakan hal yang sama.


Lee yang terengah engah hanya bisa tersenyum "Pergilah... Ini adalah perjuangan terakhirku" Ucapnya seraya menyematkan senyumannya untuk Satsuki.


"Tidak bodoh! Kau juga harus ikut!" Satsuki tampak sedikit sedih.


"Maafkan aku... Tapi rasanya, aku tak mampu lagi... Jika aku mati, tebuslah kematianku dengan sebuah kemenangan" ucap Lee dan ia mulai kehilangan penglihatannya.


"Apa! Jangan bicara bodoh... Aku tak bisa membiarkan mu pergi begitu saja?" Pekik Satsuki dengan mata sedikit berkaca kaca.


Lee menatap kosong ke arah Satsuki Aku senang bertemu lagi dengan mu... Belum sempat ku katakan, bahwa aku sangat mencintaimu... Aku sangat mencintaimu. Kelak saat aku terbangun dan bereingkarnasi. Ku harap, kau lah jodohku... Bathin Lee.


"Kakak!!" Teriak Qiang Gu.

__ADS_1


Apa boleh buat, Tubuh Lee mulai hilang sedikit demi sedikit. Lee bukanlah manusia utuh, dia adalah bagian dari klan iblis. Tubuhnya tak akan membusuk tapi ia akan lenyap dan tak menyisakan apapun. Hidupnya di dunia ini terasa seperti mimpi, lalu siapapun yang telah mengenalnya. Akan lupa sedikit demi sedikit... Kahadirannya di dunia ini akan di anggap tak pernah ada.


"Lee! Tidak Lee... Leeee!!" Teriak Satsuki sekencang kencangnya. Tak nampak lagi Lee yang jahat padanya meski ia membenci itu. Satsuki hanya bisa menangis menatap tempat terakhir yang di duduki Lee Dong feng. Kini ia lenyap tak bersisa... Qiang Gu pun sangat sedih... Tapi apa boleh buat, jiks mereka larut dalam ke sedihan... Mereka tak akan pernah menyelesaikan misi mereka yang telah memakan banyak jiwa itu...


__ADS_2