Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Perang 2


__ADS_3

Dendam Sang Putri


Part#69 -Perang2-


Kerajaan Kui Mulai mendapat sebuah ke longgaran, Bersama menghilangnya serangan dari para Klan iblis, Akhirnya... Para petinggi kerajaan dan Tetua juga guru besar mulai berkumpul menyetabilkan sisa hantaman perang tadi.


" Sebaiknya, Untuk sementara kita amankan semua Warga Sipil, Kita tak akan pernah tahu, Kapan dan dimana klan iblis akan menyerang kembali" Ucap Sang Tetua Li Sung.


" Benar, Sebagian prajurit yang masih ada segera tugaskan untuk membersihkan puing-puing sisa perang dan mengkremasi jenazah prajurit yang gugur dengan sangat layak" Ujar Guru Besar .


" Ya, sebaiknya kita lakukan dengan cepat ' Oh Ia... Sebagian aliransi lainnya mulai membuat sebuah regu! Kita harus cari Putri Satsuki sesegera mungkin!"


" Baik Tetua!"


" Berkumpul, Dan segera bergeges!"


" Kami mengerti!"


" Segera lakukan, Jika terlambat... maka kita takan pernah tahu hal apa yang akan terjadi padanya..."


" Baik, Tetua!"


" Jika sudah paham! Segera berpencar kembali!" Pekik Tetua Li Sung.


" Baik' Kami siap jalankan Missi"


" Bagus!"


Sebagian Aliansi perang mulai berhambur dan membagi Regu mereka menjadi empat regu.


Kini, Ratu Zhang, Tetua Li Sung juga guru besar Young Sangat cemas pada keadaan putri Satsuki. Ia sungguh Khawatir bahkan sangat takut jika suatu saat, Klan iblis tahu keberadaannya lalu memanfaatkan situasi.


Jika itu terjadi, Sekuat apapun putri Satsuki, Tapi Saat jiwa gelapnya di paksa keluar dengan membuka Segel kutukan , Maka hal yang akan terjadi berikutnya adalah kematian... Dan siapapun takan bisa merubah itu . Meski itu adalah Kaishar langit sekalipun...


______________


TERATAI BIRU...


Satsuki masih berjalan-jalan di area hutan pinus dataran itu. Saat ini ia tengah sibuk mencari tumbuhan-tumbuhan yang bermanfaat untuk menjadi obat tradisional China. Ia mulai mengumpulkan nya dalam satu tungku xuang Yuem , Lalu meleburnya menjadi pil tingkat tinggi.


Meski ia sangat sengang berada di tempat itu, Tapi nyatanya perasaannya sangat tak menentu. Ia ingin segera kembali dan membawa Xing An pergi bersamanya

__ADS_1


Ini sangat buruk. Aku tak bisa terus bersembunyi. Jika pelayanku sampai tiada akibat ledakan itu, Apa yang harus kulakukan. Bathin Satsuki.


Tak berselang lama, Hei Lianhua mulai datang bersama beberapa buah dan makanan yang ia simpan dalam cincin ruangnya.


WHOOOSH!


DAP! Di kejauhan Hei lianhua sudah merasakan sebuah kegelisahan yang di alami masternya.


Hei Lianhua mulai turun dari pundak Bast Spirtnya. Iapun menghampiri putri Satsuki yang tampak gelisah " Master, Anda baik baik saja?!" Tanya Hei Lianhua.


" Ya, Aku baik..." Balas Satsuki, Wajahnya nampak cemas. Hei Lianhua langsung tahu hal itu dari detak jantung masternya yang bergemuruh tak menentu.


" Apa ada yang anda cemaskan?"


" Tidak ada?!"


" Jika anda ingin tahu keberadaan Pelayan anda, Saya bisa memperlihatkannya lewat sebuah Telepatty. Anda bisa lihat sendiri di sana..."


" Benarkah?" Tanya Satsuki senang. Hei Lianhua tersenyum, Kini detak jantung Sang Master kembali Normal.


" Kalau begitu, Ayo... perlihatkanlah..."


Di depan Satsuki berdiri saat ini terlihat jelas tentang pemandangan yang tak biasa. Satsuki seperti kembali kedunianya dan menonton televisi digital. Bayangan yang Hei Lian Hua tampilkan seperti Telepisi saja bagi Satsuki, Bayangan yang tergambar Itu adalah Sosok Bangunan yang jadi istana Kuai. Istana itu masih tampak terawat.


Tak ada satupun yang amburuk apa lagi rapuh. Nampaknya, Klan iblis hanya menyerang Istana Kui saja, Syukurlah..." Bathin Satsuki.


Tak berselang lama, Xing An mulai muncul membawa segengam sapu lidi. Ia memeganya seraya sedikit sedih.


Retina matanya menatap ke arah langit cerah siang itu. Satsuki sangat tersayat saat melihat pelayan setianya nampak sedih.


" Putri, Kemana gerangan? Apakah anda baik-baik saja? Kenapa aku sangat Khawatir dan Rindu padamu... Semoga kau dalam keadaan baik ya?" Ucapnya mulai berkutat menyapu dedaunan kering di halaman favilun Milik Satsuki.


Degh!


Satsukipun sangat sedih melihat keadaan Xing An, Tapi ia masih menyematkan senyumnya Xing An, Kau baik-baik saja? Kenapa kau belum mau berlatih? Apakah kau belum menemukan guru yang tepat? Aku tak bisa terus hidup di istana itu dengan nyaman. Masih banyak hal yang harus aku selesaikan. Terutama... Ayahku, Aku ingin bertemu dengan ayahku . Kuharap kau mau mengerti. Segeralah mencari guru untuk melatih kulifasimu, Agar kau bisa melindungi dirumu sendiri. Kemudian berdiri tegak di atas dua kakimu sendiri.Bathin Satsuki.


" Master. Bagaimana? Apakah anda puas?" Tanya Hei Lianhua, Satsuki mengangguk. Rasa gelisahnya seketika itu musnah.


" Ya, Aku puas, Matikanlah... jika aku menatapnya terlalu lama, maka aku akan sangat rindu dan ingin segera bertemu dengannya"


" Benarkah?" Tanya Hei lianhua ragu.

__ADS_1


" Tentu saja..."


" Kalau begitu, Saya akan segera matikan..."


Saat Hei Lianhua menutup Telepattynya tiba-tiba bayangan Lee dong Feng terlihat mendekati Xing An yang sedang mengemas Halaman tersebut.


" Hai... lama tak jumpa" Sapa Lee dong Feng, Sekilas Satsuki terbelalak... Syuut! Layar Telepatty mulai hilang dan kembali ke semula.


Degh!


" Tunggu! Hei lainhua! Ayo tampilkan kembali keadaan di tempat tadi?" Pekik Satsuki.


" Ada apa master?!"


" Cepat tampilkan, Aku kurang jelas melihatnya!" Satsuki segera memegang bahu Hei Lianhua dan membentaknya kasar.


" Apakah anda ingin membuka telepatty kembali?" Satsuki mengangguk dengan mata yang mencercid ia tampak sangat gusar.


Si Bodoh ini. Ia sangat bertele-tele. Bathin Satsuki marah. Hei Lianhua kembali membuka segelnya dan mulai memampangkan situasi di Kerajaan Kuai tersebut.


Degh! Mata satsuki terbelalak Saat ia melihat sapu yang tadi Xing an genggam itu mulai tergeletak di tanah begitu saja.


Sedangkan Bayangan sekilas yang menampakan sosok Lee dong feng mulai hilang entah berantah bersama hilangnya Xing An.


" Oh tidak! Ini buruk! Ini sangat Buruk!" Pekik Satsuki panik.


" Master, Apa yang terjadi? Apa yang kau lihat?"


" Dia! Dia yang memakai topeng emas itu! Dia telah membawa pelayan ku pergi!"


" Topeng Emas? Kaishar kegelapankah?!"


" Hei lianhua! Apakah kau bisa secepatnya kembali ke Kediamanku? Istana Kuai Sammoro!!" Hei Lianhua yang bingung itu tak bisa menghentikan keinginan putri Satsuki. Akhirnya Hei lianhua hanya bisa mengangguk.


" Baik, Bersiaplah. Ini akan sedikit pusing"


Hei Lianhua mulai membuka Segelnya dan Whooossh! Satsuki dan Hei Lian Hua mulai masuk kedalam sebuah lingkaran misterius dan mulai menghilang besama dengan terbukanya Segel teleportasi itu.


Tink... Mereka mulai berpindah tempat.


-PERANG 2 THE END-

__ADS_1


__ADS_2