
Dendam sang putri
Part #75-Perang-3-
Jika para tetua dan putra mahkota kerajaan Kui mulai berhamburan menuju medan perang. Maka Ketua Chen saat ini tengah berusaha melawan putri Go Eun mati-matian.
TRANG! suara itulah yang terekam dari langit kerajaan Kuai. GREEEEET! suara pedang berbenturan dan decitan pedang yang bergeser keras hingga menghasilkan bunyi ngilu yang menyumbat gendang telinga. "Menyerahlah bodoh!" Pekik Go Eun merunduk dan mengait kaki ketua Chen untuk meenumbangkannya SYUUT! saat Go Eun berusaha, kaki ketua chen pun menghindar. Ia malah memutar sebuah tendangan yang tak di sadari Go Eun.
BUAK! Ketua Chen berhasil menendang perut Go Eun kuat hingga Go Eun terpental.
"Aghh! Sial! Beraninya kau menyentuhku!" Go Eun berpijak pelan dan terseret beberapa langkah. Ia segera menyerang kembali. Di ayunkannya pedang halilintar miliknya ke arah Ketua Chen.
"Mati-lah!! Kauuuu!" Go Eun mengarahkan pedang dengan kekuatan tinggi dan menghempasnya ke arah ketua Chen tanpa ampun.
ZRRRRTT! Suara aliran listrik frekuenzi tinggi mulai mengarah cepat ke tempat ketua Chen berdiri. Ketu Chen yang terbelalak tak bisa lagi menghindar, karna cepatnya serangan itu membuatnya termenung.
"Ahhh!" Mulut Ketua Chen menganga. Namun siapa sangka, seseorang menghantam sebuah serangan petir itu dengan kekuatan esnya. Hingga aliran listrik tersebut berubah menjadi cristal-cristal padat yang meruncing di ujungnya. Ketua Chen yang kaget hanya bisa terjatuh dan mulai berdiri kembali.
"Si-sialan! Siapa yang berani menghalaw serangan ku?!" Go Eun marah dan mulai memutar kepalanya ke belakang.
"Tentu saja kami! Menurutmu siapa lagi?" Ucap Ketua Li Sung. Tetua Li sung berhasil menghentikan lesatan petir Go Eun dengan kekuatan ice miliknya.
"Kalian, Hem... Rupanya kalian datang berkompot, sungguh menggelikan. Kenapa aku tak membunuhmu saja!!" Go Eun berlari dan menghantamkan pedangnya ke arah aliansi perang yang baru saja datang. Tanpa takutnya wanita itu menyerang dengan membani buta dan tak beraturan.
BRTZZZ! DUAK! Tetua Li Sung dan Guru besar Young pun mulai membuka sebuah segel. Gerakan tangan yang cepat dan di iringi kertas mantra kuning lalu beberapa kata kunci yang terlontar dari lisan ke dua tetua itu mulai membentuk sebuah lingkaran bulat dan bercahaya terang. Go Eun tak bisa menghentikan langkahnya hingga ia mulai masuk ke dalam bulatan cahaya itu.
CLIIINGGG!!!
__ADS_1
"AAAHHHH! SIAL! APA YANG KALIAN LAKUKAN!!" Go Eun mengamuk di dalam sebuah cahaya bulat besar itu.
"Sekarang! Tetua! Guru! Kita mulai buka pondasi mantra penghancur prisai segel di bawah istana ini!" Ujar pangeran Qiang Gu. Guru besar Young dan tetua Li Sung pun mulai mengangguk.
"Baik! Kita mulai" Mereka mulai berkonsentrai. Tangan mereka bergerak cepat saat mengucap beberapa mantra.
"Tetua sekarang!"
PAWWW! sebuah segel bergambar ukiran naga mulai berhasil terlukis, itu adalah mantra pembuka segel kutukan.
"Sekaranglah! MULAI MENGHINDAR!!" Teriak Pangaran Qiang Gu melompat dari arah segel itu tercipta. Perlahan segel tersebut menembus mantra prisai di bawah istana Kuai. Dan tak butuh waktu lama , Mantra tersebut mulai bereaksi.
GRRRTTTKKK ! GRRRTTTTKK! Guncangan tersebut membuat Hanbu dan kawan-kawannya merasa resah. "Sial! Rupanya siluman tingkat awam itu tak mampu menghadang kedatangan para musuh!" Hanbu bergegas menarik sebagian Roh Raja iblis dari tubuh Satsuki.
"AGGHHHHHHHH!! SIAL! TIDAK BERGUNA! INI MENYAKITKAN SEKALI!!!"" Teriak Satsuki tak kuasa mendapat tusukan kasar dan tiada usai yang sangat menyakitkan. Saat lengan iblis milik Hambu yang di penuhi kuku runcing itu mengoyak isi perutnya, ia hanya bisa teriak. Hanbu berlaku kasar saat menarik paksa Roh Raja iblis yang tersegel di dalam tubuh putri malang itu.
DUAMMMM! Ice menukik ke arah Hanbu. Tapi naas Ice dan Beigh mulai terjungkal saat Satsuki mulai kehilangan Raja iblis dalam dirinya.
"Sa-sakit!" Teriak Ice dan Beigh. Begitupun Pip, mereka tergeletak di tanah tanpa berkutik.
"Ahahahahaha, terimakasih!" Hanbu selesai melakukan Ritual terlarang itu. Seketika prisai yang menahan tubuh Satsuki hilang. Satsukipun mulai terkulai, BRUUUGGH! Ggghhhh' Uhuk! Ia muntah darah, Lee ding Feng yang resah itu mulai mendekati wanita tersebut.
Ia mengangkat dagu Satsuki dengan lengan kanannya. "Sayang... aku akan pergi, jaga dirimu ya, Ahahahaha... Masih baik jika kau bisa hidup dan mencariku untuk balaskan dendam mu ini ya? Kalau begitu aku pergi" Saat hendak melepaskan dagu Satsuki. Tangan Kiri Satsuki melesat cepat dan memukul vitanya kuat BUAK!! uuggh! Erang Lee dong Feng terpental. Dengan tubuh bersimbah darah, Satsuki berdiri tertatih-tatih.
__ADS_1
Meski ia terus muntah darah, tapi ia semangat untuk menyerang Lee dong Feng. BUAK! Kaki Satsuki mengangkat dan berusaha meraih cincin Ruang di genggaman tangan Lee Dong Feng.
"Hem, kau mau ini? Ambilah!" Lee dong Feng melemparkan cincin tersebut, lalu Satsuki manggapainya. Napas terengah-engah dan terbatuk-batuk hingga darah terus mengalir di setiap lukanya.
"Akan kubunuh kau!" Ucap Satsuki mulai berlutut, tenaganya habis dan ia mulai terkulai lemas. Pandanganya kabur, Tapi ia sematkan sebuah kata bisikan "Hei batu... bukankah, aku tak bisa mati, bukankah lukaku akan sembuh kembali? Bukankah aku akan mati... keluarlah, masuklah kembali ke tubuhku" Ucapnya lesuh, batu giok tersebut merespon dan keluar dari cincin tersebut. Sedangkan Sakkon dan Ukkoni yang bisa merasakan keberadaan batu tersebut terlambat menyadarinya.
"Batu Giok suci itu!" Pekik Ukkoni. Tapi saat mereka hendak mengarahkan tatapan nya ke arah putri Satsuki. Qiang Gu mulai turun dan meraih tubuh putri Satsuki. Lee dong Feng yang sedari tadi dekat dengan putri tersebut mulai mundur karna adanya pergerakan dari Qiang Gu.
SYUUT! Lee dong Feng menghindar. "Putri Satsuki, kau baik-baik saja?!"
"Uhuk!" Satsuki terbatuk.
"Kaishar! Sebaiknya kita cepat!" Ucap Hanbu segera membuka BlackHole di lengannya.
POWW! Saat Lubang itu terbuka, tetua Li sung dan Guru besar Young melempar bola api panas ke arah blackhole tersebut.
BUAM! seketika blackhole di tangannya menyedot serangan dari guru besar Young dan Tetua Li Sung.
"Ahaahaha, apakah kalian sanggup melawan kami" Sombong Kallen, Ia mulai berhadapan dengan para aliansi perang kerajaan pulau monster.
"Kami akan melakukan perlawanan! Karena kalian berani-beraninya menggunakan tubuh putri Satsuki sebagai alat! Rasakan ini" Tetua Li sung murka dan mengeluarkan aura pelatihan yang sangat menyeramkan.
Seketika, Istana Kuai Sammoro menjadi ajang pertempuran dua klan. Klan iblis kegelapan dan klan manusia dengan aura pelatihan tingkat pondasi.
"Putri Satsuki bertahanlah!"
-Perang-3 The End-
__ADS_1