
"Hosh! Hosh!" Napas terengah dari sang pendekar mulai terdengar. Ia tampak sangat kelelahan, bukan karna menyerang atau mengujani musuh dengan pukulan adalannya, tapi karna grakannya terlalu gesit saat menghindari serangan musuh yang tak henti-hentinya.
"Sial! Apa-apaan ini?! Dia sama sekali tak memberikanku celah..." Bathin Satsuki. Sedangkan Lon ge terus menyerang pergerakan Satsuki yang terbilang gesit itu.
"Hahahahaha... hanya itu saja kemampuanmu?! Mana mungkin aku percaya bahwa kau adalah pembunuh ketua Kallen!" Teriaknya seraya tak hentikan serangannya. Satsuki tak bisa membalas lawannya kali ini, ia cenderung menghindari serangan lon ge. Kali ini satsuki tak bisa bertarung jarak dekat dengan gadis berpakaian serba hitam itu.
"Hahahahaha... serang aku!" Teriaknya seraya kembali menghujani Satsuki dengan bola hitam yang mengerihkan. Seluruh pepohonan yang tadinya jadi tempat persembunyian Satsuki pun mulai rata akibat serangan itu.
"Dimana dia? Hei! Pendekar kerdil! Jangan terus bersembunyi! Keluarlah... apakah kau takut aku membunuhmu hari ini?!" Teriak Lon ge memperingatkan. Sedangkan Satsuki yang bersembunyi pun mulai mencari titik lemahnya. Saat ini, Lon ge telah menghentikan serangannya. Ia sibuk mencari pendekar kerdil yang bersembunyi entah dimana.
Lon ge mulai mengepakan sayapnya dan waspada. Ia menelisik sekeliling hutan itu untuk mencari lawan tandingnya.
Whuuuuss suara angin berdesis, sesat sosok cepat mengapung di udara.
"Kakak! Awas di belakangmu!" Teriak Lon ce memperingatkan. Terlambat bayangan itu adalah Satsuki yang sedari tadi bersembunyi di bawah tumpukan
daun kering. Ia mengepalkan tangannya dan melayangkannya ke wajah Lon ge "Buak!" Tepat sasaran. Lon ge pun terpental jauh dan terbelalak. Syuut! Satsuki kembali meloncat ke patang pohon dan menyambut tubuh Lon ge yang masih melayang di udara. Kemudian ia pun menambah pukulannya.
"Terima ini!" Teriak Satsuki, dengan kedua tinju bogem cepatnya.
Buak! Dak! Braaak! Pukulan bertubi dari Satsuki bersarang tepat di punggung dan bahu Lon ge. Lon ge pun terpental jauh ke bawah. "Takan ku sia-siakan kesemapatan ini!" Pekik Satsuki seraya melesat cepat kebawah, lalu ia pun menyambut kembali tubuh Lon ge yang hampir mencium tanah itu dengan beberapa pukulan bertubinya.
"Ini lah balasan ku! Atas perlakuan mu pada Huli jing!" Buak! Satsuki pun mengakhiri pukulannya dengan sebuah tendangan memutar ala Satsuki, Tendangan tersebut pun mendarat tepat di perut Lon ge hingga membuat Lon ge terpental lagi, lagi dan lagi.
Buak! Dak! Dak! Bruuugh! Beberapa kali tubuh lon ge menghamtam pepohonan yang ada di sana, hingga pohon-pohon itu pun patah dan menghasilkan asap tipis. Namun tiba-tiba...
Boom! Sebuah ledakan pun terjadi. Asap menyeruat meliputi tubuh Lon ge yang tak berdaya.
"Kakak! Kau baik-baik saja?!" Tanya Lon ce gelagapan. Lon ge pun berdiri dan mulai keluar dari asap tersebut, lalu Lon ge kembali mengepakan sayapnya tanpa sebuah luka sedikitpun.
"Mustahil!" Bathin Satsuki.
__ADS_1
"Kakak! Terima pil ini?!" Teriak Lon ce seraya melempar pil itu. Cang Un ada di sana dan menyaksikan pertarungan itu "Cih! Apa yang si bodoh lon ce lakukan?" Bathin Cang Un. Ia masih bersembunyi di pepohonan lain di kejauhan.
"Baik!" Ucap Lon ge hampir menerima pil tersebut. Kelakukan Lon ce membuat Satsuki tertarik dengan suara itu, ia pun menoleh ke atas pohon dan di lihatnya seseorang pemilik suara itu adalah pria yang mirip dengan lon ge.
"Heh! Itu dia! Takan ku biarkan!" Bathin Satsuki. Satsuki segera berlari ke arah batang pohon yang di singgahi Lon ce dan mengarahkan satu pukulan ke arah Lon ce.
"Hyaaaa!" Teriak Satsuki dengan satu tinju bogem nya. WHUUUSSH! Lon ge terbelalak! Iapun segera mengepakan sayapnya lebih cepat.
Buak! Tinju mendarat, tapi bukan di pipi Lon ce.
Melainkan, "Lon ge?!" Bathin Satsuki. Satsuki sedikit kaget, Ia tak percaya jika lon ge tiba-tiba menjadi tameng serangannya.
"Sial! Kenapa dia tiba-tiba ada di sini?" Bathin Satsuki. Rupanya Lon ge segera melesat ke arah tinju itu dan menghalau serangan Satsuki.
"Jangan sakiti adikku!" Teriaknya seraya mengarahkan telapak tangannya ke arah Satsuki. Satsuki kembali mundur, ia pun mulai memutar kakinya untuk menendang, sebelum Lon ge mengeluarkan bola-bola hitam yang mengerihkan itu dari lengannya. Whuush!
Buak! Tangan lon ge berhasil di tepis. Kini Lon ge sangat marah, ia mulai mengeluarkan aura hitam di dalam tubuhnya.
"Sial! Apa-apaan ini, jan-jantungku, jantungku serasa di pukul sesuatu!" Bathin Satsuki.
"Kau ada dalam genggamanku sekarang!" Ucap Lon ge.
"Tidak-tidak! Aku tidak mau mati di sini! Aku... tugasku masih sangat banyak! Guru jade long! Hong lian... kerajaan yang porak poranda, aku belum... aku!" Bathin Satsuki meringis. Ia berdiri tertatih-tatih, Matanya sedikit kabur.
"Hahahaha, masih bertahan juga kau rupanya!" Lon ge melesat ke arah Satsuki dengan telapak tangannya berisikan bola hitam.
Whuuusssh!
"Aku tidak mau mati lagi! banyak janji yang belum ku penuhi!" Teriak Satsuki, napas terengah saat menahan rasa sakit itu sungguh membuatnya menderita, tapi apa boleh buat.
"Jika aku tumbang di sini! Maka aku taka bisa memperbaiki kesalahanku di masa lalu!" Bathinnya. Ia mulai melompat, ke arah batang pohon di atasnya.
__ADS_1
"Cih! Mau lari kemana kau! Aku takan pernah melepaskanmu!" Teriak Lon ge seraya melemparkan bola-bola hitamnya ke arah pelarian Satsuki.
"Sial! Akan ku tunjukan, bahwa aku mampu melawanmu!" Teriak Satsuki. Lon ge pun mengepakan sayapnya dan mengejar Satsuki. Satsuki segera mengeluarkan dua pedang kembarnya dan segera berbalik ke arah Lon ge mengejarnya dan mulai mengayunkan pedang tersebut ke sayap Lon Ge.
"Apaaaa!!!" Teriak Lon ge. Satsuki berhasil menebas sebelah sayap Lon ge dengan pedang medosanya hingga sayap itu jatuh ke tanah. Satsuki yang masih energik meski terhasut mantra mata Lon Ge pun kembali menusukkan pedangnya ke perut Lon ge.
"Kau!" Pekik Lon ge mengeluarkan darah dari mulutnya. Iapun mulai ke hilangan keseimbangannya dan jatuh ke tanah mengikuti sayapnya yang jatuh terlebih dahulu.
"Sudah ku bilangkan? Aku tak mau mati di sini!" Balas Satsuki di iringi senyum sinisnya.
"Kakak!!!" Teriak Lon ce. Ia saksikan dengan jelas bahwa kakaknya telah tergeletak di tanah tak bergerak lagi.
"Sekarang gliranmu"Ucap satsuki. Satsuki berjalan melangkah pelan seraya mengadukan dua pedangnya hingga terdengar bunyi "Sreeeng!"
Cang un yang menyaksikan pertarungan itu pun tertawa "Heh. Lon ge! Berhentilah bermain-main!" Teriak Cang Un.
Satsuki siaga saat mendengar teriakan itu. Lalu tubuh Lon ge pun kembali utuh, satu persatu sayap dan darahnya kembali ke tubuhnya. Dan luka-luka Lon ge lembali menutup sempurna.
"Apa? Apa yang terjadi padany?!" teriak Satsuki terbelalak tak percaya.
"Hahahahaha, Akulah... iblis yang tak bisa mati!" Teriak Lon ge. Lon ce pun tersenyum.
"Ahhahahaha dialah... kakakku" Ucap Lon ce sinis.
"Tidak mungkin!" Bathin Satsuki.
***
Akankah pertarungan ini usai dengan sebuah kemanangan di tangan Satsuki. Ataukah bala bantuan yang tak di sangka-sangka akan tiba menolong. pendekar berjubah hitam yang malang itu.
Next episode...
__ADS_1
Bersambung...